Cara Jaga Kesehatan Saat Ramadan

cara jaga kesehatan saat puasa


Ramadan adalah ibadah yang panjang. Ada waktu sebulan yang menuntut kita agar tetap sehat. Harus jaga badan agar sehat terus. Bukan hanya lansia tetap sehat saat berpuasa. Semua umat yang berpuasa. Segala usia dari yang anak-anak hingga dewasa. Cara menjaga kesehatan saat berpuasa Ramadan sebenarnya mudah. Hanya saja butuh disiplin dan komitmen yang kuat. Bagaimana cara menjaga kesehatan saat berpuasa?

Bagaimana caranya?
1. Makan Porsi Sedikit
Agama Islam mengajarkan untuk makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang. Ini berarti kami dianjurkan untuk makan secukupnya. Asupan makanan yang masuk ke tubuh tidak perlu yang berlebihan. Agama Islam sebenarnya telah menganjurkan untuk makan dengan porsi sedikit. Jika makan terlalu kenyang bisa bikin malas bergerak bahkan ngantuk.

Ketika sahur dan buka puasa. Waktu sahur masih termasuk dini hari. Bagi yang tidak terbiasa puasa sunnah diluar bulan Ramadhan, lambung butuh penyesuaian. Makan sahur menjadi kebiasaan baru. Apabila kalau sholat subuh lanjut tidur lagi. Ini yang bahaya. Setelah makan usahakan jangan tidur dulu. Hal ini bisa membuat perut begah dan mungkin saja asam lambung naik.

Begitupun saat buka puasa. Lebih baik makan sedikit dulu. Jarak waktu antara magrib dan isya hanya sebentar. Kalau makan banyak khawatir akan terburu-buru makannya. Padahal makanan harus dikunyah dengan perlahan agar bisa tercerna dengan baik. Selain itu setelah sholat isya' ada ibadah sholat tarawih yang waktunya panjang. Jika perut penuh akan tidak nyaman saat sholat tarawih. Bisa jadi akan terasa mual saat ruku' atau sujud.

Saat puasa, kaum muslim tidak makan dan minum sekitar 14 jam. Tentu saja ada lapar dan haus yang harus ditahan sekuat mungkin. Paling bahaya saat buka puasa. Bisa jadi ajang balas dendam dengan makan dan minum sebanyak-banyaknya. Padahal lambung dan usus kondisinya kosong dalam waktu lama. Kalau langsung makan banyak, usus dipaksa untuk langsung bekerja keras mencerna makanan.

Nabi Muhammad mengajarkan untuk berbuka puasa pertama kali dengan makan kurma. jika tidak ada kurma maka minum air putih terlebih dahulu. Jangan minum es atau minuman dingin. Lebih baik air biasa dengan suhu normal. Kalau lapar sekali bisa makan jajanan. Lalu sholat magrib. Sebelahnya baru makan besar. Tentu saja tetap dengan porsi makan sedikit. 

2. Cukup Minum Air Putih
Saat puasa asupan air dalam tubuh berkurang. Waktu antara buka puasa sampai sebelum tidur harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengkonsumsi air putih. Saat pagi hari tubuh akan bekerja seperti biasa. Bahkan ada juga yang harus bekerja menggunakan fisik. Ada juga yang harus banyak bekerja di luar ruangan. Apabila tubuh kekurangan air putih akan berbahaya. Tubuh akan dehidrasi. Organ tubuh tidak akan berfungsi dengan maksimal.

Air putih yang harus dikonsumsi minimal adalah 2 liter atau 8 gelas per hari. Salah satu manfaat makan dengan porsi sedikit saat buka puasa, agar bisa minum banyak air putih. Jika perut sudah kenyang saat makan, tentu akan malas untuk minum air putih. 

Sebenarnya kebutuhan air dalam tubuh bisa dipenuhi tidak hanya dengan minum air putih. Ada buah, jus buah atau kuah sayur. Hanya saja memang paling bagus jika mengkonsumsi air putih. Tubuh akan lebih cepat memadamkan alarm dehidrasi setelah berpuasa selama 14 jam. Badan lebih cepat segar dan tidak lemas.

Catatan buat Anda, yang tidak suka minum air putih. Bisa saja makan buah yang mengandung banyak air seperti semangka atau melon. Kalau mau minum buah yang dijus juga bisa. Hanya saja tidak perlu ditambah dengan gula. Cukup buah dan air lalu diblender. Air putih bisa ditambah dengan irisan buah seperti jika bikin infused water. Asal bukan air putih ditambah sirup. Lebih baik tidak minum manis saat berbuka puasa. Hindarailah makan dan minum yang manis selama bulan Ramadan. Demi kesehatan kita. 

3. Tidur Cukup
Ritme tidur terkadang berantakan saat Ramadan. Waktu tidur di malam hari lebih pendek. Ada banyak faktor, antara lain waktu makan besar yang mundur atau baca Al Qur'an hingga malam. Apalagi ada itikaf di masjid saat 10 hari terakhir. Idealnya ada waktu khusus pengganti tidur di siang hari. Bagi para pekerja yang harus bekerja dari pagi sampai sore sudah sekali. Bahkan mungkin tidak mungkin bisa tidur siang walau sejenak.

Cara mengatasi hal ini bisa dengan mengatur manajemen jam tidur. Setelah terawih misalnya sampai jam 21.00. Lalu jam bangun sahur bisa dimajukan jam 03.00. Anda bisa sholat qiyamul lail dan tilawah dulu sebelum sahur. Jika Anda baru bisa tidur lebih dari jam 21.00, makan jam bangun sahur dimundurkan. Kalau ingin begadang untuk tilawah bisa saat libur kantor. Kalau memang mau dipaksa begadang terus tidak masalah jika kondisi tubuh memang memungkinkan. 

Bagaimana jika bisa tidur siang sejenak saat istirahat bekerja di jam makan siang. Ini anugerah tak terhingga. Manfaatkan tidur siang walau hanya 15 atau 30 menit. Lumayan badan lebih segar saat bangun tidur siang. Hanya saja perlu diperhatikan jika tidur siang di kantor tidak akan ada masalah. Jika sampai ditegur atasan atau jadi bahan omongan miring kolega di kantor malah akan susah. Jangan sampai ada stigma buruk bagi umat Muslim yang berpuasa. 

4. Tetap Aktif
Orang yang berpuasa dan tidur di saat puasa tetap akan mendapat pahala. Tidak akan dikurangi. Meski begitu bukan berarti selama berpuasa tidur terus. Bangun hanya untuk sholat dan buka puasa. Kalau tidur lama saat berpuasa justru badan tambah lemas. Semakin tambah lapar juga. 

Badan harus tetap aktif bergerak. Bekerja dan belajar seperti biasa aja. Jika Anda mempunyai kebiasaan olah raga tetap bisa dilakukan saat bulan Ramadan. Olah raga sebaiknya yang ringan. Kegiatan olahraga ini bisa dilakukan pagi atau sore menjelang buka puasa. Sebenarnya tidak masalah jika ingin olahraga berat. Silahkan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Lebih baik tidak memaksakan diri.

Cara untuk menjaga kesehatan saat bulan Ramadan mudah bukan?
Anda yang paling tahu kondisi badan sendiri. Bagi yang berpuasa dianjurkan untuk mengurangi aktivitas fisik. Apalagi Indonesia saat ini cuacanya sedang galau. Hujan datang dan pergi sesukanya. Suhu panas sedang tinggi saat tidak hujan. Jika ingin beraktivitas seperti saat tidak Ramadan, boleh saja. Sesuai dengan kondisi badan saja.

Selamat berpuasa. Semoga sehat terus dan puasanya lancar hingga akhir Ramadan.

Komentar