Thursday, 27 September 2018

Pasar Pagi Kota Baru Driyorejo Gresik

pasar pagi kota baru driyorejo gresik
Kiri dan kanan seoanjang jalan penuh penjual.

Setiap kali berkunjung ke suatu kota, saya paling suka ke Pasar. Tunggu, yang saya maksudkan di sini adalah pasar tradisional. Bukan mall. Pasar tradisional yang masih penuh kehebohan. Penjual sayur, ikan, daging, ayam, buah, umbi-umbianan, makanan siap makan, kebutuhan pokok dan lain-lain masih campur baur tidak tertata. Justru ini yang seru. Dinamika interaksi antar penjual, maupun penjual dan pembeli sangat kuat. Mereka umumnya sudah kenal bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Pasar seperti ini hanya ada di Desa.

Bagaimana dengan kota yang pasarnya sudah dikonsep menjadi pasar modern? Interaksi antara penjual, maupun penjual dan pembeli tidak terlalu intens. Kurang gayeng, kata orang Jawa. Secara de facto penjual dipaksa untuk saling berdekatan. Banyak juga para penjual baru. Belum tentu antara tetangga stand bisa kenal dekat. Bisa jadi saling bermusuhan dalam diam.

pasar pagi kota baru driyorejo gresik
Pintu masuk Perumahan Kota Baru Driyorejo Gresik

Namun ada evolusi pasar tradisonal di perkotaan, yaitu munculnya pasar pagi atau pasar dadakan. Sesuai namanya, Pasar ini hanya hadir di pagi hari atau malam. Tidak ada lahan permanen yang dikhususkan sebagai pasar. Pasar hanya buka selama beberapa jam sesuai dengan kesepakatan. Dagangan di gelar di lapangan terbuka, trotoar atau jalan yang sudah ditutup. Kadang kala juga disebut sebagai pasar kaget.

Kalau di Surabaya sudah ada banyak. Ada beberapaya yang pernah saya kunjungi, yaitu Pasar Pagi Tugu Pahlawan, Pasar Malam Lapangan Kodam, Pasar Pagi Masjid Agung, Pasar Pagi CFD Jalan Darmo, Pasar Pagi Kota Baru Driyorejo. Nah, yang terakhir ini saya ingin berbagi cerita.

pasar pagi kota baru driyorejo gresik


Sebenarnya tiap hari di trotoar kiri dan kanan sepanjang jalan utama komplek Perumahan Kota Baru Driyorejo sudah banyak orang berjualan. Selalu penuh kalau hari minggu. Pasar pagi di lingkungan Perumahan Kota Baru Driyorejo ini hadir sekitar 5 tahun terakhir. Sebelum-sebelumnya sudah banyak penjual namun tidak terlalu banyak.

Ada yang unik di Pasar ini adalah keragaman barang dagangannya. Dari mulai alat rumah tangga sampai alat elektronik ada. Aneka pakaian dari bayi sampai lansia juga ada. Makanan ringan sampai makanan berat tersedia. Untuk harga juga beragam. Untuk konsumen menengah ke bawah lengkap. Konsumen menengah keatas juga ada. Tinggal menyesuaikan isi dompet saja.

Tunggu apa lagi? Hayuk main ke Pasar Kota Baru Driyorejo mumpung habis gajian.



Foto by Ugik Madyo
       

Wednesday, 19 September 2018

Review Drama Korea Mother Lee Bo Young

review drama korea mother drama korea lee bo young

Soo Ji seorang peneliti burung yang menambah penghasilan sebagai guru penganti di SD setempat. Pada mulanya dia hanya menjadi guru setengah hati. Dia memang tidak terlalu suka dengan anak-anak. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Hye Na. Anak ini penampilannya dekil, bau dan selalu kelaparan. Kalau Soo Ji pulang malam sering bertemu anak ini masih berkeliaran di jalan. Soo Ji mulai mendekati Hye Na. Mengajaknya makan bareng. Menggunting kukunya. Mengajari cara membersihkan badan sendiri dan rajin berganti baju. Dia hanya ke penasaran, kenapa anak ini bisa sampai seperti ini?

Hingga suatu hari, Hye Na jatuh sakit di sekolah. Perawat klinik sekolah menemukan lebam di sekujur tubuhnya. Gadis cilik itu mengaku kalau terjatuh dari tangga. Soo Ji dan guru Song mencurigai Hye Na korban KDRT. Saat telinga Hye Na berdarah, lagi-lagi anak ini berkilah kalau terkena bola kasti saat bermain.

Soo Ji dan guru Song memutuskan untuk mengunjungi rumah Hye Na. Terlihat kalau Hye Na ketakutan namun memutuskan untuk diam. Tak sengaja Soo Ji bersitatap dengan pacar Ibunya Hye Na. Entah kenapa dia tiba-tiba merasa takut dan merinding. Naluri seorang peneliti mulai mengusik. Wanita muda ini mempunyai firasat kalau ada yang tak beres di rumah itu. Soo Ji semakin intens menjalin kedekatan dengan Hye Na, untuk mencari tahu lebih dalam tentang kehidupannya sehari-hari.

review drama korea mother drama korea lee bo young

Namun hari keberangkatan Soo Ji ke Islandia semakin dekat. Sebelum berangkat, Soo Ji ke rumah Hye Na. Dia ingin melihat untuk terakhir kalinya. Ketika Soo Ji sampai di depan rumah tersebut, dia menemukan plastik sampah yang bergerak-gerak. Ternyata isinya adalah Hye Na bercampur dengan aneka sampah. Anak kecil ini hanya mengenakan baju rumah biasa. Padahal saat itu musim dingin. Badannya gemetar karena ketakutan dan kedinginan. Soo Ji segera menggambil keputusan cepat.

Soo Ji nekat akan membawa Hye Na ke Islandia. Saat itu yang ada dalam pikiran Sang Guru hanya ingin menyelamatkan nyawa Hye Na. Kalau mau dilaporkan ke Polisi tidak ada bukti kuat yang bisa diajukan. Keesokan harinya tersiar kabar Hye Na dinyatakan hilang di laut. Ada sebelah sepatu Hye Na yang terapung. Pencarian besar-besaran dilakukan. Polisi juga mulai penyelidikan.

Sementara Soo Ji dan Hye Na memulai petualangan keluar dari kota Mooryung. Ternyata proses ke luar dari Korea tidaklah mudah. Pertama yang dilakukan adalah mencari paspor ilegal untuk Hye Na. Selain itu, Soo Ji dan Hye Na harus berpindah-pindah tempat untuk sembunyi. Tanpa tahu tentang dunia ilegal akhirnya Soo Ji 'apes'. Paspor tak didapat, uang yang sudah dibayarkan tak bisa kembali. Persediaan uang Soo Ji semakin menipis.

review drama korea mother drama korea lee bo young

Soo Ji memutuskan untuk minta uang pada Ibunya. Seorang artis terkenal, Nyonya Cha yang dengan senang hati menolongnya. Soo Ji meminta tolong asisten Ibunya untuk mencari paspor ilegal. Beliau memang sudah berpengalaman dalam urusan-urusan seperti ini. Paspor untuk Hye Na akan siap dalam dua minggu. Namun sayang, kondisi kesehatan Nyonya Cha mulai memburuk. Soo Ji memutuskan untuk mengundur keberangkatannya hingga kondisi Sang Ibu membaik.

Banyak peristiwa terjadi selama pengunduran keberangkatan ini. Soo Ji bertemu ibu kandungnya secara tak sengaja. Penyelidikan polisi Mooryung menemukan bukti kalau Soo Ji yang membawa Hye Na. Soo Ji mendapatkan tuduhan penculikan dan dirinya menjadi buronan. Pacar Ibunya Hye Na menculik anak kecil ini. Dia tahu kalau Soo Ji ternyata anak orang kaya. Selain itu, lelaki ini ingin membunuh Hye Na agar dia tidak menjadi tertuduh pelaku penganiayaan.

Selama dalam pelarian hubungan Soo Ji dan Hye Na semakin erat. Hye Na sudah menganggap Soo Ji sebagai ibu kandungnya. Dia merasa nyaman dalam pengasuhan ibu gurunya ini dan tidak mau kembali ke Ibu kandungnya. Berbagai cobaan yang datang silih berganti semakin menguatkan hubungan batin antara keduanya.

Namun sayang. Meski Soo Ji membawa Hye Na karena ingin menyelamatkan nyawanya, namun di mata hukum perbuatannya tetap dianggap sebagai penculikan. Akhirnya Soo Ji dan Hye tertangkap. Soo Ji harus masuk penjara. Sedangkan Hye Na tinggal di rumah penitipan anak milik pemerintah. Duh, nelangsa banget mulai adegan ini.

review drama korea mother drama korea lee bo young

Soo Ji 'patah hati'. Status hukumnya ini akan susah untuk mengadopsi Hye Na secara legal. Sesuai keputusan pengadilan, Soo Ji dilarang mendekati Hye Na. Soo Ji terpuruk. Sementara Hye Na memendam kesedihan mendalam. Kesedihan ini berakibat pada pola makan Hye Na yang semakin memburuk. Dia terserang anoreksia. Hye Na terlihat riang sehari-hari, namun dia dinyatakan depresi berat oleh psikiater.

Sewajarnya, Seorang Ibu akan menyayangi dengan tulus anak-anaknya. Namun kenyataannya, ada Ibu yang tega menganiaya bahkan membunuh anak kandungnya sendiri. Ada juga seorang ibu yang bukan ibu biologis. Tidak pernah melahirkannya. Namun memberikan kasih sayang yang tulus sama seperti soerang Ibu kandung. Memang ada Ibu yang ditakdirkan untuk melahirkan seorang anak, namun tidak bisa mengasuh seorang anak secara manusiawi. Sementara itu ada seorang Ibu yang tidak punya hubungan biologis namun mampu menyayangi dan mengasuh seperti seorang Ibu kandung. Sebutan Ibu melekat bukan karena hubungan darah semata, namun pada kasih sayang tulus yang diberikannya.

Itulah inti cerita yang diangkat drama Mother. Drama ini diadaptasi dari drama produksi Jepang. Saya belum pernah nonton yang versi Jepang. Belum bisa membandingkan bagus versi yang mana. Kalau mau nonton drama ini siap-siap bawa tisyu. Lumayan menguras hati. Eh iya, bagaimana dengan akhir kisah Soo Ji dan Hye? Bisakah mereka menjadi Ibu dan anak lagi? Ah, tak asyik kalau saya ceritakan di sini. Silahkan nonton sendiri. Pasti lebih seru.


Sumber foto: http://newsimg.sedaily.com/2018/02/26/1RVURKHRJZ_1.jpg

Tuesday, 11 September 2018

Selamat Tahun Baru 1440 Hijriyah

Hari ini tepat 1 Hijriyah. Tahun baru bagi umat Islam. Selamat tahun baru 1440 hijriyah. Tahun baru merupakan moment perenungan sekaligus perencanaan. Dua keadaan yang berbeda namun saling terkait satu sama yang lain.


Perenungan perlu dilakukan sebagai langkah evaluasi diri. Apa yang sudah dilakukan selama satu tahun kemaren? Apa saja perencanaan yang sudah sukses dilakukan? Apa saja yang masih belum berhasil dilakukan? Apa saja kendalanya? Dari berbagai pertanyaan ini akan bisa ditemukan kelebihan dan kekurangan kita. Bukan hanya pengakuan namun yang terpenting adalah keikhlasan untuk menyadari atas segala kesalahan yang sudah dilakukan. Hal terakhir ini yang sulit dilakukan.

Tetapi harus dilakukan. 
Jika tidak bisa, 
maka tak akan mungkin bisa membuat perencanaan untuk 
satu tahun ke depan. 

Baiklah. Memulai tahun baru lebih baik dengan melakukan perencanaan. Apa saja yang akan dilakukan. Ada yang berpendapat untuk membuat rencana dengan target setinggi mungkin. Ini untuk membuat diri sendiri semangat mengeluarkan kemampuan hingga batas maksimal. Kalau saya pribadi lebih suka membuat rencana yang serealistis mungkin. 

Hanya kita yang paling tahu kemampuan maksimal, yang bisa kita kerahkan. Apa gunanya membuat berderet-deret rencana namun hanya sedikit yang terealisasi. Bukan berarti saya pesimis. Tidak. Namun harus ada keseimbangan dalam membuat rencana. Seimbang antara mimpi dan realitas. Kalau saya, ketika membuat sebuah rencana sudah termasuk bikin mind maping proses realisasi rencana-rencana tersebut. Sudah ada di kepala apa saja yang harus saya lakukan agar rencana-rencana ini terealisasi. Biasanya saya tulis rinci. Mulai Step 1 hingga sampai ke goal.

Kalau seandainya di tengah jalan nanti ada halangan yang membuat rencana saya gagal total. Ya, sudah. Harus dicari jalan yang lain. Bisa jadi sangat jauh dari mind mapping yang sudah saya buat. Ya, mau bagaimana lagi. Allah Subhanahu Wata'alla yang berkuasa mengeksekusi rencana kita. Yang penting kan, proposal sudah diajukan. Rencana sudah dibuat. Kerja keras berikhtiar mewujudkan rencana tersebut sudah dilakukan. Bagian terpenting adalah prosesnya. Penuh pembelajaran. Urusan hasil berhasil atau tidak, ya hak prerogatif Allah Subhanahu Wata'alla yang menentukan.     

Apakah sudah membuat rencana-rencana untuk tahun depan? Semoga rencana-rencana kita sinkron dengan rencana Allah Subhanahu Wata'alla. Aamiin. 


Photo by Ugik Madyo