Review Drama Korea Save Me



Bapak Im jatuh bangkrut. Beliau membawa seluruh keluarganya pindah ke desa Muji. Bapak Im mendapat pekerjaan di peternakan sapi. Mereka sekeluarga tinggal di rumah petak dekat kandang sapi. Belum lama tinggal di Muji keluarga ini mendapatkan musibah. Im Sang Jin (Jang Yoo Sang), anak laki-laki mereka meninggal karena jatuh dari atap sekolah. 

Sang Jin diduga meninggal karena bunuh diri. Ternyata Sang Jin dirundung oleh sekelompok temannya lalu terjatuh. Sebenarnya sebelum Sang Jin meninggal, Im Sang Mi (Seo Ye Ji) meminta bantuan pada Han Sang Hwan (Ok Tec Yeon). Sang Mi tahu kalau saudara kembarnya ini akan dianiaya teman-temannya. Namun dia tak bisa menolong. Sang Hwan mengabaikan permintaan Sang Mi.

Setelah penyelidikan yang panjang akhirnya Seok Dong Ceol (Woo Do Hwan) dipenjara karena kematian Sang Jin. Padahal Dong Ceol justru yang menolong Sang Jin saat dianiaya. Sayangnya Dia gagal meraih tubuh Sang Jin saat akan jatuh. Keempat anak yang menganiaya Sang Jin justru bebas karena mereka anak para pejabat di Desa Muji. Sang Hwan kecewa karena sahabatnya di penjara.

Sang Hwan tidak bisa berbuat apa-apa. Ayahnya akan mencalonkan diri menjadi Gubernur Muji. Dia tidak boleh terlibat skandal. Bahkan Sang Hwan dilarang menemui Dong Ceol. Sang Hwan sangat sedih karena tahu sahabatnya tidak bersalah. Sang Hwan memutuskan kuliah ke Seoul setelah lulus. Dia melarikan diri dari Desa Muji karena rasa bersalah tidak bisa membantu sahabatnya.

Pindah ke Guseonwon

Setelah Sang Jin meninggal, Ibu Im mengalami depresi. Beliau menganggap bahwa Sang Jin masih hidup. Pak Im dan Sang Mi tidak bisa berbuat banyak. Mereka tidak bisa membawa Bu Im berobat ke rumah sakit karena tidak ada biaya.


Bapak Rohani (tengah) beserta pengawal (kiri) dan asistennya (kanan) 



Bapak Rohani Baek Jung Ki (Jo Sung Ha) menawarkan agar Bu Im diobati di Klinik Guseonwon secara gratis. Pak Im dan Sang Mi juga boleh tinggal secara gratis di Perkampungan Guseonwon. Tentu saja Pak Im menerima dengan suka cita ajakan Bapak Rohani. 

Bagi Beliau yang penting Bu Im mendapatkan perawatan agar segera sembuh. Sebenarnya Jang Im menolak rencana tersebut. Dia tidak suka dengan Bapak Rohani dan anak buahnya. Namun Jang Im tidak tega melihat penderitaan Ibunya. Dia ingin Ibunya segera sembuh.

Guseonwon ini adalah sebuah sekte yang mengaku sebagai agama baru pimpinan Bapak Rohani. Sekte ini berpusat di pemukiman Guseonwon, yang ada di puncak bukit dan dikelilingi hutan lebat. Letaknya terpencil di ujung Desa Muji. Pemukiman Guseonwon mempunya fasilitas yang lengkap.

Ada tempat peribadatan, komplek tempat tinggal, klinik dan perkebunan yang luas. Banyak pengikut Guseonwon yang tinggal di sana secara gratis. Bapak rohani dan kaki tangannya hidup dnegan mewah. Para pengikut yang tinggal di sini mayoritas sudah tidak punya harta benda di luar pemukiman Guseonwon. Mereka sudah menjual tanah, rumah dan segala aset harta.

Semua harta mereka serahkan pada Bapak Rohani sebagai pembayaran 'naik' kapal penyelamat ke Surga. Semakin banyak uang yang disumbangkan maka akan semakin cepat sampai ke surga. Kapal ini bukanlah wujud nyata namun hanya imajinatif. Ini hanya modus Jung Ki untuk mengeruk harta dari para pengikutnya. 

Empat sahabat penyelamat Sang Mi


Tiga Tahun Kemudian

Sang Hwan sedang libur kuliah dan pulang ke Muji untuk menengok Ibunya. Sudah bertahun-tahun Ibu Han terbaring lumpuh. Dia bersama kedua sahabatnya menikmati liburan keliling dan bersenang-senang di Desa Muji.

Pada suatu malam, Sang Hwan yang sedang naik motor dengan teman-temannya bertabrakan dengan sebuah mobil. Kedua pihak tidak mau disalahkan. Saat Sang Hwan melihat kerusakan di sisi mobil, dia melihat Sang Mi. Tiba-tiba Sang Mi berteriak minta tolong.

Semua yang ada di sana kaget. Tentu saja. Sopir mobil langsung menyudahi urusan Sang Hwan dan teman-temannya. Dia buru-buru pergi. Sang Mi tetap berkata 'selamatkan aku' dari balik jendela. Meski sudah tak terdengan suaranya, tetapi gerak bibir Sang Mi terus teringat dibenak Sang Hwan dan teman-temannya.

Sang Hwan dan kedua sahabatnya penasaran kenapa Sang Mi meminta tolong. Mereka mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Sang Mi. Saat proses penyelidikan ini mereka dipertemukan dengan Seok Dong Ceol. Sang Hwan baru tahu kalau sahabatnya ini telah bebas dari penjara. Sang Hwan sempat berkelahi dulu dengan Dong Ceol. Memang ada sakit hari di antara mereka gara-gara salah paham. 

Setelah mengetahui alasan sebenarnya Sang Hwan tidak membantunya agar tidak dipenjara, Dong Ceol melunak. Dia memahami kalau sahabatnya ini sebenarnya dalam posisi yang serba salah. Keempat sahabat ini berkumpul kembali. Mereka bersama ingin menolong Sang Mi.

 


Sang Hwan sebenarnya ada hutang masa lalu dengan Sang Mi. Gadis ini pernah meminta tolong untuk membantu saudara kembarnya. Kalau saja saat itu Sang Hwan menolong mungkin Sang Jin tidak akan meninggal. Rasa penyesalan terus membekas. Sang Hwan ingin benar-benar menolong Sang Mi saat ini. Agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Kalau Dong Ceol ingin menolong Sang Mi karena pria ini mencintai Sang Mi. Begitu dia tahu hasil penyelidikan sementara ketiga sahabatnya, Dia tak ragu sama sekali untuk ikut misi penyelamatan Sang Mi.

Penyelamatan yang Sulit

Ternyata untuk menyelamatkan Sang Mi tidak mudah. Sekte Guseonwon bukan perkampungan sekte biasa. Pengawasannya sangat ketat. Orang di luar sekte tidak bisa masuk dengan mudah. Hanya para pengikut sekte saja yang bisa masuk. Dong Ceol memutuskan untuk menyamar menjadi pengikut baru sekte ini.

Ternyata anggota baru diawasi dengan ketat. Tidak bisa bebas berkeliling pemukiman tersebut. Dong Ceol tidak bisa mencari keberadaan Sang Mi. Kalaupun kebetulan bertemu Sang Mi tidak bisa didekati karena dijaga ketat. Dong Ceol nyaris putus asa. Untung dia bertemu dengan wartawan wanita yang sedang menyamar.

Wartawan ini sedang menyelidiki tentang sekte Guseonwon untuk liputan ekslusif. Ternyata banyak pengikut sekte yang hilang namun tidak pernah ada penyelidikan dari kepolisian. Banyak keluarga yang melaporkan keluarganya yang hilang putus asa. Kasus-kasus orang hilang yang melibatkan sekte ini selalu menguap begitu saja.



Sang wartawan ini juga menemukan kalau pasien di klinik Guseonwon diberi obat psikotropika. Ini yang membuat sulit Sang Mi untuk pergi dari tempat ini. Ibu Sang Mi tidak mau diajak pergi karena Beliau berhalusinasi kalau anak laki-lakinya ada di sini.

Misi penyelamatan Sang Mi semakin sulit saat Sang wartawan ketahuan identitasnya. Sang wartawan langsung dibunuh. Dong Ceol marah besar. Apalagi dia tahu kalau pembunuhan ini bukanlah yang pertama. Para pengikut yang hilang ternyata meninggal semua dan dimakamkan di hutan belakang komplek perumahan sekte. 

Dong Ceol juga menemukan bunker di tengah hutan yang digunakan untuk menyekap dan menyiksa anggota sekte yang ingin keluar. Sang Hwan dan kedua sahabatnya mencemaskan keselamatan Dong Ceol dan Sang Mi. Sang Hwan khawatir kalau Dong Ceol ketahuan. Meskipun sudah dilindungi Sang Mi berkali-kali tetap saja kondisinya berbahaya. 

Dong Ceol memutuskan misi penyelamatan berubah menjadi misi pengungkapan semua kejahatan sekte Guseonwon. Mulai saat ini petualangan keempat sahabat ini sangat mendebarkan. Musuh mereka bukan saja pengurus sekte namun juga mayoritas penduduk Desa Muji. Bahkan juga kepolisian. 

Anda harus melihat sendiri keseruan keempat sahabat ini berusaha mengeluarkan Sang Mi dan Ibunya dari perkampungan Guseonwon. Tidak seru kalau saya ceritakan di sini. Apalagi waktu mereka tak banyak karena Sang Mi akan dijadikan Bunda Rohani alias dinikahi oleh Bapak Rohani.




Foto Koleksi : OCN Production 

Komentar