Kamis, 03 Oktober 2019

Review Drama Jepang Two Weeks

review drama jepang two weeks

Saya baru selesai menonton drama Jepang berjudul Two Weeks di channel WakuWaku Japan. Drama ini hanya 10 episode.

Drama ini sebenarnya produksi ulang dari drama Korea berjudul Two Weeks. Kalau drama versi Korea dibuat tahun 2013 produksi MBC. Namun saya belum pernah nonton yang versi Korea.

Ya sudahlah. Langsung saja. Yuki (Haruma Miura) seorang mantan narapidana yang bekerja di pegadaian kecil bersama dua kawannya. Suatu hari Sumire (Manami Higa) -mantan kekasihnya- datang. Sumire memberitahu kalau anak mereka sakit Leaukemia dan membutuhkan donor sumsum tulang belakang.

Terkejutlah Yuki. Ternyata anak yang dikandung Sumire 8 tahun lalu tidak jadi digugurkan. Yuki menyanggupi tes donor hanya demi menebus kesalahannya di masa lalu. Ternyata Yuki tak sengaja bertemu anaknya. Si Bapak ini langsung meleleh penuh cinta pada Hana. Yuki bertekad untuk melakukan apa saja demi kesembuhan Hana.

Beberapa hari kemudian Yuki mendapat kabar kalau hasil tesnya cocok. Dua minggu lagi akan dilakukan transplantasi sumsum tulang belakang untuk Hana. Pada saat yang sama, Aisawa Ai tak sengaja bertemu Yuki di depan pegadaian. Ai menitipkan sebuah kamera. Dia berpesan agar kamera itu disimpan Yuki, nanti akan diambil lagi.

Tak lama kemudian, Yuki mendapat telepon untuk cek barang di gudang pegadaian. Tiba-tiba ada yang memukul kepala Yuki dari belakang. Ketika sadar, tangan kanan Yuki sudah memegang pisau yang berlumuran darah. Sementara di depannya, Ai sudah bersimpah darah tak bernyawa. Tak lama polisi datang. Kejadiannya cepat sekali.

review drama jepang two weeks
Yuki bertemu Hana pertama kali di ruang tunggu rumah sakit

Fix. Yuki menjadi tersangka pembunuhan Ai. Yuki tahu betul kalau dia dijebak bosnya, Shibasaki (Masanobu Takashima). Si bos ini tahu kalau Ai menyukai Yuki. Ai ini ternyata pacar simpanan Shibasaki.

Semua bukti pembunuhan mengarah ke Yuki. Tak bisa berkutik. Yuki pasrah. Ketika ditahan ini Yuki baru tahu kalau dia tidak diijinkan untuk menjalani transplantasi sumsum tulang belakang. Yuki langsung panik. Sumire apalagi. Peluang kesembuhan Hana hanya pada operasi tersebut. Yuki mencari cara agar mendapat ijin operasi. Namun gagal semuanya.

Ketika menuju ke pengadilan, mobil yang ditumpangi Yuki kecelakaan. Yuki selamat. Para penjaganya masih pingsan. Yuki langsung mengambil kesempatan ini untuk melarikan diri.

Keseruan drama ini dimulai. Yuki selain diburu oleh polisi juga menjadi incaran Shibasaki. Hanya Jaksa Kaede (Kyoko Yoshine) dan Sumire yang percaya kalau Yuki tidak bersalah. Kaede mencari Yuki untuk membuktikan ke pengadilan bukan Yuki pembunuh Ai.

Bukti tersebut ada di kamera yang dititipkan Ai. Ternyata sebelum meninggal Ai menghubungi Jaksa Kaede untuk menyerahkan kamera tersebut. Ada bukti video transaksi proyek ilegal antara Shibasaki dan Sahoko (Hitomi Kuraki) di sana. Kaede shock, Sahoko adalah ibu angkatnya. Namun sayang, memori card kamera belum sempat disimpan sudah jatuh ketangan Shibasaki.

Pelarian Yuki tambah berbahaya. Polisi semakin gencar melakukan perburuan. Sementara Shibasaki mengerahkan anak buahnya untuk membunuh Yuki. Upaya mengambil memori card kamera juga gagal. Yuki cemas kalau tidak akan selamat sampai hari operasi Hana.


review drama jepang two weeks
Yuki di tempat persembunyian

Sumire nekat menceritakan tentang Yuki pada Arima (Takahiro Miura), tunangannya. Arima ini adalah detektif polisi yang bertanggung jawab untuk menangkap Yuki. Arima bersedia menolong demi keselamatan Hana. Pria ini bertekad untuk pura-pura tidak tahu keberadaan Yuki sampai hari operasi. Yuki berjanji akan menyerahkan diri setelah operasi. Masalah selesai. Tinggal tunggu hari operasi.

Ternyata, dua hari sebelum operasi Sumire dan Hana diculik Shibasaki. Skandal bisnis Shibasaki dan Sahoko sudah diketahui media. Sahoko ini seorang politikus ternama. Perempuan ini menekan Shibasaki agar Yuki segera dibunuh. Yuki memang cerdik. Dia berkali-kali lolos dari kejaran anak buah Shibasaki.

Yuki panik setengah mati. Ketahanan tubuh Hana makin buruk. Selama ini Hana opname di ruang khusus yang steril. Skibasaki minta, Yuki harus menemukan Hana dan Sumire sendirian. Padahal keduanya berada di tempat yang berbeda dan jauh jaraknya. Jika Yuki ketahuan ada yang bantu, maka ibu dan anak itu akan dibunuh.

Arima dengan cerdik membantu Yuki diam-diam. Mereka berbagi tugas. Arima menyelamatkan Sumire. Yuki menyelamatkan Hana. Dua episode terakhir ini bikin deg-degan pol.

Senangnya drama ini berakhir happy ending. Hana dan Yuki berhasil menjalani operasi pencangkokkan sumsum tulang belakang. Hana sehat lagi. Namun masih belum jelas Sumire tetap menikah dengan Arima atau memilih Yuki.

Selama drama ini tayang saya paling suka dengan kemunculan Hana. Anak ini lucu dan aktingnya natural. Setiap kali Yuki mengalami masalah atau putus asa dimunculkan Hana. Dalam lamunan atau mimpi tersebut, Yuki curhat sama Hana. Nah anak kecil manis ini akan menghibur Papanya dengan kata-kata sok wise yang menggemaskan, khas anak-anak.

Yuki yang diceritakan sebagai seorang gangster. Hidup yatim piatu sejak kecil. Kesepian dalam kerasnya kehidupan malam. Sejak bertemu Hana, berubah menjadi sosok Ayah yang bertanggung jawab dan sangat penyayang. Seluruh hidupnya hanya untuk kebahagian Hana. Kalau pas lihat adegan bagian ini saya langsung mewek sendiri.

Sekeras-kerasnya hati seorang Ayah akan meleleh juga kalau sudah berhadapan dengan anak perempuannya. So sweet banget. 





Foto: koleksi WakuWaku Japan Channel

48 komentar:

  1. Saya baca review-nya saja deg-degan, gimana kalo nonton dramanya, ya :D

    BalasHapus
  2. Seru mbak. Setiap selesai nonton langsung pengen nonton episode berikutnya hehe.

    BalasHapus
  3. Wah, keren buanget ya Mbaaa
    Plotnya ajiiib nih
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  4. Deg-degan juga jalan ceritanya. Tetapi, bikin penasaran ya dengan keputusan Sumire

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih Sumire bimbang pilih yang mana.

      Hapus
  5. aku suka milih2 kalo mo nonton drama jepang. kalo reviewnya bagus or dari remake, pasti jadi list buat ditonton. tengkiyuu reviewnya yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mbak. Aku juga pilih-pilih kalau nonton drama Jepang.

      Hapus
  6. deg deg an baca di bagian pertengahan dan terharu di bagian akhir. Kok saya jadi pengen nonton ya

    BalasHapus
  7. Selalu deg2an kalau baca sinopsis, apalagi kalau ada anak anaknya. Pingin nonton jadinya

    BalasHapus
  8. Banyak ya dram Korea yang diproduksi ulang di negara lain. Dan ini bagus ceritanya. 10 episodes pas lah..kalau kepanjangan suka bosan dan penasaran. Sarat nilai moral ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak juga drama Jepang yang diproduksi Korea. Kalau drama Jepang banyak drama pendek kayak gini, Mbak.

      Hapus
  9. deg2an takut hana kenapa3. tunangan sumire baik yaaa mau menolong mereka. duh seru banget...pengen liat langsung aksi yuki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama nonton drama ini aku juga deg-degan lihat kondisi Hana. Pemainnya bagus banget mainnya. Bisa mengaduk-aduk emosi.

      Hapus
  10. Aku jarang banget nonton film drama jepang.. Jangankan jepang nonton tv aja udah juarang banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga jarang, nonton tv kalau ada drama atau acara yang bagus aja hehe.

      Hapus
  11. Biasanya film Jepang yang aku tonton kebanyakkan horor soalnya kalau mau nonton horor beneran, yah harus nonton film Jepang dan juga Thailand, super serem. Tapi review drama ini bikin aku jadi pingin nonton film Jepang bergenre lain, apalagi yang ada anak kecilnya, aku suka banget ngak tahu kenapa, makasih mak referensinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mak. Film horor Jepang dan Thailand emang paling top ya mbak. Ngeri sedap dah. Saya malah nggak berani nonton horor-nya Jepang dan Thailand.

      Hapus
  12. Bener juga ya, sekeras-kerasnya hati seseorang, ketika berhadapan denga anaknya sendiri pasti bakalan meleleh hatinya. Naluriah kebapakan pasti akan muncul dgn sendirinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya mbak. Pas moment ini bikin nangis aja. Halah dasarnya aku gampang mewek hehe.

      Hapus
  13. Itu nasib kameranya gimana? Itu kamerea isi data penting2kah? Penasaran. Hahaha. Btw, Hana memang terlihat menggemaskan. Pantas meleleeh Ayahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kameranya masih di Shibasaki. Penting banget. Ada bukti kejahan Shibasaki di situ.

      Hapus
  14. Yuki aku kira perempuan hehe kayaknya aneh aja anak laki laki namanya Yuki,

    Btw mbak, tegang banget ya film drama ini, jadi penasaran sama filmnya nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak tahu nih, Mbak. Nama tokohnya Yuki. Kapan-kapan nonton, Mbak. Seru.

      Hapus
  15. Btw nama kaka sepupuku Yuki, laki2 sih hehe.. aku deg2an baca review yg penuh spoiler ini hahaha.... tapi patut ditonton nih doramanya

    BalasHapus
  16. huah mayan juga sampe 10 episode mba aku udah ga pernah nonton sejak tv kabel dicabut wkwkwk dulu juga sesekali nonton di waku-waku

    BalasHapus
  17. Seru banget mbak, bikin degdegan juga bacanya apalagi kalau nonton film nya yah mbak, mungkin emosinya makin jadi

    BalasHapus
  18. Aku pernah nonton two weeks tapi yang Korea, nah Jepangnya ini belum. Seru banget jalan ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah aku lagi cari yang versi Korea nih, Mbak. Pengen nonton yang versi Korea.

      Hapus
  19. Aku belum pernah nonton film Jepang apalagi yang ada cerita anaknya jadi penasaran baca sinopsis ini

    BalasHapus
  20. Aku kok deg2an sih ya Allah.. hehe.. kalau pilem Jepang gitu biasane diadopsi dari kisah nyata ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak juga yang nggak. Kalau ini bukan dari kisah nyata.

      Hapus
  21. huwaaa menegangkan alur filmnya! Cinta seorang ayah ke anak yaa selalu bikin meleleh. Hmm, selain di Waku Waku Japan apa bisa streaming online?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa di youtube, Mbak. Kalau streaming online di wakuwakujapan.com/en

      Hapus
  22. Dramanya keliatannya sedih tapi seru ya. Aku udah lama gak nonton drama Jepang. Kalo film Jepang sih masih sesekali.

    BalasHapus
  23. Ku belum nonton yang versi Jepangya, baru yang Korea, dan belum bisa move on karena sedih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum nonton yang versi Korea nih, Mbak. Penasaran pengen nonton.

      Hapus
  24. Duh sayang TV kabelku udah expired, kalau gak kan bisa nonton di wakuwakujapan ya atau browshing di youtube ah barangkali ada. ceritanya menarik

    BalasHapus
  25. Baca dan liat fotonya berasa lagi nonton hihihhi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nonton langsung lebih seru, Mbak hehe.

      Hapus