Saturday, 20 October 2018

Review Drama Indonesia The East 2018

drama indonesia the east 2018


Kalau urusan nonton drama Indonesia saya selalu pilih-pilih. Mohon maaf, kebanyakan serialnya selalu panjang-panjang. Ada juga yang setelah tayang lama ceritanya jadi kedodoran. Aneh-aneh jalan ceritanya jadi nggak masuk akal dan banyak kebetulan yang kelihatan banget dipaksakan. Kalau sudah begini males nonton lagi. Pindah lah ke stasiun televisi Indonesia yang lain.

Pertama kali lihat iklan drama The East di NetTV, saya langsung tertarik. Ceritanya tentang dunia kerja di stasiun televisi. Jalan cerita yang jarang diangkat. Seri ini dipatok genre sitkom. Menarik, nih. Apakah akan seseru 'Tetangga Masak Gitu'. Ada faktor yang lebih menarik lagi, banyak pemain baru yang main. Ini yang makin bikin penasaran. Kekuatan apa saja yang mereka miliki hingga bisa membuat sutradara dan produser berani memasang mereka.

Selain pemainnya banyak yang baru, karakternya juga unik. Pemain The East session 1 ini ada Mas Dewo (Sutan Simatupang) Kepala Departemen Produksi yang sok teu, nyiyir dan naksir berat sama Mbak Mutia (Tara Basro). Adegan PeDeKaTe Mas Dewo ke Mbak Mutia ini yang sukses bikin saya ngakak. Mas Dewo selalu mati kutu dan salah tingkah kalau di depan MBak Mutia. Tara Basro berperan sebagai Produser Senior yang cerdas, cuek, jutek namun cantik eksotis maksimal. Gista Putri berperan sebagai Gista seorang Produser junior. Putri yang seorang Reporter Senior dan sahabat Gista diperankan oleh Ayushita. Sedangkan Ge Pamungkas sebagai Asisten Produksi bernama Andika. 

drama indonesia the east 2018
Tomo dan Vira. Dua orang ini yang bikin saya rajin nonton The East Lagi.


Mungkin Ge Pamungkas dihadirkan untuk memancing kelucuan. Namun menurut saya, kelucuan Ge garing. Ada tokoh-tokoh lain yang lebih lucu dan segar yaitu Iren, Mas Fajar dan Caesar. Iren (Sahira Anjani) yang lola dan polos selalu berhasil menyegarkan suasana. Mbak satu ini aktingnya keren banget. Mas Fajar (Tanta Ginting) yang tengilnya minta ampun, sok ganteng dan hobi ngutang. Caesar ini sok teu, sok pinter dan sok ganteng pula. Namun dari ke-sok-annya ini muncul adegan-adegan lucu yang sukses bikin ngakak.

Pada session-session awal, saya rajin nonton setiap episode. Ketika Fajar pacaran sama Beby saya mulai jarang nonton. Lalu saya ganti langganan TV kabel yang tidak ada NetTV. Duh. Tambah, wis. Hilang kontak sama The East. Pas nonton lagi muncul tokoh Karin. Produser baru yang juteknya minta ampun. Saya kok mendadak jadi kangen Mbak Mutia. Entah kenapa di session ini saya merasa bosan sama The East. Terakhir kali saya nonton ceritanya Mas Bima, produser baru yang ganteng, sabar dan jadi idola para kru cewek, malah suka sama Mbak Karin.

Minggu lalu, Saya iseng-iseng pencet tombol NetTV pas sabtu jam 6 sore. Eh, The East masih ada. Lah kok Mbak Karin sudah melahirkan. Saya justru tertarik dengan kedekatan Tomo dan Vira. Mulai deh, saya searching youtube. Mulai kepo The East episode-episode sebelumnya. Ya ampun ternyata seru mengikuti kisah roman tarik ulur ala Tomo Vira. Meski begitu saya masih tetap penggemar setia Iren. Iih, Mbak satu ini mainnya konsisten. Konsisten nggemesin. Plus ngangenin haha.    

Eh, hari ini kan sabtu. Hasyeeek. Mbak Iren... aku datang...


Foto pinjam pakai koleksi Google

No comments:

Post a Comment