Minggu, 02 Februari 2020

Review Drama Korea The Psikopath Diary


Drama The Psikopath Diary baru saja selesai tayang di TvN. Meski termasuk genre thriller namun ringan. Banyak adegan malah jadi komedi satire. Tidak menegangkan sama sekali. Meski terkadang saya geregetan juga.

Yook Dong Sik frustasi dengan hidupnya. Dia merasa bersalah dan tidak berguna menjadi seorang anak. Sudah bikin malu dan menyusahkan orang tua. Karir di kantor juga berjalan stagnan. Bahkan cenderung mandeg. Dia sering diperalat seniornya. Selain itu juga dibenci manager-nya. Dong Sik memutuskan bunuh diri.

Dong Sik memilih untuk loncat dari gedung yang sedang dibangun. Gedung ini milik perusahaannya. Namun ketika dia hendak bunuh diri, dia melihat peristiwa pembunuhan. Korban pembunuhan itu melawan dan mengakibatkan diary pembunuh terlempar ke tempat persembunyian. Diary itu diambil Dong Sik. 

Shock. Dong Sik tak bisa menguasai diri. Pemuda ini menyenggol tumpukan pipa besi tempat persembunyiannya. Pipa berjatuhan dan Dong Sik melarikan diri. Dong Sik lari sekuat tenaga. Ketika sampai depan gedung, dia tertabrak mobil petugas polisi Sim Bogyeong yang sedang patroli. 

Dong Sik tak sadarkan diri cukup lama di rumah sakit. Ketika sadar, ternyata dia mengalami amnesia. Dong Sik menganggap bahwa diary milik sang pembunuh itu sebagai miliknya. Padahal dalam diary merah itu dituliskan riwayat pembunuhan yang sudah dilakukan. Lengkap dengan identitas korban dan cara pembunuhannya.



Sejak saat itu Dong Sik menganggap dirinya adalah seorang pembunuh. Aneka perasaan bercampur baur. Ini nih yang mulai banyak adegan lucu. Dong Sik ini pada awal drama diceritakan sebagai orang yang baik pada semua orang, lembut hati, penakut dan pengalah. Lalu berubah menjadi garang dan pemberani. Dong Sik membuat tetangganya Chil Sung yang seorang preman harus bertekuk padanya. Bahkan rela menjadi anak buahnya.

Begitu hebatnya persepsi. Perilaku Dong Sik berubah. Meski begitu Dong Sik tidak pernah tega memukul atau membunuh. Memang sifat dasarnya lemah lembut dan nggak tegaan. Mau bagaimana lagi. Meski pasang aksi sok garang tetep saja hati kecilnya memberontak. Kecerdikannya saja yang mampu membuat musuh bertekuk lutut di depannya.  

Lalu siap pembunuh yang sebenarnya? Dia adalah Seo In Woo. Direktur Dong Sik. Anak seorang konglomerat. Pemilik Daehan Securitas, tempat Dong Sik bekerja. In Woo senang sekali ketika tahu kalau diary miliknya ada di Dong Sik. Pemuda ini berusaha agar Dong Sik dipenjara karena perbuatannya.

Berbagai cara dilakukan In Woo. Akhirnya berhasil juga menjebloskan Dong Sik ke penjara. Tentu saja berdasarkan bukti buku diary merah tersebut. Memang dasarnya orang baik ya. Dong Sik sudah masuk penjara sebagai pembunuh pun keluarga dan teman-teman tetap membelanya. Mereka tidak percaya kalau Dong Sik tega membunuh banyak orang. Namun kejahatan sudah terlanjur diakui. Pembunuh predator sudah tersemat di dada Dong Sik.

Untunglah sejak  inside tabrakan, Dong Sik berteman akrab dengan Opsir Sim Bogyeong dan partnernya Opsir Heo Taek Soo. Meski baru kenal, namun Sim Bogyeong punya firasat Dong Sik bukanlah pembunuhnya. Naluri detektif polisi satu ini memang tajam.



Bogyeong berpendapat Dong Sik ini dijebak oleh pembunuh yang asli. Asumsi ini berdasarkan kasus pembunuhan terakhir. Dong Sik dapat SMS disuruh datang ke suatu tempat dan sudah ada korban. Kondisi korban terikat. Dong Sik mau membunuhnya namun tidak bisa. Nuraninya bertarung.

Tidak sengaja Dong Sik terjatuh dari tangga dan pingsan. Ketika sadar, korban sudah meninggal. Padahal sebelum pingsan, korban masih hidup. Selain itu DNA Dong Sik bertebaran di TKP. Padahal kalau memang niatnya membunuh tidak akan mungkin meninggalkan jejak. Pembunuh predator selalu teliti membersihkan TKP sehingga pembunuhan tampak seperti bunuh diri biasa.

Bogyeong mendatangi Dongsik di penjara dan mendesak untuk mengingat-ingat kembali jati dirinya yang sebenarnya. Gadis cantik ini membeberkan berbagai fakta janggal di kasus pembunuhannya yang terakhir. Dong Sik mulai ragu dengan jati dirinya sebagai pembunuh. Secara tak sengaja Dong Sik mengalami peristiwa yang memicu ingatannya yang sempat hilang. Dia seperti berada di lokasi pembunuhan ketika akan bunuh diri.

Dari sinilah Dong Sik tahu pembunuh yang sebenarnya. Pemuda ini melarikan diri dari penjara. Dia kecewa merasa dibohongi dan bertekad ingin memasukkan In Woo ke penjara. Kalau menurut saya, mulai episode ini mulai seru. Dong Sik dan In Woo saling adu strategi dan kecerdikan.

Keluarga dan teman-teman yang tahu kalau Dong Sik ingin menangkap pembunuh yang asli, langsung membantu dengan sepenuh hati. Dong Sik mulai menyusun strategi bersama Bogyeong dan Chil Sung. Sayang Inspektur Ryu yang tahu betul kalau In Woo ini seorang pembunuh tiba-tiba meninggal karena tertabrak truk.



Bukti rekaman pembicaraan inspektur Ryu terkait In Woo rusak berat. Tidak bisa diperbaiki. Akhirnya Dong Sik memutuskan untuk menjebak In Woo demi mendapatkan bukti langsung. Berliku sekali jalan untuk mendapatkan bukti.

Hingga pada suatu saat Dong Sik sudah dalam kondisi lemah hampir menyerah. Namun dia melihat sendiri In Woo menembak CEO Seo, ayah kandungnya. Dong Sik langsung tersadar dan bertekad memenjarakan In Woo secepatnya. Sebelum banyak korban berjatuhan.

Apakah Dong Sik berhasil memenjarakan In Woo? Lihat saja sendiri. Nggak seru kalau saya cerita di sini.

Selama drama ini berlangsung banyak cukilan adegan film thriller. Dikisahkan kalau Dong Sik ini penggemar berat film dan novel thriller. Banyak poster film favoritnya di dinding kamar. Dong Sik kalau sedang menyelidiki sesuatu atau membuat strategi selau berdasarkan film atau novel koleksinya tersebut. Para pencinta film thriller klasik serasa diajak bernostalgia saat menonton drama ini. 



Foto: koleksi TvN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar