Sabtu, 09 Februari 2019

Review Drama Strongest Deliveryman 2019

Pada awal episode drama Strongest Deliveryman, saya mengira drama ini hanya berkisah tentang drama percintaan. Ternyata banyak juga kisah tentang persahabatan, kesetiaan, kerja keras dan dunia entrepreneur. Seru. Plus deretan pemain muda yang ganteng dan cantik.

Choi Gang Soo (Go Kyung Pyo) melamar pekerjaan di restoran 88 Noodles. Gang Soo bekerja sebagai kurir pengantar makanaan. Restoran 88 Noodles berada di Jalan Hanyan yang merupakan area kuliner masakan Korea tradisional.

review drama korea strongest deliveryman 2019
Para pemeran utama. Rambut keriting Go KyungPyo ngemesin haha.

Sepanjang 16 episode drama ini bertaburan aneka makanan tradisional Korea. Paling sering muncul adalah Jajangmyeon, makanan kesukaan Gang Soo. Pas adegan makan, para akting pemainnya bagus dan natural. Berasa enak banget makanan yang mereka santap. Dijamin lapar terus pas nonton. 

Ternyata para kurir makanan ini juga ada geng-nya. Gang Soo yang anak baru menolak tunduk dengan aturan ketua geng kurir Jalan Hanyan. Walhasil, dia dikerjai habis-habisan. Piring-piring kosong bekas pelanggannya di sembunyikan. Gang Soo sukses dimarahi Nyonya Sun Ae pemilik restoran 88 Noodles. 

Ketangguhan Gang Soo dalam berkelahi membuat kepala geng kurir Jalan Hanyan bertekuk lutut. Dari sini baru ketahuan kalau Gang Soo adalah kurir makanan berpengalaman. Dia sudah menjelajah semua wilayah Seoul. Gang Soo mempunyai partner kurir wanita yang galak bernama Lee Dan A. Meski jagoan, Gang Soo sering mati kutu kalau berhadapan dengan wanita ini.

review drama korea strongest deliveryman 2019
Gang Soo dan Dan A

Selain Gang Soo dan Dan A, ada dua anak muda lagi yang kehadirannya menyegarkan drama ini. Lee Ji Yoon, yang secara tak sengaja ketemu Gang Soo sedang makan sisa makanan dari bekas piring pelanggan 88 Noodles. Ji Yon lari dari rumah. Dia anak orang kaya yang gerah hidupnya diatur terus oleh Ibunya. Dia ingin hidup mandiri.

Gang Soo yang tidak tega melihat seorang gadis kelaparan berkeliaran tanpa tempat tinggal. Pemuda baik hati ini menawarkan Ji Yoon tinggal di kamarnya, di lantai 2 restoran 88 Noodles. Dengan syarat jangan sampai ketahuan pemilik restoran dan Dan A.

Suatu malam, Han Soo kecelakaan. Sahabat Gang Soo ini koma karena terlambat dibawa ke rumah sakit. Sopir taxi penolong Han Soo harus jalan memutar. Jalan terdekat ke rumah sakit ditutup karena ada perbaikan. Ketika pulang dari rumah sakit, Han Soo melihat tidak ada bekas-bekas perbaikan di jalan tersebut. Gang Soo jadi penasaran. Dia mulai menyelidiki, ternyata jalan tersebut dibuat arena balap mobil liar anak-anak kaum borjuis.

review drama korea strongest deliveryman 2019
Dan A menolong Jin Kyu yang berusaha untuk bunuh diri

Sementara itu, Dan A menolong seorang anak muda berusaha bunuh diri, meloncat dari jembatan. Anak muda ini adalah Oh Jin Kyu, seorang anak konglomerat yang hobinya hura-hura mennghabiskan uang ayahnya. Jin Kyu sedang bermasalah dengan Ayahnya dan dia diusir dari rumah. Dan A kasihan dan membawanya ke restoran 88 Noodles. Kebetulan Dan A sakit dan Jin Kyu menjadi kurir selama Dan A sakit. Jin Jyu menjadi teman dekat Gang Soo.

Penyelidikan Gang Soo mengenai penutupan jalan untuk balapan liar mencapai titik temu. Dia marah besar, ternyata Jin Kyu yang menutup jalan untuk balapan liar. Gang Soo lebih marah lagi ketika tahu Jin Kyu dibebaskan dengan membayar jaminan. Perseteruan pribadi antara keduanya merambah ke urusan bisnis. Loh kok bisa?

Gang Soo akhirnya mendirikan sebuah perusahaan jasa pengiriman, Strongest Deliveryman. Sementara Jin Kyu menjadi manager Restoran Jeonga di dekat kawasan Jalan Hanyan. Pemilik restoran Jeonga berniat untuk 'menutup' Jalan Hanyan. Dari sini mulai terjadi adu intrik yang seru. Berbagai strategi pemasaran dikupas juga di sini. Bagi para pemilik atau pengelola usaha kuliner tidak ada salahnya menonton drama ini hingga tuntas.

review drama korea strongest deliveryman 2019
Perseteruan Gang Soo dan Jin Kyu. Pada akhirnya Jin Kyu memilih bergabung dengan Gang Soo melawan Restoran Jeonga

Saya tidak merasa bosan menonton drama ini. Alurnya cepat. Banyak konflik yang diciptakan penulis. Namun cepat selesai dan peralihan konfliknya halus. Tidak terasa membebani penonton. Selain itu pemainnya banyak banget. Baik pemain utama maupun cameo. Namun semuanya mempunyai karakter yang unik. Jadi gampang diingat.

Saya sudah tiga kali ini melihat aksi Go Kyung Pyo. Ketiganya mempunyai karakter yang berbeda dan bagus semua aktingnya. Pertama lihat di Cross jadi dokter bedah jenius yang dingin. Lalu sebagai hantu penulis yang jahil di Chicago Typewriter. Karakter Kyung Po disini lebih humanis. Banyak emosi yang dimunculkan. Dari ekspresi konyol, dingin, bahagia, marah, dan sedih notok yang sampai nangis geru-geru pun ada. Menurut saya, Go Kyung Pyo lebih bagus main di drama ini. Aktingnya nampak natural.


Foto: pinjam pakai dari KBS

     


Tidak ada komentar:

Posting Komentar