Pemerintah Korea Selatan membentuk BPHP (Biro Pengawas Hak Pendiidkan). Tugas utama biro ini intuk menjaga stabilitas dunia pendiidkan. Khususnya agar anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan dengan baik. Berbagai kasus perudungan di dunia pendidikan memang mendapatkan banyak sorotan dari masyarakat.
Bukan hanya di Korea Selatan saja sebenarnya. Hampir semua negara mengalami permasalahan untuk memberantas perundungan di sekolah dan lingkungan pergaulan anak-anak. Apalagi banyak kasus perundungan mengakibatkan korban meninggal. Sungguh sangat meresahkan.
Perundungan di Sekolah
Episode pertama, Pengawas Na Hwa-jin (Kim Mu-yeol) turun langsung ke SMA Sayeon. Ada kasus anak korban perundungan meloncat dari atap sekolah dan meninggal. Ternyata korban perundungan ditentukan secara bergilir di sekolah ini. Aku nonton episode pertama ini dengan menahan air mata. Kasus seperti ini banyak terjadi. Tidak hanya di Korea Selatan, bahkan di Indonesia juga banyak.
Saya sampai mikir lama. Kok bisa anak-anak pelaku perundungan melakukan semuanya itu. Mereka itu kok tega dengan sesama manusia disiksa lahir batin seperti itu. Ada korban yang di palak, dipukuli, dihina, dicaci dan banyak lagi. Bukan hanya di dunia nyata, juga di media sosial.
Ada korban perundungan yang dijadikan wi-fi hidup. Si anak ini harus menjamin internet di HP para pelaku tetap lancar. Si anak korban ini bahkan akan BAK saja susah kalau mau ke kamar mandi. Bukan itu saja siksaannya. Akun dan no seluler korban digunakan para pelaku untuk main judi online dan pinjam uang ke rentenir.
Padahal pelaku ini ada beberapa orang, jadi si korban menanggung hutang sampai ratusan juta. Si korban tentu saja tidak punya uang. Para rentenir menagih ke keluarga korban. Ayah korban sampai habis hartanya. Bahkan harus mengundurkan diri dari kantor. Hal ini terjadi karena para rentenir datang ke kantor, bahkan menganiaya sang ayah. Terbayang betapa sengsaranya anak yang jadi korban perundungan.
Masalah yang Komplek
Berbagai kasus perundungan yang ditangani BPHP bukan hanya perundungan yang terjadi antar siswa sekolah. Ada juga siswa yang merundung gurunya, guru merundung murid, orang tua merundung anak dan juga orang tua merundung guru.
Saya baru tahu di drama ini kalau ada beberapa kasus termasuk perundungan. Orang tua yang terlalu ikut campur urusan anak di sekolah. Bahkan terlalu mengatur tindakan guru pada murid (anaknya) juga termasuk perundungan. Ya ampun, ternyata...
Orang tua yang terlalu memaksa keinginannya pada anak juga termasuk perundungan. Pada drama ini diceritakan tentang orang tua yang memaksa anaknya untuk menjadi dokter.
Sejak Masih SMP, si anak sudah dikasih jadwal belajar yang padat. Bahkan ikut berbagai les agar bisa masuk fakultas kedokteran nantinya. Si anak sampai sakit parah. Begitu anaknya mulai pulih, dipaksa untuk belajar ektra keras untuk mengejar ketinggalan selama opname. Ya ampun toxic banget orangtuanya. Apa ada orang tua seperti ini di sekitar kita? Ada.
Bintang Lima
Saya memberi peringkat bintang lima untuk drama Teach You a Lesson ini. Saya jadi lebih tahu dengan detail berbagai kasus perundungan dari POV korban. Rasanya pengen nangis. Meski tidak merasakan langsung.
Jangan bayangkan drama ini super serius dengan berbagai adegan mencekam. Malah banyak scene komedi dari episode pertama sampai terakhir. Padahal pengawas BPHP punya riwayat karir 'menyeramkan'.
Pengawas Na dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh Pengawas Im Han-rim (Jin Ki-joo) dan Kabag Bong Geun-dae (P.O). Pengawas Im adalah mantan pasukan khusus, anak buah Pengawas Na. Sedangkan Kabang Bong adalah ahli IT. Dia adalah jenius yang imut dan menggemaskan -menurut Pengawas Im. Kok bisa? Lihat saja sendiri, biar tahu jawabannya.
Kenapa kok Pengawas BPHP dari mantan tentara anggota pasukan khusus? Apalagi mereka berdua tentara elit yang terbiasa mengalahkan puluhan lawan dengan tangan kosong.
Ternyata kebanyakan perundung tahu betul kalau dirinya tidak akan di hukum penjara, meski melakukan tindak pidana.
Ada sekolah yang dimanfaatkan sebagai pusat pengedaran narkoba. Anak-anak yang dirundung menjadi kurirnya. Ada juga pelaku perundungan adalah bos preman, yang menjadi anggota mafia.
Cerita drama ini tidak melulu tentang perundungan. BPHP adalah biro baru yang dibentuk Menteri Pendidikan. Banyak tekanan dari dalam pemerintahan. Apalagi masuk masa menjelang kampanye calon presiden baru. Otomatis berbagai intrik politik digunakan untuk mempengarungi kebijakan BPHP.
Tujuan pembentukan BPHP sebenarnya sangat mulia. Untuk melindungi anak-anak mendapatkan pendidikan dengan nyaman. Selain itu juga agar semua penyelenggara pendidikan bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Namun dalam dunia pemerintahan dan politik tidak akan cukup hanya niat mulia. Selalu ada konflik kepentingan diatas segalanya. Lingkaran konflik ini juga seru.
Tujuan pembentukan BPHP sebenarnya sangat mulia. Untuk melindungi anak-anak mendapatkan pendidikan dengan nyaman. Selain itu juga agar semua penyelenggara pendidikan bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Namun dalam dunia pemerintahan dan politik tidak akan cukup hanya niat mulia. Selalu ada konflik kepentingan diatas segalanya. Lingkaran konflik ini juga seru.
Drama ini pada setiap episode menceritakan satu kasus, yang langsung selesai.. Jadi tak perlu nonton secara marathon. Setiap episode ceritanya berdiri sendiri. Saking serunya cerita pada setiap episode, saya jadi susah berhenti. Penasaran dengan episode berikutnya. Bahas apa lagi ya? Hehehe.
Satu hal yang jadi renungan saya saat episode terakhir selesai. Indonesia juga perlu ada Biro Pengawas Hak Pendidikan.

Komentar
Posting Komentar