Thursday, 13 October 2016

Oshin: Pelajaran Tentang Wirausaha di Hampir Semua Episode (Bagian 2)

Judul : Oshin
Jenis : Drama
Produksi : NHK 
Pemain : Ayako Kobayashi, Yuko Tanaka, Nobuko Otawa
Tayang : Channel WakuWakuJapan 
Hari : Senin - Sabtu jam 20.00 - 20.20 WIB 
Tayang ulang : 
Minggu mulai jam 15.00 WIB langsung 6 episode
Senin mulai jam 09.00 WIB langsung 6 episode


Oshin dan Gen (Genji) berjualan di Pasar Jalanan


Toko Tanokura menjadi salah satu korban krisis Jepang. Banyak pelanggan lari karena tak bisa membayar tagihan, bahan kain menumpuk tak terjual. Tak ada penjualan sama sekali. Oshin kembali menata rambut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara Ryuzo memilih bekerja sambil menunggu resesi reda, lalu memulai usaha kembali. Lama-lama Oshin pusing dengan utang yang semakin banyak. Mereka harus membayar kain yang sudah diambil Toko. Pabrik tidak menerima pengembalian barang. Harus dibayar cash. Tak bisa disalahkan Pabrik juga butuh uang.

Oshin nekat menjual persediaan kain di Pasar Jalanan. Di sini Oshin berjumpa dengan Ken, preman penguasa Pasar Jalanan. Dari sosok Ken, Oshin belajar bahwa seorang wirausaha harus bernyali besar. Berani menghadapi siapa saja. Meski dalam keadaan takut sekalipun harus tetap pasang 'tampang' berani.

Oshin mendapatkan pelajaran baru. Pembeli di Pasar sangat sensitif terhadap harga. Oshin harus memutar otak agar bisa menjual barang semurah mungkin. Oshin memilih untuk mengambil untung sedikit namun memperbanyak jumlah barang yang dijual. Meski begitu Oshin tetap jujur. Dia akan bilang kondisi barang yang sebenarnya. Kalau memang kain import dari luar negeri, dia akan jual lebih mahal. Kejujuran Oshin ini yang membuat pelanggan makin sayang padanya. Kain dagangannya cepat habis.

Seluruh penjualan kain bisa menutup semua hutang. Sedikit sisa uang dijadikan modal untuk membuka usaha baru baju anak. Oshin menjahit sendiri baju-baju anak tersebut. Ryuzo melihat prospek yang bagus dan akhirnya turut membantu usaha Oshin. Ryuzo sangat ahli dalam bidang tekstil. Oshin mendapatkan banyak pelajaran baru dari Ryuzo. Oshin belajar tentang inovasi produk dan strategi pemasaran.

Sebelum membuat baju anak Ryuzo mengajari tentang bahan kain, model, ukuran baju hingga siapa dan kalangan mana pasar yang dituju. Oshin jadi paham perbedaan baju untuk kalangan menengah atas dan kalangan bawah. Bahan kain dan modelnya harus dibuat berbeda untuk menentukan harga juga. Tergantung pada selera pelanggan yang akan dituju. Usaha baju anak berhasil dengan baik. Mereka bisa mendirikan pabrik dalam waktu setahun. Namun sayang, pabrik belum beroperasi gempa datang menghampiri. Pabrik, toko dan rumah Tanokura habis terbakar. Gen meninggal. Ryuzo, Oshin dan Yu (anak pertamanya) berhasil selamat. Harta yang mereka punya tinggal baju yang menempel di badan. Pembangunan pabrik menggunakan hutang. Habis semua harta Ryuzo dan Oshin. Mereka harus mulai dari nol lagi.


Oshin dan Ny. Hasegawa
Sumber: http://i1.ytimg.com/vi/VHMu2pJcOno/0.jpg

Ryuzo memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya di Saga. Ryuzo dan Oshin menjadi petani. Meski sudah bekerja keras di ladang, namun mereka berdua masih dianggap hidup menumpang. Ladang yang mereka garap selama ini memang milik Tuan Besar Tanokura. Hanya bertahan beberapa tahun hidup di Saga. Oshin tak tahan. Kematian anak keduanya (Ai) dan tangannya yang lumpuh sementara membuat Oshin membuat keputusan besar. Oshin lebih memilih hidup mandiri daripada menadahkan tangan terus pada keluarga Tanokura. Oshin memilih kembali ke Tokyo sementara Ryuzo tetap bertahan di Saga.    

Oshin berangkat ke Tokyo bersama Yu. Dengan bantuan Nona Kayo, Ny. Hasegawa dan Ken, Oshin bisa kembali berjualan di Pasar. Kali ini dia berjualan jajanan anak-anak. Tanpa modal yang banyak, Oshin memilih memanfaatkan keahlian memasaknya. Pelanggan Oshin kali ini anak-anak yang tidak biasa menyuarakan saran dan kritik. Oshin berusaha keras untuk memuaskan pelanggan kecilnya. Oshin belajar untuk memahami selera anak-anak yang jauh berbeda dengan lidahnya sebagai orang dewasa. Oshin mendapatkan pelajaran bahwa pelanggan anak-anak menuntut kesabaran yang tinggi dan juga ketelatenan. 

Kios makanan Oshin yang sudah laris terpaksa ditutup. Oshin ingin menghindari konflik dengan istri Ken yang cemburu padanya. Oshin memutuskan pulang ke rumah Ibunya di desa Yamagata. Dia singgah ke Kagaya. Nona Kayo malah menyuruhnya membuka usaha di Kagaya. Nona Kayo meminjamkan sebuah toko yang tidak terpakai dan juga pinjaman lunak untuk modal. Setelah melihat kondisi sekitar Oshin memutuskan untuk membuka kedai makan masakan rumah yang murah. Pelanggannya adalah para buruh kasar pelabuhan, nelayan dan pelaut. Semua pelanggannya laki-laki. 

Pada masa ini Oshin belajar bahwa kepuasan pelanggan bukan berarti senyum ramah dan kata-kata lembut nan manis. Pelanggannya saat ini sangat berbeda dengan pelanggannya di Tokyo. Pelanggan sekarang banyak pria yang kasar dan suka menggodanya. Oshin tetap mengutamakan kepuasan pelanggan namun hanya urusan makanan. Kalau urusan pelayanan dia menjadi penjual yang galak dan tegas. Cara ini manjur. Para pelanggan pria segan dan hormat padanya. Oshin juga harus menghadapi preman wilayah. Namun Oshin tak gentar. Dia sudah cukup mendapatkan bekal menghadapai preman dari Ken. 


Persahabatan Oshin, Kayo dan Kota.
Awalnya mereka terlibat cinta segitiga, namun akhirnya mereka menjadi sahabat sejati seumur hidup.
Sumber: https://i.ytimg.com/vi/PM78qx8EcPc/hqdefault.jpg

Kedai makan Oshin semakin ramai. Dia dibantu oleh Nona Kayo dalam operasioanal setiap hari. Para pelanggan yang mabuk sering kali menyulitkan Oshin dan Nona Kayo. Setelah menimbang banyak hal, Oshin memilih untuk menutup kedai dan beralih usaha lain. Meski hidup terpisah dengan Ryuzo, Oshin tetap seorang nyonya Tanokura. Dia harus menjaga nama baik Tanokura. 

Kota, sahabat lamanya menawarkan Oshin untuk pindah ke Ise dan memulai usaha baru disana. Oshin dan Yu berangkat ke Ise berbekal alamat rumah Ny. Kameyama, Bibinya Kota. Ny. Kameyama (kalau di drama Oshin teks bahasa Inggris bernama Hisa) adalah seorang saudagar ikan di pantai Ise. Beliau mempunyai banyak kapal dan nelayan. Semenjak suaminya meninggal, Ny. Kameyama mengelola sendiri usahanya. 

Oshin disuruh Ny. Kameyama berjualan ikan keliling. Pada hari pertama berjualan Ny. Kameyama berucap "Aku tidak akan mengajarimu cara berjualan keliling. Kamu harus cari sendiri cara yang pas untuk dirimu. Setiap orang akan berbeda cara berjualan yang pas dengan dirinya. Berjualan keliling itu pekerjaan yang sangat susah. Kalau kamu sukses berjualan keliling ini. Kamu pasti akan sukses jadi pengusaha."

Oshin hanya dipinjami gerobak untuk berjualan. Ny. Kameyama menjual ikan dengan harga murah pada Oshin. Terserah nantinya akan dijual dengan harga berapa. Setiap pagi Oshin ke Pantai untuk membeli ikan yang baru turun dari perahu nelayan. Kemudian dia akan mendorong gerobak berkeliling dengan Yu diatasnya. Oshin berjalan 12 km untuk menjajakan ikannya setiap hari.         

Oshin, Yu, Ny. kameyama dan Kota. Oshin berjualan ikan keliling menggunakan gerobak
Sumber: https://jonathanseidmanblog.files.wordpress.com/2016/06/oshin-2.png?w=504&h=346

Pada hari pertama, ikannya tidak ada yang laku. Dia memutuskan untuk membagi-bagikan ikan gratis. Seminggu pertama, masih sedikit ikan yang terjual. Persaingan penjual ikan keliling sangat ketat. Sudah banyak penduduk asli yang berjualan ikan keliling. Oshin yang orang asing sangat sulit untuk meraih pembeli.

Oshin memutar otak untuk beryahan hidup. Dia memulai strategi pelayanan pelanggan paripurna. Oshin menempatkan pembeli sebagai sebaik-baiknya raja. Dia menempatkan dirinya sebagai pelayan yang betul-betul melayani raja. Setiap kali ada pembeli Oshin bertanya 'ikan ini akan dimasak apa'. Maka Oshin akan memotong ikan sesuai dengan kebutuhan pembeli. Tidak hanya urusan ikan. oshin akan membantu dan memenuhi kebutuhan pembelinya dalam hal apapun.

Ada pembeli yang mengerjakan ladangnya sendirian. Setiap kali musim tanam dan panen, Oshin akan meminggirkan gerobaknya dan membantu di ladang. Ada pembeli yang anaknya tinggal di kota, Oshin senang hati mengantarkan titipan barang untuk anak pembelinya. Apabila ada pembeli ikan yang mengadakan upacara atau perayaan di rumahnya, maka Oshin akan menyediakan pesanan ikan yang dibutuhkan plus membantu memasak. 

Para pembeli itu akhirnya menjadi pelanggan yang loyal pada Oshin. Semakin hari semkain banyak pelanggan yang 'direbut' hatinya. Banyak penjual ikan keliling yang resah dan mengadukan hal ini pada Ny. Kameyama. Wanita tua ini menanggapi dengan bijak. "Inilah yang namanya persaingan. Bersainglah yang sehat. Kalau kalian tidak ingin pelanggan lari. Berbuatlah lebih baik dari Oshin. Jaga pelanggan jangan sampai lari." Para saingan pun tutup mulut dan memilih bekerja lebih keras lagi.

Kerja keras Oshin membuahkan hasil. Oshin sudah menguasai mayoritas pasar ikan di Ise dalam waktu dua tahun. Ryuzo yang gagal bertani di Saga memutuskan untuk menetap di Ise. Pelanggan Oshin semakin banyak. Ny. Kameyama mengusulkan agar Oshin membuka toko dan berhenti jualan ikan berkeliling. Oshin menyetujui usul tersebut. Sudah ada Ryuzo yang akan membantunya untuk mengantarkan pesanan pelanggan. Sementara Oshin menjaga toko sambil mengasuh Yu.  
    

Oshin sangat mencintai Ibunya.
Sumber: http://i1.ytimg.com/vi/wFXCGp4HB8Y/0.jpg


Toko Ikan Murah Tanokura semakin ramai. Usaha ikan berjalan dengan lancar. Fuji, Ibu Oshin sudah singgah di Ise. Oshin merawatnya hingga beliau meninggal. Oshin sangat mencintai ibunya. Apapun akan dia lakukan demi untuk membahagiakan Sang Ibu. 

Minggu ini, Oshin sudah mampu membeli kulkas dan sepeda angin. Yu sudah masuk SMP. Hitoshi (anak kedua Oshin) dan Nozomi (anak tunggal Nona Kayo) mulai masuk SD. Saya masih setia menonton setiap hari. Pasti masih banyak pelajaran yang bisa saya peroleh dari tayangan ini.

Shin Tanokura (Oshin) dan nama-nama yang lain memang hanya nama fiktif. Namun, keseluruhan cerita drama ini adalah kisah nyata Kazuo Wada. Pengusaha wanita Jepang pendiri jaringan supermarket Yaohan. Tahun 90-an, supermarket Yaohan mempunyai 450 outlet di 16 negara. Sayang, Yaohan akhirnya bangkrut dan harus di jual. Meski Yaohan bangkrut, kisah dan perjuangan Kazuo Wada dalam drama Oshin tetap menjadi legenda. (Tamat)  

No comments:

Post a Comment