Friday, 11 April 2014

Gado-Gado dan Sushi

Judul : Gado-Gado dan Sushi
Penulis : Yunitha Fairani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013

Saya jatuh cinta dengan kurikulum dan tata laksana pendidikan Jepang sejak kuliah. Pertama kali melihat sampul buku ini, saya langsung ambil. Apalagi tulisan dalam buku ini adalah kisah nyata dalam mendampingi anak-anaknya selama sekolah di Jepang.

Pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar merupakan pondasi pendidikan anak di Jepang. Anak tidak hanya diasah kemampuan akademiknya. Pembangunan karakter, kecakapan bersosialisasi dengan lingkungan dan juga stabilitas hubungan dengan keluarga bagian dari tata laksana sekolah. 

Orang tua terutama Ibu, diharapkan bisa berperan aktif mendampingi anak-anaknya selama bersekolah. Guru dan pihak sekolah tidak mau kalau orang tua menyerahkan urusan pendidikan pada mereka. Satu hal yang cukup membuat saya terkejut, ada grup teater ibu-ibu para siswa. Saya terpingkal-pingkal membaca proses perekrutan anggota baru teater tersebut. 

Penulis yang notabene adalah orang asing sangat berusaha keras bisa beradaptasi dengan masyarakat asli. Yang membuat saya salut, alasan penulis berbuat demikian agar anaknya tidak dianggap sebagai orang luar dan terkucil dari pergaulan anak-anak. Ibu yang hebat. Banyak pelajaran yang saya ambil dalam buku ini dalam menanamkan disiplin dengan kelembutan yang tegas. Ternyata tegas yang selama ini berkonotasi keras bisa dikombinasi dengan kelembutan yang menyejukkan. 


Saya terkejut dengan fakta yang diungkapkan penulis tentang wanita karir Jepang yang begitu menikah atau memiliki anak akan berhenti bekerja. Kebanyakan wanita di sana menunda bahkan mengorbankan karir untuk mengasuh anak-anaknya. Jika anak-anak sudah remaja para ibu akan kembali bekerja. Namun, lebih banyak wanita Jepang yang memilih bekerja paruh waktu meskipun mampu menjadi pegawai tetap karena ingin berkonsentrasi mengurus keluarganya. Ibu-ibu yang keren.

1 comment: