Thursday, 24 November 2016

Resensi Buku Negeri Para Bedebah


Judul : Negeri Para Bedebah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke 7 Februari 2014

Buku ini berkisah tentang Thomas atau Thom. Seorang konsultan keuangan ternama dari Indonesia yang kondang di kancah Internasional. Dia yang memilih keluar dari keluarga besar karena tidak mau mengelola perusahaan Keluarga. Ironisnya, Dia mendapat tugas untuk menyelamatkan salah satu perusahaan milik Om-nya.

Lalu kenapa dia mau? karena Sang Kakek tercinta yang memintanya ups.. ralat. Memohon lebih tepatnya. Thom diasuh oleh Sang Kakek sejak kedua orang tuanya meninggal. Apalagi Sang Tante jatuh sakit gara-gara kasus yang menimpa suaminya. Hanya Kakek dan Tante yang dianggap keluarganya di dunia ini.

Bank Semesta milik Om Liem kalah kliring. Senin pagi akan diumumkan secara resmi. Setelah itu kemungkinan akan terjadi rush besar-besaran. Hal ini akan berakibat Bank Semesta bangkrut. Thom hanya punya waktu 2 hari agar 'pengumuman' itu tidak terjadi. Bagi Thom yang jenius dengan uang berlebih, relasi banyak di kalangan pejabat tingkat atas serta pengalaman segudang sebagai konsultan bisnis diatas kertas mudah saja membereskan masalah ini.

Namun kenyataannya sangat sulit. Banyak kepentingan yang bermain, intrik serta strategi busuk saling kait mengait. Apalagi ada penghianat yang selalu mengintai pergerakan Thom. Bukan hanya otak yang berjalan. Seringkali tangan harus memukul, kaki harus menendang. Bahkan beberapa kali kematian diambang pintu. Sepanjang buku ini, kita diajak Thom berpetualang layaknya James Bond.

Thom tentu saja kaget dengan semua kenyataan ini. Untunglah Sang Kakek sudah mendidiknya menjadi manusia tangguh sejak kecil. Begitu banyak pengetahuan dan kemampuan yang dijejalkan pada Thom sejak belia. Sang Kakek sengaja membekali Thom agar bisa menyelamatkan diri dalam keadaan berbahaya. Kematian kedua orang tua Thom membawa trauma mendalam bagi orang tua ini. Beliau merasa gagal menjaga keluarganya. Semua hal yang diajarkan Sang Kakek sepertinya hanya hal-hal ringan biasa. Seperti misalnya, pengetahuan tentang tumbuhan beracun, mengendarai kapal, rasi bintang untuk menentukan arah mata angin dan banyak lagi. Ternyata, semua pelajaran dari Sang Kakek sangat berguna untuk menyelamatkan diri selama dua hari ini.
   
Buku ini beralur cepat dan tidak membosankan. Saya membaca dalam sekali buka dan tanpa sadar begadang sampai dini hari. Banyak informasi yang membutuhkan penelitian mendalam. Salut pada Penulis. Membaca buku ini seperti mengikuti kuliah ekonomi. Saya merasa kalau cerita dalam buku ini seperti kisah Bank Century. Tapi tak mungkin lah. Ini kan novel fiksi ☺.

Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang konsultan bisnis yang banyak berkutat dengan buku-buku, jurnal, selalu anteng di depan laptop, berpenampilan kalem dan berdandan rapi klimis bisa berlaga layaknya James Bond. Penasaran?... Silahkan Anda baca sendiri agar tidak penasaran. Kalau saya ceritakan semua di sini tidak asyik rasanya hehe.

Foto : koleksi pribadi

2 comments:

  1. wes suwi duwe bukune, tapi belum juga dibaca, padahal yo penasaran setiap liat sampul e

    ReplyDelete