Sunday, 1 November 2015

Mie Aceh Warung Bang Yoss Driyorejo

Mie Aceh yang benar-benar rasa Aceh terbilang jarang di Surabaya. Ada sih di daerah Surabaya Timur. Tapi itu jauh sekali dari rumah saya di pojokan Surabaya Barat. Pernah mencoba beberapa kali Mie Aceh namun rasa Jawa. Kurang nendang di mulut. 

Untunglah, ada Warung Bang Yoss yang baru buka di daerah Driyorejo. 
Suatu malam Kakak Ipar membawa bungkusan Mie Aceh ke rumah. Lezat sekali. Tekstur mie lembut namun tidak benyek. Rempah-rempah bumbunya meresap ke dalam mie dan nampol di mulut hingga suapan terakhir. Komposisi bumbunya juga pas. Nikmat tiada akhir. 

Saya dan suami langsung cuss kesana dengan panduan kakak ipar. Warung ini berada didaerah Driyorejo. Secara de Jure memang masuk wilayah Gresik. Tetapi secara de Facto sangat dekat dengan Surabaya. Alamatnya di Jalan Intan Perum Driyorejo Kota Baru. Lebih mudahnya, masuk dari pintu gerbang ruko citi9. Lurus saja sampai pertigaan lalu belok kiri. Warung Bang Yoss ada di sebelah kanan jalan. Buka setiap hari jam 10.00 - 24.00. Khusus hari jum’at baru buka setelah selesai sholat jum’at. 

Proses pembuatan Mie Aceh


Ternyata pemilik warung Bang Yoss asli dari Aceh. Untuk membuat Mie Aceh didatangkan langsung chef dari Aceh. Ini yang membuat Mie Aceh di sini terasa benar-benar Aceh. Aroma rempah-rempah khas makanan Aceh menggoda sejak makanan dihidangkan. Kaya rempah dan pedas, ini yang saya rasakan pada setiap suapnya. Bagi yang tak suka pedas, jangan lupa tambahkan pesan khusus Mie Aceh ‘tidak pedas’. Kalau tidak? bahaya... Rasa pedasnya nampol banget. Lumayan bikin saya kuwalahan ketika pertama kali mencoba. 

Meracik kopi hitam yang didatangkan langsung dari Aceh


Sebagai teman makan, tak nikmat kalau tidak mencicipi kopi Aceh. Kopi hitam tanpa ampas yang diimpor langsung dari Aceh. Saya suka melihat cara membuat kopi Aceh. Pembuat kopi ini juga didatangkan langsung dari Aceh. Pembuatannya menggunakan 2 mug besar dan sebuah saringan panjang. Racikan kopi dibuat di sebuah mug besar. Lalu dituang dalam mug besar satunya lagi, yang didalamnya diletakkan saringan. Kopi akan di tuang pindah dalam dua mug besar itu bergantian beberapa kali. Baru kemudian disajikan di gelas.


Satu lagi yang saya suka di Warung Bang Yoss. Tempatnya luas dengna konsep teras. Tanpa pendingin, ruangan terasa sejuk karena banyak angin yang masuk dari samping, depan dan belakang. Kalau untuk makan sambil ngobrol-ngobrol bisa betah berlama-lama. Buat kumpul sama keluarga bisa. Untuk tempat ketemuan dengan teman-teman komunitas asyik juga. Harga makanan di sini juga tidak mahal. Mie Aceh satu porsi dibandrol Rp 9.000,-. Yang pasti, Mie Aceh dan kopi Acehnya bikin nagih. Sukses membuat saya ingin datang lagi... lagi... dan lagi.

Warung Bang Yoss cozy 
            

1 comment: