Monday, 27 November 2017

Pantang Menyerah untuk Memberi ASI pada Anak Tercinta


Beberapa waktu lalu, saya menghadiri acara Surabaya Oxytocin Journey di Fruts Cafe. Acara apa sih ini?... Ini adalah acara meet up komunitas pendukung ASI Best Bunda yang disponsori oleh ASI Booster Tea.

Acaranya dikonsep dengan gaya piknik yang santai. Kita duduk lesehan di karpet rumput sambil ngemil dan minum. Plus chit chat singkat dengan 'tetangga' kanan kiri. Eh, meski berkesan santai tapi saya mendapat banyak ilmu baru di acara ini.


Kita sering mendengar anjuran pemerintah untuk ibu ibu yang baru melahirkan, agar memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Lalu melanjutkan pemberian ASI hingga si anak berumur 2 tahun. Hal tersebut bukan saja program pemerintah Indonesia saja. WHO menganjurkan para ibu agar menyusui bayinya selama 2 tahun. Hmm... sebenarnya anjuran ini sudah tertulis di Al-Qur’an. Tuh kan, anjuran ini sudah dari jaman old. 

Pada beberapa kasus Ibu yang ASI tidak bisa keluar. Ada yang berusaha melancarkan ASI dengan minum obat tertentu atau menggunakan cara tradisional. Daun katuk sudah lazim kita dengar bisa melancarkan ASI. Biasanya dimasak sayur bening atau di rebus lalu dimakan dengan nasi sebagai 'kulupan'. Ah ribet... mom jaman now pasti pikirannya gitu. Ada nih yang nggak pake ribet. ASI booster tea. Tinggal seduh dengan air, langsung glek... minum sampai habis. Bahannya dari herbal semua, antara lain: habbatusauda, fenugreek, fennel, anise, alpinia powder, moringa, cinna dan verum powder. Menurut Li Partic, sang founder ASI Booster Tea bisa menaikkan produksi ASI hingga 900%.




Menurut pengalaman teman-teman dan saudara yang berhasil memberikan ASI 2 tahun resepnya adalah positive thinking. Ini ada beberapa resep tambahan dari mereka:

  • Sejak hamil tanamkan niat yang kuat. Cari tahu sebanyak-banyaknya tentang manfaat ASI, baik untuk anak maupun Ibu yang menyusui. Dalam agama Islam, setiap tetes ASI akan mendapat pahala dari Allah. Kalau semangat mulai kendor ingatlah segala kebaikan ASI yang sangat dibutuhkan untuk anak. 
  • Usahakan Ibu jangan stress. Produksi ASI diperngaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berfungsi untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Sedangkan Oksitosin berfungsi untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Kedua hormon ini harus saling berkerja sama. Percuma ASI diproduksi banyak tetapi ASI susah keluar.  
  • Berdamai dengan kondisi badan. Kalau badan sudah terasa capek lebih baik istirahat dulu jangan dipaksakan beraktivitas. Hindari sungkan minta bantuan suami atau keluarga untuk mengerjakan pekerjaan domestik atau menjaga si kecil. Perlu dipahami, meminta bantuan dan memanfaatkan itu jauh berbeda hehe.   
  • Dilarang keras pantang menyerah. Kalau ada kendala menyusui tidak usah panik. Cari tahu sumber masalahnya. Banyak prakter dokter, rumah sakit ataupun klinik bidan yang menyediakan konselor laktasi. Jangan pernah malu bertanya bila ada masalah selama proses menyusui. Kalau ada yang menyuruh nambah sufor karena anak kelihatan kurus tanggapilah dengan sabar. Tarik nafas dalam, senyum lalu jelaskan dengan singkat dan dengan bahasa yang sopan serta sikap yang santun. Yang satu ini nih akan menguras emosi. Terutama kalau datangnya dari orang tua atau mertua. Stock sabar di gudang hati jangan sampe menipis. Kalau tinggal sedikit segera saja borong yang yang banyak hehe. 
  • Saring betul-betul mitos dan kawan-kawannya. Kita hidup dengan tradisi yang kental. Selama hamil dan menyusui ada banyak mitos yang beredar. Tanggapi dengan pikiran jernih jangan cuma pakai hati. Timbang secara logika masuk akal nggak. Kalau nggak masuk akal ya sudah di iyain aja tapi tidak usah dilakukan. Daripada stress mikirin mitos mending fokus pada proses menASIhi saja.
  • Jangan takut makan. Ini nih yang point penting. Menyusui itu biasanya sering lapar. Yang sudah tak apa makan saja. Ntar gemuk. Apa kabar diet? tenang diet baik-baik saja. Dia lagi gaul sama banyak orang diluar sana hahaha. Kurangi nasi, perbanyak sayur, buah dan protein. Plus rajin olah raga ringan. Misalnya, jalan pagi sambil gendong si kecil keliling kampung. Nah, lumayan nih. Bisa membakar banyak lemak. Kalau mau diet ketat nanti sajalah setelah anak umur 2 tahun. Demi... demi anak tercinta. Ikhlas hehe.   
Kalau memang tidak ada kondisi klinis yang dialami Sang Ibu, yang mengharuskan stop memberi ASI. Insyaa Allah ASI akan lancar hingga 2 tahun.

Selamat pantang menyerah Ibu. Kesakitan dan kelelahan dalam proses menyusui. Insyaa Allah akan mendapat banyak pahala dari Allah. Mungkin tak sekarang atau esok. Mungkin nanti atau bertahun kemudian. Entahlah. Hanya Allah yang Tahu. Semoga makin bnayak Ibu yang menjadi pejuang ASI 2 tahun. Aamiin.

No comments:

Post a Comment