Saturday, 7 November 2015

Masjid Cheng Ho Surabaya

Ini adalah salah satu masjid kesukaan saya di Surabaya. Selain arsitektur masjid yang menawan, ruangan masjidnya terbuka. Tembok hanya ada di dinding bagian barat tempat imam sholat. Sementara di bagian timur, utara dan selatan tak ada tembok. Angin semilir selalu menemani ketika berada di dalam masjid. Bikin betah berlama-lama beribadah atau i’tikaf di sini. 

Lokasi masjid Cheng Hoo ada di jalan gading 2, di belakang Taman Makam Pahlawan jalan Kusuma Bangsa. Lebih mudahnya, taman makam pahlawan ini berada pas di depan Hi-Tech Mall. Kalau dari Terminal Joyoboyo naik bemo lyn F turun di Hi-Tech Mall. Lalu masuk gang di sebelah taman makam pahlawan. Jalan kaki kira-kira 5 menit dari jalan raya Kusuma Bangsa. Kalau masih bingung, tinggal tanya saja orang di sana.

Lukisan Laksamana Cheng Hoo dan miniatur kapalnya


Masjid ini dibangun pada tanggal 10 maret 2002 atas prakarsa pengurus PITI (Pembina Imam Tauhid Islam) dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia Jawa Timur. Para sesepuh dan tokoh masyarakat Tionghoa Surabaya juga andil bersama. Bangunan utama Masjid seluas 11 x 9 m2 berdiri anggun di komplek gedung serbaguna PITI. Masjid ini mampu menampung 200 jama’ah. Saat sholat jum’at biasanya ada tambahan tenda di depan masjid utama. 

Pendirian masjid ini untuk mengenang dan menghormati perjuangan dakwah Islam Laksamana Cheng Hoo (Admiral Zhang Hee). Tahun 1410, beliau mendarat di Pantai Simongan, Semarang. Sang Laksamana memimpin armadanya untuk melakukan kunjungan persahabatan ke Majapahit atas perintah Kaisar Yung Lo. Pada perkembangannya, Laksamana Cheng Hoo juga berdagang dan menyebarkan agama Islam.

Kubah masjid

Sang arsitek, Ir. Abdul Aziz terilhami oleh masjid Niu Jie (Ox Street) di Beijing dalam proses rancangannya. Masjid ini didominasi oleh warna hijau, merah dan kuning. Perpaduan antara arsitektur Tiongkok, Timur tengah dan Jawa selaras dalam harmoni. Bagian atap utama dan puncak masjid berbentuk seperti pagoda didominasi warna hijau dan merah. Atap kubah bagian dalam banyak kaligrafi dengan bingkai ukiran motif Jawa dan Tiongkok. Bagian teras, ini nih bagian yang saya suka. Rangka atap penuh dengan ukiran motif Tiongkong di dominasi warna hijau dan merah. Mirip dengan teras istana kerajaan Cina tempo dulu, yang pernah saya lihat di drama seri televisi. Cantik. Tidak seperti bangunan masjid. 

Ruang dalam Masjid


Para pengunjung dari semua kalangan boleh masuk ke Masjid Cheng Hoo Surabaya. Namun ada baiknya Anda menjaga adab kesopanan dalam berpakaian dan bertingkah laku. Bangunan Ini adalah tempat suci untuk beribadah umat muslim. Bagi wanita non-muslim atau tidak berhijab lebih baik menggenakan baju panjang, tertutup dan mengenakan selendang untuk menutup rambut. Kalau pria minimal pakai celana panjang atau kaos berlengan. 

Oh iya, bagi anda yang ingin mengambil banyak foto lebih baik ijin dulu ke pengurus masjid. Nanti akan diberikan petunjuk khusus agar tidak mengganggu jama’ah yang beribadah. Kalau untuk dokumentasi blog lebih gampang ijinnya. Namun bila untuk liputan resmi madia massa ada ijin khusus.

Kubah dalam


Kaligrafi dibingkai ukiran


Teras samping


Ukiran Jawa diatas tempat imam

Foto: koleksi pribadi



                   

No comments:

Post a Comment