Wednesday, 30 November 2016

Staedtler Pensil Terbaik untuk Anak dan Aman Digunakan


Saat ini kita memasuki era digital dimana gadget dan laptop menjadi barang familiar untuk anak-anak. Menulis dengan mudah hanya dengan menekan tuts. Menggambar juga bisa dengan mudah menggunakan pensil elektronik. Namun bagi anak-anak yang baru belajar memegang benda. Bila menulis dengan pensil terbaik itu asyik. Maka menggambar dengan pensil warna bagus menjadi aktivitas yang seru. Ada sensasi baru yang menjadi pengalaman tak terlupakan buat mereka.

Menggambar atau mewarnai adalah kegiatan yang disukai anak-anak. Apalagi kalau pencil warnanya dengan gambar cantik  ceria seperti ini. Staedtler Luna Triangular Coloured Pencil batang pencil berbentuk segitiga adalah pensil warna yang nyaman untuk anak-anak. Tangan-tangan kecil mereka tidak akan cepat lelah meski menggambar lama. Staedtler pensil terbaik untuk anak balita yang dalam tahap belajar memegang. Aneka warna cerah Staedtler Luna bisa merangsang kreativitas anak. Yang lebih penting aman digunakan anak-anak minimal umur 3 tahun.



Semua pensil warna bagus Staedtler dilapisi dengan ABS (Anti Break System) yang membuatnya tidak mudah patah. Mata pensil lunak dan empuk. Semua itu bisa meminimalisir resiko bisa melukai anak-anak. Kertas gambar juga tidak akan mudah robek meski ditekan kuat anak-anak. Semua pensil warna Staedtler mempunyai beberapa pilihan jumlah warna, yaitu 48, 36, 24, 12 dan 12 pensil pendek. Selain itu ada juga dueto 12 pensil dengan 24 warna. Pada bagian atas dan bawah mempunyai pilihan warna yang berbeda.

Selain pensil warna berbentuk segitiga ini juga ada pensil warna yang batangnya berbentuk bulat biasa. Untuk masalah komposisi warna tidak ada perbedaan. Hanya bentuk batang pensilnya saja yang berbeda. Ada satu lagi produk Staedtler yang asyik. Pensil warna magic yaitu pensil warna watercoloured. Pensil warna bagus yang memiliki efek cat air. Warnanya lebih cerah dan alami. Arsiran warna juga lebih pekat. Pensil warna watercoloured dalam setiap kemasannya mendapat bonus kuas. Gambar setelah diwarnai lalu diusap dengan kuas basah. Woula... gambar berubah seperti gambar cat air.



   

Pada awalnya, Staedtler hanya membuat pensil hitam untuk menulis. Pensil ini dibuat pertama kali di dunia oleh Friederich Staedtler pada tahun 1662. Pensil pertama Staedtler ini diberi nama tradition. Bagi yang lahir tahun 70an atau 80an pasti sangat akrab dengan pensil ini. Pensil sejuta umat yang selalu ada di toko buku dan alat tulis.



Setelah terjadi revolusi industri pada tahun 1835, John Sebastian Staedtler (generasi ke-3 Staedtler) mendirikan pabrik pensil pertama di dunia yang terletak di kota Nuernberg, Jerman. Pabrik pensil ini diberi nama JS Staedtler. Sejak saat itu Staedtler lebih gencar memasarkan produknya. Bahkan hingga ke luar Jerman. Untuk wilayah Indonesia, Staedtler didistribusikan oleh PT ASABA yang memiliki perwakilan distributor dan sub-distributor di seluruh Indonesia. Tak heran jika kita sangat mudah mencari seluruh produk Staedtler.

Kantor dan Pabrik Staedtler di Jerman

Kembali ke masalah pensil Staedtler. Seiring dengan perkembangan teknologi pembuatan pensil Staedtler sellau mengalami penyempurnaan. Lalu dibuatlah pensil terbaik dengan merek Mars Lumograph yang memiliki 7 grade kehitaman. Kalau lihat gambar dibawah ini Anda pasti tidak asing lagi dengan penampakan pensil ini. 

Bagian terpenting sebuah pensil Staedtler adalah lead atau lebih dikenal dengan sebutan mata pensil. Bagian ini terbuat dari campuran graphite dan tanah liat. Pensil 2B memiliki tingkat pencampuran yang sempurna antara graphite dan tanah liat dibandingkan dengan grade pensil yang lain. 



Oh ya... ada produk pensil terbaru andalan Staedtler yaitu Staedtler Noris Triangular  dengan grade 2B. Pensil ini batangnya berbentuk segitiga yang sangat nyaman digenggam sehingga jari tidak akan mudah lelah. Hadir dengan 6 pilihan warna yang lucu-lucu, yaitu biru, pink, hijau, kuning, putih dan abu-abu.


Pensil Staedtler Noris Triangular sangat dianjurkan untuk anak yang baru belajar menulis abjad, angka ataupun menggambar.

Kelebihan pensil terbaik Staedtler Noris Triangular adalah:
1. Mudah digenggam (ergonomis)
2. Berbentuk segitiga
3. Pas dan nyaman di tangan
4. Anak tak mudah lelah
5. Memiliki lead yang empuk untuk menulis
6. Aman untuk anak
7. Bersertifikat FSC 100% wood

Pensil Staedtler Noris Triangular dengan aneka warna ini memiliki karakater lucu yang mewakili setiap warna. Anak-anak akan suka dengan karakter-karakternya. 


    Meski saat ini masuk era digital namun masih banyak anak-anak yang memilih untuk menulis atau menggambar dengan pensil. Ada sensasi berbeda ketika tangan memegang pensil atau pensil warna. Tulis ini, tulis itu, coret sana, coret sini, tambah warna ini atau warna itu. Hal-hal yang terlihat sederhana dan sepele ini tanpa sadar bisa memacu kreativitas anak lebih kuat dan lebih tinggi lagi. Semoga Staedtler selalu berinovasi dengan produk-produk baru yang seru dan mengasyikkan. 

Tuesday, 29 November 2016

Here Comes Asa: Terjun ke Dunia Bisnis Karena Terpaksa



Judul : Here Comes Asa
Jenis : drama keluarga
Kategori : dewasa
Stasiun TV : Waku Waku Japan Channel
Jam Tayang:
Senin - Sabtu -> 20.40 - 20.80 WIB
Minggu -> 10.00 - 12.00 (langsung 6 episode)

Saya tertarik menonton drama ini karena dalam iklan pre-penayangan disebutkan "Ini adalah kisah tentang pendiri Universitas Wanita pertama di Jepang." Penasaran... Saya selalu tertarik dengan drama atau film yang berlatar kisah nyata. 

Drama seri ini berlatar belakang Jepang sebelum restorasi Meiji. Asa adalah salah satu anak keluarga Imai. Saudagar penukar uang terpandang di Kyoto. Lazimnya di masa itu, anak-anak para saudagar dan bangsawan sudah dijodohkan sejak masih kecil. Asa dan Hatsu (kakaknya) sudah dijodohkan dengan sesama anak saudagar penukar uang di Osaka sejak umur 6 tahun. Saudagar penukar uang fungsinya sama dengan bank pada masa itu. Keluarga Imai adalah salah satu saudagar yang memegang peranan vital perekonomian di Kyoto.

Meski drama ini dimulai sejak Asa sejak kecil. Namun titik awal drama ini dimulai saat Asa menikah dengan Shinjiro dari keluarga Kano-ya. Asa menikah saat usianya remaja. Asa yang tomboy dan selalu ingin tahu tentang banyak hal mulai mengalami banyak benturan. Dia harus bekerja keras menyesuaikan diri dengan keluarga suami.  

Pada masa itu perempuan kelas atas yang bekerja dianggap tabu. Namun Asa terpaksa menentang 'norma' ini. Putra pertama Kano-ya meninggal dunia. Suami Asa sebagai putra kedua tidak mau mengurusi bisnis keluarga. Dia lebih suka bermain Shamisen dan kongkow-kongkow happy bersama teman-temannya. Sementara anak bungsu Kano-ya masih berumur 8 tahun. Padahal Kano-ya berada diambang kebangkrutan. Pada masa awal Meiji banyak terjadi perubahan di dunia bisnis. Tuan Kano-ya kondisi kesehatannya mulai menurun karena usia yang sudah tua. Asa terpaksa turun tangan.

Sebelum menikah, Asa sudah mendapatkan dasar-dasar pelajaran bisnis dari sang Kakek. Asa terpaksa nekat menentang norma wanita bekerja demi memenuhi janji pada sang Ayah. Pada saat sebelum menikah Tuan Imai memberi pesan pada kedua putrinya agar menjaga keluarga mereka baik-baik. Maksud 'menjaga' di sini bukan hanya merawat keluarga tapi juga memastikan agar seluruh anggota keluarga bisa terus bahagia dan berkecukupan sandang pangan papan. 

Ayah mertua dan suami memahami keputusan Asa. Mereka mendukung penuh Asa bekerja di perusaan keluarga. Pada awalnya, Ibu mertua dan para pekerja Kano-ya tidak setuju bila ada pemimpin wanita. Setelah melihat Asa yang cepat dan tepat dalam berhitung mengunakan simpoa, mereka mulai agak setuju. Kepemimpinan Asa diakui secara penuh setelah dia berhasil menagih hutang sebuah keluarga samurai yang terkenal 'sulit'. Bertahun-tahun pekerja Kano-ya tidak berhasil menagih hutang ke mereka. Asa yang sedari kecil terkenal berani dan gigih menunjukkan jati dirinya yang asli.

Era Meiji membawa perubahan. Pengaruh negara barat mulai masuk ke Jepang. Para pedagang diharapkan bisa menjalin kerjasama dengan negara-negara di Luar Jepang. Pembangunan infastruktur jalan dan kereta api sudah dimulai. Bisnis penukaran uang berjalan stagnan. Shinjiro membawa kabar kalau batu bara sedang banyak dibutuhkan. Asa berinisiatif membuka tambang batu bara. Dia nekat membeli gunung tambang batu bara di Kyushu. Apalagi Asa mengenal Tuan Godai Sang Raja Tambang di Jepang. Insting bisnis Asa ternyata tepat. Keluarga Kano-ya berjaya kembali. 

Kesuksesan Asa di bidang bisnis tidak membuat hatinya bahagia sepenuhnya. Rumor buruk di masyarakat beredar kencang. Asa mendapat julukan istri yang berjenggot. Asa lebih dikenal sebagai putra keempat Kano-ya. Asa juga tak kunjung hamil. Ibu Mertua berencana mengambil selir untuk suaminya. Untung saja Sang Suami dan Ayah Mertua menolak tegas rencana itu. Semua kesedihan Asa berakhir ketika dia hamil dan melahirkan seorang anak perempuan. Gosip di luar berhenti dengan sendirinya. Asa bisa fokus mengurusi bisnis Kano-ya lagi dengan tenang. 

Saat ini Here Comes Asa masih tayang. Masih panjang cerita kehidupan Asa. Saya sangat penasaran bagaimana bisnis Kano-ya selanjutnya? Apakah berhasil sesuai dengan rencana-rencana Asa atau gagal? Saya akan setia menonton hingga tayangan ini berakhir. Ceritanya seru setiap episode.            

Foto diambil dari http://idn.wakuwakujapan.tv/id/program/detail/wj0000002073

Monday, 28 November 2016

Tempe Dhebog

Tempe Dhebog' sudah siap diolah

Tempe adalah makanan khas masyarakat Indonesia. Semua lapisan masyarakat sangat akrab dengan makanan ini. Tempe sifatnya fleksibel, bisa diolah menjadi berbagai macam makanan. Bisa juga dicampur dengan aneka bahan. Inilah yang menjadikan tempe terkenal di semua kalangan.

Di Indonesia, tempe dikerjakan secara tradisional. Pengerjaan manual dengan tangan-tangan pekerja keras berhati mulia. Ini mungkin yang menambah kelezatan rasa tempe. Bahan baku tempe bisa dengan kedelai lokal ataupun kedelai impor yang bentuknya lebih besar. Selama proses fermentasi kedelai dengan ragi dibungkus menggunakan daun pisang atau plastik. 

Kebetulan, saya sedang bertandang ke sebuah desa terpencil di Trenggalek. Saya ketemu dengan tempe yang dibungkus dengan dhebog’ (kulit batang pisang). Ibu penjualnya memang tidak pernah menggunakan bungkus plastik. Selain mahal. Rasa tempe jadi kurang sedap. Beliau biasanya menggunakan bungkus tempe dengan daun pisang. Untuk menekan biaya produksi. Daun pisang tinggal ambil di pekarangan rumah, kebun, sawah atau beli ke tetangga dengan harga yang sangat murah. Seringkali malah diberi gratis. 

Kalau musim angin kencang atau persediaan daun pisang tidak ada, maka Sang Penjual akan menggunakan dhebog‘ (kulit batang pisang). Proses pembuatan bungkus dhebog' sangat mudah. Kulit batang pisang dipisah satu persatu. Lalu dicuci bersih. Setelah itu, dipotong-potong sesuai kebutuhan. Langsung digunakan untuk membungkus kedelai yang sudah dicampur dengan ragi tempe. Rasa tempe sama sedapnya jika menggunakan daun pisang. 

Satu lagi yang unik. Harga jual tempe dhebog‘ ini fleksibel. Tergantung siapa yang beli. Ini berdasarkan pengamatan saya selama antri beli. Saya diberi harga Rp 1000,-/biji. Ada seorang Ibu mengangsurkan Rp 1000,- dapat 5 biji. Ternyata Ibu ini seorang janda dengan 4 anak yang masih kecil-kecil. Seorang anak kecil beli Rp 500,- mendapat 2 biji. Ada juga seorang anak tanggung yang malah diberi tempe gratis. Ternyata kedua orang tua anak ini yang bekerja di Malang baru saja di PHK, dia tinggal di desa ini hanya bersama neneknya .

Berkah... berkah... Semoga Ibu penjual tempe ini mendapatkan banyak pahala dan rejeki berlipat-lipat lebih banyak dari Allah. Aamiin.



Ini penampakan tempe dhebog yang sudah di goreng. Komposisi kedelainya padat. Seperti tempe Malang. Saya tidak menggunakan bumbu macam-macam. Saya siapkan garam yang dilarutkan ke air. Sebelum tempe digoreng saya rendam sebentar di situ. Rasanya sudah enak hanya dengan bumbu garam saja. Gurih nikmat. Bikin tak bisa berhenti makan pada kunyahan pertama. Apalagi kalau hujan-hujan begini. Nikmat... 


Saturday, 26 November 2016

Sayur Lodeh a.k.a Sayur Nangka


Bagi masyarakat Indonesia, sayur ini adalah makanan sejuta umat. Meski dengan nama dan variasi yang berbeda. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur terkenal dengan sebutan sayur lodeh. Sedangkan di Jawa Barat, Sumatera dan luar Jawa lainnya dikenal dengan sebutan sayur Nangka. 

Sayur Nangka isinya hanya nangka muda saja. Kalau sayur lodeh isinya bervariasi. Umumnya memang hanya nangka muda (tewel) saja. Ada juga yang berisi nangka muda dicampur dengan kacang panjang. Kadangkala sayur lodeh isinya manisah dicampur dengan tahu, tempe dan krecek/cecek (kulit sapi). Kalau di luar Jawa dan Jawa Barat umumnya hanya menggunakan nangka muda saja. 

Sayur lodeh selalu menggunakan santan kelapa. Namun kadar kekentalannya berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang kental sekali tapi juga ada yang encer. Kalau di wilayah Jawa Tengah, Sumatera, Jawa Timur bagian barat dan selatan biasanya sayur lodeh sangat kental santannya. Kuahnya terasa legit. Gurih nikmat. Rasanya dominan santan kelapa dan rempah bumbu komplit. Bagi Anda yang sobatan dengan kolesterol atau hipertensi dianjurkan makan secukupnya saja. Jangan sepuasnya. Bahaya!

Di Surabaya, ada sebutan lodeh Suroboyo. Sayur lodeh dengan isi nangka tua (tewel) dengan santan sangat encer. Santan kelapa hanya digunakan sebagai pelengkap. Luah lodeh Surabaya encer. Santan kelapa hanya sedikit. Asal terasa santan di lidah. Itu saja. 

Foto : koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone5

Thursday, 24 November 2016

Resensi Buku Negeri Para Bedebah


Judul : Negeri Para Bedebah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke 7 Februari 2014

Buku ini berkisah tentang Thomas atau Thom. Seorang konsultan keuangan ternama dari Indonesia yang kondang di kancah Internasional. Dia yang memilih keluar dari keluarga besar karena tidak mau mengelola perusahaan Keluarga. Ironisnya, Dia mendapat tugas untuk menyelamatkan salah satu perusahaan milik Om-nya.

Lalu kenapa dia mau? karena Sang Kakek tercinta yang memintanya ups.. ralat. Memohon lebih tepatnya. Thom diasuh oleh Sang Kakek sejak kedua orang tuanya meninggal. Apalagi Sang Tante jatuh sakit gara-gara kasus yang menimpa suaminya. Hanya Kakek dan Tante yang dianggap keluarganya di dunia ini.

Bank Semesta milik Om Liem kalah kliring. Senin pagi akan diumumkan secara resmi. Setelah itu kemungkinan akan terjadi rush besar-besaran. Hal ini akan berakibat Bank Semesta bangkrut. Thom hanya punya waktu 2 hari agar 'pengumuman' itu tidak terjadi. Bagi Thom yang jenius dengan uang berlebih, relasi banyak di kalangan pejabat tingkat atas serta pengalaman segudang sebagai konsultan bisnis diatas kertas mudah saja membereskan masalah ini.

Namun kenyataannya sangat sulit. Banyak kepentingan yang bermain, intrik serta strategi busuk saling kait mengait. Apalagi ada penghianat yang selalu mengintai pergerakan Thom. Bukan hanya otak yang berjalan. Seringkali tangan harus memukul, kaki harus menendang. Bahkan beberapa kali kematian diambang pintu. Sepanjang buku ini, kita diajak Thom berpetualang layaknya James Bond.

Thom tentu saja kaget dengan semua kenyataan ini. Untunglah Sang Kakek sudah mendidiknya menjadi manusia tangguh sejak kecil. Begitu banyak pengetahuan dan kemampuan yang dijejalkan pada Thom sejak belia. Sang Kakek sengaja membekali Thom agar bisa menyelamatkan diri dalam keadaan berbahaya. Kematian kedua orang tua Thom membawa trauma mendalam bagi orang tua ini. Beliau merasa gagal menjaga keluarganya. Semua hal yang diajarkan Sang Kakek sepertinya hanya hal-hal ringan biasa. Seperti misalnya, pengetahuan tentang tumbuhan beracun, mengendarai kapal, rasi bintang untuk menentukan arah mata angin dan banyak lagi. Ternyata, semua pelajaran dari Sang Kakek sangat berguna untuk menyelamatkan diri selama dua hari ini.
   
Buku ini beralur cepat dan tidak membosankan. Saya membaca dalam sekali buka dan tanpa sadar begadang sampai dini hari. Banyak informasi yang membutuhkan penelitian mendalam. Salut pada Penulis. Membaca buku ini seperti mengikuti kuliah ekonomi. Saya merasa kalau cerita dalam buku ini seperti kisah Bank Century. Tapi tak mungkin lah. Ini kan novel fiksi ☺.

Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang konsultan bisnis yang banyak berkutat dengan buku-buku, jurnal, selalu anteng di depan laptop, berpenampilan kalem dan berdandan rapi klimis bisa berlaga layaknya James Bond. Penasaran?... Silahkan Anda baca sendiri agar tidak penasaran. Kalau saya ceritakan semua di sini tidak asyik rasanya hehe.

Foto : koleksi pribadi

Friday, 11 November 2016

Resensi Buku Hujan


Judul : Hujan
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 1 Januari 2016

Hujan-hujan begini cocoknya bikin resensi buku tentang hujan. Sebenarnya agak merinding ketika membaca buku ini. Penulis menceritakan tentang kehancuran bumi. Saya lebih suka menggunakan kata menceritakan daripada 'meramalkan'.

Pertemuan
Gempa bumi dahsyat telah mempertemukan dua anak, Lail dan Esok. Terjebak di terowongan kereta bawah tanah dan lolos dari terowongan bersama membuat keduanya saling terikat. Gempa bumi membuat Lail kehilangan kedua orang tuanya. Seorang anak tunggal yang selama ini selalu dalam perlindungan dan pelayanan Ibu harus bertahan hidup seorang diri. Bagaimana dengan Esok? Seluruh saudara Esok meninggal dunia, sementara Ibunya hilang.

Esok digambarkan sebagai sosok yang cerdas, mandiri, serba bisa dan mampu cepat beradaptasi. Hidup sebatangkara di pengungsian membuat Lail sangat tergantung pada Esok. Mereka jadi bersaudara. Esok perlahan mendidik Lail untuk mandiri dan tangguh. Penulis menceritakan dengan apik perkembangan emosi dan karakter Lail.

Seiring waktu kedua anak ini bisa menikmati irama hidup di pengungsian. Lail dan Esok sudah dapat menerima kenyataan kalau seluruh keluarga mereka sudah meninggal. Namun sebuah kabar mengejutkan datang. Ibu Esok ternyata masih hidup, meski kondisinya sakit parah. Mereka bertiga hidup bersama sebagai keluarga baru. Lail dianggap anak sendiri oleh Ibu Esok.

Cinta
Lail dan Esok harus berpisah ketika remaja. Esok mendapatkan beasiswa di jurusan teknik sebuah universitas terkemuka di Ibukota. Sedangkan Lail memilih masuk sekolah asrama. Keduanya jadi jarang bertemu. Esok sibuk melakukan berbagai penelitian di kampusnya. Dia telah menjadi anak angkat walikota. Banyak proyek pembangunan kota yang melibatkan dirinya. Semakin lama Lail dan Esok sangat sulit bertemu. Namun, Esok selalu menemani Lail berziarah di lubang terowongan setiap tahun. Pada hari yang sama ketika Ibu Lail dan saudara-saudara Esok tertimbun ketika gempa.

Hubungan kakak adik sejak kecil lambat laun berubah menjadi cinta dewasa. Lail memendam perasaan itu tanpa ingin Esok tahu. Hanya sahabatnya Maryam yang tahu isi hati Lail. Hubungan Lail dan Esok semakin merenggang dengan kehadiran anak Walikota yang cantik jelita. Lail mengesampingkan perasaannya pada Esok. Dia lebih memilih untuk memposisikan dirinya sebagai adik Esok. Gadis remaja ini berkonsentrasi pada pekerjaannya sebagai relawan untuk mengubur sosok Esok.  

Bumi
Seiring waktu bumi semakin rusak. Setiap negara berusaha untuk merekayasa cuaca demi kepentingan negaranya sendiri. Musim dingin panjang di negara sini. Sementara musim panas panjang di negara sana. Kekeringan dan kekurangan pangan menjadi permasalahan global.

Akhirnya muncul pemberitaan bahwa telah terjadi kerusakan cuaca global. Diperkirakan akan terjadi cuaca sangat ekstrim di seluruh belahan bumi. Banyak ahli meramalkan bumi akan semakin rusak dan manusia akan punah. Para pemimpin dunia berkumpul untuk merencanakan upaya penyelamatan bumi. Mereka akan membuat sebuah pesawat raksasa yang membuat spesies-spesies unggulan dari bumi. Pesawat ini akan berada diangkasa hingga bumi dianggap sudah normal kembali. Esok menjadi salah satu tim inti pembuat pesawat ini.

Pada bagian ini, saya mulai agak bete. Kenapa ceritanya jadi Hollywood gini? Ah, sudahlah. Abaikan pendapat saya. Anda pasti penasaran bagaimana akhir nasib bumi? Bagaimana hubungan Esok dan Lail selanjutnya? Bocoran sedikit saja. Ternyata eh ternyata Esok juga memendam cinta pada Lail. Tapi kan ada si cantik jelita anak Pak Walikota. Esok juga banyak hutang budi pada Pak Walikota. Hmm... Silahkan baca sendiri. Tidak seru kalau saya ceritakan di sini hehe.