Tuesday, 16 October 2018

Opak Gapit Warna Warni

opak gapit khas blitar warna warni

Opak gapit adalah salah satu jajanan lebaran yang sudah langka. Kalau mudik lebaran ada tradisi silaturahim keliling desa. Setelah itu keliling ke saudara-saudara yang masih tetangga Desa. Ritual keliling ini tidak pernah saya lewatkan. Saat itu adalah moment perburuan bagi saya. Berburu aneka suguhan makanan atau jajanan yang hanya ada saat lebaran. Salah satu target perburuan saya adalah opak gapit.

Jajanan ini sering disebut juga dengan nama opak gambir atau kue semprong. Kalau di daerah Blitar, Kediri, Malang dan sekitarnya menyebut jajanan ini opak gambir. Kalau daerah Nganjuk, Jombang, Tulungagung, Trenggalek menyebutnya opak gapit. Kalau di Surabaya saya pernah dengar orang menyebut jajanan ini dengan kue semprong. Kalau di daerah Anda, jajanan ini dikenal dengan nama apa?

Kalau di Desa, opak gapit selalu dibikin sendiri. Ada resep turun temurun antar generasi yang selalu dipertahankan. Oleh karena itu, setiap keluarga mempunyai rasa yang berbeda meskipun berada dalam satu desa atau bahkan bertetangga dekat. Ini yang saya suka. Ada beragam rasa yang bisa dinikmati. Selain itu ada 'sentuhan' tempo dulu yang membekas di hati. Saya hapal rumah mana yang opak gapit-nya enak, enak sekali atau biasa saja.

Namun sayang, beberapa tahun terakhir opak gapit mulai banyak yang hilang dari peredaran. Hal ini berjalan seiring dengan semakin banyaknya generasi seangkatan Mbah saya yang meninggal. Toples-toples lebaran di Desa bertransformasi, isinya kue nastar and the gank. Ada juga aneka blek warna warni made in pabrik. Beberapa keluarga masih mempertahankan suguhan opak gapit tapi... beli jadi. Bukan dari resep turun temurun keluarga. Suguhan lebaran sudah tak ada gregetnya.


opak gapit khas blitar warna warni

Saya maklum. Pembuatan opak gapit memang membutuhkan ketelatenan dan ketabahan. Hanya orang-orang dengan kecintaan tinggi pada kuliner ini yang sanggup membuatnya. Adonan yang sudah matang harus segera diangkat dari cetakan dan langsung dilipat saat panas. Pembuatan opak ini juga menggunakan tungku arang. Ini satu hal yang wajib karena rasanya jauh lebih enak dan adonan lebih cepat matang seluruhnya. Tungku arang ini jauh lebih panas dari kompor biasa atau kompor gas. Kebayang kan susahnya? Suoro yo, Rek. Tapi enak pas sudah matang.

Lebaran kemaren, saya dapat kejutan manis. Pas lagi silaturahim ke rumah teman eh langsung disuguhi opek gapit. Tetapi tampilannya unik. Biasanya opak gapit hanya berwarna coklat. Bentuknya panjang digulung, dilipat seperti segitiga atau bentuk segitiga agak melengkung.

Kalau opat gapit ini warna dan tampilannya berbeda. Tampil dengan aneka warna meriah yang mencolok. Hijau, pink, kuning dan ungu. Bentuknya lipatan segitiga agak melengkung dengan diameter adonan yang lebih besar. Penampakannya seperti kelopak bunga yang akan mekar. Cantik. Inovasi baru ini. Adonan opak gapit lebih tebal dari biasanya. Tidak gampang prothol kalau disentuh. Rasanya juga gurih.  

Jadi ingin makan opak gapit lagi. Hayuk ah, cari!


Foto by koleksi pribadi


Monday, 1 October 2018

Mengenal Reksadana Pendapatan Tetap dan Dana Darurat

reksadana manulife surabaya


Kopdar investarian hadir lagi di Surabaya. Kali ini adalah kelanjutan kopdar sebelumnya. Pembahasan tentang reksadana kali ini kelanjutan dari kopdar pertama. Bila kopdar investarian yang pertama membahas tentang Reksadana Pasar Uang. Pada kesempatan kali ini mengupas tuntas tentang Reksadana Pendapatan Tetap. Selain itu juga ada pembahasan tentang Dana Darurat. Eh, apa lagi ini? Tenang, nanti saya ceritakan juga di tulisan ini.


Reksadana Pendapatan Tetap

Pemateri tentang Reksadana Pendapatan Tetap adalah Pak Legowo (Pak Lek), Dirut Reksadana Manulife. Saya ceritakan ulang tentang Reksadana Pendapatan Tetap dulu, ya. Pada prinsipnya reksadana model ini sama dengan reksadana pasar uang hanya berbeda pada 'tempat' investasinya. Reksadana Pasar Uang diinvestasikan ke deposito. Sedangkan Reksadana Pendapatan Tetap diinvestasikan ke obligasi dan deposito. Untuk 'tempat' investasi ini ada ketentuan 80% dana harus diinvestasikan ke obligasi, sisanya baru ke deposito.

reksadana manulife surabaya

Reksadana Pendapatan Tetap termasuk investasi yang jangka waktunya menengah antara 3-5 tahun. Bagi Anda yang ingin berinvestasi jangka pendek 1-2 tahun lebih baik jangan ambil reksadana ini. Ambil Reksadana Pasar Uang saja. Kenapa demikian? karena sebagian besar investasinya ke obligasi. Secara garis besar obligasi ini sama dengan saham. Untung rugi lebih dinamis. Lebih fluktuatif. Tidak bisa diprediksi.

Resiko rugi Reksadana Pendapatan Tetap lebih besar daripada Reksadana Pasar Uang. Namun untungnya juga lebih besar. Sepadanlah antara resiko dan keuntungan. Oleh karena itu bagi Anda yang ingin berinvestasi jangka pendek dianjurkan tidak mengambil Reksadana Pendapatan Tetap. Misalkan Anda berencana 1 tahun lagi akan mencairkan reksadana. Kuatirnya nanti pas Anda mencairkan, pas nilai obligasinya turun atau mungkin habis turun dan sedang naik perlahan. Walhasil, bukannya untung, malah gigit jari.

Pak Lek mengingatkan ada beberapa perusahaan reksadana yang mengenakan biaya untuk penarikan dana ataupun peralihan dari Reksadana Pasar Uang ke Reksadana Pendapatan Tetap atau sebaliknya. Sebaiknya baca baik-baik segala ketentuan yang ada di kontrak awal pembelian reksadana. Kalau memang ada biaya penarikan Reksadana Pendapatan Tetap hitung baik-baik. Pastikan sisa uang yang akan Anda dapatkan sudah sesuai dengan yang Anda butuhkan. Kalau di Reksadana Manulife tidak ada biaya penarikan ataupun pengalihan Reksadana Pasar Uang ke Reksadana Pendapatan Tetap atau sebaliknya.



Dana Darurat

Apa sih dana darurat itu? ini bisa dibilang tabungan yang tidak boleh diambil kecuali ada masalah yang sangat mendesak baru boleh diambil. Misalnya saja, mengalami kecelakaan atau sakit mendadak dan butuh biaya pengobatan, usaha yang tiba-tiba bangkrut dan dana untuk kebutuhan sehari-hari devisit. Atau masih banyak lagi peristiwa yang tidak direncanakan namun membutuhkan dana segera.

Besaran dana darurat tiap orang berbeda-beda. Sesuai kemauan dan kemampuan masing-masing. Namun idealnya dana darurat yang disediakan itu 5 kali pendapatan perbulan. Besar juga ya? Tenang. Kalau memang tidak ada dana besar yang bisa disimpan sekaligus masih ada cara lain.



Penyediaan dana darurat ini bisa kita cicil tabung perbulan. Bisa menggunakan tabungan biasa atau reksadana. Asal satu hal yang wajib. Disiplin nggak boleh diambil kalau nggak ada keadaan yang sangat mendesak di luar rencana. Nah, yang terakhir ini paling susah. Kalau lihat ada simpanan yang lumayan banyak biasanya suka gatel ingin ambil saja.

Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah merasa untuk mempersiapkan dana darurat mulai sekarang?



Foto by Ugik madyo

    

Thursday, 27 September 2018

Pasar Pagi Kota Baru Driyorejo Gresik

pasar pagi kota baru driyorejo gresik
Kiri dan kanan seoanjang jalan penuh penjual.

Setiap kali berkunjung ke suatu kota, saya paling suka ke Pasar. Tunggu, yang saya maksudkan di sini adalah pasar tradisional. Bukan mall. Pasar tradisional yang masih penuh kehebohan. Penjual sayur, ikan, daging, ayam, buah, umbi-umbianan, makanan siap makan, kebutuhan pokok dan lain-lain masih campur baur tidak tertata. Justru ini yang seru. Dinamika interaksi antar penjual, maupun penjual dan pembeli sangat kuat. Mereka umumnya sudah kenal bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Pasar seperti ini hanya ada di Desa.

Bagaimana dengan kota yang pasarnya sudah dikonsep menjadi pasar modern? Interaksi antara penjual, maupun penjual dan pembeli tidak terlalu intens. Kurang gayeng, kata orang Jawa. Secara de facto penjual dipaksa untuk saling berdekatan. Banyak juga para penjual baru. Belum tentu antara tetangga stand bisa kenal dekat. Bisa jadi saling bermusuhan dalam diam.

pasar pagi kota baru driyorejo gresik
Pintu masuk Perumahan Kota Baru Driyorejo Gresik

Namun ada evolusi pasar tradisonal di perkotaan, yaitu munculnya pasar pagi atau pasar dadakan. Sesuai namanya, Pasar ini hanya hadir di pagi hari atau malam. Tidak ada lahan permanen yang dikhususkan sebagai pasar. Pasar hanya buka selama beberapa jam sesuai dengan kesepakatan. Dagangan di gelar di lapangan terbuka, trotoar atau jalan yang sudah ditutup. Kadang kala juga disebut sebagai pasar kaget.

Kalau di Surabaya sudah ada banyak. Ada beberapaya yang pernah saya kunjungi, yaitu Pasar Pagi Tugu Pahlawan, Pasar Malam Lapangan Kodam, Pasar Pagi Masjid Agung, Pasar Pagi CFD Jalan Darmo, Pasar Pagi Kota Baru Driyorejo. Nah, yang terakhir ini saya ingin berbagi cerita.

pasar pagi kota baru driyorejo gresik


Sebenarnya tiap hari di trotoar kiri dan kanan sepanjang jalan utama komplek Perumahan Kota Baru Driyorejo sudah banyak orang berjualan. Selalu penuh kalau hari minggu. Pasar pagi di lingkungan Perumahan Kota Baru Driyorejo ini hadir sekitar 5 tahun terakhir. Sebelum-sebelumnya sudah banyak penjual namun tidak terlalu banyak.

Ada yang unik di Pasar ini adalah keragaman barang dagangannya. Dari mulai alat rumah tangga sampai alat elektronik ada. Aneka pakaian dari bayi sampai lansia juga ada. Makanan ringan sampai makanan berat tersedia. Untuk harga juga beragam. Untuk konsumen menengah ke bawah lengkap. Konsumen menengah keatas juga ada. Tinggal menyesuaikan isi dompet saja.

Tunggu apa lagi? Hayuk main ke Pasar Kota Baru Driyorejo mumpung habis gajian.



Foto by Ugik Madyo
       

Wednesday, 19 September 2018

Review Drama Korea Mother Lee Bo Young

review drama korea mother drama korea lee bo young

Soo Ji seorang peneliti burung yang menambah penghasilan sebagai guru penganti di SD setempat. Pada mulanya dia hanya menjadi guru setengah hati. Dia memang tidak terlalu suka dengan anak-anak. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Hye Na. Anak ini penampilannya dekil, bau dan selalu kelaparan. Kalau Soo Ji pulang malam sering bertemu anak ini masih berkeliaran di jalan. Soo Ji mulai mendekati Hye Na. Mengajaknya makan bareng. Menggunting kukunya. Mengajari cara membersihkan badan sendiri dan rajin berganti baju. Dia hanya ke penasaran, kenapa anak ini bisa sampai seperti ini?

Hingga suatu hari, Hye Na jatuh sakit di sekolah. Perawat klinik sekolah menemukan lebam di sekujur tubuhnya. Gadis cilik itu mengaku kalau terjatuh dari tangga. Soo Ji dan guru Song mencurigai Hye Na korban KDRT. Saat telinga Hye Na berdarah, lagi-lagi anak ini berkilah kalau terkena bola kasti saat bermain.

Soo Ji dan guru Song memutuskan untuk mengunjungi rumah Hye Na. Terlihat kalau Hye Na ketakutan namun memutuskan untuk diam. Tak sengaja Soo Ji bersitatap dengan pacar Ibunya Hye Na. Entah kenapa dia tiba-tiba merasa takut dan merinding. Naluri seorang peneliti mulai mengusik. Wanita muda ini mempunyai firasat kalau ada yang tak beres di rumah itu. Soo Ji semakin intens menjalin kedekatan dengan Hye Na, untuk mencari tahu lebih dalam tentang kehidupannya sehari-hari.

review drama korea mother drama korea lee bo young

Namun hari keberangkatan Soo Ji ke Islandia semakin dekat. Sebelum berangkat, Soo Ji ke rumah Hye Na. Dia ingin melihat untuk terakhir kalinya. Ketika Soo Ji sampai di depan rumah tersebut, dia menemukan plastik sampah yang bergerak-gerak. Ternyata isinya adalah Hye Na bercampur dengan aneka sampah. Anak kecil ini hanya mengenakan baju rumah biasa. Padahal saat itu musim dingin. Badannya gemetar karena ketakutan dan kedinginan. Soo Ji segera menggambil keputusan cepat.

Soo Ji nekat akan membawa Hye Na ke Islandia. Saat itu yang ada dalam pikiran Sang Guru hanya ingin menyelamatkan nyawa Hye Na. Kalau mau dilaporkan ke Polisi tidak ada bukti kuat yang bisa diajukan. Keesokan harinya tersiar kabar Hye Na dinyatakan hilang di laut. Ada sebelah sepatu Hye Na yang terapung. Pencarian besar-besaran dilakukan. Polisi juga mulai penyelidikan.

Sementara Soo Ji dan Hye Na memulai petualangan keluar dari kota Mooryung. Ternyata proses ke luar dari Korea tidaklah mudah. Pertama yang dilakukan adalah mencari paspor ilegal untuk Hye Na. Selain itu, Soo Ji dan Hye Na harus berpindah-pindah tempat untuk sembunyi. Tanpa tahu tentang dunia ilegal akhirnya Soo Ji 'apes'. Paspor tak didapat, uang yang sudah dibayarkan tak bisa kembali. Persediaan uang Soo Ji semakin menipis.

review drama korea mother drama korea lee bo young

Soo Ji memutuskan untuk minta uang pada Ibunya. Seorang artis terkenal, Nyonya Cha yang dengan senang hati menolongnya. Soo Ji meminta tolong asisten Ibunya untuk mencari paspor ilegal. Beliau memang sudah berpengalaman dalam urusan-urusan seperti ini. Paspor untuk Hye Na akan siap dalam dua minggu. Namun sayang, kondisi kesehatan Nyonya Cha mulai memburuk. Soo Ji memutuskan untuk mengundur keberangkatannya hingga kondisi Sang Ibu membaik.

Banyak peristiwa terjadi selama pengunduran keberangkatan ini. Soo Ji bertemu ibu kandungnya secara tak sengaja. Penyelidikan polisi Mooryung menemukan bukti kalau Soo Ji yang membawa Hye Na. Soo Ji mendapatkan tuduhan penculikan dan dirinya menjadi buronan. Pacar Ibunya Hye Na menculik anak kecil ini. Dia tahu kalau Soo Ji ternyata anak orang kaya. Selain itu, lelaki ini ingin membunuh Hye Na agar dia tidak menjadi tertuduh pelaku penganiayaan.

Selama dalam pelarian hubungan Soo Ji dan Hye Na semakin erat. Hye Na sudah menganggap Soo Ji sebagai ibu kandungnya. Dia merasa nyaman dalam pengasuhan ibu gurunya ini dan tidak mau kembali ke Ibu kandungnya. Berbagai cobaan yang datang silih berganti semakin menguatkan hubungan batin antara keduanya.

Namun sayang. Meski Soo Ji membawa Hye Na karena ingin menyelamatkan nyawanya, namun di mata hukum perbuatannya tetap dianggap sebagai penculikan. Akhirnya Soo Ji dan Hye tertangkap. Soo Ji harus masuk penjara. Sedangkan Hye Na tinggal di rumah penitipan anak milik pemerintah. Duh, nelangsa banget mulai adegan ini.

review drama korea mother drama korea lee bo young

Soo Ji 'patah hati'. Status hukumnya ini akan susah untuk mengadopsi Hye Na secara legal. Sesuai keputusan pengadilan, Soo Ji dilarang mendekati Hye Na. Soo Ji terpuruk. Sementara Hye Na memendam kesedihan mendalam. Kesedihan ini berakibat pada pola makan Hye Na yang semakin memburuk. Dia terserang anoreksia. Hye Na terlihat riang sehari-hari, namun dia dinyatakan depresi berat oleh psikiater.

Sewajarnya, Seorang Ibu akan menyayangi dengan tulus anak-anaknya. Namun kenyataannya, ada Ibu yang tega menganiaya bahkan membunuh anak kandungnya sendiri. Ada juga seorang ibu yang bukan ibu biologis. Tidak pernah melahirkannya. Namun memberikan kasih sayang yang tulus sama seperti soerang Ibu kandung. Memang ada Ibu yang ditakdirkan untuk melahirkan seorang anak, namun tidak bisa mengasuh seorang anak secara manusiawi. Sementara itu ada seorang Ibu yang tidak punya hubungan biologis namun mampu menyayangi dan mengasuh seperti seorang Ibu kandung. Sebutan Ibu melekat bukan karena hubungan darah semata, namun pada kasih sayang tulus yang diberikannya.

Itulah inti cerita yang diangkat drama Mother. Drama ini diadaptasi dari drama produksi Jepang. Saya belum pernah nonton yang versi Jepang. Belum bisa membandingkan bagus versi yang mana. Kalau mau nonton drama ini siap-siap bawa tisyu. Lumayan menguras hati. Eh iya, bagaimana dengan akhir kisah Soo Ji dan Hye? Bisakah mereka menjadi Ibu dan anak lagi? Ah, tak asyik kalau saya ceritakan di sini. Silahkan nonton sendiri. Pasti lebih seru.


Sumber foto: http://newsimg.sedaily.com/2018/02/26/1RVURKHRJZ_1.jpg

Tuesday, 11 September 2018

Selamat Tahun Baru 1440 Hijriyah

Hari ini tepat 1 Hijriyah. Tahun baru bagi umat Islam. Selamat tahun baru 1440 hijriyah. Tahun baru merupakan moment perenungan sekaligus perencanaan. Dua keadaan yang berbeda namun saling terkait satu sama yang lain.


Perenungan perlu dilakukan sebagai langkah evaluasi diri. Apa yang sudah dilakukan selama satu tahun kemaren? Apa saja perencanaan yang sudah sukses dilakukan? Apa saja yang masih belum berhasil dilakukan? Apa saja kendalanya? Dari berbagai pertanyaan ini akan bisa ditemukan kelebihan dan kekurangan kita. Bukan hanya pengakuan namun yang terpenting adalah keikhlasan untuk menyadari atas segala kesalahan yang sudah dilakukan. Hal terakhir ini yang sulit dilakukan.

Tetapi harus dilakukan. 
Jika tidak bisa, 
maka tak akan mungkin bisa membuat perencanaan untuk 
satu tahun ke depan. 

Baiklah. Memulai tahun baru lebih baik dengan melakukan perencanaan. Apa saja yang akan dilakukan. Ada yang berpendapat untuk membuat rencana dengan target setinggi mungkin. Ini untuk membuat diri sendiri semangat mengeluarkan kemampuan hingga batas maksimal. Kalau saya pribadi lebih suka membuat rencana yang serealistis mungkin. 

Hanya kita yang paling tahu kemampuan maksimal, yang bisa kita kerahkan. Apa gunanya membuat berderet-deret rencana namun hanya sedikit yang terealisasi. Bukan berarti saya pesimis. Tidak. Namun harus ada keseimbangan dalam membuat rencana. Seimbang antara mimpi dan realitas. Kalau saya, ketika membuat sebuah rencana sudah termasuk bikin mind maping proses realisasi rencana-rencana tersebut. Sudah ada di kepala apa saja yang harus saya lakukan agar rencana-rencana ini terealisasi. Biasanya saya tulis rinci. Mulai Step 1 hingga sampai ke goal.

Kalau seandainya di tengah jalan nanti ada halangan yang membuat rencana saya gagal total. Ya, sudah. Harus dicari jalan yang lain. Bisa jadi sangat jauh dari mind mapping yang sudah saya buat. Ya, mau bagaimana lagi. Allah Subhanahu Wata'alla yang berkuasa mengeksekusi rencana kita. Yang penting kan, proposal sudah diajukan. Rencana sudah dibuat. Kerja keras berikhtiar mewujudkan rencana tersebut sudah dilakukan. Bagian terpenting adalah prosesnya. Penuh pembelajaran. Urusan hasil berhasil atau tidak, ya hak prerogatif Allah Subhanahu Wata'alla yang menentukan.     

Apakah sudah membuat rencana-rencana untuk tahun depan? Semoga rencana-rencana kita sinkron dengan rencana Allah Subhanahu Wata'alla. Aamiin. 


Photo by Ugik Madyo


Friday, 31 August 2018

Resensi Buku Pergi, Kemana Takdir Akan Membawa Pergi?

review buku tere liye review buku pergi

Judul : Pergi
Penulis : Tere Liye
Editor : Triana Rahmawati
Penerbit : Republika Penerbit 2018

Buku ini dibuka dengan adegan baku tembak di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat. Lokasi tepatnya di sebuah gudang kontainer Stasiun Kereta Api. Bujang beserta sahabat-sahabatnya (Salonga, White, si kembar-Yuki dan Kiko) berusaha merebut kembali sebuah alat deteksi serangan siber. Alat ini dicuri oleh keluarga El Pacho. Namun sayang, misi di Meksiko ini gagal total. Padahal anak buah El Pacho sudah dilumpuhkan semuanya, tiba-tiba muncul sosok bertopeng. Seorang pria yang menyamar seperti Zorro berhasil mengalahkan Bujang dengan telak dan mengambil alat tersebut. Mereka terpaksa kembali dengan tangan hampa. Alih-alih marah. Bujang justru penasaran dengan sosok Zorro itu.

"... Orang bertopeng itu bilang ke Bujang, Adios, Hermanito." Salonga mengusap dahinya, diam sejenak.(Hal. 44)  

Hermanito artinya my little brother. Padahal Bujang anak tunggal. Ayahnya, Samad hanya menikah dengan Midah, Mamaknya. 'Zorro' fasih berbahasa Indonesia. Sosok asing itu juga tahu nama aslinya. Bagaimana mungkin bisa tahu nama asli Bujang? Hanya 7 orang yang tahu nama asli Bujang, termasuk Ayah dan Mamak. Lima orang sudah meninggal. Hanya tinggal dua orang, Salonga dan Tuanku Imam. Kedua orang ini juga tidak tahu siapa sosok 'Zorro' ini.

Bujang yakin sosok 'Zorro' ini bagian masa lalunya. Kenapa baru muncul sekarang. Kenapa juga orang itu mengincar alat deteksi serangan siber milik Keluarga Tong? Ada banyak misteri yang harus dipecahkan Bujang. Pada saat bersamaan ada banyak masalah yang menimpa keluarga Tong. Bujang saat ini adalah seorang Tauke Besar. Pucuk pimpinan di Keluarga Tong. Salah satu keluarga penguasa shadow economy di Asia Pasifik.

Ada 8 keluarga penguasa shadow economy di dunia ini. Keluarga Tong di Indonesia, Keluarga El Pacho di Meksiko, Keluarga Yamaguchi di Jepang, Keluarga Lin di Macau, Keluarga Otets di Rusia, Keluarga Master Dragon di Hongkong dan satu lagi di Miami Florida. Mereka semua mempunyai latar belakang yang sama. Pada mulanya adalah para mafia bisnis ilegal di 'dunia kegelapan'.

Seiring berjalannya waktu mereka mulai merambah bisnis legal. Perbankan, properti, pertambangan, transportasi, retail dan hampir semua jenis usaha mereka miliki. Keluarga mafia bertansformasi menjadi keluarga konglomerat. Tidak hanya dunia usaha yang mereka kuasai, politisi dan penegak hukum juga dalam 'genggaman' mereka. Delapan keluarga penguasa ini mempunyai kesepakatan tidak akan saling menggangu wilayah kekuasaan masing-masing.

Namun sayang, Keluarga Master Dragon melanggar kesepakatan ini. Mereka berusaha menguasai keluarga shadow economy yang lain. Bujang hampir saja terbunuh oleh sniper kiriman keluarga dari Hongkong ini. Bujang marah besar, dia mulai menyusun strategi untuk 'menghukum' Keluarga Master Dragon. Pada saat yang sama, Bujang juga harus segera merebut kembali alat deteksi serangan siber.

Bujang susah payah menyelidiki masa lalunya. Ternyata 'Zorro' adalah kakak tirinya Diego Samad. Anak yang disembunyikan di Meksiko. Bahkan Ayahnya, Samad tidak pernah tahu dengan kelahiran Diego. Bujang cukup terguncang dengan masa lalu Ayahnya yang baru muncul sekarang. Sementara itu konflik dengan keluarga Master Dragon semakin memanas. Bujang tidak saja harus mempertahankan eksistensi Keluarga Tong. Dia juga harus mempertahankan nyawanya yang diujung tanduk.

"Kehidupanmu ada di persimpangan berikutnya. Dulu kamu bertanya tentang definisi pulang, dan kamu berhasil menemukannya... Ada pertanyaan penting berikutnya yang menunggu dijawab. Pergi. Sejatinya kemana kamu akan pergi?... Bersama siapa? Apa kendaraanya?... Kemana tujuannya? Apa sebenarnya tujuan hidupmu? Itulah persimpangan hidupmu sekarang, Bujang... Kamu akan pergi kemana, Nak?" (Hal. 86)

Ucapan Tuanku Imam terus terngiang. Bujang mengalami dilema. Ada banyak pertanyaan yang terus bergayut dibenaknya. Sementara itu masalah antara 7 keluarga penguasa Asia Pasifik semakin memanas. Konflik dengan Keluarga Master Dragon membawa perubahan besar pada 7 keluarga shadow economy. Keadaan tidak akan sama lagi seperti sebelumnya. Setelah semua konflik ini berakhir dia akan 'pergi' kemana? Semua pertanyaan akan terjawab di akhir buku. Tak seru kalau saya ceritakan semua di sini.

Buku ini merupakan kelanjutan dari Buku Pulang. Namun jangan kuatir. Jika Anda belum pernah membaca Buku Pulang tidak akan terganggu keasyikannya. Pembaca tetap bisa menikmati karena buku ini rangkaian ceritanya 'berdiri sendiri'.

Pada awalnya, saya agak terganggu dengan sudut penceritaan orang pertama dalam buku ini. Tetapi lama kelamaan bisa menikmatinya. Jalan cerita cenderung lebih lambat dari pada buku genre petualangan Tere Liye lainnya. Kalau menurut saya, bila disajikan dengan alur cerita yang cepat seperti Buku Negeri Para Bedebah mungkin akan lebih menghanyutkan. Alur cerita yang cepat membuat pembaca penasaran untuk bergegas sampai di akhir cerita. Karakter tokoh Bujang hampir mirip dengan Thomas di Buku Negeri Para Bedebah. Muda, cerdas, petarung hebat, mempunyai masa lalu kelam dan jago menyusun strategi. Eh, di tengah cerita ternyata muncul si Thomas. Surprise yang menyenangkan.

Bagi Anda yang menyukai buku perpaduan action dan petualangan akan suka dengan buku ini. Meski bumbu romantis juga ada, namun tak berlebihan.


Foto by Ugik Madyo


Thursday, 23 August 2018

Masjid Depan Pelabuhan Kamal Madura, Masjid Baitul Amal

masjid pelabuhan kamal madura

Dari pertama kali berkunjung ke sini, saya selalu menyebut masjid ini sebagai masjid Pelabuhan Kamal. Sebenarnya lokasi masjid ini tidak di dalam Pelabuhan Kamal Madura. Namun berada pas di depan pintu masuk dan keluar Pelabuhan Kamal. Mudah dikenali. Menara bercat hijau dan kuning terang akan langsung terlihat. Sebenarnya nama aslinya adalah Masjid Baitul Amal.

Masjid ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Dahulu kecil bangunannya. Sederhana. Hanya satu lantai. Sudah banyak berubah. Banyak renovasi yang dilakukan, yang tampak Masjid dua lantai berdiri megah sekarang. Dahulu, ada makam penduduk sekitar di sebelah kiri masjid. Pada saat perluasan masjid, lahan makam terpakai. Sudah banyak makam yang dipindahkan. Namun, masih ada beberapa nisan di pojok kiri halaman.

masjid pelabuhan kamal madura


Setelah sholat, saya paling suka duduk-duduk di teras lantai 2. Anginnya sejuk. Meski siang hari panas menyengat namun anginnya tetap sejuk. Kalau capek perjalanan dari Surabaya bisa istirahat di sini. Meluruskan punggung sejenak. Lebih sering sih ketiduran. Saking segarnya menikmati angin sepoi-sepoi. Tidak banyak pengunjung pada siang hari. Lebih tenang. Eh, iya. Meskipun di dalam masjid masih terasa sejuk. Banyak jendela terbuka di sekeliling dinding masjid. Jendelanya tinggi dan lebar. Sirkulasi udara bebas keluar masuk.

Satu lagi yang saya suka di masjid ini ada di dinding dekat tangga yang menuju tempat wudhu wanita. Ada lukisan timbul aneka tumbuhan. Lukisannya detail. Sederhana namun menawan. Secara keseluruhan interior masjid ini sederhana namun tetap elegan. Ciri khas interior Madura tetap ada namun tidak berlebihan.        

masjid pelabuhan kamal madura



Foto: koleksi pribadi