Sunday, 21 January 2018

Balada Amplop Kosong

Musim hujan. Musim nikahan. Halah. Pembukaan yang nggak banget. Judulnya juga nggak banget. Berasa kayak sinetron dengan soundtrack dangdut India aduhay hehe.

Kali ini saya kondangan bersama teman. Suami lagi ada keperluan lain, Beliau cuma bisa antar jemput. Saya janjian bertemu dengan teman ini di parkiran depan gedung resepsi. Dia masih asyik dandan di mobil ketika saya datang.

"Bawa amplop kosong?" Saya menyodorkan amplop.
Selesai beres-beres alat make-up. Dia segera memasukkan uang dalam amplop. Kita pun segera menuju ke gedung resepsi. Salam-salaman. Keliling cemil-cemil makanan. Sambil haha hihi bareng teman lama. Tak lupa foto-foto dalam berbagai gaya. Acara malam itu ditutup dengan acara pamitan yang tak kunjung selesai. Meski bye berkali-kali terucap. Namun obrolan tak kunjung selesai.



Ah ya... ini yang saya mau ceritakan. teman saya ini mempunyai kebiasaan yang unik. Setiap kali datang ke acara nikahan atau khitanan dia selalu memberi amplop kosong. Tidak ada tulisan namanya. Aneh. Padahal sudah maklum adanya kita sengaja ngasih nama di amplop sebagai tanda absen ke tuan rumah. Peninggal jejak bahwa kita hadir di acaranya.

Pernah saya tanya ke dia. Kenapa amplopnya selalu nggak dikasih nama. Untuk menghapus 'hutang' amplop. Apaan sih? jawaban yang aneh. Yah, saya dulu punya pemikiran seperti ini. Namun setelah mendengar penjelannya, saya jadi paham.

Begini. Ada kebiasaan di sebagian masyarakat kita untuk saling berbalas 'isi amplop'. Contoh kasusnya kayak gini. A lagi punya hajat nikah. B diundang trus dia ngasih amplop. Lain waktu kalau B punya hajat entah nikahan atau khitanin anaknya maka A juga di undang. Nah pas diundang tuh, A ngasih amplop minimal sebesar yang pernah dikasih B waktu datang ke nikahan A. Kalau mau lebih juga tidak apa-apa.

Kebiasaan 'berbalas isi amplop' ini masih terjadi di sebagian masyarakat kita. Baik di pedesaan maupun perkotaan. Kebiasaan ini lalu berkembang menjadi suatu keharusan yang kemudian jadi kewajiban tak tertulis. Sewaktu pembukaan amplop setelah selesai hajatan biasanya ada acara pencatatan. Pak ini atau Bu ini berapa rupiah isi amplopnya atau isi kadonya. Sampai segitunya? Ya, masih banyak masyarakat kita yang melakukan hal ini.

Padahal kita tak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Misalnya, sewaktu A menikah, B memberi amplop berisi 500 ribu. Pada waktu menikah, kondisi keuangan A dan keluarganya sedang bagus. B memberikan jumlah sekian atas asas kepantasan. Nah, sewaktu B punya hajat qodarullah kondisi ekonomi A sedang bermasalah. A hanya bisa memberi 100 ribu. Pada daerah tertentu hal seperti ini bisa jadi masalah. Bisa jadi obyek sasaran gosip. Mungkin juga akan menimbulkan percecokan. 

Ah, Ugik lebay. Ya begitulah adanya *nyengir*. Kalaupun tidak terjadi hal-hal seperti diatas, akan muncul rasa sungkan, nggak enak hati. 'Aku dulu diamplopin segitu, masak cuma ngasih segini sekarang'. Ada yang sampai berhutang demi untuk mengisi amplop.

Rasanya kok nggak mungkin kejadian kayak gini terjadi. Namun ya masih terjadi di sebagian masyarakat kita sampai saat ini. Bagaimana ya... Kita hidup di Indonesia. Ada banyak ragam sifat manusia maupun budaya kedaerahan yang unik. 

Saturday, 20 January 2018

Kedai Roti Tisyu Krezz Surabaya



Pas terjebak macet. Pas melihat ke tempat ini. Banner-nya langsung nampol di mata. Saya langsung terpana melihat deretan menu Timur Tengah. Alhamdulillah... nggak perlu jauh-jauh ke daerah Ampel kalau lagi pengen.

Kedai Roti Tisyu Krezz lokasinya di pinggir jalan besar. Sangat gampang dilihat. Ada di daerah Menganti Karangan. Tepatnya di sebelah kiri gapura pintu masuk Perumahan Pondok Rosan. Deretan ruko paling kiri.  


Tempatnya tidak terlalu besar tapi nyaman. Ruangannya tak ada pintu jadi sirkulasi udara terus mengalir. Duduk lama terasa nyaman. Sepanjang saya ngetem di sini lebih banyak yang beli online. Kelihatannya sepi tapi si Mas masak terus tiada henti. Alhamdulillah. Yang penting bukan pengunjung tapi omset hehe.

Saya pesan roti canai dan roti tisyu coklat. Pesanan datang tidak terlalu lama. Padahal semua dibikin dadakan ketika order masuk. Bagus sekali manajemen waktunya. Tahu sendiri lah ya... itu roti tisyu adonan harus dibikin super tipis.

 Roti Canai

Roti tisyu manisnya pas. Lumayan tinggi. Roti canai juga enak. Gurihnya pas. Garingnya pas, gampang disobek-sobek. Bagian dalam juga garing merata. Ada tambahan kari untuk saus. Ini nih. Kari-nya juara. Kental dan nampol bumbunya. Enak banget. Makanan dan minuman di sini harganya antara 9.000 - 20.000 rupiah.



Makanannya enak. Harganya murah. Penyajiannya cepat. Tempatnya nyaman. Kombinasi yang keren. Semoga laris terus kedai ini.

Rating : ♡♡♡♡
Alamat : Jalan Raya Menganti Karangan Surabaya
Buka : jam 12.00 - 22.00 WIB

Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4S
 

Thursday, 18 January 2018

Mie Sexy Pulo Wonokromo Surabaya


Pertama kali melihat tempat ini langsung penasaran sama namanya. Keren ide pemasarannya. Gambar cabai besar berapi menjadi penanda tempat ini. Para pecinta pedas pasti langsung tergiur untuk mencicipi. Berhubung saya tidak terlalu suka makanan pedas ya... biasa-biasa saja.

Kebetulan saya sering lewat jalan di depannya. Saya jadi penasaran pengen coba. Tapi rada ngeri membayangkan pedasnya. Ya wis sudahlah... nekat saja.

Mie sexy mempunyai area terbuka dan tertutup. Area terbuka ada dibagian teras. Sedangkan tertutup ada di dalam bangunan. Bagi Anda yang perokok lebih baik di tempat terbuka saja. Meski di area tertutup ini cukup bagus ventilasi dan perputaran udaranya. Namun kalau ada asap rokok lumayan mengganggu. Daripada nanti diprotes pengunjung lain lebih aman kalau perokok di area terbuka saja.

ruangan indoor

Tempatnya cukup lapang dan enak buat makan sambil ngobrol. Penataan meja kursi fleksibel, gampang ditarik sana sini. Kalau mau datang berombongan lebih dari lima orang lebih baik reservasi dulu. Kuatirnya nanti tidak bisa dapat tempat duduk berdekatan karena penuh. Pada jam makan dan setelah magrib biasanya tempat ini banyak pengunjungnya.

Begitu datang, saya diminta langsung pesan ke bagian 'dapur mungil'. Saya bilang kalau tidak kuat terlalu pedas. Saya disarankan memilih yang original. Rasanya sedikit pedas, sumeg kata orang Jawa.

mie tomyam

Ada dua pilihan mie goreng dan mie kuah. Mie pedas sexy yang goreng. Mie tomyam yang kuah. Untuk minuman ada pilihan rondo teles, rondo garing, rondo sexy dan masih banyak lagi. Heran, kenapa nama minumannya serba rondo hehe. Minumannya enak. Tidak terlalu manis. Cocok dengan lidah saya. Harga makanan dan minuman rata-rata 8.000 rupiah per porsi. Saat ini ada menu baru Dim Sum dengan nama aneka gadis. Silahkan cek di sini.

Mie kekenyalannya pas. Rasanya ringan kayak kurang bumbu. Mungkin ini masalah kebiasaan saja. Saya sering melahap masakan dengan bumbu jangkep yang berlimpah. Kalau makan yang berbumbu ringan berasa kurang nampol. Saya tanya ke beberapa teman yang pernah coba mie sexy katanya enak. Pas di lidah mereka. Kalau soal lidah tak bisa ditawar. Ini masalah selera dan kebiasaan saja. 

Rating : ♡♡♡♡
Alamat : Jalan Pulo Wonokromo no. 285 Surabaya
Buka : jam 10.00 - 23.000 WIB
Reservasi : 0812-3372-7888


Foto : koleksi pribadi menggunakan smartfren AndromaxE2

Tuesday, 16 January 2018

Kedai KPK Karah Surabaya


Aslinya sudah lama lihat tempat ini. Setiap lewat pas kebetulan parkirannya selalu penuh. Tapi mau mampir masih ragu-ragu. Maju mundur nggak jelas. Akhirnya... jeng jeng jeng pada hari hujan yang macet, lapar sudah tak tertahankan. Suami langsung belok ke kedai ini. Tempatnya luas dan banyak meja-meja panjang. Cocok untuk yang ingin makan rombongan.

Konsep tempat ini semi outdoor. Hanya tertutup dibagian atas. Sebagian besar bangunan, interior dan perabotan menggunakan kayu. Meski banyak meja kursi, namun tersedia beberapa spot lesehan. Pasti penasaran apa sih singkatan KPK? Kepanjangannya adalah Kuliner Pinggir Kali (sungai-bahasa Jawa). Kedai KPK berada tepat di pinggir Sungai Brantas. Orang Surabaya lebih mengenal dengan sebutan Sungai Rolak. Angin semilir dari Sungai Rolak menyejukkan ruangan.


Saya kebetulan datang ke sini pas malam hari. Kami pilih tempat di dekat sungai. Ditemani rintik hujan. Dapat hawa romantis ala dinner sejoli kasmaran hahaha.

Menu yang disajikan beragam. Dari camilan ringan hingga makanan berat berlemak. Rasa gurih sampai manis bervariasi. Begitu juga untuk minuman. Panas, hangat atau dingin tersedia. Harga makanan dan minuman antara 12.000 - 41.000 rupiah. 

 
Kakap fillet asam manis

Kami memesan kakap asam manis dan kangkung crispy. Untuk minuman kami berdua milih es lemon tea. Asli penasaran dengan penampakan si kangkung ini. Begitu makanan datang... jeng jeng... Kakap asam manis sudah disajikan dalam bentuk fillet. Bye duri. Makan bisa nikmat tanpa harus ngrokoti duri tengah kakap. Secara keseluruhan enak. Bumbunya pas. Balutan tepung tidak terlalu tebal. Crispy di luar namun daging kakapnya masih lembut. Fillet goreng juga pas kematangannya.

Nah... ini yang ditunggu-tunggu. Kangkung crispy adalah kangkung yang dibalut tepung dan digoreng. Namun kangkungnya sudah dibumbuin. Jadi bukan tepungnya yang dibumbuin. Kematangan kangkungnya pas. Komposisi kangkung dan bumbu juga pas. Wujud gorengannya memanjang. Balutan tepung tidak terlalu banyak. Renyah dan tidak terlalu banyak minyak. Sampai sekarang, kangkung crispy di tempat ini jadi favorit kami.

 Kangkung crispy dengan saus kecap pedas aka sambel kecap

Apa yang kurang dari makanan di tempat ini? porsinya... kurang banyak hehe. Itu kalau bagi kami yang sering makan dikala sudah sangat kelaparan.

Saya sarankan kalau ke sini pagi, siang atau sore lebih baik hindari daerah dekat sungai. Pemandangannya tidak terlalu asyik. Kalau malam baru kelihatan bagus. Aneka lampu yang memantul di permukaan sungai bikin suasana malam semakin syahdu.

Rating : ♡♡♡♡
Alamat : Jl Karah no 4 Surabaya
Buka : Jam 10.30 - 24.000
Reservasi : 031-8274571
       

Foto: koleksi pribadi menggunakan Smartfren AndromaxE2

Saturday, 6 January 2018

Rujak Kikil Bu Suskah Jalan Raya Menganti Babatan Surabaya


Surabaya memang terkenal dengan rujak cingur. Ada lagi rujak kikil. Ini adalah versi murah dari rujak cingur. Rujak cingur versi rakyat jelata. Kalau rujak cingur harganya 20rb - 30rb per porsi. Rujak kikil harganya 10rb - 15rb per porsi.

Lah kok murah? Padahal isi dan komposisi kedua bahan makanan ini sama persis. Yang bikin mahal adalah cingur-nya. Kalau kikil harganya relatif murah. Kikil itu apa sih? kikil adalah daging sapi bagian kaki. Tekstur dagingnya kenyal, mirip seperti cingur. Kalau saya lebih suka makan rujak kikil daripada rujak cingur. Selain harganya mahal. Saya nggak kuat ngebayangin cingur-nya sapi. Emang apaan cingur sapi? hidungnya sapi hehe.

Saya punya langganan dari jaman SD sampai sekarang. Sudah coba rujak kikil mana-mana tapi saya lebih sreg dengan rujak cingur ala Bu Suskah. Beliau lebih dikenal dengan sebutan Mak Sus atau Bu Sus. Dulu pas baru buka, beliau jualan di sebelah gang rumah. Warung beliau dari gedheg. Meja kursi dan tiang penyangga dari bambu semua. Sekarang, beliau sudah punya depot tembok bata. Depot rujak ini nggak pernah sepi. Selalu ramai. 27 tahun saya setia jadi pelanggan beliau.

 Bu Sus beraksi

Apa yang istimewa? bumbu petis dan porsinya. Rujak kikil bu Suskah termasuk porsi besar. Bisa buat makan dua orang dewasa. Bumbu petisnya legit dan banyak juga. Bumbu petis meresap ke semua 'komponen' dalam rujak. Kalau masih ada sisa bumbu bisa  dicocol pakai kerupuk. Bisa juga dicolek pakai tangan terus diklamuti. Masya Allah... nikmatnya. Bumbu petis diuleg dadakan. Bagi yang tidak seberapa suka petis bisa minta dikurangi.

Ada dua versi rujak kikil. Matengan dan campur. Matengan terdiri dari sayur kukus, lontong, kikil, tahu dan tempe goreng yang disiram bumbu petis. Kalau campur semua komponen matengan ditambah aneka buah-buahan diiris tipis lalu disiram bumbu petis. Buah-buahan terdiri dari mangga, nanas, bengkoang dan timun. Harganya semua sama 12.000/porsi.

Tempatnya dimana? di pinggir Jalan Raya Menganti Babatan. Baiklah... saya akan menjelaskan detail dari arah tiga mata angin. Kalau dari arah wiyung, lokasinya di sebelah kanan sebelum pertigaan lampu merah PTC. Kalau dari arah Driyorejo, setelah pertigaan lampu merah PTC lurus saja,  lokasinya di sebelah kiri jalan. Kalau dari arah PTC belok kiri ke arah Wiyung dari pertigaan lampu merah, Rujak Kikil Bu Sus ada di sebelah kiri. Di sepanjang jalan ada banyak warung dan depot. Cari saja banner besar Rujak Kikil Bu Suskah seperti foto di atas.

Selamat berburu. Saya tidak bertanggung jawab kalau nanti jadi kecanduan. Oengen datang lagi... lagi... dan lagi... 

Eh, hampir lupa. Kalau beli disini sebutkan jumlah cabai yang diinginkan. Kalau cuma bilang pedes nanti dikasih cabai segenggam. Bisa dower tuh mulut hehe.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Smartfren Andromax2
       

Thursday, 4 January 2018

Ibu, Teman Curhat No Satu Sedunia


Dari jaman saya masih kecil. Setiap Ibu pulang dari kantor selalu ada rutinitas 'interogasi' ala Ibu.
Udah makan? Makan sama apa?
Main apa tadi di Sekolah?
Jajan apa aja tadi?
Pulang sekolah ngapain aja? 
Suka nggak sama masakan Mbak (asisten rumah tangga)?
Tanya kabar teman sebangku
Absen satu persatu teman-teman dekat yang biasa main sama saya. Teman-teman dekat ini baik di sekolah atau di rumah. Ibu hapal semua nama sobat saya.  
 
Kalau Ibu belum puas ‘menginterogasi’, jangan harap bisa ‘melarikan diri’. Interogasi ini berlaku untuk semua anak-anaknya. Jaman kita masih kecil dulu, rasanya sebel banget ditanya-tanya seperti itu. Saya menganggap Ibu makhluk paling cerewet sedunia. Hiks. 

Tapi ajaib… lambat laun saya kayak kecanduan interogasi. Kalau-nggak ditanya-tanya rasanya ada yang hilang. Apalagi kalau Ibu luar kota lama, rasanya kangen sama kecerewetan beliau.

Lambat laun saya mulai terbiasa cerita ke Ibu. ‘Laporan’ suka rela meskipun tanpa diinterogasi. Entah mulai kapan, saya tidak menyadari. Mulanya hanya cerita biasa kegiatan sehari-hari. Lama-lama soal hati jadi ikut diceritakan. Naksir sama sapa. Ditaksir sama sapa. Jatuh cinta. Patah hati. Musuhan sama teman. Dan.. masih banyak lagi. Akhirny tidak ada rahasia lagi. 

Semua saya ceritakan ke Ibu. Tempat curhat paling aman ya sama Ibu. Dijamin nggak bakal bocor. Masalah serumit apa pun pasti ketemu solusinya. Yang pasti, nggak bikin nyesek lagi kalau lagi sedih banget. Kalau ada yang bilang saya anak mama. Mana urus. Ya iyah lah saya anak mama. Masak anak sapi hehe. 

Saya sampai sekarang masih heran. Sejak masih kecil sampai sekarang Ibu hapal nama teman-teman dekat anak-anaknya. Kalau sering datang kerumah, bukan sekedar nama yang diingat. Beliau juga hapal tempat tinggalnya, orang tuanya, makanan kesukaan, karakter tiap anak, juga atribut khusus yang selalu dipakai. 

Saya dan Ibu sering curhat-curhatan berarti hubungan kita selalu baik? Nggak juga. Pernah marahan? ya pernah lah. Diem-dieman juga pernah. Biasanya kalau ada pertentangan berlawanan arah. Ibu tidak setuju dengan sikap atau pendapat saja. Bisa juga sebaliknya. Wajar lah. Dua kepala dengan rentang usia berbeda. Tapi ya nggak pernah bisa lama. Entahlah. Rasanya nggak enak kalau lama nggak ngobrol bareng. Dunia berasa hampa. Halah.
 
Sampai saat ini, ibu masih jadi teman curhat saya. Tapi dari awal menikah Ibu sudah membatasi. Saya tidak boleh cerita semuanya. Urusan rumah tangga sepenuhnya urusan suami istri, orang luar tidak boleh tahu. Kecuali memang darurat demi menyelamatkan rumah tangga, saya baru diijinkan cerita. Tapi yah… namanya mulut. Suka kebablasan. Ibu langsung menyela… Stop! Jangan diteruskan. 

Gemes. Geregetan. Curhatnya nggak bisa total. Nggak bisa plong. Mau gimana lagi. Saya sudah menikah. Ada batasan jelas mana yang boleh saya ceritakan, mana yang harus dirahasiakan. Tak apalah. Paling nggak saya masih bisa mendapat nasehat dari Ibu dalam menjalani, merawat dan menjaga pernikahan langgeng dunia dan akherat.

Ibu...
My love
My life
My best friend forever

 

Wednesday, 3 January 2018

Curug Pitu Banjarnegara

Tahun lalu, saya ke Banjarnegara naik bis umum. Nah pas naik bis kecil dari Wonosobo ke Banjarnegara saya melihat harta karun. Halah lebay... Aslinya sih plang petunjuk ke arah Curug Pitu di sebelah kiri jalan. Baru tahu kalau ada tempat wisata ini. 

Sesampai di rumah saudara langsung cari info kanan kiri. Searching di ponsel. Ternyata tempat wisata ini sudah lama ada. Akhir-akhir ini baru 'dipoles' dan dimasukkan daftar tujuan wisata Banjarnegara.

Penasaran? Ingin ke sana? Ya pastilah. Curug pitu ada di Desa Kemiri, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Curug pitu dalam bahasa Indonesia artinya air terjun tujuh. Kenapa tujuh? karena ada tujuh air terjun di lokasi wisata ini.

Dari pusat kota Banjarnegara sekitar 10km ke arah Wonosobo. Ada Plang Curug Pitu di pertigaan Jalan Tekidadi. Plang ini terlihat jelas di jalur Banjarnegara-Wonosobo. Ikuti saja plang ini. Kebetulan saya dan suami naik motor. Sensasinya lebih seru. Jalur sekitar 5km berkelok dan naik turun. Jangan kuatir. Sepanjang jalan beraspal mulus. Angin semilir dan matahari yang tidak terik membuat nyaman sepanjang perjalanan. Kami juga disuguhi pemandangan sawah yang indah. Setelah masuk perkampungan, kebun salak luas menemani perjalanan kami. Kalau musim salak atau durian sepanjang jalan banyak penjual berjejer. Salak dan durian masih segar dari kebun.   



Perjalan tak terasa, tiba-tiba sudah sampai di pintu masuk komplek Curug Pitu. Kami pas ke sini hari kerja. Jadi sepi. Hanya kami berdua pengunjungnya. Bayar 10.000 rupiah untuk tiket masuk dan parkir. Kondisi yang sepi lumayan bikin deg-deg-an. Memang area Curug Pitu ini aslinya adalah hutan di punjak bukit. Kalau sabtu minggu atau tanggal merah biasanya ramai pengunjung. Kalau hari kerja selalu sepi tidak ada pengunjung.

Lanjut lah. Dari pintu masuk, kami naik ke gazebo kecil. Langsung terlihat curug ke 7 dengan tinggi sekitar 50 meter. Kalau mau ke sungai dasarnya, kami harus turun ke bawah. Tak terlalu dalam dasar curug ke 7 ini. Sayang kita datang pas musim kemarau. Aliran airnya tidak terlalu deras. Kalau mau ke curug ke 6 dari gazebo naik lagi. Ada tangga semen dengan pegangan. Ikuti saja tangga ini.

Dari curug ke 6 naik terus sampai ke curug ke 1. Curug ke 7 sampai curug ke 1 tingginya sekitar 468 meter. Saya baru setengah jalan menuju curug ke 6 perut sudah kaku. Selain itu suasana yang sepi bikin saya merinding disko nggak jelas. Nanti-nanti saja kalau ramai pengunjung dilanjutkan naik sampai curug ke 1 inshaa Allah.  Tak apalah nggak sampai tuntas. Yang penting sudah sampai kemari. Sudah tidak penasaran lagi.

Kami datang ke Curug pitu awal agustus 2017. Saat itu sedang dilakukan penambahan fasilitas umum untuk pengunjung. Kamar mandi dan kios makanan ditambah jumlahnya. Aneka tanaman bunga juga ditanam di sepanjang pintu masuk hingga pos pembelian tiket. Area parkir diperluas. Ada anak tangga baru dibeberapa tempat.

tangga menuju curug ke 6


Tips buat yang mau ke sini.

Kondisi badan harus benar-benar bagus. Perjalanan dari curug ke 7 sampai curug ke 1 menanjak terus. Kalau memang nggak kuat tidak usah dipaksa. Lebih baik istirahat dahulu atau turun saja. Nggak usah menuruti ego. Bagi Anda yang bermasalah dengan lutut atau pergelangan kaki, lebih baik menikmati pemandangan dari gazebo saja. Masih sangat indah. Tenang saja. (Kiri: view curug pitu dari gazebo)

Kalau bawa anak-anak yang masih kecil lebih baik digandeng selama perjalanan. Jangan sampai anak-anak lepas dari pengawasan para orang dewasa. Kemiringan tangga lumayan curam. Kondisi geografis bukit memang tidak memungkinkan membuat tangga yang landai.

Pastikan rem mobil atau motor berfungsi dengan sempurna. Perjalanan pulang dari Curug Pitu ada beberapa turunan tajam dan berkelok. Rem motor yang kami gunakan sempat bau gosong. Di perkampungan, ada lapangan luas di sebelah sekolah dasar. Lumayan buat mendinginkan rem.

Bagi Anda yang menggunakan mobil. Ketika keluar dari perkampungan, jalan menuju Curug Pitu agak menyempit dan berkelok. Mohon kesabaran dan ketenangannya bila berpapasan dengan mobil dari depan. Lebih baik mengalah kalau memnag tidak memungkinkan untuk jalan bersamaan. Di area kebun salak memang jalan berumput di kanan kiri jalan aspal. Namun ada parit-parit kecil. Kadang  tak terlihat karena tertutup rumput tinggi atau tanaman perdu. Daripada ban mobil terperosok nanti malah repot.

view perjalanan menuju ke Curug Pitu dari Pertigaan Jalan Tekidadi


Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4S
   

Tuesday, 2 January 2018

Resensi Buku Hailstrom Fachrul RUN


Judul : Hailstrom
Penulis : Fachrul R.U.N
Penyunting : Louis Javano
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011

Saya sudah lama sekali tidak membaca buku fantasi karya penulis Indonesia. Kebetulan ketemu buku ini. Saya beli buku ini lama tetapi ketlisut entah kemana pas pindahan habis nikah. Eh, pas beres-beres ketemu hehe.

Berkisah tentang keluarga Hailstrom yang berambisi menguasai dunia. Keluarga bangsawan ini ingin menjadi pemimpin utama di Vandaria. Juga dunia. Petinggi utama klan Hailstrom, Arius berencana untuk menjalin kerja sama dengan Raja Deimos Amurdad, penguasa alam Reigner. Alam kematian yang seluruh penghuninya mempunyai kekuatan sihir dahsyat. Dia akan melakukan segala cara agar keinginannya ini terwujud. Demi mendapatkan kekuatan ini, Arius mengirim pasukan terbaiknya untuk 'mengambil' kekuatan tersebut. Iridio ditunjuk sebegai pimpinan misi menuju alam Reigner.

Demi keinginannya ini, Klan Hailstrom mengirim Iridio untuk mengajak Lavinia. Pendekar wanita ini adalah ahli pedang terbaik di seluruh negeri. Mantan pengawal pribadinya yang sudah pensiun. Dia memilih untuk membesarkan anak tunggalnya. Meski putra mahkota yang turun langsung namun Lavinia tetap menolak. Ketua Klan Hailstrom, Arius menculik anak dan adik Lavinia. Mereka dijadikan sandera agar Lavenia ikut misinya. Dengan terpaksa, Lavenia harus masuk lagi ke medan perang yang sangat dibencinya.

Dari sini, setting cerita sebagian besar adalah medan peperangan. Negeri Reigner penuh dengan monster. Untuk menuju istana Raja Deimos Amurdad, mereka harus menghadapi para monster yang tak ada habisnya. Satu monster mati akan muncul monster baru yang lebih kuat dan lebih pintar.

Pada awalnya Lavinia dan anak buah Iridio berperang untuk menuntaskan misi. Namun kondisi Reigner membuat mereka berubah total. Mereka tidak peduli lagi dengan misi. Mereka bertempur untuk mmepertahankan hidup agar bisa pulang dengan selamat. Bertempur setiap hari membuat tenaga terkuras. Lavinia sempat putus asa namun anaknya lah yang membuat dia terus bertahan. Dalam kondisi terluka parah, Lavinia tetap harus bertempur.

Sebenarnya fokus utama kisah ini ada pada tokoh Lavinia. Perempuan tangguh ini adalah 'nyawa' tim ini. Ilmu pedang yang hebat dan pengalaman bertarung sejak belia sering menyelamatkan nyawa mereka. Mungkinkan Lavinia yang terluka parah bisa menyelesaikan misi? Mungkinkah dia bisa berkumpul lagi dengan anak dan adiknya? 

Hanya para pembaca yang bisa menjawabnya. 


Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone2

Monday, 1 January 2018

2018, Bersih Bersih Riba Tahap 2


2017 adalah tahun pembelajaran buat saya dan suami. Bermula saat suami ikut kajian dengan tema 'kaya tanpa riba'. Kami baru nyadar ternyata riba bukan sekedar bunga bank. Ada banyak hal. Dalam bisnis pun kalau tidak hati-hati akan bersentuhan dengan riba. Astaqfirullah. Kami evaluasi ternyata selama ini banyak kecipratan riba. hiks. Kalau ingat betapa berat hukuman yang harus kami tanggung karena riba. Duh, rasanya nyesek banget. 

Mulai saat itu, kami mulai belajar tentang riba dan bisnis yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam. Diskusi panjang sering kami lakukan. Ternyata bisnis secara syariah tak sesulit yang kami bayangkan. Namun juga tak mudah pelaksanaanya. Intinya nggak pake 'tapi' dan harus yakin pada Allah. Harus tunduk pada ketentuan Al-qur'an dan hadist. Tegas memberi batas mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. 

Bersih-bersih harus total nih. Kami tutup semua kartu kredit. Kami juga beralih menggunakan bank syariah. Penggunaan bank konvensional hanya untuk transaksi jual beli. Untunglah ada Bank Mandiri yang bisa tidak pakai bunga. Hutang-hutang riba kami lunasi satu persatu. Saya stop ikut MLM. Memang ada MLM yang syariah namun saya masih belum bisa menganalisa apakah benar sesuai syariah atau tidak. Untuk lebih amannya, lebih baik saya tidak ikut saja. Asuransi kami tutup. Hanya tinggal BPJS saja yang memang tidak bisa ditutup. BPJS hanya bisa ditutup kalau ada surat kematian. Ya sudahlah tak apa. 

Pada awal kami mulai bersih-bersih riba godaannya besar sekali. Suami beberapa kali mendapat proyek yang kalau ditotal nilainya bisa untuk melunasi semua hutang-hutang kami. Namun terpaksa ditolak suami. Setelah dianalisa dengan cermat ternyata ada unsur riba. Ya sudahlah... kami ikhlas. Untunglah suami bergabung dengan komunitas anti riba. Ada teman-teman yang siap sedia diajak diskusi dan bisa saling menguatkan.

Banyak teman yang sudah memperingatkan. Hati-hati banyak godaan untuk tergelincir ke riba lagi. Kami diminta banyak istiqfar dan selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan. Masya Allah... ujian dari Allah. Benar-benar menguji kekuatan iman kami.

Alhamdulillah... berlahan tapi pasti Allah membukakan jalan keluar untuk masalah-masalah kami. Dulu saya tahu kalau Allah sudah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin. Sekarang saya tidak sekedar tahu namun saya yakin seyakin-yakinnya. Banyak bukti yang sudah Allah tunjukkan pada saya. Banyak ketidak mungkinan yang dijadikan bisa oleh Allah. Sesuatu yang nggak logis kalau dicerna dengan nalar. Namun nyata. Ada buktinya di depan mata saya. Kalau ingat ini semua, saya hanya bisa tersungkur menangis dalam sujud-sujud panjang. Allahu Akbar...

Setiap saat selalu saya selipkan doa khusus. Semoga hutang-hutang kami bisa lunas semua tahun ini. Semoga di sisa usia kami tidak pernah lagi bersentuhan dengan riba. Aamiin.      

Friday, 22 December 2017

Trisia Anti Acne Bikin Jerawat Tak Jadi Masalah


Masalah selalu datang dan pergi. Masalah kecil atau besar silih berganti. Baik masalah keuangan, percintaan, keluarga, karir, pertemanan dan banyak lagi.



Eh... kalau masalah jerawat, termasuk masalah kecil atau besar ya?


Kalau saya tergantung. Kalau tuh jerawat bandel, muncul di 'tempat strategis' dan bikin mood rusak, ya... jadi masalah besar. Tapi kalau cuma seuprit dan bisa bikin tambah ngemesin *eaaaa*  ya... tak masalah lah... hehe.

Kebetulan nih, Surabaya Beauty Blogger bekerja sama dengan Trisia Cosmetics memberi kesempatan pada saya untuk mencoba tentang rangkaian perawatan jerawat produksi Trisia Cosmetics. Trisia acne series berupa sabun cuci muka, cream anti acne dan bedak tabur yang juga mengandung UV protection plus vitamin E. Ternyata menggunakan produk ini jerawat lebih cepat kering.

Formula Trisia mengandung go-sam dari Korea. Apa itu go-sam?

Go-sam adalah kandungan alami Sophora Extract yang diambil dari Bunga Sophora, yang merupakan tanaman berkhasiat dari Korea. Sophora extract mempunyai banyak khasiat. Diantaranya, mengandung anti mikroba, anti radiasi dan mempunyai kemampuan melancarkan peredaran darah.

Inilah yang membuat Trisia Anti Acne membuat jerawat lebih cepat kering. Selain itu luka bekas jerawat bisa cepat kembali normal seperti sedia kala.

Ah... jadi tenang. Urusan jerawat tak jadi masalah sekarang. Bye... jerawat ;)

Thursday, 14 December 2017

Mercusuar Sembilangan Bangkalan Madura


Mercusuar ini berada di desa Sembilangan Kabupaten Bangkalan, Madura. Ada dua mercusuar di Pulau Madura. Satunya lagi di Saronggi Sumenep. Keduanya ini peninggalan Belanda sewaktu masih berkuasa. Bangunannya masih kokoh sampai saat ini.

Lokasi Mercusuar ini dekat dengan Bukit Jaddih. Kalau sudah sampai jalan besar yang akan masuk ke desa Jaddih. Jalan yang ada baliho besar Gua Puteh. Dari jalan besar ini ambil jalan ke kanan. Di kiri jalan nanti ada jalan kembar beraspal, JL Maritim namanya. Belok kiri dan ikuti jalan kembar ini. Jalan ini akan membawa kita langsung ke Mercusuar Sembilangan. Sepanjang jalan Maritim sangat sepi. Kanan kiri lahan kosong. Kalau sudah masuk ke jalan sempit perkampungan, ini berarti kita sudah dekat lokasi.

Apabila ragu-ragu atau takut salah jalan, bisa tanya penduduk sekitar. Namun jangan tanya Mercusuar. Tapi tanya saja lokasi 'lampu Belanda' atau 'lampu Sembilangan'. Masyarakat di sekitar lokasi menyebutnya sebagai 'lampu' bukan 'mercusuar'.

Begitu masuk lokasi Mercusuar, kita disambut deretan pohon yang teduh. Kiri dan kanan jalan banyak warung yang menyediakan aneka minuman dan rujak Madura. Aneka buah dicampur petis Madura nikmat sekali kalau dimakan kala siang yang terik.



Begitu datang kami di sambut penjaga dari TNI AL. Untuk masuk komplek gratis. Mercusuar ini termasuk dalam aset TNI AL sebagai sarana pengawasan wilayah perairan Indonesia saat ini. Kami tidak bisa masuk ke Mercusuar. Namun kami boleh jalan-jalan di dalam kompleks Mercusuar. Sewaktu saya kesana agak sepi. Ada beberapa pasangan yang melakukan pemotretan pre-wedding. Beberapa pengunjung berfoto ria. Namun kebanyakan lebih memilih nongkrong di warung. Kalau saya sih lebih memilih duduk di pinggir pantai sambil menikmati kapal yang lalu lalang.  

Mercusuar Sembilangan dibangun tahun 1879 oleh Z.M. Willem III untuk mengawasi perairan Laut Jawa dan sekitarnya. Menurut cerita yang pernah naik ke Mercusuar, Pulau Sumatra dan Kalimantan bisa terlihat dari puncak.

Tinggi Mercusuar ini sekitar 78 meter. Ada 16 lantai dari bawah hingga puncak. Setiap lantai, terdapat dua jendela di dinding depan dan belakang. Pada setiap lantai terdapat tangga berbentuk melengkung setinggi 3 meter. Tangga ini berwarna hitam. Di setiap ujung bawah tangga ada besi dengan motif sederhana.

 Komplek rumah dinas para petugas jaga Mercusuar

Bagaimana kalau ada kerusakan diatas dan harus diperbaiki? Bagaimana berbagai alat atau bahan bangunan dibawa keatas? Para penjaga kan juga butuh kopi, camilan atau aneka logistik untuk melancarkan tugas penjagaan. Masak semua kebutuhan itu harus dipanggul ke lantai 16. Huaaa... lemes.

Tenang... ternyata ada lift khusus untuk barang. Pada bagian tengah Mercusuar terdapat lubang pipa besi diameter 2 meter. Ini nih lift-nya. Meskipun pengoperasiannya masih secara manual. Lumayan lah... daripada nggendong hehe.

Meski Mercusuar ini di bangun pada Jaman Belanda namun masih berdiri kokoh dan terawat hingga saat ini. Jadi.. tennag saja kalau mau jalan-jalan ke sini.

Wednesday, 29 November 2017

Bukit Jaddih atau Gua Puteh Bangkalan Madura

Danau biru

Jalan-jalan kali ini sengaja milih ke Madura. Ada banyak obyek wisata baru yang menarik di sana. Salah satunya adalah Gua Puteh di Bangkalan. Tempat ini lebih terkenal dengan sebutan Bukit Jaddih.

Pada awalnya lokasi ini adalah tempat penambangan batu kapur yang biasanya digunakan untuk pondasi atau dinding rumah di Madura. Lalu dipercantik dan dikelola secara serius untuk tempat pariwisata. Sampai saat ini pun penambangan batu putih masih aktif dilakukan.

Kolam renang di area bawah

Lokasi penambangan ini dimiliki oleh tiga orang. Maka itu, tempat ini dibagi menjadi tiga area. Bawah, tengah dan atas. Bila akan ke area bawah dari pintu masuk ambil jalan ke kiri. Ada papan petunjuk menuju kolam renang. Jalan masuk ke area bawah agak tersembunyi, diapit dua tebing tinggi. Pada area bawah terdapat kolam renang yang cukup luas untuk dewasa dan anak-anak. Mobil bisa langsung parkir di dekat kolam renang.



Kalau area tengah dari pintu masuk area bawah belok ke kanan. Ikuti penunjuk jalan ke arah Danau Biru. Jalannya sempit dan menurun agak curam. Ada penjaga yang nanti akan mengatur mobil keluar masuk area tengah ini. Tempat parkir ada di atas dan di pinggir danau biru. Banyak spot foto bagus di sini. Pengunjung juga bisa mengitari danau menggunakan rakit dari bamboo (getek).

Naik getek keliling danau biru

Sebenarnya ini bukan danau. Bekas penambangan batu kapur berbentuk seperti kubangan. Air hujan tertampung dalam kubangan ini. Lalu oleh pemilik area dibentuk seperti anjungan di tengah danau lengkap dengan tangga dan jalan menuju ke anjungan tersebut. Air di danau ini jernih sekali. Tapi jangan coba-coba untuk berenang. Airnya ‘panas’ maklum saja air kapur. 

Mungkin Anda bingung lihat foto danaunya berwarna hijau tapi kenapa namanya danau biru? Ini karena faktor bahasa. Warna hijau dalam bahasa Madura adalah biru. Kalau warna hijau sebenarnya dalam bahasa Madura adalah hijo daon


 Penambangan masih aktif dilakukan di area atas. 


Lanjut ke area terakhir yaitu area atas. Jalan menuju area atas dekat dengan jalan menuju Danau Biru. Kalau mau ke danau pilih jalan yang menurun, nah...  ke area atas ambil jalan yang menanjak. Jalannya lumayan curam dan berbatu. Hati-hati bagi yang menggunakan mobil matik. Saya sempat tersendat di tengah tanjakan.

Penambangan masih aktif dilakukan di area atas. Lumayan tidak nyaman mendengar suara bising mesin pemotong batu kapur. Kita bisa naik ke tebing yang paling tinggi. Pengelola sudah membuatkan jalan yang nyaman ke atas. Bagi yang tidak pernah tracking tidak ada masalah. Saya tidak sempat naik ke tebing paling atas. Begitu melihat Danau Biru dari atas, saya segera ingin turun hehe.

Kita bisa naik sampai ke tebing paling atas

Untuk masuk ke tiap area kita dikenakan tarif 5.000 rupiah. Kalau parkir tergantung tukang parkirnya sih. Kalau pas kita keluar dan tukang parkir lagi sibuk ngurusi mobil lain ya... gratis. Ini yang saya alami hehe. Oh iya, kalau ke sini lebih baik bawa makanan dan minuman yang cukup. Jarang penjual dan stock jualannya juga sedikit.

Kalau mau ke sini pilihannya harus menggunakan mobil pribadi. Tidak ada angkutan umum yang masuk ke Bukit Jaddih. Saran dari beberapa teman yang asli Madura, jangan naik motor. Memang lokasi wisata ini di pelosok desa. Jalan menuju ke sana melewati banyak tanah kosong yang sepi. Kuatirnya nanti 'dicolek' begal. Kalau naik mobil, alhamdulillah aman.



Akses jalan ke Bukit Jaddih dari Surabaya cukup mudah dari Surabaya. Bisa lewat jembatan Suramadu atau naik kapal lewat Pelabuhan Kamal. Saya mencoba lewat Kamal dengan menggunakan kapal. Kalau dilihat dari google map, jarak tempuh lewat Kamal lebih dekat. Bisa lebih cepat. Namun ternyata lebih lama karena harus antri masuk kapal hehe. Ini yang saya tidak perhitungkan. Antrian masuk kapal ternyata lama karena satu kapal sedang dalam perbaikan. Ketika pulang, saya sengaja lewat Bangkalan via Jembatan Suramadu. Meski lebih jauh tetapi bisa di tempuh dengan cepat. Jalannya lebar dan tidak macet. Walhasil bisa ngebut kita.

Satu lagi, kalau searching di google map pastikan betul Gua Poteh yang Bukit Jaddih lokasinya di Desa Jaddih. Karena ada dua Gua poteh. Satunya di daerah Arusbaya. Sangat jauh jarak keduanya. Kalau dari Jembatan Suramadu ambil jalan ke arah Bangkalan. Setelah itu lurus saja, nanti melewati Bebek Sinjay sampai ketemu pertigaan. Kalau ke Gua Puteh Bukit Jaddih belok kiri. Sedangkan kalau ke Gua Puteh Arosbaya belok kanan.

Mumpung long weekend. Yuk.. mari halan-halan ke Bukit Jaddih.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone5   

Monday, 27 November 2017

Pantang Menyerah untuk Memberi ASI pada Anak Tercinta


Beberapa waktu lalu, saya menghadiri acara Surabaya Oxytocin Journey di Fruts Cafe. Acara apa sih ini?... Ini adalah acara meet up komunitas pendukung ASI Best Bunda yang disponsori oleh ASI Booster Tea.

Acaranya dikonsep dengan gaya piknik yang santai. Kita duduk lesehan di karpet rumput sambil ngemil dan minum. Plus chit chat singkat dengan 'tetangga' kanan kiri. Eh, meski berkesan santai tapi saya mendapat banyak ilmu baru di acara ini.


Kita sering mendengar anjuran pemerintah untuk ibu ibu yang baru melahirkan, agar memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Lalu melanjutkan pemberian ASI hingga si anak berumur 2 tahun. Hal tersebut bukan saja program pemerintah Indonesia saja. WHO menganjurkan para ibu agar menyusui bayinya selama 2 tahun. Hmm... sebenarnya anjuran ini sudah tertulis di Al-Qur’an. Tuh kan, anjuran ini sudah dari jaman old. 

Pada beberapa kasus Ibu yang ASI tidak bisa keluar. Ada yang berusaha melancarkan ASI dengan minum obat tertentu atau menggunakan cara tradisional. Daun katuk sudah lazim kita dengar bisa melancarkan ASI. Biasanya dimasak sayur bening atau di rebus lalu dimakan dengan nasi sebagai 'kulupan'. Ah ribet... mom jaman now pasti pikirannya gitu. Ada nih yang nggak pake ribet. ASI booster tea. Tinggal seduh dengan air, langsung glek... minum sampai habis. Bahannya dari herbal semua, antara lain: habbatusauda, fenugreek, fennel, anise, alpinia powder, moringa, cinna dan verum powder. Menurut Li Partic, sang founder ASI Booster Tea bisa menaikkan produksi ASI hingga 900%.




Menurut pengalaman teman-teman dan saudara yang berhasil memberikan ASI 2 tahun resepnya adalah positive thinking. Ini ada beberapa resep tambahan dari mereka:

  • Sejak hamil tanamkan niat yang kuat. Cari tahu sebanyak-banyaknya tentang manfaat ASI, baik untuk anak maupun Ibu yang menyusui. Dalam agama Islam, setiap tetes ASI akan mendapat pahala dari Allah. Kalau semangat mulai kendor ingatlah segala kebaikan ASI yang sangat dibutuhkan untuk anak. 
  • Usahakan Ibu jangan stress. Produksi ASI diperngaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berfungsi untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Sedangkan Oksitosin berfungsi untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Kedua hormon ini harus saling berkerja sama. Percuma ASI diproduksi banyak tetapi ASI susah keluar.  
  • Berdamai dengan kondisi badan. Kalau badan sudah terasa capek lebih baik istirahat dulu jangan dipaksakan beraktivitas. Hindari sungkan minta bantuan suami atau keluarga untuk mengerjakan pekerjaan domestik atau menjaga si kecil. Perlu dipahami, meminta bantuan dan memanfaatkan itu jauh berbeda hehe.   
  • Dilarang keras pantang menyerah. Kalau ada kendala menyusui tidak usah panik. Cari tahu sumber masalahnya. Banyak prakter dokter, rumah sakit ataupun klinik bidan yang menyediakan konselor laktasi. Jangan pernah malu bertanya bila ada masalah selama proses menyusui. Kalau ada yang menyuruh nambah sufor karena anak kelihatan kurus tanggapilah dengan sabar. Tarik nafas dalam, senyum lalu jelaskan dengan singkat dan dengan bahasa yang sopan serta sikap yang santun. Yang satu ini nih akan menguras emosi. Terutama kalau datangnya dari orang tua atau mertua. Stock sabar di gudang hati jangan sampe menipis. Kalau tinggal sedikit segera saja borong yang yang banyak hehe. 
  • Saring betul-betul mitos dan kawan-kawannya. Kita hidup dengan tradisi yang kental. Selama hamil dan menyusui ada banyak mitos yang beredar. Tanggapi dengan pikiran jernih jangan cuma pakai hati. Timbang secara logika masuk akal nggak. Kalau nggak masuk akal ya sudah di iyain aja tapi tidak usah dilakukan. Daripada stress mikirin mitos mending fokus pada proses menASIhi saja.
  • Jangan takut makan. Ini nih yang point penting. Menyusui itu biasanya sering lapar. Yang sudah tak apa makan saja. Ntar gemuk. Apa kabar diet? tenang diet baik-baik saja. Dia lagi gaul sama banyak orang diluar sana hahaha. Kurangi nasi, perbanyak sayur, buah dan protein. Plus rajin olah raga ringan. Misalnya, jalan pagi sambil gendong si kecil keliling kampung. Nah, lumayan nih. Bisa membakar banyak lemak. Kalau mau diet ketat nanti sajalah setelah anak umur 2 tahun. Demi... demi anak tercinta. Ikhlas hehe.   
Kalau memang tidak ada kondisi klinis yang dialami Sang Ibu, yang mengharuskan stop memberi ASI. Insyaa Allah ASI akan lancar hingga 2 tahun.

Selamat pantang menyerah Ibu. Kesakitan dan kelelahan dalam proses menyusui. Insyaa Allah akan mendapat banyak pahala dari Allah. Mungkin tak sekarang atau esok. Mungkin nanti atau bertahun kemudian. Entahlah. Hanya Allah yang Tahu. Semoga makin bnayak Ibu yang menjadi pejuang ASI 2 tahun. Aamiin.