Senin, 14 Januari 2019

Mudah Investasi Reksa Dana Syariah MAMI

Rejeki yang dititipkan pada kita jangan diakui sebagai milik kita semua. Sebenarnya untuk apa sih rejeki yang kita dapatkan selama ini? untuk saya dan pasangan, untuk anak, orang tua dan ada juga untuk sedekah. Ada pembagian rejeki untuk masa muda dan masa tua. Untuk sekarang dan masa depan.

cara mudah beli reksadana syariah manulife
Masa Muda
Ada kebutuhan dan keinginan. Biasanya kebutuhan dan keinginan berbanding lurus dengan penghasilan. Penghasilan yang ada cenderung dihabiskan dan tidak ditabung.

Ketika sudah menikah dan punya anak, akan bertambah lagi kebutuhan. Kewajiban orang tua memberikan hak yang terbaik untuk anak. Ada banyak biaya untuk anak ketika masih kecil hingga dewasa. Terkadang ada anak meski sudah menikah namun penghasilannya masih sedikit. Belum bisa mandiri sepenuhnya. Sebagai orang tua tentu ingin membantu memberikan uang tambahan.

Orang tua kita juga aset yang harus diperhatikan kesejahteraannya. Merawat dan menafkahi orang tua adalah kewajiban anak. Kalau mempunyai orang tua yang masih hidup dan sudah tidak bekerja makan beliau menjadi tanggungan kita. Sudah selayaknya kita memberikan uang agar mereka bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Rejeki kita juga untuk orang lain. Dikeluarkan melalui zakat, infak dan sedekah. Rejeki kalau semakin dikekep akan semakin bocor. Rejeki yang sering dibagi-bagi akan semakin bertambah banyak. Seringkali rejeki yang datang dari sumber-sumber yang tak terduga.

Penghasilan - Gaya Hidup = Masa Depan

Konsep diatas masih banyak diterapkan kalangan usia muda. Tabungan untuk masa depan atau masa tua adalah uang sisa. Namanya juga uang sisa. Ya hanya sedikit saja yang secara tak sengaja disisihkan. Kebutuhan di masa muda jauh lebih banyak. Menguras sebagian besar penghasilan. Katanya, sih. Lebih baik prioritasnya untuk yang penting-penting dahulu. Jangan sampai gaya hidup menguras sebagian besar penghasilan.

cara mudah beli reksadana syariah manulife
Pak Legowo Kusumonegoro
Masa Tua
Harapannya ketika sudah tua pengeluaran semakin sedikit. Anak-anak sudah menikah semua. Tinggal di rumah mereka sendiri-sendiri. Tapi kenyataannya? Semakin tua semakin sering berada di rumah. Semakin sering nonton televisi di rumah. Rumah juga semakin melapuk. Biaya listrik, air dan perawatan rumah semakin besar.

Biaya kesehatan juga makin naik. Kondisi tubuh sudah semakin menurun. Lebih gampang sakit. Berobat ke dokter semakin sering. Beli makanan sehat. Beli suplemen dan vitamin yang harganya tidak murah.

Sudah pensiun bosan kalau berdiam diri saja. Mulai melirik hobi yang jaman muda dulu tidak sempat dikerjakan. Ada pengeluaran baru untuk menunjang hobi. Plus inflasi yang terus berjalan. Inflasi umum Indonesia rata-rata 4,79% per tahun.

Kalau dihitung-hitung ternyata pengeluaran masa tua sama saja dengan jaman masih muda dan bekerja. Lalu bagaimana cara menutup pengeluaran ini?

Setelah pensiun hidup dari mana? Program jaminan sosial, program pensiun, bantuan keluarga, kerja lagi setelah pensiun atau kekayaan rumah tangga. Program jaminan sosial dan program pensiun ini memang sudah kita cicil dari jaman masih muda.

Kalau bantuan keluarga nanti anak-anak yang akan menanggung hidup kita. Padahal anak-anak kan juga harus menghidupi keluarganya sendiri. Tentu saja kisaran biayanya juga besar. Apa ya tega membebani anak-anak kita lagi. Mereka tentu suka cita membantu dan tidak akan merasa keberatan. Namun apa ya kita tega menjadi tanggungan anak terus.

cara mudah beli reksadana syariah manulife
Kerja lagi di usia tua tantangannya jauh lebih besar. Tantangan paling utama adalah usia yang sudah tua. Kita harus menghadapi persaingan kerja dengan anak-anak muda. Mereka punya kemampuan yang lebih melek teknologi dan punya energi yang jauh lebih besar dibandingkan kita. Selain itu tenaga kerja tua gajinya lebih mahal. Perusahaan lebih senang memperkerjakan kaum muda karena bisa digaji murah. Masih sanggupkah kita kembali bekerja di usia tua?

Bagaimana dengan kekayaan rumah tangga yang sudah dikumpulkan sejak muda. Properti, mobil, tabungan uang atau tabungan emas? Memang bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan saat masa tua. Sampai kapan kekayaan ini bisa menghidupi kita? Atau bagaimana dengan yang tidak bisa mengumpulkan kekayaan untuk tabungan karena besarnya biaya hidup saat masih muda? Hanya ada rumah dan mobil. Nggak mungkin untuk dijual. Rumah untuk tempat tinggal. Mobil untuk sarana transportasi sehari-hari.

Sepertinya harus ada pasif income, nih. Pendapatan yang tetap ada meski kita sudah tidak lagi bekerja. Setalah tanya sana sini, baca ini itu dan diskusi panjang dengan teman-teman yang paham tentang pendapatan pasif plus diskusi panjang dengan suami. Kita sepakat untuk berinvestasi di Reksa Dana. Alasannya? tidak membutuhkan modal besar. Bisa investasi jangka panjang. Nanti kalau pas sudah pensiun baru diambil.

Saya dan suami sepakat untuk tidak memilih Reksa Dana konvensional. Kami lebih memilih Reksa Dana syariah. Lebih terjamin 'kebersihan' hasilnya. Lebih tenang kalau uang kami diinvestasikan ke perusahaan-perusahaan yang berprinsip syariah.

cara mudah beli reksadana syariah manulife
Kebetulan tanggal 13 januari 2019 berlangsung acara #KopdarInvestarianMami untuk kota Surabaya. Acara #InvestarianSUB3 ini berlangsung di Kaya Resto Jalan Jemursari Surabaya. Pertemuan sesi kali ini membahas tentang Reksa Dana syariah.

MAMI sebagai manajer investasi syariah sudah memiliki ijin sebagai Pihak Penerbit Efek Syariah. Tentu saja juga sudah terdaftar dan diawasi sepenuhnya oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang berwenang di Indonesia.

Seluruh investasi Reksa Dana syariah MAMI pada instrumen yang terdaftar pada DES (Daftar Efek Syariah). Perusahaan yang terdaftar di DES adalah perusahaan-perusahaan terbuka yang memenuhi kepatuhan syariah. Selain itu juga harus lolos seleksi oleh OJK dan Dewan Syariah Nasional MUI. Efek yang diterbitkan harus sesuai dengan akad syariah dan sesuai juga dengan peraturan terkait penerbitan efek syariah.

Selama proses investasi Reksa Dana syariah MAMI dipantau oleh UPIS (Unit Pengelolaan Investasi Syariah) dan diawasi oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah). DPS ini direkomendasikan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) dan memiliki ijin Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM).

Selain investasi hanya pada perusahaan yang terdaftar di Efek Syariah, proses cleansing juga dilakukan pada Reksa Dana Syariah. Proses investasi dari hulu hingga hilir dijaga agar tetap dalam koridor syariah.    
 
cara mudah beli reksadana syariah manulife
Ada 4 macam reksadana syariah dari MAMI (Manulife Asset Management Indonesia):

1. MDKS (Manulife Dana Kas Syariah)
Reksa Dana pasar uang syariah. Pertumbuhan stabil. Potensi lebih besar dari deposito pengelolaan syariah. Pembelian minimal Rp 10.000. Investasi pada instrumen pasar syariah dalam negeri dan atau deposito syariah dan atau efek syariah berpendapatan tetap yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun atau jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun.
Diluncurkan 31 Agustus 2018.

2. MSSI (Manulife Syariah Sukuk Indonesia)
Reksa Dana sukuk. Berbasis sukuk. Pengelolaan syariah incar hasil 2% diatas deposito syariah. Pembelian minimal Rp 10.000. Investasi pada sukuk dan atau surat berharga syariah negara dan atau surat berharga komersial syariah. Masuk kategori layak investasi yang sesuai dengan prinsip syariah di Pasar Modal.
Diluncurkan 12 Mei 2017.

3. MSSA (Manulife Syariah Sektoral Amanah)
Reksa Dana saham syariah. Reksadana saham dengan pengelolaan berbasis prinsip-prinsip syariah. Pembelian minimal Rp 100.000. Berinvestasi pada saham-saham yang sesuai prinsip-prinsip syariah dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sektor-sektor yang memiliki posisi yang baik di bursa dengan memanfaatkan peluang yang ada pada perekonomian Indonesia dan global serta memberikan kinerja investasi jangka panjang yang optimal.
Diluncurkan 21 Januari 2009.

4. MANSYAF (Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS)
Termasuk investasi jangka panjang. Investasi pada efek bersifat ekuitas yang sesuai dengan prinsip syariah, yang dijual melalui penawaran umum dan atau diperdagangkan di Bursa Efek di wilayah Asia Pasifik.
Diluncurkan 15 Februari 2016.

Kalau masalah keamanan dan proses investasi insyaa Allah aman. Nggak butuh uang banyak juga kalau mau beli reksadana. Minimal sepuluh ribu atau seratus ribu. Ya wis coba dulu, lah. Saya coba dulu beli MDKS, produk yang baru diluncurkan. Seratus ribu dulu. Nanti kalau saya nyaman dengan sistem MAMI ya saya beli lagi. Kalau nggak sreg ya tinggal jual saja. Investasinya termasuk jangka pendek. Hanya setahun.

Sama Mas marketing MAMI saya diminta untuk masuk ke klikmami.com. Langsung klik login di kanan atas. Kalau pakai ponsel klik tanda garis tiga di kanan atas. Klik Login warna hijau. Kemudian klik Daftar dan isi semua data diri secara lengkap plus foto KTP yang jelas. Kalau sudah beres isi semua. Klik tulisan transaksi jika pakai laptop. Kalau pakai ponsel klik tanda garis tiga di pojok kanan atas. Lalu klik beli Reksa Dana.

cara mudah beli reksadana syariah manulife

Nah nanti akan muncul tampilan seperti ini. Saya menggunakan ponsel untuk transaksi ini. Tinggal pilih Reksa Dana apa yang mau dibeli. Langsung saja ketik nominal uang yang akan kita beli. Pada bagian bawah ada pilihan cara pembayaran. Tinggal pilih saja. Lalu klik selanjutnya dan ikuti prosesnya hingga akhir. Nanti akan ada konfirmasi ke email transaksi sukses atau gagal. Kalau ada masalah transaksi, Anda akan dihubungi oleh LANI (customer service MAMI).

Oh iya, untuk nama produk akan muncul semua produk MAMI. Menurut saya sih pahami dulu produk apa yang mau dibeli. Caranya klik tanda garis tiga di pojok kanan atas (untuk ponsel). Klik Factsheet & Prospektus. Lokasinya di bagian paling bawah sebelum sign out. Kalau buka klikmami.com via website klik tulisan informasi lalu klik Factsheet & Prospektus. Lalu klik prospektus atau factsheet.

Kalau saya lebih suka informasi yang dipaparkan di bagian factsheet. Bahasanya lebih mudah dipahami orang awam Reksa Dana seperti saya. Informasi seputar produk secara lengkap namun lebih ringkas. Kalau di bagian prospektus sangat detai dan bertaburan istilah Reksa Dana dan bahasa dunia keuangan.

Bagi yang sudah terlanjur punya Reksa Dana konvensional dan ingin beralih ke syariah bisa langsung dilakukan di klikmami.com. Tanpa perlu harus menghubungi call center atau datang langsung ke kantor MAMI. Klik saja Alihkan Reksa Dana lalu ikuti prosesnya hingga akhir. Selesai. Nanti akan ada konfirmasi yang masuk ke email tentang status pengalihan Reksa Dana.

Mudah kan? Mudah banget. Hari gini kalau ada yang susah dan bikin ribet ke laut saja.



Foto: koleksi pribadi dan MAMI    


32 komentar:

  1. Penjelasannya lengkap banget mbak.... Jadi makin banyak pengetahuan yang saya dapatkan mengenai investasi Reksadana Syariah Mami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak... semoga berguna infonya

      Hapus
  2. Investasi mulai saat ini, di masa tua jadi happy

    BalasHapus
  3. Keinginan dan kebutuhan beda tipis ya mbak, kadang kalau gak bisa membedakan maunya semua dituruti saja. Seiring dengan bertambahnya umur apalagi sudah berkeluarga harus bisa mempersiapkan masa tua juga apalagi untuk kebutuhan sekolah dan penisun nanti. Dengan reksadana bisa menjawab kebingungan kita juga untuk menyiapkan dana-dana tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Kalau diingat-ingat sebenarnya lebih banyak keinginan dan kebutuhan. Kalau dituruti terus, bisa-bisa ketetran nabung buat dana pensiun.

      Hapus
  4. Aseli gampang banget ya.. Dan tidak harus dengan uang yang buanyak sudah bisa investasi. Boleh dicoba nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gampang banget, mbak. Pembelian minimal juga murah.

      Hapus
  5. Perencanaan keuangan memang harus sejak dini ya. Tenang banget lagi sekarang mau investasi, sudah ada yg berbasis syariah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Kalau sudah ada reksadana syariah jadi lebih tenang.

      Hapus
  6. Waah...praktis yaa...
    Ada banyak cara untuk investasi di jaman digital ini.
    Semoga gaya hidup yang baik akan berakibat baik juga kelak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah kita higup di jaman digital. Semoga gaya hidup kita masih terkendali.

      Hapus
  7. memang penting ya berinvestasi, karena kita gatau masa depan seperti apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, Mbak. Demi masa depan lebih nyaman.

      Hapus
  8. Perkembangan teknologi semakin pesat, berinvestasi pun kini makin mudah. Terlebih ada pilihan system Syariah-nya. Hidup kita makin dimudahkan untuk berinvestasi nih, semoga kita bisa memanej keuangan dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Saya juga masih terus belajar biar bisa lebih baik mengelola keuangan keluarga.

      Hapus
  9. Mbak saya gak paham apapun tentang reksadana, habis baca ini alhamdulillah jadi tercerahkan. Apalagi ada reksadana syariah ya. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat. Saya juga masih terus belajar mbak.

      Hapus
  10. Investasi zaman now makin canggih ya, mengikuti perkembangan tekhnologi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Mengikuti trend customer jaman now yang maunya praktis nggak pakai ribet.

      Hapus
  11. Ohhh simpel banget ya prosesnya. Aku juga baru mau mulai berinvestasi reksadana sih. Hari gini kalau buat jaminan masa depan emang mendingan uang diinvestasiin, kalau cuma ditaruh di Bank, bukannya untung malang kepotong mulu buat biaya administrasi dan sebagainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, nih mbak. Kalau nyimpen duit Bank suka ngenes. Biaya administrasi gede banget sekarang. Tekor hehe

      Hapus
  12. Sepertinya mudah banget ya & nggak perlu modal terlalu besar, bisa nyisihin dari belanja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak. Bisa menyisihkan dari uang kembalian kalau belanja. Dikumpulin dikit-dikit.

      Hapus
  13. Habis baca artikel di atas aku langsung browsing apa sih reksadana itu?
    Istilah umumnya wadah tempat mengumpul dana dari masyarakat untuk diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek oleh Manajer Investasi.

    ... dan investor itu juga terdiri dari bermacam-macam tipe ya, ada yang konservatif, moderat dan agresif.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Kalau mau beli reksa dana juga harus browsing lengkap dulu. Jangan sampai nanti jadi korban investasi bodong.

      Hapus
  14. Saya dan suami juga mengalihkan simpanan yang berbasis syariah, termasuk persiapan nanti kalau suami pensiun, ada bekal untuk menikmati hari tua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Perlu siap-siap ini untu pensiun kelak.

      Hapus
  15. Sudah saatnya memikirkan investasi buat masa depan ya. Bisa dicoba nie dengan reksadana.

    BalasHapus
  16. Gara-gara follow IG Jouska sedikit2 saya jadi melek finansial dan mulai bikit buat investasi. Selama ini mikirnya nabung aja cukup, tapi setelah tau sedikit banyak jd berpikir lain. Investasi is a must!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nabung kepotong biaya admin ini yang lumayan. Menggerogoti pelan-pelan hehe

      Hapus