Monday, 1 October 2018

Mengenal Reksadana Pendapatan Tetap dan Dana Darurat

reksadana manulife surabaya


Kopdar investarian hadir lagi di Surabaya. Kali ini adalah kelanjutan kopdar sebelumnya. Pembahasan tentang reksadana kali ini kelanjutan dari kopdar pertama. Bila kopdar investarian yang pertama membahas tentang Reksadana Pasar Uang. Pada kesempatan kali ini mengupas tuntas tentang Reksadana Pendapatan Tetap. Selain itu juga ada pembahasan tentang Dana Darurat. Eh, apa lagi ini? Tenang, nanti saya ceritakan juga di tulisan ini.


Reksadana Pendapatan Tetap

Pemateri tentang Reksadana Pendapatan Tetap adalah Pak Legowo (Pak Lek), Dirut Reksadana Manulife. Saya ceritakan ulang tentang Reksadana Pendapatan Tetap dulu, ya. Pada prinsipnya reksadana model ini sama dengan reksadana pasar uang hanya berbeda pada 'tempat' investasinya. Reksadana Pasar Uang diinvestasikan ke deposito. Sedangkan Reksadana Pendapatan Tetap diinvestasikan ke obligasi dan deposito. Untuk 'tempat' investasi ini ada ketentuan 80% dana harus diinvestasikan ke obligasi, sisanya baru ke deposito.

reksadana manulife surabaya

Reksadana Pendapatan Tetap termasuk investasi yang jangka waktunya menengah antara 3-5 tahun. Bagi Anda yang ingin berinvestasi jangka pendek 1-2 tahun lebih baik jangan ambil reksadana ini. Ambil Reksadana Pasar Uang saja. Kenapa demikian? karena sebagian besar investasinya ke obligasi. Secara garis besar obligasi ini sama dengan saham. Untung rugi lebih dinamis. Lebih fluktuatif. Tidak bisa diprediksi.

Resiko rugi Reksadana Pendapatan Tetap lebih besar daripada Reksadana Pasar Uang. Namun untungnya juga lebih besar. Sepadanlah antara resiko dan keuntungan. Oleh karena itu bagi Anda yang ingin berinvestasi jangka pendek dianjurkan tidak mengambil Reksadana Pendapatan Tetap. Misalkan Anda berencana 1 tahun lagi akan mencairkan reksadana. Kuatirnya nanti pas Anda mencairkan, pas nilai obligasinya turun atau mungkin habis turun dan sedang naik perlahan. Walhasil, bukannya untung, malah gigit jari.

Pak Lek mengingatkan ada beberapa perusahaan reksadana yang mengenakan biaya untuk penarikan dana ataupun peralihan dari Reksadana Pasar Uang ke Reksadana Pendapatan Tetap atau sebaliknya. Sebaiknya baca baik-baik segala ketentuan yang ada di kontrak awal pembelian reksadana. Kalau memang ada biaya penarikan Reksadana Pendapatan Tetap hitung baik-baik. Pastikan sisa uang yang akan Anda dapatkan sudah sesuai dengan yang Anda butuhkan. Kalau di Reksadana Manulife tidak ada biaya penarikan ataupun pengalihan Reksadana Pasar Uang ke Reksadana Pendapatan Tetap atau sebaliknya.



Dana Darurat

Apa sih dana darurat itu? ini bisa dibilang tabungan yang tidak boleh diambil kecuali ada masalah yang sangat mendesak baru boleh diambil. Misalnya saja, mengalami kecelakaan atau sakit mendadak dan butuh biaya pengobatan, usaha yang tiba-tiba bangkrut dan dana untuk kebutuhan sehari-hari devisit. Atau masih banyak lagi peristiwa yang tidak direncanakan namun membutuhkan dana segera.

Besaran dana darurat tiap orang berbeda-beda. Sesuai kemauan dan kemampuan masing-masing. Namun idealnya dana darurat yang disediakan itu 5 kali pendapatan perbulan. Besar juga ya? Tenang. Kalau memang tidak ada dana besar yang bisa disimpan sekaligus masih ada cara lain.



Penyediaan dana darurat ini bisa kita cicil tabung perbulan. Bisa menggunakan tabungan biasa atau reksadana. Asal satu hal yang wajib. Disiplin nggak boleh diambil kalau nggak ada keadaan yang sangat mendesak di luar rencana. Nah, yang terakhir ini paling susah. Kalau lihat ada simpanan yang lumayan banyak biasanya suka gatel ingin ambil saja.

Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah merasa untuk mempersiapkan dana darurat mulai sekarang?



Foto by Ugik madyo

    

2 comments:

  1. Kenapa za kalau pembahasan keuangan kayak gini, saya susah buat mengerti. Tapi kalau pegang keuangan mudah banget buat menghabiskan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya enak pegang uang, Mak. Nggak pakai mikir. Pengen beli hayuk. Pengen pergi cuss haha

      Delete