Tuesday, 11 September 2018

Selamat Tahun Baru 1440 Hijriyah

Hari ini tepat 1 Hijriyah. Tahun baru bagi umat Islam. Selamat tahun baru 1440 hijriyah. Tahun baru merupakan moment perenungan sekaligus perencanaan. Dua keadaan yang berbeda namun saling terkait satu sama yang lain.


Perenungan perlu dilakukan sebagai langkah evaluasi diri. Apa yang sudah dilakukan selama satu tahun kemaren? Apa saja perencanaan yang sudah sukses dilakukan? Apa saja yang masih belum berhasil dilakukan? Apa saja kendalanya? Dari berbagai pertanyaan ini akan bisa ditemukan kelebihan dan kekurangan kita. Bukan hanya pengakuan namun yang terpenting adalah keikhlasan untuk menyadari atas segala kesalahan yang sudah dilakukan. Hal terakhir ini yang sulit dilakukan.

Tetapi harus dilakukan. 
Jika tidak bisa, 
maka tak akan mungkin bisa membuat perencanaan untuk 
satu tahun ke depan. 

Baiklah. Memulai tahun baru lebih baik dengan melakukan perencanaan. Apa saja yang akan dilakukan. Ada yang berpendapat untuk membuat rencana dengan target setinggi mungkin. Ini untuk membuat diri sendiri semangat mengeluarkan kemampuan hingga batas maksimal. Kalau saya pribadi lebih suka membuat rencana yang serealistis mungkin. 

Hanya kita yang paling tahu kemampuan maksimal, yang bisa kita kerahkan. Apa gunanya membuat berderet-deret rencana namun hanya sedikit yang terealisasi. Bukan berarti saya pesimis. Tidak. Namun harus ada keseimbangan dalam membuat rencana. Seimbang antara mimpi dan realitas. Kalau saya, ketika membuat sebuah rencana sudah termasuk bikin mind maping proses realisasi rencana-rencana tersebut. Sudah ada di kepala apa saja yang harus saya lakukan agar rencana-rencana ini terealisasi. Biasanya saya tulis rinci. Mulai Step 1 hingga sampai ke goal.

Kalau seandainya di tengah jalan nanti ada halangan yang membuat rencana saya gagal total. Ya, sudah. Harus dicari jalan yang lain. Bisa jadi sangat jauh dari mind mapping yang sudah saya buat. Ya, mau bagaimana lagi. Allah Subhanahu Wata'alla yang berkuasa mengeksekusi rencana kita. Yang penting kan, proposal sudah diajukan. Rencana sudah dibuat. Kerja keras berikhtiar mewujudkan rencana tersebut sudah dilakukan. Bagian terpenting adalah prosesnya. Penuh pembelajaran. Urusan hasil berhasil atau tidak, ya hak prerogatif Allah Subhanahu Wata'alla yang menentukan.     

Apakah sudah membuat rencana-rencana untuk tahun depan? Semoga rencana-rencana kita sinkron dengan rencana Allah Subhanahu Wata'alla. Aamiin. 


Photo by Ugik Madyo