Monday, 30 July 2018

3 Cara Memilih Reksadana Bagi Investor Pemula

Kalau ada kata investasi yang terbayang adalah uang bisa jadi berlipat-lipat banyak. Iyes. Tidak salah memang. Namun juga tidak seluruhnya benar. Ada banyak cara untuk berinvestasi. Bisa dengan deposito di bank, beli properti atau beli emas. Investasi bukanlah seperti sulap. Uang seratus ribu ditaruh di kotak lalu sim salabim jadi ratusan juta. Halooo. Itu cuma ada di sinetron. Yang namanya suatu tindakan pasti ada resikonya. Investasi itu juga mempunyai resiko.  


cara memilih reksadana

Image investasi selama ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kaya. Mereka yang mempunyai banyak uang lebih, bisa dibilang begitu. Namun sekarang ada investasi model baru yang bisa dilakukan semua orang. Hanya dengan uang raturan ribu bahkan bisa dengan puluhan ribu saja. Serius? Ya. Semua itu bisa terjadi bila berinvestasi di reksadana. Namun sebelum saya bahas lebih jauh tentang investasi reksadana, ada satu hal yang pasti. Jika berinvestasi dengan reksadana pastikan bisa dipahami secara logika. Kalau ada tawaran reksadana pastikan untuk selalu berfikir kritis. Masuk akal nggak sih, dengan uang segini, dalam waktu sekian, dapat hasil segini.

Low risk low return
High risk high return
No risk no return

Tiga kata diatas adalah pedoman dasar yang harus dipahami terlebih dahulu oleh para investor pemula. Kenapa pemula? biasanya golongan ini yang paling bernafsu untuk ingin segera mendapat untung besar. Uang banyak. Mulai berinvestasi pada reksadana pada dasarnya harus dilakukan secara bertahap. Sedikit dahulu. Pelan-pelan. Nggak langsung ujug-ujug dapat uang banyak. Hal ini di sampaikan oleh Bapak Legowo Kusumonegoro (Pak Lek) Presiden Direktur MAMI (Manulife Asset Management Indonesia) pada acara Kopdar Investarian tanggal 28 Juli 2018 di Bangi Kopi Surabaya.

Para investor pemula biasanya banyak yang terburu nafsu untuk mendapatkan uang yang banyak. Jauh berlipat-lipat kali dari jumlah uangnya. Berinvestasi pada reksadana itu juga perlu belajar. Investasi sedikit dahulu sambil belajar lebih dalam tentang reksadana. Kalau sudah mulai paham bisa ditambahkan sedikit demi sedikit investasinya. Pelan-pelan saja. Nanti kalau sudah berada di tahap 'paham betul' silahkan investasi dalam jumlah besar. 

reksadana manulife


Proses pembelajaran ini harus dilakukan para investor pemula. Pahami juga dengan teliti bagaimana track record kinerja Manager Investasi. Nanti baru menyesal kalau ternyata reksadananya bodong. Jumlah tertinggi korban penipuan investasi bodong tahun 2017 ada di Jawa Timur. Wuuih. Jangan sampai predikat ini terus melekat. Isin, rek. Pada kesempatan kali ini Pak Lek berbagi ilmu untuk memilih tempat berinvestasi dengan bijak. Waspada sebelum berinvestasi. Bukan berarti curiga melulu, namun harus berhati-hati sebelum membeli. 

Saya sudah menyinggung tentang Manager Investasi diatas. Apa atau siapa sih ini? Begini. Pada model investasi reksadana ada dua penggelola. Bank Kustodian dan Manager Investasi. Bank Kustodian tugasnya mencatat data para investor dan jumlah uang yang investasikan. Sedangkan Manager Investasi tugasnya mengelola uang yang diinvestasikan. Uang yang kita investasikan nanti akan dikelola hingga menghasilkan untung buat para investor. Misalnya: didepositokan, dibelikan obligasi atau dibelikan saham.


reksadana manulife surabaya

Pada tahap ini paham kan, kenapa kita harus tahu track record kinerja Manager Investasi? Tenang saja, pihak Bank Kustodian juga melakukan pengawasan yang ketat pada pihak Manager Investasi. Kalau pihak Manager Investasi mulai 'bandel' pihak Bank Kustodian akan 'menjewernya'. Kalau sudah dijewer tapi Manager Investasi tetap saja bandel maka Bank Kustodian akan melaporkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Otomatis pihak OJK akan melakukan penelitian dan memberi peringatan. Kalau masih tetap bandel maka ijin Manager Investasi akan dicabut. 

Baiklah, sekarang bagaimana memilih reksadana yang bagus biar tidak terperosok pada investasi bodong? Berikut ini saya ringkaskan dari penjelasan Pak Lek:

1. Periksa reksadana di OJK.
Langkah pertama sebelum berinvestasi adalah periksa dulu reksadana ini sudah terdaftar di OJK atau belum. Caranya gimana? gampang. Langsung cek di website ojk.go.id. Kalau memang tidak terdaftar lebih baik nggak usah investasi di reksadana tersebut. Jangan tergiur dengan iming-iming untung besar yang ditawarkan. 

2. Periksa track record Manager Investasi Reksadana
Bagaimana memeriksanya? Kita kan bukan detektif. Bukan pula yang selalu mengikuti perkembangan ekonomi. Coba tanya teman atau saudara. Ada nggak yang pernah investasi di reksadana itu. Kalau ternyata nggak ada yang pernah investasi di sana bagaimana? Tenang. Untunglah kita hidup di abad milenia. Telusuri saja di internet. Setiap hal baik atau buruk akan meninggalkan jejak. Periksa juga siapa saja 'petinggi' di Reksadana tersebut. Mumpuni dibidangnya atau tidak.

3. Periksa kemantapan hati.
Ada ungkapan, kalau ragu-ragu lebih baik tinggalkan. Uji coba dulu kemantapan hati ini. Coba beli reksadana sedikit dulu. Jumlah minimal yang diperjualkan. Pelajari laporan bulanan yang dikirimkan pihak reksadana. Perhatikan perkembangannya. Tes respon customer service dan bagian marketing. Nilai pelayanannya. Termasuk responsif atau tidak. Nilai juga kinerja mereka dalam melayani kebutuhan Anda. 
Kalau sekiranya mulai mantap. Tambah sedikit lagi reksadana Anda. Amati perkembangannya selama beberapa bulan. Kalau terasa nyaman, silahkan dilanjutkan. Kalau masih belum juga ada kemantapan hati, ya sudah berhenti saja. Tarik dana Anda. 

reksadana manulife


Ternyata banyak sekali pelajaran baru yang saya dapatkan pada kopdar investarian Surabaya kali ini. Saya juga baru tahu kalau ternyata bisa beli reksadana secara online. Duh, kemana saja kamu, Gik? hehe. Saya memang belum begitu paham soal reksadana. Jadi penasaran gimana sih bisa beli reksadana secara online. Teman sebelah lagi asyik buka klikmami.com saya ikutan nimbrung. Dia coba-coba daftar. Eh, ternyata gampang. Lalu kami lihat-lihat fitur laporan transaksi dan cara pembelian. Ternyata gini ya. Simple. Nggak perlu ribet harus datang ke kantornya dan antri segala. 

Senangnya. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Eh iya, pada kesempatan kali ini ada juga sesi Mbak Yuniari Nukti memberikan tips dan trik biar sering menang lomba nulis blog. Saya tulis dalam postingan berikutnya ya.


Foto: koleksi pribadi dan Grup Ning Bloger Suroboyo   

       

4 comments:

  1. Keren banget ilmunya MAMI ya, ngajarin pemula untuk melek dan bisa investasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Aku yang buta reksadana jadi lebih paham juga.

      Delete
  2. cocok dech buat pemula, ada yang beresiko rendah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Jadi nggak kuatir banget-banget

      Delete