Sunday, 13 May 2018

Taman Bungkul Setelah Bom Surabaya Meledak

taman bungkul setelah bom surabaya
Taman Bungkul area tengah

Salah satu taman di Surabaya yang asyik buat nongkrong ya ini, Taman Bungkul. Selain taman ini nyaman dan indah, lokasinya juga strategis. Fasilitas penunjang juga lengkap untuk anak-anak hingga manula. Makanan dan minuman banyak 'bertebaran' di seluruh penjuru. Plus... ini nih yang bikin betah nongkrong di sini. Wi-Fi gratis.

Kebetulan hari ini saya, suami dan teman-teman jualan di belakang Taman Bungkul. Eh lah kok pas bom meledak di Surabaya. Car Free Day (CFD) dibubarkan. Jualan jadi sepi. Ya sudahlah, saya akhirnya jalan-jalan keliling Taman Bungkul. Foto-foto ini saya ambil sekitar 1 jam setelah 3 bom Surabaya meledak. Dan... sik ruame, rek.

setelah bom surabaya meledak
Kondisi satu jam setelah bom Surabaya meledak

Orang-orang masih lalu lalang. Ada yang lagi makan dengan nikmat. Orang jalan-jalan dengan santai. Anak-anak masih asyik main. Para penjual juga tetap menunggu dagangannya tanpa wajah tegang atau takut. Hanya acara panggung di lapangan tengah Taman Bungkul dibubarkan. Nggak ada yang panik atau heboh bom. Wong Suroboyo pancen TOP. Saya pun jadi ikutan tenang jalan-jalan keliling. Lanjut ah, jalan-jalannya.

Sejarah Taman Bungkul

Pada awalnya taman ini adalah pelengkap dari kompleks makam Mbah Bungkul. Salah satu pemuka agama Islam di Surabaya yang bernama asli Ki Ageng Supo. Selama hidupnya, beliau lebih dikenal dengan nama Sunan Bungkul atau Mbah Bungkul. Dahulu, taman ini digunakan sebagai tempat istirahat para peziarah. Tak begitu terawat dengan baik. Tanaman ya hanya sekedarnya. Bisa dibilang agak spooky karena pengaruh aura makam. Maklum, taman ini lokasinya persis di depan kompleks makam. Lampu penerangan juga tidak banyak. Saya masih ingat jaman dulu kalau diajak Bapak lewat sini pas malam hari nggak wani noleh ngiri blas, rek.



Penampilan Taman Bungkul mulai berubah sejak Bu Risma menjadi wakil walikota Surabaya. Seperti juga taman-taman kota yang ada di Surabaya. Semua dipoles cantik dengan aneka tanaman dan berbagai fasilitas penunjang yang membuat betah pengunjung. 21 Maret 2007, Taman Bungkul diresmikan sebagai taman kota Surabaya. Salah satu tempat tujuan wisata yang sayang dilewatkan hingga saat ini.

Pemkot Surabaya benar-benar memanjakan pengunjung Taman Bungkul Surabaya. Tak heran kalau sedang main ke sini bisa lupa waktu. Taman ini buka 24 jam. Nggak ada matinya kehidupan di sini. Baik pengunjung maupun para penjual.

1. Arena Bermain Anak

Ini nih tempat favorit anak-anak. Lokasinya ada di sebelah kiri pojok bagian belakang Taman Bungkul. Berdekatan dengan kamar mandi dan area pujasera. Kalau capek bermain tinggal ngacir ke warung makan. Minum sebentar, cemal cemil lalu balik lagi... main hehe. Area ini selalu ramai. Baik siang atau pun malam. Biar saya bukan anak-anak tetapi ini termasuk area favorit saya. Banyak penjual jajanan dan minuman keliling berkumpul di sini. Kalau malas ke area pujasera tinggal panggil mas atau mbak penjual. Eh iya, di area ini juga ada air mancur tinggi, yang biasanya dibuat main air anak-anak. Para ibu lebih baik bawa baju ganti. Daripada anaknya nanti kecewa nggak bolek main air.

taman bungkul surabaya


2. Panggung Terbuka

Area ini berada di bagian depan, tengah. Berhadapan langsung dengan jalan Darmo. Ada tempat duduk permanen bertingkat dari batu di sekelilingnya. Berbagai acara sering diadakan di sini. Tempat ini nyaman di gunakan kalau malam hari. Pagi sampai sore lumayan panas. Agak tidak nyaman kalau duduk-duduk di sini dalam waktu lama.


3. Arena Skateboard dan Sepeda BMX

Ini nih area ABG. Anak muda nyawa dobel berkumpul di sini. Mohon maaf kalau saya menyebut begini. Kalau melihat mereka main skateboard atau free style sepeda BMX rasanya ngeri-ngeri sedap. Aneka sirkuit cukup menantang ada di sini. Beberapa komunitas biasanya berlatih sore atau malam hari. Area ini juga tidak pernah sepi. Lokasinya ada di sebelah kanan belakang Taman Bungkul. Berdekatan dengan rawon kalkulator yang sudah kondang.

taman bungkul setelah bom surabaya meledak


4. Wi-fi gratis

Ada jaringan Wi-Fi gratis yang disediakan oleh telkom. Lumayan cepat kata teman. Namun saya kalau pas ke Taman Bungkul selalu pas ramai. Jadinya ya pas nyoba selalu lemot.

5. Jogging Track dan Terapi Batu

Bagi Anda yang ingin olah raga ringan dengan lari-lari kecil atau jalan kaki di sini juga bisa. Ada jogging track memutar keliling Taman Bungkul. Cukup jauh. Area ini membentang dari pojok ke pojok. Area pas di pinggir luar Taman Bungkul. Sambil jogging atau jalan kaki bisa sambil menikmati Taman bunga atau jalan raya. Nggak akan terasa kalau dua atau tiga kali putaran. Apalagi banyak orang yang lari atau jalan kaki setiap pagi dan sore. Nggak akan terasa capek karena banyak temannya.

Pada beberapa bagian jogging track ada jalur berbatu. Jalur ini yang biasanya digunakan pengunjung untuk terapi pijat kaki. Habis lari atau jalan buka sepatu dan rasakan sensasi senut-senut sedap diatas jalur kerikil ini. Sedap-sedap ngilu.

taman nyaman di surabaya


6. Mobil Perpustakaan

Bagi Anda yang suka membaca. Tenang di sini juga ada fasilitas yang memanjakan kesukaan Anda ini. Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Perpustakaan Surabaya menyediakan mobil perpustakaan keliling. Mobil biru dengan banyak buku ini biasanya parkir di di sebelah pojok kiri depan Taman Bungkul. Lokasinya di pojokan Jalan progo. Dekat dengan mobil pengurusan SIM dan parkir motor. Namun mobil perpustakaan ini hanya ada hari Sabtu dan minggu pagi-siang.

Banyak tumpukan buku di mobil ini. Kalau bingung cari buku yang kita inginkan bisa minta tolong Mbak atau Mas petugas. Mereka ramah-ramah dan siap membantu mencari buku yang kita inginkan. Tapi ingat yo rek, buku ini cuma dipinjam untuk dibaca di tempat jangan dibawa pulang.

Mobil perpustakaan keliling dari Perpustakaan kota Surabaya

7. Area Parkir Luas

Kalau berkunjung ke sini tidak usah bingung soal parkir. Luas. Jlentrekan. Motor dan mobil berapa saja bisa. Bahkan bis juga bisa. Tapi bis biasanya parkir di belakang atau jalan Darmo Kali. Motor bisa parkir di sisi kanan, kiri dan belakang Taman Bungkul. Semua parkir resmi dengan juru parkir berompi. Sedangkan mobil bisa parkir di belakang Taman bungkul atau jalan-jalan di sekitarnya. Kalau di belakang Taman Bungkul masih parkir resmi. Sedangkan parkir di jalan-jalan sekitar tidak resmi. Tapi jangan kuatir tarifnya masih sama dengan parkir resmi. Kecuali minggu pagi event Car Free Day (CFD). Parkir tidak resmi biasanya lebih mahal.


8. Pujasera di Belakang Taman Bungkul

Capek jalan-jalan. Capek olah raga. Capek main. Makan dulu. Biar badan seger. Tenang, rek. Ada deretan makanan di area belakang Taman Bungkul. Lengkap dari makanan ringan sampai berat, dari yang kering sampai basah ada semua. Berkuah maksudnya. Basah nyemek-nyemek juga ada. Mayoritas makanan di sini adalah nasi pecel, nasi campur, nasi sambel penyetan, soto, rawon, bakso, siomay.

Kalau yang khas ada warung Trenggalek, bebek hitam dan rawon kalkulator. Warung Trenggalek ini masakannya dominan pedas. Ada aneka lauk pauk dengan cita rasa Jawa Bagian selatan. Lokasinya ada di tengah agak ke kiri. Kalau Bebek Hitam satu lokasi dengan warung Trenggalek. Sedangkan warung rawon kalkulator ada di pojok sebelah kiri. Sebelahan dengan area skateboard.  

makanan enak di surabaya
Area pujasera dekat dengan area parkir


Foto: koleksi pribadi menggunakan Smartfren Andromax E2

Monday, 7 May 2018

Resoles Sahabat Setia Lumpia

resoles
Resoles versi Indonesia

Resoles (atau risoles) dan lumpia. Layaknya sahabat setia. Seiring sejalan. Se-wadah. Se-penggorengan. Se-penjual. All for one, one for all. Seperti itulah. Biasanya kalau ada pedagang yang berjualan resoles, di situ juga ada lumpia. Keduanya saling melengkapi satu sama yang lain. Kok melengkapi. Ya iyalah. Kalau lumpia dari kulitnya serba keras. Serba kriuk. Kalau resoles serba lembut.

Resoles merupakan dadar tepung berlapis tepung roti. Isiannya bermacam-macam, ada kentang tumbuk, wortel, daging cincang dan irisan telur rebus. Terkadang ada juga tambahan kacang polong. Ada juga yang isinya rogurt. Akhir-akhir ini sedang trend resoles mayo. Resoles dengan isi daging asap atau daging cincang, mayones dan irisan telur rebus. Bentuk resoles mirip dengan lumpia tapi lebih pendek. Ada juga yang berbentuk segitiga. Enak mana? enak semua kalau menurut saya.

Resoles ternyata mempunyai sejarah yang cukup panjang dan unik. Nama resoles berasal dari bahasa Belanda rissole. Konon makanan ini hadir Indonesia pada jaman penjajahan Belanda. Rissole biasanya dihidangkan sebagai teman minum teh para nyonya ataupun nonik Belanda. Namun tidak ada literatur yang menyebutkan rissole ini muncul di Belanda sejak tahun atau abad berapa. Saya sudah coba telusuri tetapi tidak ketemu. Saya justru ketemu sejarah resoles versi Negara Perancis.

Resoles versi Perancis sudah ada sejak abad 13. Kalau di Perancis namanya roinsolles, yang artinya menjadikan coklat. Pada awalnya, roinsolles ini pembuatannya seperti panekuk. Cara memasaknya sederhana, digoreng di penggorengan datar dengan menggunakan lemak sapi atau babi. Kemudian jajanan ini berkembang pembuatannya dengan dibungkus pastry gelembung dan diisi daging cincang. Resoles versi Perancis lebih beragam dalam hal rasa. Ada rasa asin dan manis. Untuk versi manis menggunakan gula halus yang ditaburkan diatas adonan. Setelah matang ditambah dengan saus buah diatasnya. Pembuatan roinsolles juga bervariasi. Selain digoreng ada juga yang di oven.

Selama ini saya belum pernah ketemu resoles manis dengan siraman saus buah. Hmm... jadi ingin coba bikin. Kayaknya enak, nih.    

Tuesday, 1 May 2018

Wisata Baturaden 2018, 5 Area Wisata dalam Satu Lokasi

Sebentar lagi puasa dan lanjut mudik lebaran. Biasanya, mudik sekalian jalan-jalan. Bagi yang mudik ke daerah Jawa tengah, Bagaimana kalau ke Baturaden?  Meski secara geografis tempat ini berada di Banyumas. Namun dekat juga dengan kota Purwokerto. Sekitar 15 km dari utara kota Purwokerto. Wisata Baturaden bisa menjadi alternatif liburan.

baturaden


Di Baturaden ada lokawisata Baturraden, yang berada di lereng Gunung Slamet. Lebih kurang 640m di atas permukaan laut. Meski lokasinya di lereng gunung namun transportasi ke Baturaden mudah. Baik dari Banyumas ataupun dari Purwokerto. Kalau saya lebih suka jalur dari Purwokerto, kalau dulu bisa ditempuh hanya 15 menit. Sekarang sekitar 20-30 menit.

Hampir seluruh lokasi wisata Baturaden berbukit-bukit. Udaranya sejuk. Angin berhembus semilir dari Gunung Slamet. Nikmat kalau ingin jalan-jalan ke seluruh area. Bagi yang ingin berkeliling ke sini, mohon siapkan sepatu yang nyaman. Sayang banget kalau sudah sampai sini tidak bisa puas menjelajah karena kaki sakit gara-gara salah sepatu.

baturaden


5 Area Wisata dalam Satu Tempat

Salah satu keuntungan jalan-jalan ke sini dalam satu lokasi ada beberapa tempat wisata. Jadi menghemat biaya dan waktu. Harga tiket masuk hingga Rp 14.000,-/orang. Nmaun nanti di dalam ada beberapa tempat wisata yang harus bayar lagi. Tenang. Cuma sedikit kok yang harus bayar. Masih banyak yang gratis. Berwisata di sini bisa dari pagi sampai sore keliling. Tergantung pada kekuatan kaki saja. Maklum kondisi geografis naik turun. Sama dengan tracking.

1. Teater Alam Baturaden.
Begitu masuk, langsung terlihat pesawat besar di sebelah kiri samping pintu masuk. Ini dia yang dimaksud teater alam atau bioskop pesawat. Sebuah pesawat Foxer 28 bekas milik Garuda Indonesia Airlines dirombak menjadi gedung bioskop mini. Jika ingin menikmati film di dalam pesawat bayar tiket masuk Rp 10.000,-/orang. Film yang diputar tentang aneka budaya Indonesia, peristiwa tsunami, Gunung Merapi meletus dan lain-lain. Diputar secara bergantian. Durasi film antara 15-20 menit.


wisata baturaden


2. Pancuran Pitu dan Pancuran Telu.
Pitu dan Telu ini bahasa Jawa. Kalau diartikan dalam bahasa Indonesia, pitu adalah tujuh sedangkan telu adalah tiga. Pancuran ini juga dalam bahasa Jawa. Kalau diartikan secara bebas berarti air yang memancar. Kalau mau ke sini harus bayar lagi Rp 10.000,-/orang. Ada pemandian air panas yang mengandung belerang di area ini. Ada juga jasa pijat sulfur Rp 7.500,-/15 menit.

3. Kolam renang.
Area ini yang paling disukai anak anak-anak. Kolam renang yang luas dan bersih. Kalau musim liburan biasanya banyak pengunjung. Lebih baik orang tua mengawasi dengan ketat anak-anaknya. Area ini gratis. Selain itu juga ada area sepeda air. Bisa berkeliling kolam sambil naik sepeda. Lebih baik anak-anak didampingi orang dewasa jika naik wahana ini. Jangan biarkan anak-anak naik sendirian. Wahana ini juga gratis.


4. Taman Botani.
Dahulu ada kebun binatang dengan berbagai satwa unik, namun sekarang sudah tidak ada. Sebagai gantinya di area ini ada taman botani. Berbagai tanaman cantik hadir di sini. Ada juga tanaman obat-obatan herbal.

5. Studio 4 dimensi.
Konon katanya, lumayan seru film 4 dimensi di sini. Keasyikan keliling lokawisata Baturaden malah kelupaan mau ke sini. Sudah sore banget dan mau pulang baru ingat. Ya sudahlah. in syaa Allah lain waktu kalau ke sini lagi.

Selain 5 area wisata seru itu ada juga panggung budaya. Biasanya menampilkan ebeg atau kuda lumping, calung, musik kenthongan, dan musik tradisonal lainnya. Tidak ada jadwal tetap jam dan jenis tampilannya. Biasanya waktu liburan atau weekend. 




Transportasi Mudah ke Wisata Baturaden

Mohon maaf sebelumnya kalau saya share pengalaman hanya dari Purwokerto saja. Belum pernah lewat jalur Banyumas. Ada beberapa referensi di blog tetapi berhubung belum pernah coba, saya tidak berani nulis di sini.



Untuk ke Baturadden dari Purwokerto bisa menggunakan mobil pribadi atau naik kendaraan umum. Kalau mobil pribadi patokannya UNSOED. Dari sini ambil jalan lurus ke utara. Ada plang penunjuk arah. Ikuti saja jalan ini sampai ke terminal atas Baturaden. Sampai di sana ikuti saja papan penunjuk arah ke pintu masuk lokawisata Baturaden.

Kalau mau naik angkutan umum juga mudah. Dari terminal Purwokerto cari saja angkot atau bis yang menuju ke Baturaden. Turun di terminal bawah Baturaden. Dari sini bisa jalan kaki atau naik ojek atau numpak kendaraan terbuka yang menuju ke pintu gerbang Lokawisata Baturaden. Dari terminal bawah Baturaden sampai pintu gerbang sekitar 500m.
 
Buat yang mudik ke Jawa Tengah. Anda males kejebak macet di tempat-tempat wisata di Yogyakarta, Magelang, Solo dan sekitarnya? Bisa bergeser ke Puwokerto atau Purbalingga. Nggak kalah bagusnya tempat-tempat wisata di sana.