Pentingnya Nutrisi Terbaik 1000 Hari Pertama Kehidupan


Pemerintah sedang melakukan program perbaikan gizi untuk anak balita. Tahun 2013, pemerintah Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam rangka 1000 Hari Pertama Kehidupan. Gerakan ini tidak saja melibatkan para aparatur negara, namun seluruh masyarakat Indonesia harus turut serta. Kalangan swasta diharapkan turut aktif andil di program ini. (Sumber: www.bappenas.go.id)

Untuk menindaklanjuti anjuran pemerintah ini, Sarihusada berkomitmen untuk turut serta. Melalui komunitas NUB (Nutrisi Untuk Bangsa) menyelenggarakan acara diskusi tentang kesehatan dan nutrisi di berbagai kota. Salah satunya di Surabaya pada tanggal 3 Maret 2018 di Bangi Kopitiam. Meski hujan deras mengguyur Surabaya sejak pagi, namun sahabat NUB banyak yang hadir sore itu.

 Sesi tanya jawab dengan dr Nur dan Ibu bidan Atik


Sambutan pertama disampaikan oleh Pak Arif Mujahidin, communication directur Danone Indonesia. Beliau mengemukakan NUB akan selalu berperan mendampingi keluarga Indonesia dalam meningkatkan gizi anak. Sejak awal hadir NUB selalu memberikan berbagai informasi seputar gizi untuk anak dan keluarga. Pak Arif juga berpesan pada bloger agar jangan memberi informasi hoax tentang kesehatan. Kasihan nanti yang mengganggap informasi tersebut benar dan dipratekkan.

Acara langsung dilanjutkan pemaparan dr Nur Aisiyah Widjaya, ahli gizi anak dari Rumah Sakit dr. soetomo. Ada anggapan salah bahwa 1000 Hari Pertama Kehidupan(HPK) dimulai sejak bayi lahir. Padahal sejak mulai terjadinya pembuahan hitungan dimulai. Bagi ibu-ibu meskipun sedang tidak dalam program hamil tetap harus memperhatikan makanan dan nutrisi yang masuk dalam tubuh. Bisa jadi seorang ibu sudah dalam kondisi hamil tanpa menyadarinya. Setiap hari tetap harus makan makanan yang sehat. Bukan sekedar makan enak atau makan kenyang. Asupan gizi tidak harus mahal namun berimbang antara karbohidrat, protein, serat dan vitamin.

Pak Arif, dr Nur dan ibu bidan Atik


Bagaimana kalau seorang ibu baru tahu kalau dirinya hamil beberapa minggu? Ya sudah, mulai sejak tahu hamil harus mulai makan sehat. Tidak pernah ada kata terlambat. Masih ada waktu selama janin masih dalam kandungan dan juga 6 bulan masa ASI eksklusif. Pada anak umur 6 bulan saatnya untuk MPASI. Ini adalah periode dag dig dug der buat para ibu. Ada anak yang gampang makan apa saja yang diberikan sang ibu. Ada juga anak yang selalu menolak untuk makan. Ibu dituntut untuk mempunyai persediaan sabar yang super banyak.

Pada masa MPASI adalah masa anak rentan kekurangan zat besi. Kebutuhan anak semakin banyak  memerlukan zat besi dan berbagai vitamin untuk pertumbuhannya yang semakin cepat. Menurut dr Nur, lebih baik para ibu lebih banyak memasukkan menu protein pada makanan MPASI. Daging merah, ayam atau ikan bisa diblender halus dan dicampurkan bubur halus. Menu tersebut lebih baik daripada hanya mencampurkan kaldu saja pada bubur anak. Perkenalkan anak pada aneka sayuran dan buah juga. Biarkan anak mencicipi aneka macam bahan masakan. Hal ini bisa mengurangi anak menjadi pemilih makanan nantinya.  

Demo masak pudding labu oleh Ibu Alina


Pada tahap MPASI perlu dipahami kalau anak masih dalam tahap pengenalan makanan selain ASI. Jangan paksakan anak untuk makan kalau memang menolak atau ngemut (menahan makanan di mulut dalam waktu lama). Hentikan kalau anak sudah mulai menolak untuk makan. Nanti suapin lagi. Jangan sampai anak trauma untuk makan karena ibu terlalu memaksa. Meski hanya sedikit makanan yang ditelan anak tak masalah. Asalkan sering makannya. Pada anak balita lambungnya akan kosong setiap dua-tiga jam. Berilah makanan yang bervariasi. Jangan bubur melulu. Bisa dikombinasi bubur, jus buah, snack atau buah blender yang diberikan selang-seling. Kalau memang anak tidak suka jenis makanan tertentu segera ganti dengan yang lainnya. Ibu harus kreatif padu padan menu.

Pembicara kedua adalah ibu Atik Kasiati dari Ikatan Bidan Indonesia cabang Jawa Timur. Ibu bidan cantik ini menekankan tanggung jawab ibu akan kesehatan dan perkembangan janin yang dikandung. Meskipun anak yang dikandung termasuk dalam kategori tidak dikehendaki, seorang ibu tetep mempunyai kewajiban menjaga asupan nutrisi untuk sang bayi. Terutama pada saat morning sickness. Meski mual tetap harus dicoba untuk makan.



Indonesia kaya akan aneka ragam bahan makanan. Aneka jenis beras, sayur mayur, buah-buahan, hean ternak, ikan laut atau ikan tawar tersedia dari harga yang paling murah hingga paling mahal. Banyak alternatif makanan yang mudah di dapat. Jangan alasan mual bau makan ini, eneg makan ini lalu tak mau menyentuh makanan sama sekali. Kalau mual sama nasi bisa dicoba kentang, jagung, roti gandum, roti biasa atau karbohidrat yang lain. Kalau eneg sama bau masakan yang berbumbu lengkap. Bisa coba yang tumis mungkin sayur berbumbu ringan atau sebaliknya.

Coba terus aneka makanan yang sekiranya bisa ditelan dan tidak bikin mual muntah. Janin dalam kandungan hanya mendapatkan makan dari yang dimakan ibunya. Kalau ibu tidak makan apa-apa lalu janin akan mendapatkan makanan dari mana? Apa jadinya kalau bayi dalam kandungan nanti kurang gizi dan terhambat pertumbuhannya. Apa nggak menyesal nantinya.

Meski ibu hamil harus makan tetapi perlu diperhatikan juga tidak boleh terlalu gemuk. Kenaikan berat badan ibu dan berat badan janin harus proporsional. Batasi makan nasi. Porsinya sedikit saja. Perbanyak porsi protein, sayuran dan buah. Lebih baik makan sering tapi dalam porsi kecil. Tidak usah dibatasi sehari berapa kali makan, kalau memang lapar ya makan saja. Usahakan makan sehat dengan gizi berimbang. Bukan sekedar makan enak atau makan kenyang.

Pada acara ini juga ada demo masak. Ada dua sesi. Ibu Alina Pujawati masak di sesi pertama. Beliau adalah pemenang lomba kreasi resep sehat NUB. Ibu Alina berbagi cara membuat agar-agar labu. Saya yang pernah coba labu dimasak sayur lodeh atau kolak. Ternyata mudah cara membuatnya. Saya mencicipi yang sudah jadi juga enak. Tidak terasa bau dan rasa labu. Seperti puding agar-agar biasanya.

Chef Revaldy dan chef Rissa


Sesi kedua demo masak oleh chef Rissa dan chef Revaldy. Chef Rissa memasak ayam presto daun kelor dan katuk. Sedangkan chef Revaldy membuat cake wortel. Demo masak oleh dua chef ini berlangsu seru dan interaktif. Sambil menerangkan cara memasak. Para peserta dipersilahkan langsung bertanya. Kedua chef sangat komunikatif dalam menjawab pertanyaan. Beliau berdua juga tidak pelit ilmu. Jadi berasa belajar masak bareng teman saja.

Tak terasa hari semakin senja. Sore yang indah. Bisa kumpul dengan teman-teman dan mendapat banyak ilmu baru tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan dan makanan sehat. Semoga lain waktu bisa berkumpul lagi bareng sahabat NUB dan mendapat banyak ilmu lagi.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Smartphone AndromaxE2

Comments

  1. Saya suka banget pudingnya, Mbak. Kapan-kapan tak cobakan ke Salfa.

    ReplyDelete
  2. Acaranya kereennn sungguh padat bergizi

    ReplyDelete
  3. Emang saat MPASI sang ibu harus siap rempooong..
    Aku dulu utk bbrp menu aku siasati dgn makanan homemade yang di bekukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah trik baru ini mbak. Bisa dicoba nih. Makasih ya mbak

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bebek Kayu Tangan Bratang Gede Surabaya

Belanja Kain Kiloan di Pasar Ampel Surabaya

Iwel-Iwel