Skip to main content

THR Surabaya, Kenangan yang Terlupakan


Satu lagi tempat wisata yang menjadi icon Surabaya. Taman Remaja Surabaya namun lebih terkenal dengan sebutan THR. Taman Hiburan Rakyat (THR) yang sebenarnya ada di area belakang. Merupakan komplek pertunjukan kesenian Ludruk, Wayang Orang dan ada gedung khusus untuk Srimulat. Namun banyak orang yang mengenal seluruh komplek hiburan ini sebagai THR. Kalau ditanya TRS banyak yang tidak tahu.

Tahun 80-an tempat ini menjadi pusat hiburan masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Setiap sabtu minggu atau masa liburan selalu penuh pengunjung. Bagi yang pernah tinggal di Surabaya tahun 80-an banyak kenangan terpatri di sini.

Taman mini untuk anak-anak

Meski pamornya sudah mulai memudar saat ini. Namun THR masih setia menjadi tempat hiburan uwong Suroboyo. Meski sabtu minggu sudah tidak seramai dahulu. Namun masih ada beberapa pengunjung yang hadir di sini. Saat ini lebih banyak acara lomba dan pentas seni untuk anak-anak TK dan SD.

Saya terakhir ke sini SMP kelas 3. Tidak banyak perubahan. Aneka permainannya juga tetap sama. Ada penambahan panggung terbuka di bagian samping. Penjual makanan yang dulu terpusat sekarang tersebar di beberapa tempat. Namun berupa kios yang menjual minuman atau camilan saja.

 Area taman lampion

Kebetulan saya ke sini untuk mengantar ponakan yang ikut lomba kreasi pakaian dari bahan daur ulang. Minggu pagi saya datang. Sore jam empat saya kembali. Saya dan suami sengaja berkeliling ke seluruh area THR. Mumpung masih pagi. Masih sepi. Sambil jalan berkeliling kami saling berbagi kenangan jaman masih kecil dulu. Kebetulan saya dan suami sering kesini kalau sabtu atau minggu. Kalau ada saudara yang datang dari luar kota pasti diajak ke sini.


Permainan di area anak-anak masih ramai pengunjungnya. Sedangkan wahana permainan untuk remaja dan dewasa sedikit yang antri. Kalau sekarang yang dominan acara musik yang menyedot banyak penonton di sini. Dari mulai dangdut sampai aliran metal ada. Biasanya ada baliho besar di pintu masuk siapa saja dan kapan akan show di sini.


Kalau mau ke sini transportasinya gampang. Dari terminal Joyoboyo naik bemo V (ve) langsung turun depannya. Bayar bemonya (angkot) 5.000 rupiah/orang. Lokasi THR persis di sebelah Hi-Tech Mall. Sangat mudah menuju ke sini.

Tiket masuk ke lokasi ini 15.000 rupiah/orang. Kalau mau beli tiket terusan juga bisa. Cukup membayar 50.000 rupiah/orang. Kalau masuk menggunakan tiket biasa ada beberapa permainan yang harus bayar lagi. Harga tiketnya 5.000 - 10.000 rupiah/orang.

Foto: koleksi pribadi menggunakan ASUS Zenfone5

Comments

Popular posts from this blog

Bebek Kayu Tangan Bratang Gede Surabaya

Bebek goreng kremes plus sambel pencit (mangga muda)
Kalau ke Surabaya tidak makan bebek rasanya kurang afdol. Satu lagi tempat makan olahan bebek goreng favorit saya. Bebek goreng kremes kayu tangan di Jalan Bratang Gede no. 68 Surabaya. tempat ini langganan saya sejak jaman masih kuliah. Sampai sekarang saya masih singgah ke sini.

Tersedia bebek goreng kremes dan bebek bakar. Saya lebih suka yang goreng kremes. Selain bebek empuk dan renyah. Biasanya saya makan plus tulangnya yang juga empuk. Kriuk-kriuk dikunyah. Sajian kremesnya ini yang bikin nagih. Kalau dimakan dengan nasi hangat dan sambel, sedap nian.

Satu lagi yang istimewa. Sambal pencit. Aslinya sambal bajak atau biasa disebut juga sambal matang yang dicampur dengan serutan mangga muda. Sensasi pedas asam ini yang membuat bebek kremes kayu tangan lebih segar.

Tempatnya tidak terlalu besar. Namun selalu ramai pengunjung. Nyempil diatara deretan toko dan aneka tempat makan di sepanjang jalan Bratang Gede. Interior tempatnya…

Iwel-Iwel

Iwel-iwel adalah makanan tradisional Indonesia yang beredar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Makanan ini termasuk langka karena jarang ada di pasar tradisional atau lapak khusus jajanan pasar. Di Jawa Timur hanya muncul pada upacara tujuh bulanan ibu hamil, aqiqah dan selapanan bayi yang baru lahir. 
Konon, iwel-iwel sudah ada sejak jaman para wali. Berasal dari kata waliwalidayya. Penggalan dari doa untuk orang tua Rabbighfirlii waliwalidayya... Namun karena lidah orang Jawa susah melafalkan, jadinya iwel-iwel. Anak yang dalam kandungan atau yang sudah lahir diharapkan menjadi anak sholeh/sholehah dan selalu mendoakan orang tuanya. Wuih, hanya sebuah kue sederhana ternyata dalam banget filosofinya. 
Ada juga sejarah iwel-iwel versi lain. Iwel-iwel berasal dari bahasa jawa kemiwel. Dalam bahasa Indonesia berarti menggemaskan. Mungkin ini sebagai doa agar anak yang dikandung atau yang sudah lahir akan menjadi anak menggemaskan. Presentasi dari bayi yang sehat, normal tak kurang suatu apapu…

Belanja Kain Kiloan di Pasar Ampel Surabaya

Kawasan Ampel Surabaya selama ini identik dengan Masjid Ampel dan Sunan Ampel. Padahal disana ada wisata belanja dan wisata kuliner yang bikin ketagihan. Pasar Ampel berada di kawasan kampung Arab Surabaya Utara. Pasar ini berada di dalam gang-gang kecil yang ada di kawasan kampung Ampel. Antara toko dan rumah biasa bercampur jadi satu.
Pada awalnya hanya beberapa penjual makanan dan aneka toko yang menjual perlengkapan ibadah. Mereka berjualan untuk melayani kebutuhan yang beribadah di Masjid Ampel. Seiring perjalanan waktu, pengunjung masjid Ampel semakin banyak. Aneka barang dan makanan semakin beragam. Maka kampung Ampel menjelma menjadi pasar besar. 
Aneka jenis kuliner tersedia di sini. Masakan indonesia lengkap. Namun yang paling dominan adalah masakan timur tengah. Wajarlah, kampung kampung Ampel ini juga terkenal sebagai kampung Arab. Banyak tersedia nasi kebuli, nasi magali, kambing guling, lontong bumbu, pukis Ampel, uthuk-uthuk, kopi Arab, dan teh rempah. Lain waktu saya aka…