Saturday, 3 February 2018

Rumah Makan Kartini Sumenep

Kalau sedang wisata ke Sumenep dan ingin mencicipi masakan tradisional Sumenep silahkan datang ke sini. Rumah Makan Kartini sudah menyemarakkan khasanah kuliner Sumenep sejak tahun 70-an.  Rumah makan ini hanya khusus menyediakan aneka masakan tradisional Sumenep.

Rumah makan ini didirikan oleh Ibu Kartini. Ketika Bu Kartini sudah pensiun digantikan putrinya Bu Ningsih untuk mengelola. Kemudian dikelola oleh adik Bu Ningsih saat ini. Lokasinya mudah di cari. Ada di pinggir jalan utama Sumenep. Dekat dengan Keraton Sumenep.

Bangunan dan interior rumah makan ini tetap sama seperti awal berdiri. Meski renovasi dilakukan namun tidak mengubah arsitektur bangunan. Hanya perawatan dan pergantian cat saja yang rutin dilakukan. Kalau makan di sini bukan sekedar lezatnya makanan yang terasa. Namun rasa nostalgia yang akan bertahan lama.

Saya baru pertama kali mencicipi masakan tradisional Sumenep. Ketika masuk Kartini bau masakannya sangat menggoda. Rasanya ingin makan semua menu yang ada. Tapi nggak mungkin lah. Apa kabar perut?

Baiklah. Untung kami datang berenam. Bisa memeilih beberapa menu. Kami mendapatkan cerita panjang lebar dari Sang pemilik tentang aneka ragam masakan Sumenep. Japek daging, tem ayam dan caakee yang kami pilih.

Japek daging adalah daging yang dilumuri bumbu kunyit, dijepit dengan bilah bambu tipis lalu dipanggang. Rasanya kaya dengan bumbu. Gurih. Dagingnya empuk. Ini nih yang bikin nikmat makan. Pembakaran dilakukan setengah proses. Mungkin hanya untuk mengeluarkan aroma bumbu. Daging ini pada dasarnya sudah matang dalam balutan bumbu.

 Japek Daging


Pindah ke tem ayam. Masakan ini seperti semur ayam. Namun kuahnya lebih berlemak. Bumbu masakan juga lebih berat. Ayamnya empuk. Lumer di mulut. Bumbu kuah terasa di semua bagian ayam. Bagi Anda yang sedang kolesterol tinggi lebih baik mencicipi kuah secukupnya  saja.

 cakee

Cakee (baca dengan menggunakan lafal bahasa Indonesia). Yang terakhir dan yang paling enak. Masakan ini biasanya dihidangkan sebagai makanan pembuka di acara pernikahan tradisional adat Sumenep. Penampakan dan cara masaknya seperti cap cay. Ada aneka sayuran plus bakwan, kekean dan jeroan ayam. Topping melinjo goreng dan cakue yang dipotong kecil-kecil sebagai pelangkapnya. Namun ada yang istimewa. Rumah makan Kartini membuat sendiri saos tomatnya dari buah tomat segar. Ini yang membuat kuahnya terasa segar dan tidak eneg. Rasanya saosnya tidak mendominasi. Bumbu khas masih tetap terasa.


Alhamdulillah. Akhirnya kesampaian merasakan masakan khas Sumenep. Tidak jauh beda dengan masakan Surabaya. Masakannya serba daging dan ayam. Unsur sayuran sangat sedikit. Suatu saat ingin lagi ke Sumenep dan mencicipi kuliner yang masih banyak ragamnya.

Oh iya, kalau ingin ke Rumah Makan Kartini pada waktu lebaran atau musim liburan lebih baik telefon dulu. Untuk memastikan masakannya masih ada atau sudah habis. Tempat ini banyak pengunjungnya pada saat-saat tersebut. Satu lagi, rumah makan ini tutup pada jam-jam sholat. Atur waktu sebaik mungkin biar bisa puas makan dengan nyaman.

----------------------------------------------------------------
Alamat : Jalan Diponegoro no 83 Sumenep
Buka : 10.00 - 21.00 WIB
Reservasi : (0328)666600 atau 0819-1919-1233


Foto : koleksi pribadi menggunakan ASUS Zenfone4S

     

No comments:

Post a Comment