Skip to main content

Resensi Buku Hailstrom Fachrul RUN


Judul : Hailstrom
Penulis : Fachrul R.U.N
Penyunting : Louis Javano
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011

Saya sudah lama sekali tidak membaca buku fantasi karya penulis Indonesia. Kebetulan ketemu buku ini. Saya beli buku ini lama tetapi ketlisut entah kemana pas pindahan habis nikah. Eh, pas beres-beres ketemu hehe.

Berkisah tentang keluarga Hailstrom yang berambisi menguasai dunia. Keluarga bangsawan ini ingin menjadi pemimpin utama di Vandaria. Juga dunia. Petinggi utama klan Hailstrom, Arius berencana untuk menjalin kerja sama dengan Raja Deimos Amurdad, penguasa alam Reigner. Alam kematian yang seluruh penghuninya mempunyai kekuatan sihir dahsyat. Dia akan melakukan segala cara agar keinginannya ini terwujud. Demi mendapatkan kekuatan ini, Arius mengirim pasukan terbaiknya untuk 'mengambil' kekuatan tersebut. Iridio ditunjuk sebegai pimpinan misi menuju alam Reigner.

Demi keinginannya ini, Klan Hailstrom mengirim Iridio untuk mengajak Lavinia. Pendekar wanita ini adalah ahli pedang terbaik di seluruh negeri. Mantan pengawal pribadinya yang sudah pensiun. Dia memilih untuk membesarkan anak tunggalnya. Meski putra mahkota yang turun langsung namun Lavinia tetap menolak. Ketua Klan Hailstrom, Arius menculik anak dan adik Lavinia. Mereka dijadikan sandera agar Lavenia ikut misinya. Dengan terpaksa, Lavenia harus masuk lagi ke medan perang yang sangat dibencinya.

Dari sini, setting cerita sebagian besar adalah medan peperangan. Negeri Reigner penuh dengan monster. Untuk menuju istana Raja Deimos Amurdad, mereka harus menghadapi para monster yang tak ada habisnya. Satu monster mati akan muncul monster baru yang lebih kuat dan lebih pintar.

Pada awalnya Lavinia dan anak buah Iridio berperang untuk menuntaskan misi. Namun kondisi Reigner membuat mereka berubah total. Mereka tidak peduli lagi dengan misi. Mereka bertempur untuk mmepertahankan hidup agar bisa pulang dengan selamat. Bertempur setiap hari membuat tenaga terkuras. Lavinia sempat putus asa namun anaknya lah yang membuat dia terus bertahan. Dalam kondisi terluka parah, Lavinia tetap harus bertempur.

Sebenarnya fokus utama kisah ini ada pada tokoh Lavinia. Perempuan tangguh ini adalah 'nyawa' tim ini. Ilmu pedang yang hebat dan pengalaman bertarung sejak belia sering menyelamatkan nyawa mereka. Mungkinkan Lavinia yang terluka parah bisa menyelesaikan misi? Mungkinkah dia bisa berkumpul lagi dengan anak dan adiknya? 

Hanya para pembaca yang bisa menjawabnya. 


Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone2

Comments

Popular posts from this blog

Bebek Kayu Tangan Bratang Gede Surabaya

Bebek goreng kremes plus sambel pencit (mangga muda)
Kalau ke Surabaya tidak makan bebek rasanya kurang afdol. Satu lagi tempat makan olahan bebek goreng favorit saya. Bebek goreng kremes kayu tangan di Jalan Bratang Gede no. 68 Surabaya. tempat ini langganan saya sejak jaman masih kuliah. Sampai sekarang saya masih singgah ke sini.

Tersedia bebek goreng kremes dan bebek bakar. Saya lebih suka yang goreng kremes. Selain bebek empuk dan renyah. Biasanya saya makan plus tulangnya yang juga empuk. Kriuk-kriuk dikunyah. Sajian kremesnya ini yang bikin nagih. Kalau dimakan dengan nasi hangat dan sambel, sedap nian.

Satu lagi yang istimewa. Sambal pencit. Aslinya sambal bajak atau biasa disebut juga sambal matang yang dicampur dengan serutan mangga muda. Sensasi pedas asam ini yang membuat bebek kremes kayu tangan lebih segar.

Tempatnya tidak terlalu besar. Namun selalu ramai pengunjung. Nyempil diatara deretan toko dan aneka tempat makan di sepanjang jalan Bratang Gede. Interior tempatnya…

Iwel-Iwel

Iwel-iwel adalah makanan tradisional Indonesia yang beredar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Makanan ini termasuk langka karena jarang ada di pasar tradisional atau lapak khusus jajanan pasar. Di Jawa Timur hanya muncul pada upacara tujuh bulanan ibu hamil, aqiqah dan selapanan bayi yang baru lahir. 
Konon, iwel-iwel sudah ada sejak jaman para wali. Berasal dari kata waliwalidayya. Penggalan dari doa untuk orang tua Rabbighfirlii waliwalidayya... Namun karena lidah orang Jawa susah melafalkan, jadinya iwel-iwel. Anak yang dalam kandungan atau yang sudah lahir diharapkan menjadi anak sholeh/sholehah dan selalu mendoakan orang tuanya. Wuih, hanya sebuah kue sederhana ternyata dalam banget filosofinya. 
Ada juga sejarah iwel-iwel versi lain. Iwel-iwel berasal dari bahasa jawa kemiwel. Dalam bahasa Indonesia berarti menggemaskan. Mungkin ini sebagai doa agar anak yang dikandung atau yang sudah lahir akan menjadi anak menggemaskan. Presentasi dari bayi yang sehat, normal tak kurang suatu apapu…

Belanja Kain Kiloan di Pasar Ampel Surabaya

Kawasan Ampel Surabaya selama ini identik dengan Masjid Ampel dan Sunan Ampel. Padahal disana ada wisata belanja dan wisata kuliner yang bikin ketagihan. Pasar Ampel berada di kawasan kampung Arab Surabaya Utara. Pasar ini berada di dalam gang-gang kecil yang ada di kawasan kampung Ampel. Antara toko dan rumah biasa bercampur jadi satu.
Pada awalnya hanya beberapa penjual makanan dan aneka toko yang menjual perlengkapan ibadah. Mereka berjualan untuk melayani kebutuhan yang beribadah di Masjid Ampel. Seiring perjalanan waktu, pengunjung masjid Ampel semakin banyak. Aneka barang dan makanan semakin beragam. Maka kampung Ampel menjelma menjadi pasar besar. 
Aneka jenis kuliner tersedia di sini. Masakan indonesia lengkap. Namun yang paling dominan adalah masakan timur tengah. Wajarlah, kampung kampung Ampel ini juga terkenal sebagai kampung Arab. Banyak tersedia nasi kebuli, nasi magali, kambing guling, lontong bumbu, pukis Ampel, uthuk-uthuk, kopi Arab, dan teh rempah. Lain waktu saya aka…