Tuesday, 2 January 2018

Resensi Buku Hailstrom Fachrul RUN


Judul : Hailstrom
Penulis : Fachrul R.U.N
Penyunting : Louis Javano
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011

Saya sudah lama sekali tidak membaca buku fantasi karya penulis Indonesia. Kebetulan ketemu buku ini. Saya beli buku ini lama tetapi ketlisut entah kemana pas pindahan habis nikah. Eh, pas beres-beres ketemu hehe.

Berkisah tentang keluarga Hailstrom yang berambisi menguasai dunia. Keluarga bangsawan ini ingin menjadi pemimpin utama di Vandaria. Juga dunia. Petinggi utama klan Hailstrom, Arius berencana untuk menjalin kerja sama dengan Raja Deimos Amurdad, penguasa alam Reigner. Alam kematian yang seluruh penghuninya mempunyai kekuatan sihir dahsyat. Dia akan melakukan segala cara agar keinginannya ini terwujud. Demi mendapatkan kekuatan ini, Arius mengirim pasukan terbaiknya untuk 'mengambil' kekuatan tersebut. Iridio ditunjuk sebegai pimpinan misi menuju alam Reigner.

Demi keinginannya ini, Klan Hailstrom mengirim Iridio untuk mengajak Lavinia. Pendekar wanita ini adalah ahli pedang terbaik di seluruh negeri. Mantan pengawal pribadinya yang sudah pensiun. Dia memilih untuk membesarkan anak tunggalnya. Meski putra mahkota yang turun langsung namun Lavinia tetap menolak. Ketua Klan Hailstrom, Arius menculik anak dan adik Lavinia. Mereka dijadikan sandera agar Lavenia ikut misinya. Dengan terpaksa, Lavenia harus masuk lagi ke medan perang yang sangat dibencinya.

Dari sini, setting cerita sebagian besar adalah medan peperangan. Negeri Reigner penuh dengan monster. Untuk menuju istana Raja Deimos Amurdad, mereka harus menghadapi para monster yang tak ada habisnya. Satu monster mati akan muncul monster baru yang lebih kuat dan lebih pintar.

Pada awalnya Lavinia dan anak buah Iridio berperang untuk menuntaskan misi. Namun kondisi Reigner membuat mereka berubah total. Mereka tidak peduli lagi dengan misi. Mereka bertempur untuk mmepertahankan hidup agar bisa pulang dengan selamat. Bertempur setiap hari membuat tenaga terkuras. Lavinia sempat putus asa namun anaknya lah yang membuat dia terus bertahan. Dalam kondisi terluka parah, Lavinia tetap harus bertempur.

Sebenarnya fokus utama kisah ini ada pada tokoh Lavinia. Perempuan tangguh ini adalah 'nyawa' tim ini. Ilmu pedang yang hebat dan pengalaman bertarung sejak belia sering menyelamatkan nyawa mereka. Mungkinkan Lavinia yang terluka parah bisa menyelesaikan misi? Mungkinkah dia bisa berkumpul lagi dengan anak dan adiknya? 

Hanya para pembaca yang bisa menjawabnya. 


Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone2

No comments:

Post a Comment