Friday, 26 January 2018

Resensi Buku For One More Day

Judul : For One More Day (Satu Hari Bersamamu)
Penulis : Mitch Albom
Alih Bahasa : Olivia Gerungan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke 3, November 2012


Apa yang akan Anda lakukan kalau diberi kesempatan selama sehari bersama Ibu yang sudah lama meninggal?

Charley Benetto secara tak terduga mendapatkan kesempatan ini. Sebenarnya ada hubungan yang tak jelas antara Charley dan Ibunya. Cinta atau benci. Tak bisa didefinisikan dengan tepat oleh Charley.

Semenjak Ayahnya pergi dari rumah. Charley kecil dan adik perempuannya sangat tergantung pada Sang Ibu. Namun Charley kecil tidak menyukai situasi ini. Anak lelaki ini sangat memuja Ayahnya. Dimatanya, Ayah adalah pahlawan tanpa cela dan tak boleh ternoda. Setiap kali dia bertanya "kenapa Ayah pergi?" tidak pernah ada jawaban dari Sang Ibu. Selama bertahun-tahun pertanyaan itu terlontar Ibu selalu diam. Tak pernah ada jawaban satu kata pun yang terucap.  Dari sinilah Charley membuat kesimpulan bahwa Ayah pergi karena kesalahan Sang Ibu.

Charley tidak menyukai segala yang melekat pada Ibu. Kata-katanya, sikapnya, cara berpakaian dan banyak lagi yang lain. Bahkan wajah Ibunya yang sangat cantik juga tidak disukainya. Bagi Charley segala yang baik hanya pada Ayah. Ketika sang Ayah datang dalam kehidupan mereka. Charley mati-matian berusaha menyenangkan hati Ayahnya. Dia sama sekali mengabaikan perasaan Ibunya yang terluka.

Ketika Sang Ibu mendadak meninggal. Kehidupan Charley jungkir balik. Karirnya hancur. Keluarganya berantakan. Dia dan istrinya harus bercerai. Sang Anak perempuan tunggal tak mengganggapnya sebagai Ayah. Ditinggal istri masih sanggup dia hadapi. Namun dijauhi putri kesayangan merupakan hantaman keras buat Charley. Luka hati yang teramat dalam tak sanggup dihadapi. Charley tenggelam dalam minuman keras.

Hingga suatu ketika dalam keadaan mabuk Charley mengalami kecelakaan. Dia koma. Dalam kondisi koma ini dia 'bermimpi' bertemu kembali dengan Ibunya. Pada saat itu, dia baru menyadari kalau sangat mencintai Ibunya. Dia sangat kehilangan Sang Ibu. Kebahagian yang Charley rasakan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Apa saja yang dilakukan Charley selama sehari bersama Ibunya? Banyak sekali. Silahkan baca buku ini. Sambil siap-siap mewek ya. Yang pasti dari pertemuan ini terungkap apa yang sebenarnya terjadi sampai Sang Ayah meninggal kan rumah. Charley juga terpukul mendengar alasan Sang Ibu yang tak menikah lagi setelah ditinggalkan suaminya.

Meskipun buku ini terbitan lama. Namun tak akan pernah basi dibaca tahun berapa saja. Banyak kalimat-kalimat yang sangat dalam. Terkadang membuat saya terdiam dan tenggelam dalam pikiran saya sendiri. . 

No comments:

Post a Comment