Friday, 11 November 2016

Resensi Buku Hujan


Judul : Hujan
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 1 Januari 2016

Hujan-hujan begini cocoknya bikin resensi buku tentang hujan. Sebenarnya agak merinding ketika membaca buku ini. Penulis menceritakan tentang kehancuran bumi. Saya lebih suka menggunakan kata menceritakan daripada 'meramalkan'.

Pertemuan
Gempa bumi dahsyat telah mempertemukan dua anak, Lail dan Esok. Terjebak di terowongan kereta bawah tanah dan lolos dari terowongan bersama membuat keduanya saling terikat. Gempa bumi membuat Lail kehilangan kedua orang tuanya. Seorang anak tunggal yang selama ini selalu dalam perlindungan dan pelayanan Ibu harus bertahan hidup seorang diri. Bagaimana dengan Esok? Seluruh saudara Esok meninggal dunia, sementara Ibunya hilang.

Esok digambarkan sebagai sosok yang cerdas, mandiri, serba bisa dan mampu cepat beradaptasi. Hidup sebatangkara di pengungsian membuat Lail sangat tergantung pada Esok. Mereka jadi bersaudara. Esok perlahan mendidik Lail untuk mandiri dan tangguh. Penulis menceritakan dengan apik perkembangan emosi dan karakter Lail.

Seiring waktu kedua anak ini bisa menikmati irama hidup di pengungsian. Lail dan Esok sudah dapat menerima kenyataan kalau seluruh keluarga mereka sudah meninggal. Namun sebuah kabar mengejutkan datang. Ibu Esok ternyata masih hidup, meski kondisinya sakit parah. Mereka bertiga hidup bersama sebagai keluarga baru. Lail dianggap anak sendiri oleh Ibu Esok.

Cinta
Lail dan Esok harus berpisah ketika remaja. Esok mendapatkan beasiswa di jurusan teknik sebuah universitas terkemuka di Ibukota. Sedangkan Lail memilih masuk sekolah asrama. Keduanya jadi jarang bertemu. Esok sibuk melakukan berbagai penelitian di kampusnya. Dia telah menjadi anak angkat walikota. Banyak proyek pembangunan kota yang melibatkan dirinya. Semakin lama Lail dan Esok sangat sulit bertemu. Namun, Esok selalu menemani Lail berziarah di lubang terowongan setiap tahun. Pada hari yang sama ketika Ibu Lail dan saudara-saudara Esok tertimbun ketika gempa.

Hubungan kakak adik sejak kecil lambat laun berubah menjadi cinta dewasa. Lail memendam perasaan itu tanpa ingin Esok tahu. Hanya sahabatnya Maryam yang tahu isi hati Lail. Hubungan Lail dan Esok semakin merenggang dengan kehadiran anak Walikota yang cantik jelita. Lail mengesampingkan perasaannya pada Esok. Dia lebih memilih untuk memposisikan dirinya sebagai adik Esok. Gadis remaja ini berkonsentrasi pada pekerjaannya sebagai relawan untuk mengubur sosok Esok.  

Bumi
Seiring waktu bumi semakin rusak. Setiap negara berusaha untuk merekayasa cuaca demi kepentingan negaranya sendiri. Musim dingin panjang di negara sini. Sementara musim panas panjang di negara sana. Kekeringan dan kekurangan pangan menjadi permasalahan global.

Akhirnya muncul pemberitaan bahwa telah terjadi kerusakan cuaca global. Diperkirakan akan terjadi cuaca sangat ekstrim di seluruh belahan bumi. Banyak ahli meramalkan bumi akan semakin rusak dan manusia akan punah. Para pemimpin dunia berkumpul untuk merencanakan upaya penyelamatan bumi. Mereka akan membuat sebuah pesawat raksasa yang membuat spesies-spesies unggulan dari bumi. Pesawat ini akan berada diangkasa hingga bumi dianggap sudah normal kembali. Esok menjadi salah satu tim inti pembuat pesawat ini.

Pada bagian ini, saya mulai agak bete. Kenapa ceritanya jadi Hollywood gini? Ah, sudahlah. Abaikan pendapat saya. Anda pasti penasaran bagaimana akhir nasib bumi? Bagaimana hubungan Esok dan Lail selanjutnya? Bocoran sedikit saja. Ternyata eh ternyata Esok juga memendam cinta pada Lail. Tapi kan ada si cantik jelita anak Pak Walikota. Esok juga banyak hutang budi pada Pak Walikota. Hmm... Silahkan baca sendiri. Tidak seru kalau saya ceritakan di sini hehe.

No comments:

Post a Comment