Saturday, 30 July 2016

Mie Ongklok

Mie Ongklok versi Banjarnegara

Saya pertama kali merasakan mie ongklok di kawasan wisata Dieng. Apa sih mie ongklok ini? Ongklok berasal dari kata kocok. Penampakan makanan ini mirip dengan mie kocok. Namun kuahnya berbeda. Mie lembut dengan balutan kuah kental terasa nikmat di lidah. Mie panas ini cocok untuk menghangatkan perut di udara dingin. Sejak saat itu, setiap kali bertemu mie ongklok saya selalu sempatkan untuk mencicipinya. 

Makanan ini sederhana namun mengenyangkan dan memenuhi kaidah gizi lengkap. Ada karbohidrat, serat dan protein dalam satu porsi penyajian. Cara pembuatannya juga mudah. Mie kuning, kubis (kol) dan sawi di rebus. Ketika direbus, mie sesekali dikeluarkan dan diongklok (dikocok) pada wadah seperti saringan. Hal ini dilakukan agar mie matang merata. Setelah matang. Mie, kubis, dan sawi dimasukkan mangkok lalu disiram kuah. Ditaburi bawang merah dan terakhir... ditambahkan sate diatasnya.  

Saya sudah mencoba mie ongklok versi Wonosobo, Purworejo dan Banjarnegara. Meskipun rasanya hampir sama namun ada perbedaan rasa dan tekstur kuah di ketiganya. Entah ini karena asal wilayah atau pembuatnya. Mie ongklok versi Wonosobo kuahnya sangat kental dan bumbu rempah sangat terasa. Kalau versi Purworejo, kuahnya encer namun terasa pekat bumbunya. Sedangkan versi Banjarnegara, kuahnya encer dan bumbunya jauh lebih ringan. Menurut saya, kurang nendang untuk versi yang terakhir. Saya paling suka dengan versi Wonosobo. Lenih mantap di lidah.

Untuk sate, kalau versi Wonosobo menggunakan daging sapi/kambing dengan dan terasa bumbunya. Kalau dimakan sendirian tanpa mie ongklong masih terasa nikmat. Sate pelengkap versi Purworejo dan Banjarnegara menggunakan daging ayam. Namun semuanya berbumbu nikmat dan bisa dimakan sendirian tanpa mie. Ada satu hal yang saya masih heran. Dari pertama kali makan mie ongklok tahun 2009 sampai sekarang, jumlah satenya 3 tusuk semua. Tidak ada yang kurang atau lebih. Kalau mau nambah, bayar ekstra. Iseng saya tanya beberapa penjual. Katanya, memang sudah begitu dari jaman nenek moyang *nyengir. Gagal deh dapat info sejarahnya.


Untuk yang ingin coba mie ongklok, begitu mangkuk sampe di tangan. Segera makan meski masih panas. Udara yang dingin membuat makanan ini cepat dingin. Mie ongklok lebih nikmat kalau dinikmati selagi panas. Sensasi rasanya akan berbeda ketika hidangan ini sudah dingin. Selamat mencoba dan selamat ketagihan.

Foto : koleksi pribadi dengan menggunakan Asus Zenfone5    

No comments:

Post a Comment