Tuesday, 16 February 2016

Kue Leker, Jajanan Ngetop Tahun 80-an


Kue ini salah satu kesukaan saya sejak masih kecil. Kalau jam istirahat sekolah, jajanan ini yang saya tuju pertama kali. Manis dan renyah yang bikin nagih. Konon, nama 'Leker' diambil dari bahasa Belanda yang berarti enak banget.

Kue dengan penampakan dan rasa yang hampir mirip banyak beredar di benua Eropa. Ada yang lembut, ada juga yang kering. Rasa dan topping ada 2 variasi, manis dan asin. Beruntunglah saya, kue ini banyak beredar di Indonesia. Di dunia jajanan Indonesia, ada versi mahal kelas restoran atau versi murah meriah.

Kalau versi mahal karena faktor isi dan merk dagang. Banyak tersedia di gerai-gerai Mall. Namanya juga lebih keren, crepes. Rasanya sih sama. Versi murah meriah ada beberapa yang saya jumpai di depan atau halaman Sekolah Dasar Negeri dan juga TK. Kalau jaman saya kecil, penjual leker menggunakan pikulan bambu untuk membawa adonan dan kompor. Saat ini, banyak penjual leker yang menggunakan sepeda. Saya pernah menjumpai beberapa penjual yang berkeliling ke kampung-kampung.

Leker versi murah meriah ini sangat sederhana pembuatannya. Adonan leker dituangkan ke penggorengan kecil bundar yang datar. Ketika adonan setengah matang diletakkan potongan kecil pisang di bagian tengah. Lalu ditaburkan gula putih, merata diatas seluruh permukaan adonan. Terakhir susu kental manis coklat ditambahkan tipis-tipis di atas adonan. Setelah itu adonan leker cepat-cepat dilipat menjadi dua bagian setengah lingkaran. Kue leker diangkat dengan menggunakan sutil tipis. Kue leker siap dimakan. Paling enak kalau dimakan masih panas. Manis legit adonan dan isi lumer di mulut. Bagian pinggirnya renyah dan gurih.

Foto: koleksi pribadi dengan menggunakan Blackberry Gemini. Kue leker by D'Kampoeng SuTos - Surabaya.

No comments:

Post a Comment