Tuesday, 2 February 2016

Bermain seru di Taman Pelangi Yogyakarta

Lampion bentuk bunga

Liburan ke Yogyakarta dengan anak-anak seru pastinya. Kalau ingin jalan-jalan sore tapi tidak mau ke mall melulu. Taman Pelangi bisa jadi salah satu pilihan yang akan disukai anak-anak. Taman ini berada di area Musium Jogja Kembali Jalan Ring Road Utara. Tempat ini sudah buka sejak Desember 2011.

Taman Pelangi buka setiap hari sejak jam 17.00 hingga 22.00. Tiket masuk per orang untuk hari senin sampai kamis Rp 10.000,-. Kalau hari jum'at sampai minggu dan tanggal merah sebesar Rp 15.000,-. Ini tiket masuk saja tidak ada tiket terusan. Kalau untuk permainan harus bayar lagi, tiket setiap permainan antara Rp 5.000,- hingga Rp 20.000,-.

Aneka bentuk lampion berderet di sepanjang jalan setapak.

Dari tempat parkir, Kami langsung ke pintu gerbang masuk Taman Pelangi. Pos penjualan tiket masuk ada di sebelah kanan. Saya dan rombongan menyusuri jalan setapak berpaving ke arah kanan. Kebetulan lagi ingin (maaf) pipis, saya berpisah dari rombongan dan ngacir sendirian ke kamar mandi. Ternyata saya harus menunggu, kamar mandi masih dipakai. Ketika menunggu ini, saya mendengar suara-suara seram aduhai dari bangunan di sebelah kamar mandi. Aduh, saya jadi merinding disko. Andai tidak kebelet banget, saya pasti sudah keluar dari tempat ini. 

Untung tak lama, pintu kamar mandi terbuka. Seorang wanita muda keluar.
"Mbak, saya minta tolong tungguin saya pipis sebentar. Minta tolong banget ya, mbak."
"Maaf, Mbak. Saya buru-buru. Sudah ditungguin teman-teman mau masuk ke rumah hantu." ucapnya sambil menunjuk bangunan coklat di sebelah kamar mandi.
"Itu rumah hantunya?... Rumah hantu permainan, kan?... Setannya yang bohong-bohongan, itu kan?"
"Iya, Mbak. Maaf, permisi." ucapnya sambil pergi.

Hanya satu kata. LEGA. Bukan suara setan beneran. Tapi ya tetap saja, serem tuh suara-suara. Ah, sudah lah. Dari kamar mandi saya sempatkan mampir ke sebelah. Rumah hantunya kelihatan seram. Bangunannya dari tenda barak coklat yang besar. Disekelilingnya nyaris tidak ada lampu. Hanya lampu di pintu masuk aja yang terang. Ini malam hari, yo! Serem banget! 

Karya instalasi dalam bentuk lampion

Lupakan hantu dkk. Lanjut jalan-jalan di Taman Pelangi. Ada banyak lampion berbagai bentuk di sepanjang jalan setapak. Mulai dari bentuk bunga, hewan, dan berbagai interior. Kebetulan malam itu langit cerah dengan angin semilir. Ada area Korea di bagian tengah. Bentuk lampionnya lucu-lucu dan yang pasti cantik-cantik kalau di foto. Lampionnya menggunakan penerangan dari listrik. Bagi yang hobi foto, pastikan flash camera dalam kondisi sempurna. Area lampion hanya mengandalkan penerangan dari lampion saja. 

Kami turun ke area Monumen Jogja Kembali (MonJaLi). Disekelilingnya ada banyak stan makanan minuman dan juga cafe mini. Live music mengalun dari gitar akustik dan penyanyi merdu mengiringi jalan-jalan. Pada bagian depan Monumen ada persewaan becak bertingkat, becak mini dan sepeda tandem. Asyiik... Rutenya menggelilingi monumen. Namun hati-hati, di sekeliling monumen ada kolam. Kalau sampai kejebur, alamak... malunya itu, loh :D. 

Puas berkeliling naik becak plus makan minum. Kami naik tangga batu di depan monumen. Anak-anak langsung berteriak kegirangan begitu sampai diatas. Ini adalah area permainan. Favorit saya tetep... bom bom car :D. Anak-anak suka riang berpindah dari satu permainan ke permainan yang lain. Terima kasih pada pengelola Taman pelangi sudah menyediakan banyak tempat duduk di area permainan. Selagi anak-anak asyik bermain. Kami bisa duduk santai sambil mengawasi mereka. 

Puas bermain. Saya dan keluarga menyusuri jalan setapak yang ternyata langsung menuju ke pintu keluar. Terima kasih buat yang membuat konsep taman ini. Taman Pelangi menjadi tempat yang mengasyikkan untuk anak-anak dan menjadi tujuan kami kalau ke Yogyakarta.

Foto: koleksi pribadi dengan menggunakan Samsung Star  

No comments:

Post a Comment