Tuesday, 12 January 2016

Pindang Daging ala Tulungagung


Saya bertemu makanan ini secara tak sengaja dalam perjalanan dari Tulungagung ke Trenggalek. Ada sebuah tempat makan dengan tulisan besar Pindang Daging di papan. Berada di pinggir jalan dekat dengan pertigaan lampu merah ke Pantai Prigi. Kebetulan kendaraan yang kami tumpangi berjalan pelan. Saya langsung bisik-bisik ke Ibu yang duduk di sebelah.

"Pindang Daging itu enak ta, Buk?"
"Banget... nyoba ta?"
"Hayuuk..."
Saya dan Ibu langsung teriak heboh minta adik yang nyetir untuk minggir. Serbuan omelan Adik dan Bapak serta klakson kencang mobil belakang mewarnai proses awal perburuan makanan ini.

Tak apalah. Badai omelan langsung reda gegara mencium aroma lezat Pindang Daging. Fokus utama makanan ini adalah daging dipotong kotak-kotak. Campuran antara daging sapi biasa dan rawonan. Kuahnya kental dan berwarna hitam. Bumbunya menggunakan bumbu lodeh yang dicampur dengan kluwek. Dagingnya empuk dan bumbunya meresap sempurna. Rasa gurih dan pedas langsung terasa disuapan pertama. Bagi yang suka pedas akan ditambahkan cabe rawit utuh dalam kuah.

Makanan ini mirip dengan Pindang Daging khas Kudus. Tapi kalau yang di Kudus kuahnya bening dan rasanya lebih ringan. Kalau yang versi Tulungagung ini bumbunya sangat pekat. Aroma bumbu tercium dengan tajam. Dijamin bisa membuat Anda ketagihan.

Foto: koleksi pribadi dengan menggunakan Blackberry Gemini

No comments:

Post a Comment