Thursday, 7 January 2016

Museum Gunung Merapi Yogyakarta

Museum Gunung Merapi tampak depan

Museum Gunng Merapi terletak di lereng Gunung Merapi. Tepatnya di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tidak jauh dari wisata alam Kaliurang dan Kali Adem. Museum ini berada di area seluas 3,5 hektar. Namun untuk bangunan museum ‘hanya’ sekitar 4.470 m2. Lahan parkirnya sangat luas. Nyaman sekali tak perlu antri lama untuk keluar masuk area ini. 

Dari Tempat parkir, saya menaiki tangga lumayan tinggi menuju pintu Museum Gunung Merapi. Ada 2 macam tiket tersedia. Rp 2.000/orang untuk pengunjung biasa. Kalau Rp 5.000/orang dapat bonus melihat film dokumenter tentang letusan Gunung Merapi. Film dokumenter ini lumayan lengkap dengan durasi 30 menit. 


Deretan gunung api di Indonesia. Pada bagian legenda ada nama-nama gunung. Kalau kita tekan, lampu di peta akan menyala menunjukkan lokasi gunung tersebut. 


Begitu saya masuk di tengah ruangan terdapat model gunung berapi lengkap dari lereng hingga puncak. Ada beberapa tombol yang bisa kita gunakan untuk simulasi gunung meletus. Sayangnya, ketika saya datang tombol-tombol ini tidak berfungsi. Padahal model ini sangat lengkap dan pasti akan sangat berguna bagi pengunjung.

Ruangan tempat memajang aneka benda dan foto diatur secara melingkar ruangan museum. Pengunjung lebih mudah menikmatinya tanpa khawatir ada bagian yang tertinggal untuk dilihat. Ada banyak foto-foto yang berkaitan dengan geologi dan beragam pengetahuan tentang gunung berapi. Saya jadi lebih paham tentang operasional dapur magma lebih detail. Beberapa foto erupsi Gunung berapi terpajang lengkap. Saya merinding di bagian ini. Dari foto sudah kelihatan seram apalagi pada saat di tempat kejadian. Beberapa alat seismograf hadir di sini beserta penggunaan alat ini.




Beberapa barang bekas terkena erupsi terpajang dalam kotak kaca. Foto-foto dan kisah tentang Mbah Marijan juga tersaji lengkap. Ketika sampai dibagian surat penunjukan tugas Mbah Marijan dari Kasultanan Yogyakarta, saya tercenung lama. Gajinya kecil sekali. Tak sebanding rasanya dengan pengorbanan beliau semenjak bertugas hingga akhir hayat. 


Saya cukup puas dengan Museum Gunung Merapi ini. Koleksinya sangat lengkap. Namun sayang, ada beberapa sarana penunjang yang perlu diperbaiki selain model simulasi Gunung Merapi meletus di lobby.  Beberapa lokasi museum kurang terang cahaya lampunya. Terutama di area sudut yang menjorok. Ada juga beberapa bagian langit-langit museum yang jebol. Kamar mandi letaknya jauh dari ruang dalam. Saya harus keluar dulu dari museum lalu berjalan melingkar ke arah kiri. Seandainya ada jalan tembusan langsung dari dalam museum tentu nikmat sekali. Tidak perlu lari terbirit-birit kalau sedang kebelet :D.

Bagi Anda yang ingin melihat Gunung Merapi secara langsung bisa menyewa mobil di sini. Dekat pintu masuk tempat parkir ada beberapa hartop khusus untuk naik ke sana. Anda bisa menyewa Rp 350.000/mobil untuk sekali perjalanan. Anda juga bisa singgah di bekas rumah Mbah Marijan. Seru pastinya selama perjalanan ke lereng Gunung Merapi. Rugi kalau sudah sampai museum ini tidak naik ke desa paling dekat dengan Gunung Merapi.

Foto Gunung Merapi setelah meletus di tahun 2010.




Foto: koleksi pribadi menggunakan Samsung Star

No comments:

Post a Comment