Sunday, 31 January 2016

Nasi Pecel Bambu Runcing Surabaya

nasi pecel enak surabaya
Pilihan lauknya banyak dan enak semua :D

Sarapan paling enak kalau makan nasi pecel. Jaman saya masih ngantor. Paling sering sarapan nasi pecel Bambu Runcing. Sampai sekarang, saya tetap cinta dengan nasi pecel ini. Lokasinya ada di pojok Jalan Embong Ploso, sisi jalan masuk dari Tugu Bambu Runcing Jalan Panglima Sudirman. Tak heran kalau lebih terkenal dengan sebutan Nasi Pecel Bambu Runcing.

Nasi pecel di sini ada dua. Ibu muda dan ibu tua. Tempat berjualan keduanya berseberangan jalan. Kedua Ibu ini menggunakan mobil yang dimodifikasi menjadi warung mini. Keduanya sama-sama enak. Tetapi saya lebih suka dengan nasi pecel versi Ibu tua. Bumbu pecelnya lebih mantap. Tempat makannya lesehannya dan luas. Jadi bisa makan sambil ngobrol-ngobrol nikmat dengan santai.

Nasi Pecel saja hanya Rp 4.000,- lauknya beragam. Kita bisa pilih sendiri. Ada tempe, tahu, telur dadar, dadar jagung, perkedel, telur ceplok, daging, ayam, jeroan, peyek udang dan sate usus. Harga lauk dari Rp 1.000,- sampai Rp 7.000,-. Satu hal yang paling saya suka. Disini ada teh manis hangat yang baunya harum menggoda. Nikmatnya...

Foto: pinjam pakai dari https://www.facebook.com/de.munk.1

Saturday, 30 January 2016

Jajanan Tradisional Ote-Ote a.k.a Bakwan


Dari jaman Siti Nurbaya sampai dengan jaman Siti Nurhaliza, jajanan ote-ote selalu hadir meramaikan dunia gorengan. Ote-ote juga dikenal dengan nama bakwan. Entah kenapa dia menggunakan nama bakwan. Mungkin dia galau. Ote-ote dalam bahasa Jawa berarti 'tidak pakai kaos atau kemeja'. Mungkin juga dia takut disemprit KPI dan dilarang beredar di dunia per-gorengan.

Jagoan kita satu ini lahir dari tangan dingin Mbok Kemben. Suatu hari Mbok Kemben sedang asyik di laboratorium dapur tungku kayu yang kondang di seantero jagat raya. Si Mbok mencampurkan tepung terigu, irisan wortel, kecambah panjang, irisan bawang putih, garam dan gula. Adonan ini di bawa dengan irus sayur dari besi dan diceburkan ke wajan yang berisi banyak minyak panas. Irus sayur digoyang-goyang. Pelan... pelan goyangannya. Eh, adonannya lepas. Mengambang di minyak panas. Mbok Kemben segera mengaangkatnya ketika warna ote-ote sudah coklat. 

Pada jaman Siti Nurbaya, ote-ote a.k.a bakwan hanya ada di rumah-rumah penduduk. Namun sekarang, dia sudah mengembara dan tinggal di mana-mana. Ada yang di warung kopi, rombong kaki lima, depot makan, restoran, hotel berbintang hingga istana putih. Kekuasaannya semakin menggurita. Namanya tenar sebagai gorengan kelas wahid. Semua orang ingin mencobanya. Ote-ote juga terkenal sakti. Dia sanggup mengganjal perut yang kelaparan kalau belum bertemu nasi. Keren juga si kecil ini. Jadi lapar. Jadi pengen makan ote-ote :D

Foto : koleksi pribadi dengan menggunakan Blackberry Gemini
       

Thursday, 28 January 2016

Bebek Ompreng Warung Bang Yoss Driyorejo

bebek goreng bang yoss

Surabaya adalah kota 1001 bebek. Berbagai macam olahan bebek ada di sini. Penjual bebek bertebaran di seluruh penjuru kota. Mulai dari kelas kaki lima hingga restoran kelas bintang lima. Soal rasa bagaimana? tenang... Surabaya adalah surga para pecinta olahan bebek. Susah rasanya menemukan bebek yang tidak enak di sini.

Saya pernah bahas tentang Warung Bang Yoss dengan mie Aceh-nya yang joss. Sekarang, ada menu baru... bebek ompreng. Menu utamanya bebek goreng dengan kremes crispy. Tapi di sini ada yang unik. Penyajiannya tidak menggunakan piring. Namun wadah makan bersekat dari stainless steel.  Jadi ingat masa-masa sekolah di asrama.

Menunya sederhana tapi sangat mengenyangkan. Bebek goreng lengkap dengan kremes yang gurih. Nasi hangat menggoda lapar. Ada tambahan tempe goreng, terong goreng, lalapan berupa kemangi, kubis dan mentimun, plus... sambal pedas yang nikmat banget. Bebeknya empuk dan renyah. Sambelnya ini yang juara. Tak seberapa pedas jadi nyaman makan hingga akhir. Sambalnya menggunakan cabai rawit asli. Rasa pedasnya hanya di mulut sebentar. Selesai makan hilang sudah sensasi pedasnya.

Saya pas ke Warung Bang Yoss ramai-ramai bersama suami dan saudara-saudara. Makan bebek ini bareng-bareng sambil ngobrol ngalor ngidul. Apalagi ditemani angin sejuk. Nikmat... bener. Nggak kerasa tiba-tiba saja makanan sudah habis. Perut kekenyangan :D. Konsep Warung Bang Yoss yang terbuka membuat nyaman dan betah. Kalau Anda makan-makan sambil ngobrol di sini dijamin bakal lupa waktu.

Foto: koleksi pribadi dengan menggunakan Asus Zenfone4

Tuesday, 26 January 2016

Serabi Kering atau Serabi Kuah Sama Enaknya

serabi solo enak
Di masak dengan tungku arang
Masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur mengenal jajanan ini dengan sebutan serabi. Kalau di wilayah Jawa Barat lebih dikenal dengan sebutan surabi. Masyarakat Betawi mengenal dengan sebutan kue ape. Bahan-bahan dan cara pembuatannya sama. Hanya beda di topping. Ada dua versi serabi yang beredar selama ini. Serabi kering dan serabi kuah.


Serabi kuah adalah serabi yang disiram dengan kuah campuran santan dan gula merah. Serabi versi ini banyak kita jumpai di wilayah jawa timur. Biasanya tidak pake topping. Polos. Hanya adonannya ditambah coklat atau sari saun suji/ pandan untuk menambah aksi warna dan rasa. Rasa serabi tidak menonjol cenderung tawar kalau dimakan tanpa kuah. Memang rasa kuah yang ditonjolkan. 

Kalau serabi kering banyak dijumpai di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat dan Betawi. Serabi Betawi atau kue ape ini terbilang unik. Pada bagian tengah kue dibuat warna yang berbeda. Misal: bagian tengahnya berwarna hijau, pinggirannya berwarna putih atau sebaliknya. Ada beberapa kue ape yang bagian tengahnya menggunung, pinggirannya mendatar. Tidak mendatar seluruhnya seperti kue serabi pada umumnya. Rasanya ada yang manis, ada pula yang gurih.

Masyarakat Jawa Tengah lebih mengenal sebutan serabi Solo. Kesukaan saya, Serabi Notosuman. Tekstur serabi Solo lebih lembut daripada serabi Betawi ataupun Jawa Barat. Adonan bahannya cenderung encer. Pinggiran serabi lebih lembut dan lebih lebar, tidak kaku dan crispy. Topping-nya sederhana, hanya ada tiga varian original, nangka dan coklat. Kalau saya lebih memilih serabi original. Gurihnya sangat terasa. Santan nan gurih dominan di mulut. Kalau lewat Solo, saya selalu mampir ke serabi Notosuman. Serabi yang digulung daun pisang ini selalu bikin kangen sampai sekarang.

serabi solo enak
Topping meses

The last and my favorite forever and ever. Surabi. Makanan khas Jawa barat ini tak pernah bosan dimakan. Sewaktu masih kos di Bandung. Setiap hari saya sarapan surabi di bundaran Margahayu depan. Tekstur surabi lebih padat dengan pinggiran yang kaku dan crispy. Topping surabi ini yang juara. Banyak pilihan baik yang manis ataupun gurih. Coklat, meses, keju, telur, abon, selai aneka rasa, sosis dan banyak lagi. Setiap hari bisa berbeda-beda topping. Ini yang membuat surabi tidak bikin bosan meski dimakan setiap hari.

Foto: koleksi pribadi dengan menggunakan Asus Zenfone4

Wednesday, 20 January 2016

Taman Safari Prigen Pasuruan, Tempat Wisata Nyaman untuk Keluarga

taman safari prigen pasuruan

Taman Safari Prigen berada di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Sekitar 1,5 jam dari kota Surabaya. Letaknya di lereng gunung Arjuno. Meski saya seharian berkeliling di tempat luas ini tidak terasa capek karena udaranya yang sejuk. Pintu gerbang masuk pertama Taman Safari Prigen berupa dua gading raksasa yang saling menempel. Kalau dari Surabaya, pintu gerbang ini terletak di sebelah kanan jalan raya Surabaya-Malang. Tidak susah menemukannya.

taman safari prigen pasuruan
Hewan bebas jalan-jalan

Dari gerbang gading raksasa, saya menyusuri jalan berkelok menanjak melewati rumah-rumah penduduk. Sekitar 2 km, barulah saya masuk ke pintu gerbang tiket Taman Safari Prigen. bagi pengunjung, ada dua pilihan kendaraan untuk berkeliling ke area binatang. Pertama, menggunakan mobil sendiri. Kedua, menggunakan mobil yang sudah disediakan oleh pihak Taman Safari Prigen. Kalau saya, selalu memilih yang kedua. Selain lebih aman, ada guide yang akan bercerita tentang binatang-binatang yang kita temui. Satu lagi yang terpenting. Semua bisa benar-benar menikmati wisata ketika berkeliling. Kan, kasihan keluarga atau teman yang sedang nyetir. Dia pasti harus konsen sama setir susah kalau pengen melihat-lihat leluasa.

taman safari prigen pasuruan
Foto dulu aaah

Saya disini tidak hanya melihat aneka binatang di habitat aslinya. Ada kawasan baby zoo. Saya bisa foto dengan bayi-bayi harimau, orang utan, harimau putih dan ular yang lucu. Anak-anak bisa naik gajah, kuda atau unta berkeliling. Pada bagian belakang ada water park luas. Pasti ini membuat anak-anak betah berlama-lama main air.

gajah taman safari prigen pasuruan
Naik gajah berkeliling 

Bagi Anda yang membawa anak-anak pakaikan sandal atau sepatu yang nyaman untuk berlari-lari dalam jangka waktu lama. Siapkan minuman, bekal makanan atau camilan, topi, baju ganti (kaos dan celana pendek longgar bahan katun) plus suara lantang menggelegar untuk memanggil buah hati yang asyik berlarian bebas merdeka :D. Oh, iya. Jika Anda ke Taman Safari Prigen pada musim penghujan, siapkan payung atau jas hujan. Tempat untuk berteduh lumayan berjauhan jaraknya. Selamat bersenang-senang dengan keluarga.

Tiket masuk untuk ada 3 pilihan tiket yang dibedakan dengan warna gelang. Tiket gelang hijau yang biasa hanya untuk melihat-lihat binatang dan 10 tempat edukasi satwa Rp 70.000,- (weekday) kalau weekend Rp 80.000,- untuk wisatawan asing Rp 120.000,- (allday). Untuk tiket terusan gelang merah bisa digunakan untuk 21 permainan dan Safari Water World Rp 100.000,- (weekday) dan Rp 120.000,- (weekend) bagi wisatawan asing Rp 145.000,- (all day). Sedangkan tiket terusan gelang hitam untuk masuk semua wahana dan diskon makan 15% Rp 115.000,- (weekday) dan Rp 135.000,- (weekend) bagi wisatawan asing Rp 160.000,- (allday). Bagi anak-anak dibawah 5 tahun membayar tiket Rp 65.000,- (weekday) dan Rp 75.000,- (weekend) untuk semua warna gelang.

gajah show taman safari prigen pasuruan
Arena pertunjukan gajah. Gajah berbaris rapi, menari, berhitung dan melukis


burung kakaktua taman safari prigen pasuruan
Area taman burung. Berbagai jenis burung cantik ada di sini.


zebra taman safari prigen pasuruan
Padang hijau nan sejuk

Foto: koleksi pribadi dengan menggunakan Canon PowerShot A620

Monday, 18 January 2016

Kebun Binatang Surabaya (Surabaya Zoo)

kebun binatang surabaya
Pintu masuk

Kebun Binatang Surabaya (KBS) adalah salah satu icon kota Surabaya. Lokasinya sangat strategis. Berada di pusat kota Surabaya. Tepatnya di Jalan Setail no 1. Pada awal pendirian Kebun Binatang Surabaya di tahun 1916 berada di Jalan Kaliondo. Setahun kemudian pindah ke Jalan Groedo. Ketika tahun 1920 pindah lagi ke jalan Setail hingga sekarang.


Pada awal pendirian tempat ini hanya sebagai tempat pengumpulan satwa koleksi pribadi. Pada tahun 1923 berubah fungsi menjadi sarana perlindungan, pelestarian, pendidikan, penelitian dan rekreasi. Ketika pertama kali didirikan, Oost-Java Stoomtram Maatschapij (Maskapai Kereta Api) menyumbangkan tanah seluas 30.500 m2. Lalu Maskapai Kereta Api ini terus menyumbang untuk perluasan area Kebun Binatang Surabaya hingga 15 hektar (luas area hingga saat ini).

kebun binatang surabaya
Peta area seluas 15 hektar


Saya dulu sering ke sini jaman masih SD. KBS ini dulu satu-satunya tempat rekreasi yang dekat rumah. Dari SMP sampai setua ini, baru sekarang masuk lagi ke sini. Hampir setiap hari lewat KBS namun tidak tertarik untuk masuk. Beberapa waktu silam sempat beredar banyak berita tak sedap tentang pengelolaan KBS namun tetap banyak pengunjung. Terutama pada akhir pekan dan liburan sekolah. Jalan-jalan sekitar macet karena sebagian jalan digunakan untuk parkir pengunjung.


kebun binatang surabaya
Beruang madu


Kebun Binatang Surabaya lokasinya dekat dengan Terminal Joyoboyo. Anda tinggal jalan kaki 5 menit sudah sampai. Tiket masuknya murah Rp 15.000,-/orang. Mungkin karena dua hal itu yang membuat tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. KBS beroperasi jam 08.00 - 15.00. Saran saya, lebih baik datang pagi hari. Selain tidak panas, pengunjung masih tidak terlalu banyak. Anda bisa lebih leluasa berkeliling di sana.

kebun binatang surabaya
Kancil


Ketika saya masuk dan berkeliling tempat ini tidak banyak perubahan sejak dulu. Saya dan suami jadi nostalgia mengenang jaman kita masih SD. Hanya area permainan saja yang mengalami banyak perubahan. Permainannya lebih sedikit. Kondisi kandang dan taman bersih. Sudah lumayan tidak tercium bau 'aduhai' yang menyengat. Namun sayang sekali, ketika saya ke sini area akuarium sedang dalam perbaikan. Dulu, area ini kesukaan saya. Kalau ke Kebun Binatang Surabaya area akuarium selalu menjadi tujuan pertama. Semoga Kebun Binatang ini terus ada dan menjadi lebih baik. 

kebun binatang surabaya
Kandang monyet versi tropis


kebun binatang surabaya
Naik gajah Rp 10.000,-/orang satu kali putaran.


kebun binatang surabaya

kebun binatang surabaya
Area taman yang luas dan nyaman


   Foto: koleksi pribadi dengan menggunakan Asus Zenfone4

Sunday, 17 January 2016

Sejarah Lontong Balap Surabaya

lontong balap enak surabaya
Lontong balap adalah salah satu masakan kondang dari Surabaya. Para traveller yang singgah di Surabaya tak akan lengkap bila belum mencicipi makanan ini. Kuliner nikmat yang sudah hadir sedang jaman dahulu tak terhingga.

Dahulu, lontong balap termasuk makanan rakyat jelata. Para penjual berkeliling di kampung-kampung. Ada yang menggunakan pikulan banyak juga yang memakai gerobak dorong. Namun sekarang, sudah tak ada penjual lontong balap yang menggunakan pikulan. Ketika berkeliling, biasanya penjual berteriang 'lontong... balap...' sambil memukul piring dengan sendok.

Kenapa sih namanya lontong balap? Konon pada jaman dahulu... para penjual lontong balap tinggal dalam satu kampung. Setiap pagi mereka berangkat secara bersamaan. Para penjual ini saling berebut mencari tempat paling strategis untuk berjualan atau kampung yang paling banyak pembelinya. Mereka balapan untuk sampai ke tempat-tempat tersebut. Perjanjiannya, siapa yang lebih dahulu sampai di suatu tempat maka dia yang berhak berjualan di sana selama sehari itu. Dari sinilah nama lontong balap muncul.

Makanan sederhana ini sangat simple. Dalam satu piring terdiri dari lontong dan tahu goreng yang dipotong kecil. Lalu disiram sayur kecambah dan kuah segar. Sebagai tambahan diberi lentho goreng dan sate kerang. Tak lupa ditambahkan sambel petis. Ada dua versi penyajian sambel petis ini. Ada yang sambel petis ditambah sedikit kuah lalu diaduk rata baru dimasukkan komponen lontong balap diatas dan ditambah kuah lagi. Versi kedua, semua komponen dimasukkan baru ditambahkan sambel petis di sisi piring.

Kunci kelezatan lontong balap ada di kuah. Bumbu kuah ini sama dengan sayur sop hanya saja ditambahkan kecap sebagai tambahan. Bila komposisi bumbu dan kecap pas di lidah. maka keseluruhan rasa lontong balap akan nikmat hingga sesapan kuah terakhir. Selamat mencoba!

NOTE :
Pikulan = bahasa Jawa untuk penjual yang membawa barang dagangan menggunakan bambu panjang yang diletakkan di bahu. Aneka bahan lontong balap diletakkan di keranjang anyaman bambu. Satu keranjang bambu lagi untuk membawa panci kuah. Kedua keranjang ini diberi tali lalu dikaitkan ke bambu yang ada di bahu penjual.

Foto: koleksi pribadi dengan menggunakan Asus Zenfone4

Friday, 15 January 2016

Kue Rangin Gurih nan Lezat

rangin enak di surabaya
Jajanan ini sudah ada sejak saya masih SD. Dulu, penjual kue rangin mangkal setiap hari di depan gerbang sekolah. Setiap istirahat menu utama saya adalah rangin. Sehari tanpa rangin hidup serasa hampa. Halaah :P Para penjual rangin membawa dua kotak tanggung yang dipikul di bahu. Satu kotak untuk tempat kompor dan cetakan. Satu kotak lagi untuk tempat adonan dan kotak kaca untuk rangin yang sudah matang.

Kue rangin ini terdiri dari adonan terigu dan parutan kelapa yang dicampur lalu dipanggang di cetakan. Cukup unik cetakannya. Bentuknya mirip dengan cetakan kue pukis tapi lebih kecil dan ramping. Satu cetakan biasanya ada dua baris. Perbarisnya berisi 10 biji. Harganya sangat murah Rp 500-1.000/baris.

Kalau saat ini, penjual rangin sudah mulai jarang. Namun jika Anda di Surabaya. Penjual rangin banyak dijumpai di sekitar Taman Bungkul Jalan Darmo. Saya punya langganan di pinggir jalan daerah jalan Ketintang Madya, persis di belakang gedung Jawa Pos lama. Adonannya sangat lembut dan rasanya gurih. Sekali mencicipi dijamin Anda akan makan terus hingga kenyang baru bisa berhenti

Foto: koleksi pribadi dengan menggunakan Asus Zenfone4


Tuesday, 12 January 2016

Pindang Daging ala Tulungagung

makanan khas tulungagung

Saya bertemu makanan ini secara tak sengaja dalam perjalanan dari Tulungagung ke Trenggalek. Ada sebuah tempat makan dengan tulisan besar Pindang Daging di papan. Berada di pinggir jalan dekat dengan pertigaan lampu merah ke Pantai Prigi. Kebetulan kendaraan yang kami tumpangi berjalan pelan. Saya langsung bisik-bisik ke Ibu yang duduk di sebelah.

"Pindang Daging itu enak ta, Buk?"
"Banget... nyoba ta?"
"Hayuuk..."
Saya dan Ibu langsung teriak heboh minta adik yang nyetir untuk minggir. Serbuan omelan Adik dan Bapak serta klakson kencang mobil belakang mewarnai proses awal perburuan makanan ini.

Tak apalah. Badai omelan langsung reda gegara mencium aroma lezat Pindang Daging. Fokus utama makanan ini adalah daging dipotong kotak-kotak. Campuran antara daging sapi biasa dan rawonan. Kuahnya kental dan berwarna hitam. Bumbunya menggunakan bumbu lodeh yang dicampur dengan kluwek. Dagingnya empuk dan bumbunya meresap sempurna. Rasa gurih dan pedas langsung terasa disuapan pertama. Bagi yang suka pedas akan ditambahkan cabe rawit utuh dalam kuah.

Makanan ini mirip dengan Pindang Daging khas Kudus. Tapi kalau yang di Kudus kuahnya bening dan rasanya lebih ringan. Kalau yang versi Tulungagung ini bumbunya sangat pekat. Aroma bumbu tercium dengan tajam. Dijamin bisa membuat Anda ketagihan.

Foto: koleksi pribadi dengan menggunakan Blackberry Gemini

Saturday, 9 January 2016

Gudeg Gendong, Makanan Khas Yogyakarta

gudeg enak makanan khas yogyakarta
Gudeg gendongan bertranformasi menjadi gudeg lesehan

Yogyakarta dan gudeg seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Gudeg saat ini sudah mengalami banyak modifikasi sehingga bisa diterima oleh banyak lidah. Pada mulanya hanya gudeg basah. Seiring perkembangan, banyak orang yang menjadikan gudeg sebagai oleh-oleh. Maka muncul gudeg kering yang tahan lama. Saya pernah mencoba gudeg yang tidak terlalu manis di Gudeg Mbah Cilik Sleman. Pertama kali mencoba, saya langsung jadi langganan.

Ada banyak pilihan gudeg di berbagai restoran dan warung makan kalau ke Yogyakarta. Namun saya lebih suka dengan gudeg gendongan atau gudeg lesehan. Penjual gudeg gendongan kebanyakan mbah-mbah. Selain harganya lebih murah, rasanya juga lebih legit. Gudeg dan kawan-kawan diletakkan di rinjing bambu yang digendong di punggung. Sedangkan nasi putih hangat dan wadah daun pisang dibawa di tangan kanan dan kiri. Meski 'namanya' digendong namun penjual gudeg tidak menjajakan berkeliling. Biasanya mangkal di emperan atau pinggir jalan dan dagangan digelar di lantai. Pembeli makan secara lesehan.

Pada tahun 90-an sampai awal 2000-an masih banyak penjual gudeg gendongan. Namun sekarang, sedikit sekali. Para penjual gudeg gendongan sudah bertranformasi menjadi gudeg lesehan. Penampakannya sudah seperti warung dengan aneka wadah besar tempat gudeg dan kawan-kawan. Namun tetap berjualan di emperan atau pinggir-pinggir jalan. Tak perlu lagi berburu gudeg pagi-pagi karena banyak stok gudeg yang dijual.   

Dulu, jaman masih sering menginap di jalan Dagen atau Sosrowijayan. Banyak Mbah-mbah menggelar gudeg lesehan di sepanjang jalan. Ada yang di depan rumah atau toko yang masih tutup. Bangun tidur, keluar hotel, di depan atau seberang hotel tinggal deprok makan gudeg sampai kenyang. Sekarang, kalau kangen gudeg gendongan saya memilih berburu di sana.

Foto: pinjam pakai dari https://www.facebook.com/de.munk.1?fref=ts
   

Friday, 8 January 2016

Sejarah Geplak, Jajanan Tradisional dari Bantul

sejarah geplak enak
Selama ini, Geplak terkenal sebagai jajanan tradisional khas Yogyakarta. Meski sebenarnya makanan ini berasal dari Bantul. Ternyata, di Betawi juga ada geplak. Namun di Betawi, bahannya menggunakan gula tebu. Warnanya putih keabu-abuan saja. Makanan ini hanya muncul di acara pernikahan adat Betawi tradisional.

Geplak Bantul sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Pada masa Kolonial Belanda, Bantul terkenal sebagai penghasil gula tebu no 1 di Pulau Jawa. Terdapat 6 pabrik gula pada saat itu. Sekarang, hanya tinggal pabrik gula Madukismo. Selain sebagai penghasil gula tebu, Bantul juga penghasil gula kelapa. Lokasi geografis Bantul di daerah Pantai Selatan membuat pohon kelapa tumbuh subuh.

Gula Tebu hanya untuk kolonial Belanda sementara masyarakat pribumi hanya menggunakan gula kelapa. Pada saat paceklik masyarakat Bantul kesulitan mendapat bahan pangan. Maka terciptalah Geplak. Rasa manis gula aren dan campuran tepung beras parutan kelapa lumayan bisa mengganjal perut yang kelaparan. Oleh karena itu ciri khas Geplak Bantul adalah rasa gula kelapa. Namun, saya belum tahu asal usul nama Geplak sampai sekarang.

Namun saat ini, sudah banyak penjual yang menggunakan gula tebu. Menurut mereka, gula tebu membuat warna Geplak lebih menonjol. Gula kelapa hanya digunakan untuk membuat Geplak coklat. Ada banyak varian rasa, antara lain, coklat, vanila, pandan, strawberry dan durian.  

Harganya tergolong murah. Antara Rp 10.000 - Rp 25.000. Tergantung dari kemasan dan merk. Ada yang dikemas mika dengan berbagai ukuran. Ada juga yang dikemas dalam besek (kotak yang terbuat dari sesetan bambu). Geplak baru tanpa bahan pengawet bisa tahan 1 minggu dalam suhu ruang. Jika Anda membeli jangan ragu untuk mencium Geplak terlebih dahulu. Geplak baru kombinasi aroma kelapa dan gulanya harum. Jika ada aroma minyak atau agak tengik lebih baik jangan dibeli.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Samsung Star

Thursday, 7 January 2016

Museum Gunung Merapi Yogyakarta

museum gunung merapi Yogyakarta
Museum Gunung Merapi tampak depan

Museum Gunng Merapi terletak di lereng Gunung Merapi. Tepatnya di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tidak jauh dari wisata alam Kaliurang dan Kali Adem. Museum ini berada di area seluas 3,5 hektar. Namun untuk bangunan museum ‘hanya’ sekitar 4.470 m2. Lahan parkirnya sangat luas. Nyaman sekali tak perlu antri lama untuk keluar masuk area ini. 

Dari Tempat parkir, saya menaiki tangga lumayan tinggi menuju pintu Museum Gunung Merapi. Ada 2 macam tiket tersedia. Rp 2.000/orang untuk pengunjung biasa. Kalau Rp 5.000/orang dapat bonus melihat film dokumenter tentang letusan Gunung Merapi. Film dokumenter ini lumayan lengkap dengan durasi 30 menit. 


museum gunung merapi yogyakarta
Deretan gunung api di Indonesia. Pada bagian legenda ada nama-nama gunung. Kalau kita tekan, lampu di peta akan menyala menunjukkan lokasi gunung tersebut. 


Begitu saya masuk di tengah ruangan terdapat model gunung berapi lengkap dari lereng hingga puncak. Ada beberapa tombol yang bisa kita gunakan untuk simulasi gunung meletus. Sayangnya, ketika saya datang tombol-tombol ini tidak berfungsi. Padahal model ini sangat lengkap dan pasti akan sangat berguna bagi pengunjung.

Ruangan tempat memajang aneka benda dan foto diatur secara melingkar ruangan museum. Pengunjung lebih mudah menikmatinya tanpa khawatir ada bagian yang tertinggal untuk dilihat. Ada banyak foto-foto yang berkaitan dengan geologi dan beragam pengetahuan tentang gunung berapi. Saya jadi lebih paham tentang operasional dapur magma lebih detail. Beberapa foto erupsi Gunung berapi terpajang lengkap. Saya merinding di bagian ini. Dari foto sudah kelihatan seram apalagi pada saat di tempat kejadian. Beberapa alat seismograf hadir di sini beserta penggunaan alat ini.


museum gunung merapi yogyakarta


Beberapa barang bekas terkena erupsi terpajang dalam kotak kaca. Foto-foto dan kisah tentang Mbah Marijan juga tersaji lengkap. Ketika sampai dibagian surat penunjukan tugas Mbah Marijan dari Kasultanan Yogyakarta, saya tercenung lama. Gajinya kecil sekali. Tak sebanding rasanya dengan pengorbanan beliau semenjak bertugas hingga akhir hayat. 

museum gunung merapi yogyakarta

Saya cukup puas dengan Museum Gunung Merapi ini. Koleksinya sangat lengkap. Namun sayang, ada beberapa sarana penunjang yang perlu diperbaiki selain model simulasi Gunung Merapi meletus di lobby.  Beberapa lokasi museum kurang terang cahaya lampunya. Terutama di area sudut yang menjorok. Ada juga beberapa bagian langit-langit museum yang jebol. Kamar mandi letaknya jauh dari ruang dalam. Saya harus keluar dulu dari museum lalu berjalan melingkar ke arah kiri. Seandainya ada jalan tembusan langsung dari dalam museum tentu nikmat sekali. Tidak perlu lari terbirit-birit kalau sedang kebelet :D.

Bagi Anda yang ingin melihat Gunung Merapi secara langsung bisa menyewa mobil di sini. Dekat pintu masuk tempat parkir ada beberapa hartop khusus untuk naik ke sana. Anda bisa menyewa Rp 350.000/mobil untuk sekali perjalanan. Anda juga bisa singgah di bekas rumah Mbah Marijan. Seru pastinya selama perjalanan ke lereng Gunung Merapi. Rugi kalau sudah sampai museum ini tidak naik ke desa paling dekat dengan Gunung Merapi.

museum gunung merapi yogyakarta
Foto Gunung Merapi setelah meletus di tahun 2010.


museum gunung merapi yogyakarta


Foto: koleksi pribadi menggunakan Samsung Star

Tuesday, 5 January 2016

2016


Postingan telat, nih. Tak apalah. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Sudah lama saya tidak membuat resolusi setiap pergantian tahun. Mengalir saja. Target-target pribadi sudah lama saya singkirkan. Saya juga terbilang 'santai' dalam urusan nulis dan nge-blog. Tidak banyak deadline ketat yang harus saya kejar. Namun, tahun ini harus ada perubahan. Saya harus lebih ngoyo lagi. Tidak boleh santai-santai lagi. Tahun ini harus lebih, lebih dan lebih kerja keras dan disiplin bikin naskah buku dan artikel setiap hari.

Eh, kenapa jadi semangat 45 gini ya?

Ini gara-gara Frankrut Book Fair. Tahun kemarin, even ini tergolong besar bagi para penulis Indonesia. Banyak penulis best seller Indonesia diberangkatkan ke sana. Saya kebat kebit nggak karuan melihat foto-foto dan keseruan mereka selama di sana. Ada seorang senior penulis yang sekalian jalan-jalan ke Paris. Beliau memajang foto-foto di DP BBM selama di sana. Gedung katedral tua yang cantik-cantik, Eiffel, musium Louvre dan buanyak lagi. Huaaa cantik. Mempesona. Dari dulu, saya ingin sekali foto di depan piramida Louvre hehe. Semoga... suatu saat terkabul, entah kapan. Aamiin. Teteup... motivasi menulisnya biar bisa jalan-jalan gratis *blushing.

Urusan nulis saja? Kalau yang lain-lain?

Biarlah yang lain menjadi resolusi untuk saya pribadi. Yang pasti, tahun ini buanyak sekali keinginan dan impian yang harus diperjuangkan. Saya sengaja membuat target sangat tinggi. Tahun 2016 butuh kerja keras dan kekuatan hati yang tidak main-main. Saya yakin, semua keinginan dan impian itu akan dikabulkan Allah SWT. Mungkin beberapa akan dikabulkan tahun ini. Beberapa yang lain akan dikabulkan pada tahun-tahun yang akan datang. Tugas saya berusaha dengan sangat keras dan banyak berdoa. Semua impian memang harus diperjuangkan dengan sepenuh hati dan segenap jiwa. Tidak boleh ada keraguan sedikitpun. Terserah Allah akan mengabulkan impian saya yang mana dulu. Saya ikhlas. Allah Maha Tahu mana yang terbaik untuk setiap umatnya.

Foto: diambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Piramida_Louvre 

Sunday, 3 January 2016

Harga Lebih Murah Bila Belanja Pagi di Pasar Sukawati Bali



pasar sukowati bali
Aneka souvernir untuk oleh-oleh

Pasar Sukawati adalah salah satu pasar lama di Bali. Terletak di Desa Sukawati Kabupaten Gianyar - Bali. Dari Bandara Ngurah Rai sekitar 45 menit ditempuh dengan mobil tanpa macet. Pasar ini sama dengan pasar tradisional di kota lain. Namun ada banyak kios yang menjual beragam batik Bali, kain pantai, kaos, celana, baju, mukena, ukir-ukiran, lukisan juga ada. Berbagai macam makanan dan souvernir khas Bali juga tersedia lengkap di sini dengan harga murah.

pasar sukowati bali
Mbak penjualnya pada pake jarit

Kalau Anda ingin berbelanja di sini harus pandai menawar. Lebih baik jangan langsung beli tapi berkeliling dahulu sambil survey harga dan kualitas barang. Kalau saya lebih suka belanja di kios bagian belakang Pasar Sukawati yang lebih sepi daripada di kios-kios depan. Harganya lebih murah dan proses tawar menawar tidak lama.

pasar sukowati bali
Berdoa di depan Kios ketika baru dibuka

Ingin belanja dengan harga murah sekali? bisa! Datanglah jam 10.00, saat banyak kios baru buka. Kepercayaan orang Bali, kalau baru buka toko sudah ada yang beli akan memperlaris dagangan pada hari itu. Dijamin, Anda akan dapat harga murah dan gampang ditawar. Siap-siap dompet jebol. Oh iya, kalau ke Pasar Sukawati siapkan uang tunai. Meski ada ATM di bagian depan area pasar. Lebih baik siapkan uang tunai yang cukup agar nyaman berkeliling tanpa harus bolak baik ke ATM.

Di sebelah Pasar Sukawati juga ada Pura. Namun ketika saya kesana tidak boleh masuk. Kebetulan saya datang saat berdekatan dengan Kuningan.


Foto: koleksi pribadi menggunakan Canon Powershot A620

Saturday, 2 January 2016

Garuda Wisnu Kencana Bali

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (Garuda Wisnu Kencana Cultural Park) berada di dataran tinggi batu kapur Tanjung Nusa Dua, Badung - Bali. Sekitar 15 menit dari bandara Ngurah Rai. Selama di GWK ini, kita akan berjalan kaki berkeliling di area seluas 250 hektar. Namun udara yang sejuk dan pemandangan indah mampu meminimalisir rasa lelah. 

Rencananya akan dibangun patung Dewa Wisnu menunggang garuda dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter di tempat ini. Patung ini adalah simbol dari penyelamatan lingkungan dan dunia. Pengerjaan patung oleh I Nyoman Nuarta, pematung terkenal kaliber international. Dewa Wisnu dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti). Sedangkan Garuda mempunyai kisah yang istimewa. Dia berkorban untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan. Hingga akhirnya mendapat perlindungan dari Dewa Wisnu. Ketika saya kesana, Patung yang jadi masih kepala Dewa Wisnu dan kepala Garuda. Entah kapan akan selesai seluruh pembangunan patung ini. 

Salah satu view cantik yang dapat dilihat dari Plaza Wisnu

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana terbagi menjadi beberapa area. Area utama adalah Plaza Wisnu. Saya naik tangga lumayan tinggi menuju area ini. Ada patung Dewa Wisnu berupa kepala utuh hingga dada. Disekitarnya ada beberapa air mancur yang konon merupakan air suci. Area ini yang tertinggi di GWK dengan pemandangan yang sangat indah. Kita bebas berfoto di sini. Ada replika patung Dewa Wisnu dan Garuda dalam bentuk utuh dalam kotak kaca. Patung kepala Dewa Wisnu saja sudah setinggi itu, tidak terbayangkan tingginya dalam bentuk utuh.

Kepala garuda

Dari sini, saya langsung menuju ke patung kepala garuda. Saya kagum sekali dengan ukiran kepala garuda yang sangat detail. Waa... tak sabar ingin melihat wujud utuh garuda ini. Di depan patung kepala garuda ada jalan menurun menuju area outdoor dengan dinding batu kapur mengelilinginya. Saya merinding melihat dinding batu kapur tegak lurus 90 derajat. Area Lotus Pond ini sangat luas. Kebetulan waktu saya datang sedang persiapan untuk suatu acara pada malam harinya. Pasti keren sekali kalau malam. 

Lotus Pond sedang ada event

Tak lama berada disana. Saya memutuskan naik lagi dan berkeliling ke area yang lain. Saya ketemu dengan Amphitheatre. Area ini berupa panggung terbuka yang seluruhnya terbuat dari baru. Panggung, latar panggung, bangku penonton bahkan juga pintu masuk. Keren. Biasanya ada pertunjukan tari kecak. Namun sayang, saya datang pada waktu yang salah. Meski begitu, saya cukup menikmati para penari cilik yang sedang gladi resik untuk pertunjukan nanti sore.

Amphitheatre. Seluruh bagian terbuat dari batu.

Jadwal hari pertunjukan 


Jadwal acara setiap hari

Seru banget berkeliling di GWK. Capek bikin lapar dan haus, kan? Tenang saja. Ada banyak kios penjual makan dan minuman. Ada restoran juga di area Street Theater. Anda juga bisa membeli aneka souvenir di sini.         


Tak rugi rasanya berjalan sampai gempor di GWK. Dari pintu masuk hingga pintu keluar kita akan disuguhi perpaduan arsitektur modern dan tradisional yang indah. Yang paling dominan di sini adalah arsitektur batu alam. Banyak juga patung-patung unik yang berada di kanan kiri jalan setapak. Kalau ada kesempatan saya ingin sekali ke sini lagi.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Canon EOS50D
   

Friday, 1 January 2016

Berwisata Air di Tanjung Benoa Bali


Fliying Fish persiapan sebelum terbang


Ini adalah surga kecil para penikmat wisata air. Tempat ini berada di Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Lokasinya dekat dengan kawasan Nusa Dua. Sekitar 30 menit dari Bandara Ngurah Rai (tanpa macet). Perjalanan ke Tanjung Benoa macet hanya pada musim liburan. Kalau macet, Anda bisa lewat tol Bali Mandara dengan biaya Rp 11.000/mobil (tarif per 31 Desember 2015).

Tanjung Benoa berada di sepanjang pantai seluas 173,75 km. Ada 7 Banjar (lingkungan) dalam kawasan wisata ini. Banyak perusahaan jasa yang menawarkan aneka paket wisata air dengan harga beragam di sepanjang jalan dan pantai. Tidak banyak selisih antara satu tempat dengan tempat lainnya. Apalagi kalau kita lihai menawar. Lumayan, bisa sangat menghemat biaya liburan.

Ada beragam permainan air yang tersedia di sini. Banana boat, flying fish, jet ski, parasailling, rolling donut harganya sekitar Rp 80.000 - Rp 150.000. Kalau snorkeling, diving, seawalker, ski air sekitar Rp 150.000 - Rp 400.000. Semua permainan dan diving dilakukan dari jam 09.00 - 15.00. Setelah jam 15.00 tidak akan bisa maksimal bermain karena air laut mulai surut.

Perjalanan menuju Pulau Penyu

Ketika pertama kali ke sini, saya langsung ke Pulau Penyu. Disini merupakan tempat penangkaran penyu. Kita bisa melihat mulai dari telur penyu, anak penyu hingga penyu dewasa yang berbadan sangat besar. Ada juga monyet, burung elang, aneka jenis ular, dan beberapa jenis kakak tua. Pengunjung bisa berfoto sambil memegang atau menggendong hewan-hewan tersebut. Tenang saja, semua hewan ini aman diajak berfoto. Namun, kita harus mengikuti dengan patuh semua petunjuk para penjaga hewan.

Saya ke Pulau Penyu menyewa kapal, harganya sekitar Rp 350.000 - Rp 400.000 dengan maksimal 10 orang. Kapal ini khusus dengan bagian tengah kapal yang berlubang. Kapal berjalan pelan dan kita bisa melihat aneka ikan dan terumbu karang yang indah. Kalau di Pasir Putih - Situbondo harus lihat dengan kotak kaca kecil dan... sambil rebutan. Kalau di sini, puas mata sampai jereng :D.

Penyu dewasa

Bagi saya, cukup sekali ke Pulau Penyu. Selanjutnya, setiap kali ke Tanjung Benoa langsung antri permainan haha. Lebih baik kesini bukan pada musim liburan. Anda tidak akan maksimal menikmati semua permainan yang ada. Saya pernah menunggu flying fish hampir 2 jam. Kalau Banana Boat biasanya paling pendek antriannya.

Tak perlu kuatir bagi yang tidak bisa berenang tapi ingin menikmati aneka permainan yang ada. Kita akan mendapat pelampung setelah membayar. Sekain itu, Tanjung Benoa termasuk pantai yang tidak tinggi gelombangnya. Mau berenang di pinggir pantai sepuasnya juga nikmat.

Oh, iya. Ada beberapa penyelenggara wisata yang menyediakan paket lengkap plus jasa antar jemput dari dan ke hotel. Lebih baik Anda tanya dulu ke pihak hotel. Mungkin saja mereka bekerja sama dengan salah satu penyelenggara wisata di Tanjung Benoa. Biasanya ada diskon khusus. Lumayan... bisa lebih irit dan nyaman.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Canon Powershot A620