Wednesday, 11 November 2015

Masjid Cheng Hoo Pandaan

Tampak depan

Masjid Cheng Hoo tidak hanya ada di Surabaya. Ketika melakukan perjalanan dari Malang, Ibu saya mengajak singgah di Masjid Cheng Hoo Pandaan. Terletak strategis di jalan utama Pandaan-Surabaya. Kalau kita dari arah Malang, masjid ini ada di sebelah kiri. 

Masjid Cheng Hoo Pandaan dibangun untuk mengenang Laksamana Cheng Hoo. Masjid ini lebih minimalis dari Masjid Cheng Hoo Surabaya. Design interior dan eksterior tak serumit dan semegah yang di Surabaya. Namun hal ini tak mengurangi kecantikan Masjid dengan ciri khas China ini. Warna merah, kuning dan hijau mendominasi seluruh bagian masjid.

Dominasi warna merah di bagian depan

Atap Masjid Cheng Hoo Pandaan perpaduan antara arsitektur Jawa dan China yang bertingkat. Teras depan menggunakan atap model joglo. Sementara di bagian samping dan tengah menggunakan atap design China. Atap bagian tengah masjid berbentuk pagoda limas bertingkat tiga. Disetiap ujung atap masjid dihiasi ornamen mirip bentuk naga, seperti yang ada di istana China. 

Ornamen disetiap ujung atap

Pada pintu masuk terdapat dua pilar besar berwarna merah yang menyambut kita. Pilar ini mengingatkan kita akan bangunan Klenteng. Pada bagian depan kanan dan kiri dihiasi partisi cantik pengganti tembok. Sedangkan di bagian tengah ada ‘dinding’ ukiran tinggi dengan jam besar di tengahnya.

Perpaduan yang anggun nan cantik

Masjid ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah untuk perpustakaan dan aula. Berbagai pengajian, perayaan keagamaan atau akad nikah di gelar di sini. Bagi Anda yang musafir jika ingin rebahan meluruskan punggung dipersilahkan. Sedangkan ruang atas khusus untuk sholat. Anda tidak diperbolehkan tiduran di sini. Bagian dalam masjid Cheng Hoo Pandaan lebih minimalis design atau pun warnanya. Kita bisa khusuk beribadah tanpa tergoda dengan interior cantik. 

Konsep bangunan masjid terbuka ini sama dengan Masjid Cheng Hoo Surabaya. Hanya saja, di masjid ini dibatasi dengan kaca bening dalam bingkai kayu warna coklat untuk ruang utama. Sedangkan di bagunan luar menggunakan partisi sebagai ‘penutup’. Hal ini yang membuat udara dalam masjid selalu terasa sejuk meski tanpa AC. 

Pintu samping kanan dan kiri nuansa coklat

Satu hal yang paling saya suka, masjid ini mempunyai halaman dan pelataran parkir yang sangat luas. Ada banyak penjual makanan dan buah di halaman masjid. Setelah sholat, kita bisa istirahat sambil mengisi perut. Nikmatnya... :D

Partisi samping, tangga ke lantai 2

Hiasan kaca bunga teratai 


Foto: koleksi pribadi menggunakan Canon Powershot A620

No comments:

Post a Comment