Wednesday, 18 November 2015

Belanja Kain Kiloan di Pasar Ampel Surabaya


pasar ampel surabaya

Kawasan Ampel Surabaya selama ini identik dengan Masjid Ampel dan Sunan Ampel. Padahal disana ada wisata belanja dan wisata kuliner yang bikin ketagihan. Pasar Ampel berada di kawasan kampung Arab Surabaya Utara. Pasar ini berada di dalam gang-gang kecil yang ada di kawasan kampung Ampel. Antara toko dan rumah biasa bercampur jadi satu.

Pada awalnya hanya beberapa penjual makanan dan aneka toko yang menjual perlengkapan ibadah. Mereka berjualan untuk melayani kebutuhan yang beribadah di Masjid Ampel. Seiring perjalanan waktu, pengunjung masjid Ampel semakin banyak. Aneka barang dan makanan semakin beragam. Maka kampung Ampel menjelma menjadi pasar besar. 

Aneka jenis kuliner tersedia di sini. Masakan indonesia lengkap. Namun yang paling dominan adalah masakan timur tengah. Wajarlah, kampung kampung Ampel ini juga terkenal sebagai kampung Arab. Banyak tersedia nasi kebuli, nasi magali, kambing guling, lontong bumbu, pukis Ampel, uthuk-uthuk, kopi Arab, dan teh rempah. Lain waktu saya akan bahas kuliner. Sekarang, fokus ke wisata belanja.

pasar ampel surabaya
Aneka jenis kurma

Pasar Ampel tersohor sebagai pusat oleh-oleh haji dan umroh yang lengkap dan murah. Ada baju koko aneka model, sarung, mukena, sajadah, air zam zam, kurma, aneka kacang, kismis dan aneka coklat produksi Timur Tengah tersedia lengkap. Aneka gamis, hijab, asesoris wanita dan pria juga banyak tersedia. 

Namun ada wisata belanja unik di sini. Kalau biasanya kita membeli kain dengan satuan meter. Ada beberapa pedagang di sini yang menjual kain dan jilbab dengan satuan kilo. Ini nih yang seru. Terkadang satu kilo hanya mendapat kain 1 meter. Namun ada kalanya bisa sampai 2 meter lebih. Tergantung jenis kainnya. 

pasar ampel surabaya
Sholat diantara barang dagangan

Sayangnya, tidak banyak penjual kain kiloan. Saya ketemu secara tidak sengaja di wilayah tengah Pasar Ampel. Kain aneka motif digeletakkan begitu saja. Anda harus benar-benar jeli dan paham tentang jenis dan harga kain. Bagi Anda yang tidak terbiasa berbelanja kain, tidak disarankan membeli dengan cara kiloan.

Setelah Anda memilih kain. Tanya dulu harganya. Kalau memang cocok baru Anda minta untuk di 
timbang. Seorang teman yang berpengalaman, menyarankan untuk menimbang semua kain yang kita beli langsung semuanya. Harga totalnya lebih murah. Sebelum menimbang, pastikan dulu mata sudah puas melihat dan memilih. Daripada selesai bayar, eh... ketemu kain yang bagus. Mau belanja murah nanti malah jadi boros. 

Kalau hanya ingin berbelanja di sini. Ada bisa masuk lewat Jalan Sasak. Ada beberapa pintu gang. Anda bisa langsung masuk dari pintu yang mana saja. Selamat bersenang-senang berburu kain kiloan.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Canon EOS50D


Friday, 13 November 2015

Clorot Versi Surabaya

Saya ketemu makanan ini secara tak sengaja di Balai Pemuda Surabaya. Sewaktu menemani ponakan ke Perpustakaan Balai Pemuda, saya kelaparan. Saya keluar untuk mencari makanan. Eh, ketemu Bapak penjual makanan ini. Bentuknya seperti bubur sulur yang pernah saya temui di Bandung. Namun bubur sulur menggunakan daun pisang, kalau ini menggunakan daun janur. 

Saya tanya Bapak penjual, namanya clorot. Rasanya mirip pudak Gresik. Namun lebih lembut. Warnanya putih keruh persis seperti Pudak. Bahan dasarnya menggunakan tepung beras. Ketika dimasukkan ke mulut langsung meluncur karena licin dan lembek. Mak clorot... dari sinilah nama makanan ini berasal. Rasanya manis namun tidak eneg. Bau harumnya khas, persis seperti pudak. 

Saya paling suka dengan bungkus clorot. Daun janur dibentuk melingkar berundak. Unik. Kemasannya yang membuat makanan ini langsung nampol di mata ketika pertama kali melihat. Harganya murah. Rp 2000,-/biji. Murah dan lezat tiada tara. Bonus mengenyangkan. Saya makan tiga biji serasa makan nasi sepiring. Surga dunia. Maka nikmat Tuhan-mu manalagi yang engkau dustakan. 

Sewaktu saya posting di instagram. Ada saudara yang memberi tahu kalau di Purworejo Jawa Tengah juga ada clorot. Kemasannya sama persis seperti ini. Hanya saja isinya berwarna coklat. Rasa gula jawa sangat dominan. Manis legit. Semoga suatu saat nanti saya bisa mencoba clorot versi Purworejo.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4

Wednesday, 11 November 2015

Masjid Cheng Hoo Pandaan

masjid cheng hoo pandaan
Tampak depan

Masjid Cheng Hoo tidak hanya ada di Surabaya. Ketika melakukan perjalanan dari Malang, Ibu saya mengajak singgah di Masjid Cheng Hoo Pandaan. Terletak strategis di jalan utama Pandaan-Surabaya. Kalau kita dari arah Malang, masjid ini ada di sebelah kiri. 

Masjid Cheng Hoo Pandaan dibangun untuk mengenang Laksamana Cheng Hoo. Masjid ini lebih minimalis dari Masjid Cheng Hoo Surabaya. Design interior dan eksterior tak serumit dan semegah yang di Surabaya. Namun hal ini tak mengurangi kecantikan Masjid dengan ciri khas China ini. Warna merah, kuning dan hijau mendominasi seluruh bagian masjid.

masjid cheng hoo pandaan
Dominasi warna merah di bagian depan

Atap Masjid Cheng Hoo Pandaan perpaduan antara arsitektur Jawa dan China yang bertingkat. Teras depan menggunakan atap model joglo. Sementara di bagian samping dan tengah menggunakan atap design China. Atap bagian tengah masjid berbentuk pagoda limas bertingkat tiga. Disetiap ujung atap masjid dihiasi ornamen mirip bentuk naga, seperti yang ada di istana China. 

masjid cheng hoo pandaan
Ornamen disetiap ujung atap

Pada pintu masuk terdapat dua pilar besar berwarna merah yang menyambut kita. Pilar ini mengingatkan kita akan bangunan Klenteng. Pada bagian depan kanan dan kiri dihiasi partisi cantik pengganti tembok. Sedangkan di bagian tengah ada ‘dinding’ ukiran tinggi dengan jam besar di tengahnya.

masjid cheng hoo pandaan
Perpaduan yang anggun nan cantik

Masjid ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah untuk perpustakaan dan aula. Berbagai pengajian, perayaan keagamaan atau akad nikah di gelar di sini. Bagi Anda yang musafir jika ingin rebahan meluruskan punggung dipersilahkan. Sedangkan ruang atas khusus untuk sholat. Anda tidak diperbolehkan tiduran di sini. Bagian dalam masjid Cheng Hoo Pandaan lebih minimalis design atau pun warnanya. Kita bisa khusuk beribadah tanpa tergoda dengan interior cantik. 

Konsep bangunan masjid terbuka ini sama dengan Masjid Cheng Hoo Surabaya. Hanya saja, di masjid ini dibatasi dengan kaca bening dalam bingkai kayu warna coklat untuk ruang utama. Sedangkan di bagunan luar menggunakan partisi sebagai ‘penutup’. Hal ini yang membuat udara dalam masjid selalu terasa sejuk meski tanpa AC. 

masjid cheng hoo pandaan
Pintu samping kanan dan kiri nuansa coklat

Satu hal yang paling saya suka, masjid ini mempunyai halaman dan pelataran parkir yang sangat luas. Ada banyak penjual makanan dan buah di halaman masjid. Setelah sholat, kita bisa istirahat sambil mengisi perut. Nikmatnya... :D

masjid cheng hoo pandaan
Partisi samping, tangga ke lantai 2

masjid cheng hoo pandaan
Hiasan kaca bunga teratai 


Foto: koleksi pribadi menggunakan Canon Powershot A620

Monday, 9 November 2015

Sejarah Semanggi Surabaya

sejarah semanggi surabaya
semanggi suroboyo
lontong balap wonokromo
di makan enak sekali
sayur semanggi krupuk puli bung beli

semanggi Suroboyo
lontong balap Wonokromo
dijual serta didukung
masuk kampung, keluar kampung
mari bung coba beli
(Lirik lagu keroncong Semanggi Suroboyo)

Kalau ke Surabaya tanpa berburu Semanggi Surabaya travelling Anda tidak akan lengkap. Salah satu makanan langka di Surabaya. Sesuai dengan penggalan lirik lagu di atas. Semanggi Surabaya cuma ada di kampung-kampung. Penjual menjajakan keliling dengan menggendong rinjing (-bahasa jawa: wadah dari anyaman bambu yang biasanya digendong pada bagian punggung).

Daun semanggi banyak terdapat di pematang sawah atau di sungai kecil yang dangkal. Aslinya ini memang tanaman liar. Sama seperti tanaman kangkung sungai yang tumbuh sendiri. Oleh karena itu harganya murah. Meski murah namun kandungan vitamin dan kelezatnya tak kalah dengan sayuran mahal. Daunnya bercabang lima mirip dengan kartu remi keriting.

Semanggi Suroboyo itu makanan apa sih? sama seperti pecel. Hanya saja sayuran utamanya daun semanggi yang dihidangkan di pincuk daun pisang. Kadangkala ada rebusan kecambah panjang sebagai teman semanggi. Rebusan sayur disiram bumbu (semacam saus). Bumbu siram menggunakan bahan dasar ubi jalar atau telo (-bahasa Jawa). Teksturnya lebih lembut daripada bumbu pecel yang menggunakan bahan dasar kacang tanah. Rasa bumbu siram ini lebih manis. 

Bila pecel menggunakan peyek sebagai pelengkap. Semanggi menggunakan krupuk puli. Kerupuk ini bahan utamanya nasi. Kalau Anda makan semanggi Suroboyo lebih enak menggunakan kerupuk puli sebagai sendok. Rasanya jauh lebih nikmat. Perpaduan manis bumbu siram dengan asin kerupuk puli memberi sensasi tak terlupakan di lidah. Saya tidak bertanggung jawab kalau Anda ketagihan ketika mencoba.

Kalau ingin coba dimana tempatnya? memang sih biasanya kita jumpai pedagang keliling di Kampung-kampung. Namun bila Anda tak punya kenalan di Surabaya dan hanya tinggal di hotel beberapa hari tak usah kecewa. Anda masih tetap bisa menikmati makanan ini. Setiap hari minggu di kawasan Car Free Day jalan Darmo banyak penjual semanggi Suroboyo. Anda tinggal keliling saja di kawasan itu. Ada juga di daerah Surabaya Barat. Komplek Citraland di mansion paling belakang menuju arah Benowo. Penjual Semanggi Suroboyo berjejer di pinggir jalan depan ruko. Selamat berburu salah satu makanan langka nan lezat dari Surabaya.

Foto : koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4. Foto diambil di Car Free Day kawasan Jalan Raya Darmo Surabaya
    

Saturday, 7 November 2015

Foto Arsitektur Masjid Cheng Ho Surabaya

arsitektur masjid cheng hoo surabaya

Ini adalah salah satu masjid kesukaan saya di Surabaya. Selain arsitektur masjid yang menawan, ruangan masjidnya terbuka. Tembok hanya ada di dinding bagian barat tempat imam sholat. Sementara di bagian timur, utara dan selatan tak ada tembok. Angin semilir selalu menemani ketika berada di dalam masjid. Bikin betah berlama-lama beribadah atau i’tikaf di sini. 

Lokasi masjid Cheng Hoo ada di jalan gading 2, di belakang Taman Makam Pahlawan jalan Kusuma Bangsa. Lebih mudahnya, taman makam pahlawan ini berada pas di depan Hi-Tech Mall. Kalau dari Terminal Joyoboyo naik bemo lyn F turun di Hi-Tech Mall. Lalu masuk gang di sebelah taman makam pahlawan. Jalan kaki kira-kira 5 menit dari jalan raya Kusuma Bangsa. Kalau masih bingung, tinggal tanya saja orang di sana.

arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Lukisan Laksamana Cheng Hoo dan miniatur kapalnya


Masjid ini dibangun pada tanggal 10 maret 2002 atas prakarsa pengurus PITI (Pembina Imam Tauhid Islam) dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia Jawa Timur. Para sesepuh dan tokoh masyarakat Tionghoa Surabaya juga andil bersama. Bangunan utama Masjid seluas 11 x 9 m2 berdiri anggun di komplek gedung serbaguna PITI. Masjid ini mampu menampung 200 jama’ah. Saat sholat jum’at biasanya ada tambahan tenda di depan masjid utama. 

Pendirian masjid ini untuk mengenang dan menghormati perjuangan dakwah Islam Laksamana Cheng Hoo (Admiral Zhang Hee). Tahun 1410, beliau mendarat di Pantai Simongan, Semarang. Sang Laksamana memimpin armadanya untuk melakukan kunjungan persahabatan ke Majapahit atas perintah Kaisar Yung Lo. Pada perkembangannya, Laksamana Cheng Hoo juga berdagang dan menyebarkan agama Islam.

arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Kubah masjid

Sang arsitek, Ir. Abdul Aziz terilhami oleh masjid Niu Jie (Ox Street) di Beijing dalam proses rancangannya. Masjid ini didominasi oleh warna hijau, merah dan kuning. Perpaduan antara arsitektur Tiongkok, Timur tengah dan Jawa selaras dalam harmoni. Bagian atap utama dan puncak masjid berbentuk seperti pagoda didominasi warna hijau dan merah. Atap kubah bagian dalam banyak kaligrafi dengan bingkai ukiran motif Jawa dan Tiongkok. Bagian teras, ini nih bagian yang saya suka. Rangka atap penuh dengan ukiran motif Tiongkong di dominasi warna hijau dan merah. Mirip dengan teras istana kerajaan Cina tempo dulu, yang pernah saya lihat di drama seri televisi. Cantik. Tidak seperti bangunan masjid. 

arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Ruang dalam Masjid


Para pengunjung dari semua kalangan boleh masuk ke Masjid Cheng Hoo Surabaya. Namun ada baiknya Anda menjaga adab kesopanan dalam berpakaian dan bertingkah laku. Bangunan Ini adalah tempat suci untuk beribadah umat muslim. Bagi wanita non-muslim atau tidak berhijab lebih baik menggenakan baju panjang, tertutup dan mengenakan selendang untuk menutup rambut. Kalau pria minimal pakai celana panjang atau kaos berlengan. 

Oh iya, bagi anda yang ingin mengambil banyak foto lebih baik ijin dulu ke pengurus masjid. Nanti akan diberikan petunjuk khusus agar tidak mengganggu jama’ah yang beribadah. Kalau untuk dokumentasi blog lebih gampang ijinnya. Namun bila untuk liputan resmi madia massa ada ijin khusus.

arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Kubah dalam


arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Kaligrafi dibingkai ukiran


arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Teras samping


arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Ukiran Jawa diatas tempat imam

Foto: koleksi pribadi menggunakan Canon EOS 550D

                   

Thursday, 5 November 2015

Kue Cucur Juga Ada di Surabaya

kue cucur


Bila berdasarkan penelusuran beberapa referensi, cucur adalah makanan khas dari Betawi. Faktanya, ada banyak kue cucur kita temui diberbagai daerah. Misalnya di Gorontalo dinamakan tutulu. Kue ini hanya ada ketika masa panen tiba. Para petani membuatnya sebagai rasa syukur karena panen padi yang didapatkan. Kue cucur juga ada di daerah Jawa. Teman saya di Palembang bercerita juga ada kue cucur disana. Mungkin kue ini sudah menyebar seiring perpindahan manusia dari dan ke berbagai wilayah negeri ini. 

Kenapa kue ini namanya cucur? Konon nama ini berasal dari cara pembuatannya. Adonan    kue dituangkan di wajan kecil panas pelan-pelan. Sidat adonan yang tidak kental ketika dituang ini ‘ngocor’ (dalam bahasa Betawi). Asimilasi bahasa mengalami perubahan menjadi ‘ngucur’. Lalu jadilah sebutan ‘cucur‘ sampai sekarang ini.

kue cucur
Pembuatan kue cucur

Kalau di Surabaya banyak beredar kue cucur coklat dan hijau. Cucur coklat adonan di campur dengan gula merah. Kalau cucur hijau ditambahkan daun suji pada adonan. Namun ada juga yang ditambah pewarna hijau. Kalau saya lebih suka dengan kue cucur coklat. Lebih legit dan harum karena campur tangan gula merah. 


Di Surabaya, kue cucur yang enak ada di gang kecil belakang Pasar Blauran. Ada beberapa Ibu-ibu penjual di sepanjang jalan gang. Biasanya cucur dimasak dengan kompor biasa. Namun, ada seorang penjual wanita Madura setengah baya yang memasak cucur menggunakan tungku arang. Saya paling betah menunggui Beliau membuat cucur. Pencampuran aroma gula merah dan arang membara harum sekali. Nikmat dan menenangkan. Aroma ini yang perlahan namun pasti merangsang perut keroncongan :D.       

Tuesday, 3 November 2015

Nasi Punel Setia Budi Bangil

kuliner bangil

Nasi Punel memang makanan khas dari kota Bangil Jawa Timur. Saya pernah membahasnya di sini. Ada banyak penjual dan berbagai versi Nasi Punel di kota ini. Ada versi minimalis dan modifikasi menu modern. Banyak juga yang masih mengandalkan komposisi dan rasa tradisional. 

Namun saya hanya cocok dengan satu tempat. Nasi Punel Setia Budi di Jalan Gajah Mada sebelum setasiun Bangil. Kalau dari arah Bangil ke Surabaya, setelah tugu menikung kanan masuk ke jalan Gajah Mada. Warung cat hijau ini ada di sebelah kiri jalan. Agak nyempil di halaman sebuah rumah tua. Ada tulisan Setia Budi besar berwarna hitam. 

nasi punel bangil
Warung kecil sederhana tapi selalu ramai

Penampakannya adalah warung tradisional. Kecil dan sederhana. Namun selalu ramai dengan pengunjung. Salah satu yang membuat saya suka, warungnya bersih. Meski berada di pinggir jalan, meja tidak berdebu. Lantai selalu bersih. Peralatan makan juga bersih.
   
nasi punel bangil
Nasi Punel lauk paru goreng

Meski tempat sudah ok tapi rasa makanan tetap yang utama. Saya sering ke sini komposisi bumbu dan kematangan masakan selalu pas. Nasi punel tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembek. Paling pas kalau soal nasi. Sayur dan aneka lauk pelengkap rasa manis dan asinnya seimbang. Legit dari suapan pertama hingga akhir. Dan... ini yang paling saya suka. Warung ini menyediakan lauk tambahan dengan banyak varian. Aneka olahan tempe, tahu, ayam, daging, telur dan jerohan. Lengkap. Kita tinggal pilih. Semuanya enak. 


Mahal nggak sih? Tenang... masih terjangkau. Harga seporsi Nasi Punel Rp 15.000 - sampai tak terhingga. Tergantung jenis lauk tambahan yang kita pilih. Pengin coba? silahkan... kalau ketagihan? tolong, jangan salahkan saya :D.

Sunday, 1 November 2015

Mie Aceh Warung Bang Yoss Driyorejo

mie aceh
Mie Aceh 
Mie Aceh yang benar-benar rasa Aceh terbilang jarang di Surabaya. Ada sih di daerah Surabaya Timur. Tapi itu jauh sekali dari rumah saya di pojokan Surabaya Barat. Pernah mencoba beberapa kali Mie Aceh namun rasa Jawa. Kurang nendang di mulut. 

Untunglah, ada Warung Bang Yoss yang baru buka di daerah Driyorejo. 
Suatu malam Kakak Ipar membawa bungkusan Mie Aceh ke rumah. Lezat sekali. Tekstur mie lembut namun tidak benyek. Rempah-rempah bumbunya meresap ke dalam mie dan nampol di mulut hingga suapan terakhir. Komposisi bumbunya juga pas. Nikmat tiada akhir. 

Saya dan suami langsung cuss kesana dengan panduan kakak ipar. Warung ini berada didaerah Driyorejo. Secara de Jure memang masuk wilayah Gresik. Tetapi secara de Facto sangat dekat dengan Surabaya. Alamatnya di Jalan Intan Perum Driyorejo Kota Baru. Lebih mudahnya, masuk dari pintu gerbang ruko citi9. Lurus saja sampai pertigaan lalu belok kiri. Warung Bang Yoss ada di sebelah kanan jalan. Buka setiap hari jam 10.00 - 24.00. Khusus hari jum’at baru buka setelah selesai sholat jum’at. 

mie aceh surabaya
Proses pembuatan Mie Aceh


Ternyata pemilik warung Bang Yoss asli dari Aceh. Untuk membuat Mie Aceh didatangkan langsung chef dari Aceh. Ini yang membuat Mie Aceh di sini terasa benar-benar Aceh. Aroma rempah-rempah khas makanan Aceh menggoda sejak makanan dihidangkan. Kaya rempah dan pedas, ini yang saya rasakan pada setiap suapnya. Bagi yang tak suka pedas, jangan lupa tambahkan pesan khusus Mie Aceh ‘tidak pedas’. Kalau tidak? bahaya... Rasa pedasnya nampol banget. Lumayan bikin saya kuwalahan ketika pertama kali mencoba. 

kopi aceh
Meracik kopi hitam yang didatangkan langsung dari Aceh


Sebagai teman makan, tak nikmat kalau tidak mencicipi kopi Aceh. Kopi hitam tanpa ampas yang diimpor langsung dari Aceh. Saya suka melihat cara membuat kopi Aceh. Pembuat kopi ini juga didatangkan langsung dari Aceh. Pembuatannya menggunakan 2 mug besar dan sebuah saringan panjang. Racikan kopi dibuat di sebuah mug besar. Lalu dituang dalam mug besar satunya lagi, yang didalamnya diletakkan saringan. Kopi akan di tuang pindah dalam dua mug besar itu bergantian beberapa kali. Baru kemudian disajikan di gelas.


Satu lagi yang saya suka di Warung Bang Yoss. Tempatnya luas dengna konsep teras. Tanpa pendingin, ruangan terasa sejuk karena banyak angin yang masuk dari samping, depan dan belakang. Kalau untuk makan sambil ngobrol-ngobrol bisa betah berlama-lama. Buat kumpul sama keluarga bisa. Untuk tempat ketemuan dengan teman-teman komunitas asyik juga. Harga makanan di sini juga tidak mahal. Mie Aceh satu porsi dibandrol Rp 9.000,-. Yang pasti, Mie Aceh dan kopi Acehnya bikin nagih. Sukses membuat saya ingin datang lagi... lagi... dan lagi.

mie aceh
Warung Bang Yoss cozy 


Foto: koleksi pribadi menggunakan ASUS Zenfone4


Noted: tempat ini sudah tutup