Tuesday, 29 September 2015

Tahu Tek Surabaya

Tahu Tek merupakan salah satu makanan tradisional Surabaya yang lezat. Kenapa namanya Tahu Tek. Konon, nama Tek diambil dari bunyi gunting yang beradu ketika memotong tahu dan kentang. Versi lain menyebutkan kalau nama Tek diambil dari bunyi wajan yang dipukul-pukul penjualnya. Tahu Tek biasanya dijajakan keliling dengan menggunakan gerobak yang di dorong sang penjual. Untuk menarik pembeli, sang penjual memukul-pukul penggorengan dengan sutil

Makanan ini terdiri dari tahu, lontong, telor dadar, kentang yang dipotong kecil-kecil dan tauge yang disiram bumbu kacang dan petis. Sebagai topping adalah krupuk kecil-kecil atau biasa disebut kerupuk kancing. 

Pada jaman dahulu, telur, kentang dan minyak goreng merupakan bahan mewah. Oleh karena itu, isinya hanya tahu, lontong dan tauge sebagai pelengkap lalu disiram bumbu kacang sidikit. Pada perkembangannya, telur dadar, kentang dan kerupuk ditambahkan. Ada beberapa penjual yang menambahkan keripik melinjo sebagai campuran kerupuk. Kalau mau bikin sendiri, cukup mudah.



Bahan: 
  • Lontong (beli yang sudah jadi)
  • Tahu 
  • Telur ayam
  • Kentang
  • Tauge/ kecambah pendek atau panjang
  • Kerupuk kancing (sudah digoreng)
  • Daun seledri (diiris kasar)

Bumbu yang dihaluskan:
  • Cabe rawit
  • Bawang putih 
  • Kacang tanah (buang kulitnya lalu goreng)
  • Petis udang
  • Petis Madura (kalau tidak suka asin, bahan ini bisa dihilangkan)
  • Garam
  • Gula

Cara membuat:

  • Tahu dan kentang digoreng dengan minyak panas. Lalu sisihkan. 
  • Telur dadar di kocok lepas dan sisihkan.
  • Tauge di rebus sebentar dengan air panas lalu sisihkan.
  • Kacang tanah goreng dengan minyak panas hingga kecoklatan.
  • Bawang putih yang sudah dikupas, digoreng dengan cabe rawit tanpa minyak. Haluskan cabe rawit, bawang putih, sedikit garam dan gula. Bila ditambah petis Madura lebih baik tidak ditambah garam karena petis Madura sudah asin. Lalu tambahkan kacang tanah dan haluskan. Tambahkan air sedikit untuk mempermudah proses penghaluskan. Bila sudah halus, tambahkan petis udang. Tambahkan petis Madura (bila suka). Tambah sedikit demi sedikit air matang hingga bumbu mengental. Lalu sisihkan.
  • Lontong, tahu dan kentang potong dadu. Potong kasar telur dadar. Tata dalam piring. Tambahkan tauge rebus diatasnya lalu siram dengan bumbu. Taburkan irisan seledri. Tambahkan kerupuk goreng. Tahu tek siap disajikan.

Tuesday, 22 September 2015

Taman Apsari Surabaya

taman apsari surabaya

Ini merupakan salah satu taman favorit saya. Letaknya strategis di tengah kota Surabaya. Berada tepat di depan gedung Grahadi Surabaya. Di sekeliling Taman Apsari ada banyak makanan. Sebelah kanan, ada kantin kantor pos yang terkenal dengan pangsit Jakarta dan Lontong balapnya yang uenak soro. Belakang dan sebelah kiri taman, banyak jajanan kaki lima, juga ada kedai kopi dan restoran. Setelah capek keliling taman, kita bisa langsung makan minum sampai kenyang.

Taman Apsari adalah salah satu taman kota warisan pemerintah Belanda, berdiri di area seluas 5.300 m2. Pada jaman Belanda terkenal dengan sebutan Kroesen Park atau Taman Simpang. Kroesen diambil dari J.C.Th Kroesen, salah satu residen Belanda di Surabaya (1888-1896). Dahulu, jalan tempat taman ini berada bernama Jalan Simpang, itulah sebabnya dikenal dengan nama Taman Simpang.

taman kota surabaya
Oase di pusat kota Surabaya

Dahulu kala, Dirk Van Hogendrop, seorang Gezaghebber (penguasa tunggal) Belanda (1794-1798) memiliki kediaman resmi di dekat Jembatan Merah. Namun dia berkeinginan untuk tinggal di dekat tepi Kalimas, untuk memudahkan menjalankan tugas pemerintahan. Maka dibangunlah Gedung Grahadi sebagai tempat tinggal baru lengkap dengan taman indah di belakangnya, yang sekarang kita kenal sebagai Taman Apsari.

Anda pasti bertanya-tanya, kok bisa posisinya sekarang berubah. Pada awal pembangunannya, Gedung Grahadi menghadap Kalimas (utara). Tahun 1802, Gedung Grahadi berubah menghadap ke Selatan hingga saat ini. Begitulah sejarah Taman Apsari Surabaya yang saya baca disini.

gubernur suryo
Patung Gubernur Suryo

Salah satu taman kota yang cantik di Surabaya ini memiliki kurang lebih 20 jenis bunga. Dibagian sisi depan ada Patung Gubernur Suryo (Gubernur pertama Jawa Timur 1946-1948) tinggi menjulang. Di sebelah kiri dan kanan patung Gubernur Suryo aneka pohon dan bunga rimbun lengkap dengan beberapa tempat duduk yang bisa digunakan untuk santai. Jogging track menggelilingi taman ini. Sementara di belakang ada lapangan futsal.

taman apsari surabaya
Lapangan futsal


Siang hari pada hari tertentu, anak-anak SD Kaliasin berlatih marching band di sini. Kebetulan salah satu sekolah unggulan Surabaya ini hanya berjarak 200m dari Taman Apsari. Biasanya, Taman ini ramai pengunjung pada sabtu malam. Berbagai komunitas anak muda berkumpul di sini. 

Cukup lengkap kan fasilitasnya. Taman Apsari seperti oase di tengah keriuhan lalu lintas padat di Surabaya Pusat. Berada di dalamnya atau sekedar menatapnya dapat menyegarkan mata dan pikiran sejenak.  


Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4

Thursday, 3 September 2015

Menikmati Surabaya dari Menara 99 Masjid Agung Surabaya

Menara 99 adalah salah satu daya tarik Masjid Agung Surabaya. Anda bisa naik ke puncak menara di lantai tiga. Disana, Anda bisa menikmati landscape Surabaya di sekitar masjid. Tenang saja, tak perlu capek-capek naik tangga. Pengunjung bisa naik  lift hingga ke puncak menara.

Saya sudah sering ke Masjid Agung Surabaya, namun belum pernah naik ke menara 99. Kebetulan pas minggu pagi, suami mengajak jalan-jalan ke masjid agung. Parkir di luar masjid penuh, akhirnya kita masuk ke halaman. Mobil parkir pas dekat menara. Sewaktu kami datang antrian sudah panjang. Maklum masih liburan lebaran. Kami keluar ke areal pasar kaget. 

Sewaktu kami pulang antrian pengunjung menara masih panjang. Suami ke kamar mandi masjid, saya menunggu di luar. Lama-lama saya jadi penasaran melihat antrian yang tak juga surut sedari pagi. Bagus banget mungkin di atas sana. Pokoknya harus naik, nih :D. Saya ikut antri juga. 

Untuk naik ke atas menara, cukup membayar tiket Rp 7.500,-. Sedangkan anak-anak, diatas 5 tahun dikenakan biaya Rp 5.000,-.  Anda pun juga harus bersabar menunggu giliran. Liftnya kecil berkapasitas 550 kg (sekitar 8 orang dewasa berukuran badan sedang). Menurut petugas, setiap pengunjung hanya boleh 15 menit diatas. Namun kenyataannya, bebas saja mau berapa lama berada di puncak menara.


Begitu pintu lift terbuka di puncak menara, saya mendapat suguhan landscape Surabaya yang ciamik soro. Tempat ini cukup nyaman bagi yang takut ketinggian. Ada teras memutar dengan pegangan besi di dekat jendela. Awalnya memang deg-degan dan keringat dingin. Tetapi setelah saya asyik dengan kamera, rasa takut itu sudah terlupakan. Tergantikan dengan pemandangan Surabaya yang cantik dari atas. 

Ruangan di puncak menara memang sempit, kita harus pandai mencari tempat yang nyaman. Namun sayang, kacanya berwarna hijau. Hasil foto jadi tidak bersih. Saya hanya sebentar, sekitar 10 menit berada di sini. Namun antri lift ke atas dan kebawah menara yang lama. Saya harus menunggu 30 menitan. Jadi ya, sekitar 1 jam-an untuk naik dan turun menara. Mungkin kalau hari biasa lebih cepat lagi.  

Pada papan pengumuman tertulis, wisata menara buka setiap hari mulai jam 8.00. Kalau hari minggu mulai buka jam 6.00. Kalau saya mulai antri jam 10.00an, Alhamdulillah antrian sudah tak seberapa panjang. Sewaktu saya datang jam 07.00 antrian panjang sekali, hingga turun ke jalan aspal pintu masuk parkir mobil.


Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4