Tuesday, 13 January 2015

Maximum Ride 2: Sekolah selesai - Selamanya

Judul : Maximum Ride 2: Sekolah selesai - Selamanya
Penulis : James Patterson
Penerjemah : Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2008

Max, Fang, Iggy, Gasman, Nudge, Angel serta Total melarikan diri dari sekolah mereka. Sekolah ini sebenarnya adalah sebuah laboratorium genetika. Mereka semua adalah anak-anak hasil rekayasa genetika. Beberapa anak diculik ketika masih bayi, yang lain diculik saat balita. 

Selain ingin bebas dari berbagai percobaan yang menyakitkan badan, mereka ingin mencari orang tua kandung. Berbekal data curian asal usul mereka, penelusuran dimulai. Ternyata dr Jeb menginginkan mereka kembali ke sekolah. Mencari orang tua sambil menghindar dari para pemburu ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah. 

Pada suatu saat, Fang terluka setelah bertarung sengit dengan para pemburu. Seorang manusia menemukan mereka dan memanggil ambulan. Max berusaha keras menghindar namun usahanya gagal. Para dokter tentu saja terkejut. Para manusia burung ini membuat para dokter kebingungan. Max dan kawan-kawan yang berusaha menyembunyikan sayapnya, sia-sia belaka. 

FBI pun turun tangan. Untung saja ada Anne Walker yang berhasil menyelamatkan mereka dari usaha penelitian para dokter dan FBI. Walker menampung mereka semua di rumahnya dan mendidik mereka seperti manusia. Wanita cantik ini bersikap biasa dengan sayap mereka dan Total, anjing yang bisa berbicara. 


Asyik sekali buku ini. Tak bosan dibaca dari awal hingga akhir. Meski, belum membaca yang seri 1 dijamin Anda tak akan kebingungan mengikuti alur ceritanya. Petualangan mereka terbang berkelana meberikan sensasi tersendiri ketika saya mengikutinya. Max dan kawan-kawan belajar tentang kehidupan sebenarnya di seri ini. Mereka dihadapkan pada seorang sekutu baik hati, yang ternyata juga penghianat keji. Peristiwa ini memberikan pelajaran pada mereka untuk lebih berhati-hati. Sekaligus membuat mereka lebih dekat dan saling percaya satu sama lain.    

Thursday, 8 January 2015

Size 14 is Not Fat Either

Judul : Size 14 is Not Fat Either ( Ukuran 14 Pun Tidak Gemuk)
Penulis : Meg Cabot
Penerjemah : Barokah Ruziati
Tahun : 2011

Heather Welles memutuskan untuk pensiun sebagai bintang pop terkenal. Serta meninggalkan hinggar bingar dunia hiburan. Dia lalu bekerja sebagai asisten direktur asrama mahasiswa dan melanjutkan kuliah di New York College. 

Kehidupan baru ini, ternyata cukup mengasyikkan bagi Welles. Suasana kerja baru, colege yang asyik, mahasiswa-mahasiswa yang super unik dan juga pemilik apartemen sang detektif ganteng. Namun sayang kenyamanan ini terusik dengan adanya pembunuhan di dapur cafetaria kampus.   

Kasus pembunuhan ini menjadi perhatian besar di berbagai media. Korbannya seorang primadona New York College dengan kredibilitas dan prestasi yang bagus. Heather yang banyak berurusan dengan pihak kepolisian gemas dengan cara penanganan mereka yang terkesan lambat. Perempuan tegas ini berusaha menyelidiki sendiri dengan dibantu sang detektif ganteng. 


Heather tak sadar bahwa dirinya bersentuhan dengan mafia narkoba. Sang primadona ternyata menyimpan banyak sisi gelap selama ini. Meski sudah diperingatkan berkali-kali tapi Heather mengabaikan. Dia sangat penasaran dengan sang pembunuh yang konon tak tersentuh hukum. Hingga akhirnya Heather terjebak dalam perangkap sang pembunuh. Barulah dia menyadari bahwa nyawanya dalam bahaya. Mampukan Hether menyelematkan diri? Apakah bisa dia mengungkap kasus pembunuhan ini? Penasaran? Baca sendiri bukunya ya hehe