Friday, 11 December 2015

Serba Serbi Hari Belanja Online Nasional 2015

Hari Belanja Online Nasional atau #Harbolnas pertama kali diadakan pada 12 Desember 2012. Saat itu hanya diikuti tahun 2015 lebih semarak dan diskonnya lebih gila. Pertama kali diikuti oleh 7 partisipan e-commerce. Tahun 2015 diadakan tanggal 10-12 Desember dengan partisipasi 130 situs e-commerce

#Harbolnas pertama kali diadakan sebagai ajang pembelajaran pada masyarakat bahwa belanja online itu mudah, aman dan nyaman. Belanja dengan cara online terus berkembang dengan pesat. Sebagai salah satu industri kreatif yang juga mendapatkan perhatian besar dari pemerintah. 

Hari belanja sebenarnya sudah ada di beberapa negara lain. Misalnya di China, setiap tanggal 11 November diperingati sebagai Hari Belanja. Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Canada, Jepang ada Cyber Monday sebagai perayaan belanja online. Cyber Monday diilhami perayaan belanja Black Friday. Peritel Amerika selalu mengadakan promo dan diskon besar setiap hari jum’at setelah perayaan Thanksgiving. Hal itu dimaksudkan untuk menarik minat warga Amerika yang berbelanja untuk persiapan natal. 

Dari kemarin netizen sudah ramai tentang #Harbolnas. Kalau mau ikut perayaan belanja ini, ada baiknya Anda menyimak tips berikut ini:      

Pertama. Butuh atau ingin. Kalau melihat diskon gila-gilaan #Harbolnas Anda pasti ngiler. Sebelum belanja, please, tanya dulu pada diri sendiri. Barang yang mau dibeli memang dibutuhkan atau hanya ingin beli belaka. Kalau cuma ingin. Lebih baik JANGAN!. Masa mau jadi korban lapar mata. Jangan sampai barang yang kita beli terbengkalai di pojokan selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. 

Kedua. Kartu kredit adalah alat pembelian bukan alat pembayaran. Cek dulu tagihan kartu kredit bulan ini. Kalau tagihan sudah mencapai 50% dari total pendapatan kita. Lebih baik tidak usah belanja. Jangan sampai bulan depan kelimpungan bayar cicilan. Apalagi sampai pinjam kanan kiri buat bayar kartu kredit. Amit-amit deh. 

Ketiga. Saldo tabungan menipis urungkan belanja. Eit, sebentar lagi dapat bonus dari kantor. Jadi bolehlah belanja. Eit, tunggu dulu. Tahun 2016 kenaikan kelas bersamaan dengan lebaran. Kemungkinan besar pengeluaran akan membengkak 2 atau 3 kali lipat dari tahun kemarin. Bagi yang tidak merayakan lebaran tetap kena imbas. Biasanya harga bahan pokok akan melonjak 2 kali lipat. Bagi Anda yang lajang mungkin bisa santai. Tapi Anda tak pernah tau kapan waktunya menikah. Lebih baik jangan dihabiskan semua bonus tahun ini. Tabung sebagian besar. Biaya nikah mahal. Lebih baik menabung dari sekarang :D 

Keempat. Situs e-commerce sudah disiapkan nyaris sesempurna mungkin dalam menghadapi #Harbolnas. Tapi kita tak pernah tahu seberapa banyak pengunjung yang mengakses suatu portal belanja. Kalau memang traffic sedang padat dan ada gejala transaksi gagal atau error. Lebih baik jangan batal belanja. Buka portal belanja yang lain. Kalau memang Anda ingin tetap belanja di situ. Masih ada waktu besok. Pilih waktu pagi hari atau malam hari sekiranya traffic pengunjung tidak tinggi. 


Selamat berbelanja dengan bijak, bukan karena lapar mata. 

Wednesday, 18 November 2015

Belanja Kain Kiloan di Pasar Ampel Surabaya


pasar ampel surabaya

Kawasan Ampel Surabaya selama ini identik dengan Masjid Ampel dan Sunan Ampel. Padahal disana ada wisata belanja dan wisata kuliner yang bikin ketagihan. Pasar Ampel berada di kawasan kampung Arab Surabaya Utara. Pasar ini berada di dalam gang-gang kecil yang ada di kawasan kampung Ampel. Antara toko dan rumah biasa bercampur jadi satu.

Pada awalnya hanya beberapa penjual makanan dan aneka toko yang menjual perlengkapan ibadah. Mereka berjualan untuk melayani kebutuhan yang beribadah di Masjid Ampel. Seiring perjalanan waktu, pengunjung masjid Ampel semakin banyak. Aneka barang dan makanan semakin beragam. Maka kampung Ampel menjelma menjadi pasar besar. 

Aneka jenis kuliner tersedia di sini. Masakan indonesia lengkap. Namun yang paling dominan adalah masakan timur tengah. Wajarlah, kampung kampung Ampel ini juga terkenal sebagai kampung Arab. Banyak tersedia nasi kebuli, nasi magali, kambing guling, lontong bumbu, pukis Ampel, uthuk-uthuk, kopi Arab, dan teh rempah. Lain waktu saya akan bahas kuliner. Sekarang, fokus ke wisata belanja.

pasar ampel surabaya
Aneka jenis kurma

Pasar Ampel tersohor sebagai pusat oleh-oleh haji dan umroh yang lengkap dan murah. Ada baju koko aneka model, sarung, mukena, sajadah, air zam zam, kurma, aneka kacang, kismis dan aneka coklat produksi Timur Tengah tersedia lengkap. Aneka gamis, hijab, asesoris wanita dan pria juga banyak tersedia. 

Namun ada wisata belanja unik di sini. Kalau biasanya kita membeli kain dengan satuan meter. Ada beberapa pedagang di sini yang menjual kain dan jilbab dengan satuan kilo. Ini nih yang seru. Terkadang satu kilo hanya mendapat kain 1 meter. Namun ada kalanya bisa sampai 2 meter lebih. Tergantung jenis kainnya. 

pasar ampel surabaya
Sholat diantara barang dagangan

Sayangnya, tidak banyak penjual kain kiloan. Saya ketemu secara tidak sengaja di wilayah tengah Pasar Ampel. Kain aneka motif digeletakkan begitu saja. Anda harus benar-benar jeli dan paham tentang jenis dan harga kain. Bagi Anda yang tidak terbiasa berbelanja kain, tidak disarankan membeli dengan cara kiloan.

Setelah Anda memilih kain. Tanya dulu harganya. Kalau memang cocok baru Anda minta untuk di 
timbang. Seorang teman yang berpengalaman, menyarankan untuk menimbang semua kain yang kita beli langsung semuanya. Harga totalnya lebih murah. Sebelum menimbang, pastikan dulu mata sudah puas melihat dan memilih. Daripada selesai bayar, eh... ketemu kain yang bagus. Mau belanja murah nanti malah jadi boros. 

Kalau hanya ingin berbelanja di sini. Ada bisa masuk lewat Jalan Sasak. Ada beberapa pintu gang. Anda bisa langsung masuk dari pintu yang mana saja. Selamat bersenang-senang berburu kain kiloan.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Canon EOS50D


Friday, 13 November 2015

Clorot Versi Surabaya

Saya ketemu makanan ini secara tak sengaja di Balai Pemuda Surabaya. Sewaktu menemani ponakan ke Perpustakaan Balai Pemuda, saya kelaparan. Saya keluar untuk mencari makanan. Eh, ketemu Bapak penjual makanan ini. Bentuknya seperti bubur sulur yang pernah saya temui di Bandung. Namun bubur sulur menggunakan daun pisang, kalau ini menggunakan daun janur. 

Saya tanya Bapak penjual, namanya clorot. Rasanya mirip pudak Gresik. Namun lebih lembut. Warnanya putih keruh persis seperti Pudak. Bahan dasarnya menggunakan tepung beras. Ketika dimasukkan ke mulut langsung meluncur karena licin dan lembek. Mak clorot... dari sinilah nama makanan ini berasal. Rasanya manis namun tidak eneg. Bau harumnya khas, persis seperti pudak. 

Saya paling suka dengan bungkus clorot. Daun janur dibentuk melingkar berundak. Unik. Kemasannya yang membuat makanan ini langsung nampol di mata ketika pertama kali melihat. Harganya murah. Rp 2000,-/biji. Murah dan lezat tiada tara. Bonus mengenyangkan. Saya makan tiga biji serasa makan nasi sepiring. Surga dunia. Maka nikmat Tuhan-mu manalagi yang engkau dustakan. 

Sewaktu saya posting di instagram. Ada saudara yang memberi tahu kalau di Purworejo Jawa Tengah juga ada clorot. Kemasannya sama persis seperti ini. Hanya saja isinya berwarna coklat. Rasa gula jawa sangat dominan. Manis legit. Semoga suatu saat nanti saya bisa mencoba clorot versi Purworejo.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4

Wednesday, 11 November 2015

Masjid Cheng Hoo Pandaan

masjid cheng hoo pandaan
Tampak depan

Masjid Cheng Hoo tidak hanya ada di Surabaya. Ketika melakukan perjalanan dari Malang, Ibu saya mengajak singgah di Masjid Cheng Hoo Pandaan. Terletak strategis di jalan utama Pandaan-Surabaya. Kalau kita dari arah Malang, masjid ini ada di sebelah kiri. 

Masjid Cheng Hoo Pandaan dibangun untuk mengenang Laksamana Cheng Hoo. Masjid ini lebih minimalis dari Masjid Cheng Hoo Surabaya. Design interior dan eksterior tak serumit dan semegah yang di Surabaya. Namun hal ini tak mengurangi kecantikan Masjid dengan ciri khas China ini. Warna merah, kuning dan hijau mendominasi seluruh bagian masjid.

masjid cheng hoo pandaan
Dominasi warna merah di bagian depan

Atap Masjid Cheng Hoo Pandaan perpaduan antara arsitektur Jawa dan China yang bertingkat. Teras depan menggunakan atap model joglo. Sementara di bagian samping dan tengah menggunakan atap design China. Atap bagian tengah masjid berbentuk pagoda limas bertingkat tiga. Disetiap ujung atap masjid dihiasi ornamen mirip bentuk naga, seperti yang ada di istana China. 

masjid cheng hoo pandaan
Ornamen disetiap ujung atap

Pada pintu masuk terdapat dua pilar besar berwarna merah yang menyambut kita. Pilar ini mengingatkan kita akan bangunan Klenteng. Pada bagian depan kanan dan kiri dihiasi partisi cantik pengganti tembok. Sedangkan di bagian tengah ada ‘dinding’ ukiran tinggi dengan jam besar di tengahnya.

masjid cheng hoo pandaan
Perpaduan yang anggun nan cantik

Masjid ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah untuk perpustakaan dan aula. Berbagai pengajian, perayaan keagamaan atau akad nikah di gelar di sini. Bagi Anda yang musafir jika ingin rebahan meluruskan punggung dipersilahkan. Sedangkan ruang atas khusus untuk sholat. Anda tidak diperbolehkan tiduran di sini. Bagian dalam masjid Cheng Hoo Pandaan lebih minimalis design atau pun warnanya. Kita bisa khusuk beribadah tanpa tergoda dengan interior cantik. 

Konsep bangunan masjid terbuka ini sama dengan Masjid Cheng Hoo Surabaya. Hanya saja, di masjid ini dibatasi dengan kaca bening dalam bingkai kayu warna coklat untuk ruang utama. Sedangkan di bagunan luar menggunakan partisi sebagai ‘penutup’. Hal ini yang membuat udara dalam masjid selalu terasa sejuk meski tanpa AC. 

masjid cheng hoo pandaan
Pintu samping kanan dan kiri nuansa coklat

Satu hal yang paling saya suka, masjid ini mempunyai halaman dan pelataran parkir yang sangat luas. Ada banyak penjual makanan dan buah di halaman masjid. Setelah sholat, kita bisa istirahat sambil mengisi perut. Nikmatnya... :D

masjid cheng hoo pandaan
Partisi samping, tangga ke lantai 2

masjid cheng hoo pandaan
Hiasan kaca bunga teratai 


Foto: koleksi pribadi menggunakan Canon Powershot A620

Monday, 9 November 2015

Sejarah Semanggi Surabaya

sejarah semanggi surabaya
semanggi suroboyo
lontong balap wonokromo
di makan enak sekali
sayur semanggi krupuk puli bung beli

semanggi Suroboyo
lontong balap Wonokromo
dijual serta didukung
masuk kampung, keluar kampung
mari bung coba beli
(Lirik lagu keroncong Semanggi Suroboyo)

Kalau ke Surabaya tanpa berburu Semanggi Surabaya travelling Anda tidak akan lengkap. Salah satu makanan langka di Surabaya. Sesuai dengan penggalan lirik lagu di atas. Semanggi Surabaya cuma ada di kampung-kampung. Penjual menjajakan keliling dengan menggendong rinjing (-bahasa jawa: wadah dari anyaman bambu yang biasanya digendong pada bagian punggung).

Daun semanggi banyak terdapat di pematang sawah atau di sungai kecil yang dangkal. Aslinya ini memang tanaman liar. Sama seperti tanaman kangkung sungai yang tumbuh sendiri. Oleh karena itu harganya murah. Meski murah namun kandungan vitamin dan kelezatnya tak kalah dengan sayuran mahal. Daunnya bercabang lima mirip dengan kartu remi keriting.

Semanggi Suroboyo itu makanan apa sih? sama seperti pecel. Hanya saja sayuran utamanya daun semanggi yang dihidangkan di pincuk daun pisang. Kadangkala ada rebusan kecambah panjang sebagai teman semanggi. Rebusan sayur disiram bumbu (semacam saus). Bumbu siram menggunakan bahan dasar ubi jalar atau telo (-bahasa Jawa). Teksturnya lebih lembut daripada bumbu pecel yang menggunakan bahan dasar kacang tanah. Rasa bumbu siram ini lebih manis. 

Bila pecel menggunakan peyek sebagai pelengkap. Semanggi menggunakan krupuk puli. Kerupuk ini bahan utamanya nasi. Kalau Anda makan semanggi Suroboyo lebih enak menggunakan kerupuk puli sebagai sendok. Rasanya jauh lebih nikmat. Perpaduan manis bumbu siram dengan asin kerupuk puli memberi sensasi tak terlupakan di lidah. Saya tidak bertanggung jawab kalau Anda ketagihan ketika mencoba.

Kalau ingin coba dimana tempatnya? memang sih biasanya kita jumpai pedagang keliling di Kampung-kampung. Namun bila Anda tak punya kenalan di Surabaya dan hanya tinggal di hotel beberapa hari tak usah kecewa. Anda masih tetap bisa menikmati makanan ini. Setiap hari minggu di kawasan Car Free Day jalan Darmo banyak penjual semanggi Suroboyo. Anda tinggal keliling saja di kawasan itu. Ada juga di daerah Surabaya Barat. Komplek Citraland di mansion paling belakang menuju arah Benowo. Penjual Semanggi Suroboyo berjejer di pinggir jalan depan ruko. Selamat berburu salah satu makanan langka nan lezat dari Surabaya.

Foto : koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4. Foto diambil di Car Free Day kawasan Jalan Raya Darmo Surabaya
    

Saturday, 7 November 2015

Foto Arsitektur Masjid Cheng Ho Surabaya

arsitektur masjid cheng hoo surabaya

Ini adalah salah satu masjid kesukaan saya di Surabaya. Selain arsitektur masjid yang menawan, ruangan masjidnya terbuka. Tembok hanya ada di dinding bagian barat tempat imam sholat. Sementara di bagian timur, utara dan selatan tak ada tembok. Angin semilir selalu menemani ketika berada di dalam masjid. Bikin betah berlama-lama beribadah atau i’tikaf di sini. 

Lokasi masjid Cheng Hoo ada di jalan gading 2, di belakang Taman Makam Pahlawan jalan Kusuma Bangsa. Lebih mudahnya, taman makam pahlawan ini berada pas di depan Hi-Tech Mall. Kalau dari Terminal Joyoboyo naik bemo lyn F turun di Hi-Tech Mall. Lalu masuk gang di sebelah taman makam pahlawan. Jalan kaki kira-kira 5 menit dari jalan raya Kusuma Bangsa. Kalau masih bingung, tinggal tanya saja orang di sana.

arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Lukisan Laksamana Cheng Hoo dan miniatur kapalnya


Masjid ini dibangun pada tanggal 10 maret 2002 atas prakarsa pengurus PITI (Pembina Imam Tauhid Islam) dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia Jawa Timur. Para sesepuh dan tokoh masyarakat Tionghoa Surabaya juga andil bersama. Bangunan utama Masjid seluas 11 x 9 m2 berdiri anggun di komplek gedung serbaguna PITI. Masjid ini mampu menampung 200 jama’ah. Saat sholat jum’at biasanya ada tambahan tenda di depan masjid utama. 

Pendirian masjid ini untuk mengenang dan menghormati perjuangan dakwah Islam Laksamana Cheng Hoo (Admiral Zhang Hee). Tahun 1410, beliau mendarat di Pantai Simongan, Semarang. Sang Laksamana memimpin armadanya untuk melakukan kunjungan persahabatan ke Majapahit atas perintah Kaisar Yung Lo. Pada perkembangannya, Laksamana Cheng Hoo juga berdagang dan menyebarkan agama Islam.

arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Kubah masjid

Sang arsitek, Ir. Abdul Aziz terilhami oleh masjid Niu Jie (Ox Street) di Beijing dalam proses rancangannya. Masjid ini didominasi oleh warna hijau, merah dan kuning. Perpaduan antara arsitektur Tiongkok, Timur tengah dan Jawa selaras dalam harmoni. Bagian atap utama dan puncak masjid berbentuk seperti pagoda didominasi warna hijau dan merah. Atap kubah bagian dalam banyak kaligrafi dengan bingkai ukiran motif Jawa dan Tiongkok. Bagian teras, ini nih bagian yang saya suka. Rangka atap penuh dengan ukiran motif Tiongkong di dominasi warna hijau dan merah. Mirip dengan teras istana kerajaan Cina tempo dulu, yang pernah saya lihat di drama seri televisi. Cantik. Tidak seperti bangunan masjid. 

arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Ruang dalam Masjid


Para pengunjung dari semua kalangan boleh masuk ke Masjid Cheng Hoo Surabaya. Namun ada baiknya Anda menjaga adab kesopanan dalam berpakaian dan bertingkah laku. Bangunan Ini adalah tempat suci untuk beribadah umat muslim. Bagi wanita non-muslim atau tidak berhijab lebih baik menggenakan baju panjang, tertutup dan mengenakan selendang untuk menutup rambut. Kalau pria minimal pakai celana panjang atau kaos berlengan. 

Oh iya, bagi anda yang ingin mengambil banyak foto lebih baik ijin dulu ke pengurus masjid. Nanti akan diberikan petunjuk khusus agar tidak mengganggu jama’ah yang beribadah. Kalau untuk dokumentasi blog lebih gampang ijinnya. Namun bila untuk liputan resmi madia massa ada ijin khusus.

arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Kubah dalam


arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Kaligrafi dibingkai ukiran


arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Teras samping


arsitektur masjid cheng hoo surabaya
Ukiran Jawa diatas tempat imam

Foto: koleksi pribadi menggunakan Canon EOS 550D

                   

Thursday, 5 November 2015

Kue Cucur Juga Ada di Surabaya

kue cucur


Bila berdasarkan penelusuran beberapa referensi, cucur adalah makanan khas dari Betawi. Faktanya, ada banyak kue cucur kita temui diberbagai daerah. Misalnya di Gorontalo dinamakan tutulu. Kue ini hanya ada ketika masa panen tiba. Para petani membuatnya sebagai rasa syukur karena panen padi yang didapatkan. Kue cucur juga ada di daerah Jawa. Teman saya di Palembang bercerita juga ada kue cucur disana. Mungkin kue ini sudah menyebar seiring perpindahan manusia dari dan ke berbagai wilayah negeri ini. 

Kenapa kue ini namanya cucur? Konon nama ini berasal dari cara pembuatannya. Adonan    kue dituangkan di wajan kecil panas pelan-pelan. Sidat adonan yang tidak kental ketika dituang ini ‘ngocor’ (dalam bahasa Betawi). Asimilasi bahasa mengalami perubahan menjadi ‘ngucur’. Lalu jadilah sebutan ‘cucur‘ sampai sekarang ini.

kue cucur
Pembuatan kue cucur

Kalau di Surabaya banyak beredar kue cucur coklat dan hijau. Cucur coklat adonan di campur dengan gula merah. Kalau cucur hijau ditambahkan daun suji pada adonan. Namun ada juga yang ditambah pewarna hijau. Kalau saya lebih suka dengan kue cucur coklat. Lebih legit dan harum karena campur tangan gula merah. 


Di Surabaya, kue cucur yang enak ada di gang kecil belakang Pasar Blauran. Ada beberapa Ibu-ibu penjual di sepanjang jalan gang. Biasanya cucur dimasak dengan kompor biasa. Namun, ada seorang penjual wanita Madura setengah baya yang memasak cucur menggunakan tungku arang. Saya paling betah menunggui Beliau membuat cucur. Pencampuran aroma gula merah dan arang membara harum sekali. Nikmat dan menenangkan. Aroma ini yang perlahan namun pasti merangsang perut keroncongan :D.       

Tuesday, 3 November 2015

Nasi Punel Setia Budi Bangil

kuliner bangil

Nasi Punel memang makanan khas dari kota Bangil Jawa Timur. Saya pernah membahasnya di sini. Ada banyak penjual dan berbagai versi Nasi Punel di kota ini. Ada versi minimalis dan modifikasi menu modern. Banyak juga yang masih mengandalkan komposisi dan rasa tradisional. 

Namun saya hanya cocok dengan satu tempat. Nasi Punel Setia Budi di Jalan Gajah Mada sebelum setasiun Bangil. Kalau dari arah Bangil ke Surabaya, setelah tugu menikung kanan masuk ke jalan Gajah Mada. Warung cat hijau ini ada di sebelah kiri jalan. Agak nyempil di halaman sebuah rumah tua. Ada tulisan Setia Budi besar berwarna hitam. 

nasi punel bangil
Warung kecil sederhana tapi selalu ramai

Penampakannya adalah warung tradisional. Kecil dan sederhana. Namun selalu ramai dengan pengunjung. Salah satu yang membuat saya suka, warungnya bersih. Meski berada di pinggir jalan, meja tidak berdebu. Lantai selalu bersih. Peralatan makan juga bersih.
   
nasi punel bangil
Nasi Punel lauk paru goreng

Meski tempat sudah ok tapi rasa makanan tetap yang utama. Saya sering ke sini komposisi bumbu dan kematangan masakan selalu pas. Nasi punel tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembek. Paling pas kalau soal nasi. Sayur dan aneka lauk pelengkap rasa manis dan asinnya seimbang. Legit dari suapan pertama hingga akhir. Dan... ini yang paling saya suka. Warung ini menyediakan lauk tambahan dengan banyak varian. Aneka olahan tempe, tahu, ayam, daging, telur dan jerohan. Lengkap. Kita tinggal pilih. Semuanya enak. 


Mahal nggak sih? Tenang... masih terjangkau. Harga seporsi Nasi Punel Rp 15.000 - sampai tak terhingga. Tergantung jenis lauk tambahan yang kita pilih. Pengin coba? silahkan... kalau ketagihan? tolong, jangan salahkan saya :D.

Sunday, 1 November 2015

Mie Aceh Warung Bang Yoss Driyorejo

mie aceh
Mie Aceh 
Mie Aceh yang benar-benar rasa Aceh terbilang jarang di Surabaya. Ada sih di daerah Surabaya Timur. Tapi itu jauh sekali dari rumah saya di pojokan Surabaya Barat. Pernah mencoba beberapa kali Mie Aceh namun rasa Jawa. Kurang nendang di mulut. 

Untunglah, ada Warung Bang Yoss yang baru buka di daerah Driyorejo. 
Suatu malam Kakak Ipar membawa bungkusan Mie Aceh ke rumah. Lezat sekali. Tekstur mie lembut namun tidak benyek. Rempah-rempah bumbunya meresap ke dalam mie dan nampol di mulut hingga suapan terakhir. Komposisi bumbunya juga pas. Nikmat tiada akhir. 

Saya dan suami langsung cuss kesana dengan panduan kakak ipar. Warung ini berada didaerah Driyorejo. Secara de Jure memang masuk wilayah Gresik. Tetapi secara de Facto sangat dekat dengan Surabaya. Alamatnya di Jalan Intan Perum Driyorejo Kota Baru. Lebih mudahnya, masuk dari pintu gerbang ruko citi9. Lurus saja sampai pertigaan lalu belok kiri. Warung Bang Yoss ada di sebelah kanan jalan. Buka setiap hari jam 10.00 - 24.00. Khusus hari jum’at baru buka setelah selesai sholat jum’at. 

mie aceh surabaya
Proses pembuatan Mie Aceh


Ternyata pemilik warung Bang Yoss asli dari Aceh. Untuk membuat Mie Aceh didatangkan langsung chef dari Aceh. Ini yang membuat Mie Aceh di sini terasa benar-benar Aceh. Aroma rempah-rempah khas makanan Aceh menggoda sejak makanan dihidangkan. Kaya rempah dan pedas, ini yang saya rasakan pada setiap suapnya. Bagi yang tak suka pedas, jangan lupa tambahkan pesan khusus Mie Aceh ‘tidak pedas’. Kalau tidak? bahaya... Rasa pedasnya nampol banget. Lumayan bikin saya kuwalahan ketika pertama kali mencoba. 

kopi aceh
Meracik kopi hitam yang didatangkan langsung dari Aceh


Sebagai teman makan, tak nikmat kalau tidak mencicipi kopi Aceh. Kopi hitam tanpa ampas yang diimpor langsung dari Aceh. Saya suka melihat cara membuat kopi Aceh. Pembuat kopi ini juga didatangkan langsung dari Aceh. Pembuatannya menggunakan 2 mug besar dan sebuah saringan panjang. Racikan kopi dibuat di sebuah mug besar. Lalu dituang dalam mug besar satunya lagi, yang didalamnya diletakkan saringan. Kopi akan di tuang pindah dalam dua mug besar itu bergantian beberapa kali. Baru kemudian disajikan di gelas.


Satu lagi yang saya suka di Warung Bang Yoss. Tempatnya luas dengna konsep teras. Tanpa pendingin, ruangan terasa sejuk karena banyak angin yang masuk dari samping, depan dan belakang. Kalau untuk makan sambil ngobrol-ngobrol bisa betah berlama-lama. Buat kumpul sama keluarga bisa. Untuk tempat ketemuan dengan teman-teman komunitas asyik juga. Harga makanan di sini juga tidak mahal. Mie Aceh satu porsi dibandrol Rp 9.000,-. Yang pasti, Mie Aceh dan kopi Acehnya bikin nagih. Sukses membuat saya ingin datang lagi... lagi... dan lagi.

mie aceh
Warung Bang Yoss cozy 


Foto: koleksi pribadi menggunakan ASUS Zenfone4


Noted: tempat ini sudah tutup

Friday, 23 October 2015

Bubur Madura Pertigaan Kedurus Surabaya

Bubur yang satu ini adalah makanan khas Madura yang mudah kita jumpai di Surabaya. Dari Pasar tradisional sampai mall banyak penjualnya. Kalau di kampung-kampung, masih banyak penjual yang berkeliling. Biasanya dengan disunggi (aneka jualan ditaruh bidang segi empat lalu diletakkan di atas kepala), ada juga yang menggunakan gerobak kecil yang didorong. Kalau yang disunggi, biasanya juga menjual rujak gobet. Kalau yang menggunakan gerobak dorong kebanyakan hanya menjual bubur Madura saja dengan panci-panci besar. 

Dalam satu porsi, terhidang beberapa macam bubur. Bubur putih kasar, bubur sumsum, bubur mutiara, bubur ketan hitam dan bubur gerendul lalu disiram dengan kuah gula merah yang kental. Semuanya ini ditata dalam pincuk daun pisang. Untuk makan, biasanya menggunakan sendok dari daun pisang kecil yang di lipat menjadi dua. Sehingga menjadi kaku dan bisa digunakan untuk menggambil bubur lembut nan lezat ini. Harga datu pincuk Bubur Madura bervariasi antara 4-7 ribu. Tergantung bahan bubur dan tempat berjualan. 

Kebetulan di tempat tinggal saya tidak ada penjual bubur keliling. Kalau kangen bubur Madura biasanya saya beli di Pasar Wiyung atau Pasar Blauran. Apabila niat ingin cuci mata baru ke Pasar Atom lantai bawah. Di sini harganya memang lebih mahal tapi rasanya paling makyus. Untunglah, sudah ada yang berjualan Bubur Madura maknyus di daerah pertigaan Kedurus sekarang. Tak perlu berburu sampai ke Pasar Atom di Surabaya Pusat. 




Seorang wanita Madura setengah baya setiap jam 5.30 sudah siap dengan gerobak kecil di depan ruko sebelum lampu merah Kedurus. Kalau dari arah Wiyung ada di sebelah kiri jalan. Di sini, yang paling juara adalah bubur sumsum dan gerendul. Bubur sumsum baik yang kasar ataupun lembut, terasa gurih dengan rasa santan kelapa. Bubur gerendul bijinya pas di mulut dan tidak keras. Satu hal yang istimewa, gerendul bubur ini ketika digigit terasa gurih. Biasanya seasoning hanya terasa dipermukaan tapi yang ini terasa sampai dalam gerendul. Nikmatnya...  












Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4 

Saturday, 17 October 2015

Sejarah Iwel-Iwel yang Unik

sejarah iwel iwel
Iwel-iwel adalah makanan tradisional Indonesia yang beredar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Makanan ini termasuk langka karena jarang ada di pasar tradisional atau lapak khusus jajanan pasar. Di Jawa Timur hanya muncul pada upacara tujuh bulanan ibu hamil, aqiqah dan selapanan bayi yang baru lahir. 

Konon, iwel-iwel sudah ada sejak jaman para wali. Berasal dari kata waliwalidayya. Penggalan dari doa untuk orang tua Rabbighfirlii waliwalidayya... Namun karena lidah orang Jawa susah melafalkan, jadinya iwel-iwel. Anak yang dalam kandungan atau yang sudah lahir diharapkan menjadi anak sholeh/sholehah dan selalu mendoakan orang tuanya. Wuih, hanya sebuah kue sederhana ternyata dalam banget filosofinya. 

Ada juga sejarah iwel-iwel versi lain. Iwel-iwel berasal dari bahasa jawa kemiwel. Dalam bahasa Indonesia berarti menggemaskan. Mungkin ini sebagai doa agar anak yang dikandung atau yang sudah lahir akan menjadi anak menggemaskan. Presentasi dari bayi yang sehat, normal tak kurang suatu apapun dan menyenangkan bila dipandang.  

Saya jatuh cinta pada makanan ini pada gigitan pertama. Ketika lidah pertama kali merasakan iwel-iwel, saya langsung bertekuk lutut padanya. Tak peduli kalau makanan ini susah dicari. Walau ke ujung dunia, saya akan tetap mencari... aaiiih sedap. Gombal banget... bumi mana ada ujungnya :P

Iwel-iwel biasanya dibungkus daun pisang berbentuk limas segitiga dengan lidi kecil sebagai pengait. Berbahan beras ketan/tepung ketan dicampur dengan parutan kelapa muda. Gula merah ditambahkan dalam adonan. Bila dikukus, gula merah akan meleleh. Ketika matang dan kita gigit, gula merah langsung lumer di mulut. Manis legit bercampur memberikan sensasi kenikmatan tiada tara.

Resep aslinya menggunakan beras ketan yang di rendam lalu diselep menjadi tepung. Nanti kalau matang tekturnya agak kasar. Menurut saya, jauh lebih enak menggunakan beras ketan di banding tepung ketan. Lebih gurih rasanya. Kalau menggunakan tepung ketan lebih lembek dan lengket. 


Foto: koleksi pribadi menggunakan ASUS Zenfone4

Thursday, 1 October 2015

Review Buku Girl with a Pearl Earring, Gadis dengan Anting-Anting Mutiara

buku tracy chevalier buku girl with a pearl earring
Judul : Girl with a Pearl Earring (Gadis dengan Anting-Anting Mutiara)
Penulis : Tracy Chevalier
Alih Bahasa : Kathleen SW
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2003

Meski buku ini terbitan lama, namun bagi saya buku ini sangat menawan. Setting tahun 1664-1767 ditampilkan penulis dengan indah. Kehidupan dan proses melukis Vermeer disuguhkan dengan cukup detail. 

Saya jadi tahu bagaimana sulitnya proses penggerusan dan pencampuran warna yang digunakan untuk melukis. Warna hitam berasal dari tulang yang dibakar, warna merah terang dari biji madder, warna ultramarine diekstrasi dari batu berwarna biru. Tentu masih banyak lagi hal-hal menakjubkan untuk menghasilkan warna-warna indah. 

Cerita dalam novel ini diambil dari sudut pandang seorang pelayan muda di rumah Vermeer bernama Griet. Meski buta huruf, dia mempunyai bakat seni yang kuat. Mungkin genetik dari ayahnya, seorang pembuat keramik, sebelum beliau buta. 

Pada mulanya, Griet bertugas membersihkan studio lukis Vermeer. Suatu saat, Griet melihat ada sesuatu yang kurang pada lukisan tuannya. Dia memutuskan untuk merubah sedikit tatanan di meja model lukisan. Alih-alih marah, ternyata Vermeer merubah lukisannya mengikuti perubahan yang di buat Griet. 

Peristiwa itu membuat Griet dan tuannya melakukan percakapan panjang tentang estetika warna dan lukisan. Setelah itu, Griet diminta untuk mempersiapkan semua warna dan peralatan melukis sang Tuan. Gadis muda ini juga diminta untuk menjadi model pengganti lukisannya. Lambat laun timbul rasa suka diantara keduanya. Namun mereka tak mungkin bersatu. Vermeer sudah menikah dengan Catharina. Sedangkan Griet akan menikah dengan Pieter muda.

Tiba-tiba van Ruijven, seorang kaya raya memesan lukisan dengan Griet sebagai modelnya. Lukisan ini merupakan puncak konflik dan setral dalam novel ini. Banyak sekali peristiwa dan kisah menawan selama proses pembuatan lukisan ini. Sekitar lima bulan kemudian lukisan itu selesai dan diberi judul Gadis dengan Anting-anting Mutiara. Sayang, Griet tidak pernah melihat lukisan dirinya tersebut. 

Kok bisa begitu? Bagaimana mungkin Griet tidak bisa melihat lukisan dirinya? Ah, lebih nikmat kalau Anda membaca sendiri kisahnya. Saya saya bersyukur memilih buku ini diantara tumpukan obral buku murah.


Foto: koleksi pribadi      

Tuesday, 29 September 2015

Tahu Tek Surabaya

Tahu Tek merupakan salah satu makanan tradisional Surabaya yang lezat. Kenapa namanya Tahu Tek. Konon, nama Tek diambil dari bunyi gunting yang beradu ketika memotong tahu dan kentang. Versi lain menyebutkan kalau nama Tek diambil dari bunyi wajan yang dipukul-pukul penjualnya. Tahu Tek biasanya dijajakan keliling dengan menggunakan gerobak yang di dorong sang penjual. Untuk menarik pembeli, sang penjual memukul-pukul penggorengan dengan sutil

Makanan ini terdiri dari tahu, lontong, telor dadar, kentang yang dipotong kecil-kecil dan tauge yang disiram bumbu kacang dan petis. Sebagai topping adalah krupuk kecil-kecil atau biasa disebut kerupuk kancing. 

Pada jaman dahulu, telur, kentang dan minyak goreng merupakan bahan mewah. Oleh karena itu, isinya hanya tahu, lontong dan tauge sebagai pelengkap lalu disiram bumbu kacang sidikit. Pada perkembangannya, telur dadar, kentang dan kerupuk ditambahkan. Ada beberapa penjual yang menambahkan keripik melinjo sebagai campuran kerupuk. Kalau mau bikin sendiri, cukup mudah.



Bahan: 
  • Lontong (beli yang sudah jadi)
  • Tahu 
  • Telur ayam
  • Kentang
  • Tauge/ kecambah pendek atau panjang
  • Kerupuk kancing (sudah digoreng)
  • Daun seledri (diiris kasar)

Bumbu yang dihaluskan:
  • Cabe rawit
  • Bawang putih 
  • Kacang tanah (buang kulitnya lalu goreng)
  • Petis udang
  • Petis Madura (kalau tidak suka asin, bahan ini bisa dihilangkan)
  • Garam
  • Gula

Cara membuat:

  • Tahu dan kentang digoreng dengan minyak panas. Lalu sisihkan. 
  • Telur dadar di kocok lepas dan sisihkan.
  • Tauge di rebus sebentar dengan air panas lalu sisihkan.
  • Kacang tanah goreng dengan minyak panas hingga kecoklatan.
  • Bawang putih yang sudah dikupas, digoreng dengan cabe rawit tanpa minyak. Haluskan cabe rawit, bawang putih, sedikit garam dan gula. Bila ditambah petis Madura lebih baik tidak ditambah garam karena petis Madura sudah asin. Lalu tambahkan kacang tanah dan haluskan. Tambahkan air sedikit untuk mempermudah proses penghaluskan. Bila sudah halus, tambahkan petis udang. Tambahkan petis Madura (bila suka). Tambah sedikit demi sedikit air matang hingga bumbu mengental. Lalu sisihkan.
  • Lontong, tahu dan kentang potong dadu. Potong kasar telur dadar. Tata dalam piring. Tambahkan tauge rebus diatasnya lalu siram dengan bumbu. Taburkan irisan seledri. Tambahkan kerupuk goreng. Tahu tek siap disajikan.

Tuesday, 22 September 2015

Taman Apsari Surabaya

taman apsari surabaya

Ini merupakan salah satu taman favorit saya. Letaknya strategis di tengah kota Surabaya. Berada tepat di depan gedung Grahadi Surabaya. Di sekeliling Taman Apsari ada banyak makanan. Sebelah kanan, ada kantin kantor pos yang terkenal dengan pangsit Jakarta dan Lontong balapnya yang uenak soro. Belakang dan sebelah kiri taman, banyak jajanan kaki lima, juga ada kedai kopi dan restoran. Setelah capek keliling taman, kita bisa langsung makan minum sampai kenyang.

Taman Apsari adalah salah satu taman kota warisan pemerintah Belanda, berdiri di area seluas 5.300 m2. Pada jaman Belanda terkenal dengan sebutan Kroesen Park atau Taman Simpang. Kroesen diambil dari J.C.Th Kroesen, salah satu residen Belanda di Surabaya (1888-1896). Dahulu, jalan tempat taman ini berada bernama Jalan Simpang, itulah sebabnya dikenal dengan nama Taman Simpang.

taman kota surabaya
Oase di pusat kota Surabaya

Dahulu kala, Dirk Van Hogendrop, seorang Gezaghebber (penguasa tunggal) Belanda (1794-1798) memiliki kediaman resmi di dekat Jembatan Merah. Namun dia berkeinginan untuk tinggal di dekat tepi Kalimas, untuk memudahkan menjalankan tugas pemerintahan. Maka dibangunlah Gedung Grahadi sebagai tempat tinggal baru lengkap dengan taman indah di belakangnya, yang sekarang kita kenal sebagai Taman Apsari.

Anda pasti bertanya-tanya, kok bisa posisinya sekarang berubah. Pada awal pembangunannya, Gedung Grahadi menghadap Kalimas (utara). Tahun 1802, Gedung Grahadi berubah menghadap ke Selatan hingga saat ini. Begitulah sejarah Taman Apsari Surabaya yang saya baca disini.

gubernur suryo
Patung Gubernur Suryo

Salah satu taman kota yang cantik di Surabaya ini memiliki kurang lebih 20 jenis bunga. Dibagian sisi depan ada Patung Gubernur Suryo (Gubernur pertama Jawa Timur 1946-1948) tinggi menjulang. Di sebelah kiri dan kanan patung Gubernur Suryo aneka pohon dan bunga rimbun lengkap dengan beberapa tempat duduk yang bisa digunakan untuk santai. Jogging track menggelilingi taman ini. Sementara di belakang ada lapangan futsal.

taman apsari surabaya
Lapangan futsal


Siang hari pada hari tertentu, anak-anak SD Kaliasin berlatih marching band di sini. Kebetulan salah satu sekolah unggulan Surabaya ini hanya berjarak 200m dari Taman Apsari. Biasanya, Taman ini ramai pengunjung pada sabtu malam. Berbagai komunitas anak muda berkumpul di sini. 

Cukup lengkap kan fasilitasnya. Taman Apsari seperti oase di tengah keriuhan lalu lintas padat di Surabaya Pusat. Berada di dalamnya atau sekedar menatapnya dapat menyegarkan mata dan pikiran sejenak.  


Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4

Thursday, 3 September 2015

Menikmati Surabaya dari Menara 99 Masjid Agung Surabaya

Menara 99 adalah salah satu daya tarik Masjid Agung Surabaya. Anda bisa naik ke puncak menara di lantai tiga. Disana, Anda bisa menikmati landscape Surabaya di sekitar masjid. Tenang saja, tak perlu capek-capek naik tangga. Pengunjung bisa naik  lift hingga ke puncak menara.

Saya sudah sering ke Masjid Agung Surabaya, namun belum pernah naik ke menara 99. Kebetulan pas minggu pagi, suami mengajak jalan-jalan ke masjid agung. Parkir di luar masjid penuh, akhirnya kita masuk ke halaman. Mobil parkir pas dekat menara. Sewaktu kami datang antrian sudah panjang. Maklum masih liburan lebaran. Kami keluar ke areal pasar kaget. 

Sewaktu kami pulang antrian pengunjung menara masih panjang. Suami ke kamar mandi masjid, saya menunggu di luar. Lama-lama saya jadi penasaran melihat antrian yang tak juga surut sedari pagi. Bagus banget mungkin di atas sana. Pokoknya harus naik, nih :D. Saya ikut antri juga. 

Untuk naik ke atas menara, cukup membayar tiket Rp 7.500,-. Sedangkan anak-anak, diatas 5 tahun dikenakan biaya Rp 5.000,-.  Anda pun juga harus bersabar menunggu giliran. Liftnya kecil berkapasitas 550 kg (sekitar 8 orang dewasa berukuran badan sedang). Menurut petugas, setiap pengunjung hanya boleh 15 menit diatas. Namun kenyataannya, bebas saja mau berapa lama berada di puncak menara.


Begitu pintu lift terbuka di puncak menara, saya mendapat suguhan landscape Surabaya yang ciamik soro. Tempat ini cukup nyaman bagi yang takut ketinggian. Ada teras memutar dengan pegangan besi di dekat jendela. Awalnya memang deg-degan dan keringat dingin. Tetapi setelah saya asyik dengan kamera, rasa takut itu sudah terlupakan. Tergantikan dengan pemandangan Surabaya yang cantik dari atas. 

Ruangan di puncak menara memang sempit, kita harus pandai mencari tempat yang nyaman. Namun sayang, kacanya berwarna hijau. Hasil foto jadi tidak bersih. Saya hanya sebentar, sekitar 10 menit berada di sini. Namun antri lift ke atas dan kebawah menara yang lama. Saya harus menunggu 30 menitan. Jadi ya, sekitar 1 jam-an untuk naik dan turun menara. Mungkin kalau hari biasa lebih cepat lagi.  

Pada papan pengumuman tertulis, wisata menara buka setiap hari mulai jam 8.00. Kalau hari minggu mulai buka jam 6.00. Kalau saya mulai antri jam 10.00an, Alhamdulillah antrian sudah tak seberapa panjang. Sewaktu saya datang jam 07.00 antrian panjang sekali, hingga turun ke jalan aspal pintu masuk parkir mobil.


Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4     

Monday, 31 August 2015

Masjid Agung Surabaya

Masjid tampak dari samping

Masjid saat ini bukan saja sebagai tempat ibadah namun juga berfungsi sebagai tempat wisata. Banyak sekali masjid cantik dengan arsitektur menawan. Salah satu masjid  -yang menurut saya- cantik di Indonesia adalah Masjid Akbar Surabaya (MAS). Masjid ini mulai dibangun pada tanggal 4 agustus 1995 diatas tanah seluas 11,2 hektar. Pada 10 november 2000 diresmikan oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid. Tempat ini bisa menampung 30.000 jama’ah.

Saya paling suka dengan desain kubahnya. Kubah bagian atap terdiri dari sebuah kubah besar dikelilingi empat kubah kecil berwarna kombinasi biru dan hijau. Namun warna biru mendominasi. Terlihat cantik sekali. Ada juga menara 99 yang bisa dinaiki hingga puncaknya. kita bisa melihat Surabaya dari ketinggian.

Kubah Masjid diambil dari Menara 99

Masjid ini termasuk kategori nyaman menurut saya. Ruang wudhu jama’ah perempuan luas dan tertutup, jauh dari jangkauan mata jama’ah pria. Tempat sholatnya lapang. Pilar-lilar yang tinggi dan sirkulasi yang bagus membuat masjid ini selalu sejuk meski tanpa pendingin ruangan. Bikin betah berlama-lama di dalamnya.

Bagian dalam masjid

 Fasilitas tempat ini termasuk lengkap. Selain sebagai tempat ibadah, juga tempat kursus baca tulis Al-Qur’an dan berbagai kajian keislaman ada di sini. Masjid ini bisa juga  digunakan untuk acara pernikahan. Biasanya, akad nikah dilakukan di dalam mesjid, tepatnya di depan mimbar imam. Resepsi pernikahan bisa juga di lakukan di sini. Pada bagian belakang masjid, ada dua hall yang bisa digunakan untuk resepsi.
Pintu masuk


Pada hari minggu Masjid ini selalu ramai, sepanjang jalan depan Masjid Agung Surabaya banyak pedagang dengan aneka barang jualan. Lengkap, dari mulai makanan, mainan hingga aneka sandang dan peralatan rumah tangga. Banyak juga warga Surabaya yang jogging di jalan sekitar Masjid. 

Masjid ini selain sebagai tempat beribadah, bisa juga sebagai tempat tujuan wisata ketika anda singgah di Surabaya. Akses menuju ke sini sangat mudah. Masjid ini terletak persis di sebelah kiri jalan tol ke Malang arah dari Surabaya. Kalau lewat jalan tol bisa turun di pintu tol jambangan. Kalau dari Jalan Ahmad Yani, Anda bisa masuk lewat jalan injoko atau jalan masuk sebelum carefour Ahmad Yani. Tinggal lurus saja. Ada petunjuk jalan menuju Masjid Agung Surabaya.    

Kalau kebetulan Anda datang ke Masjid Agung Surabaya pada hari minggu, Saya sarankan datang lebih siang sekitar jam 10.00 keatas. Saat itu pasar kaget sudah mulai sepi, Anda tidak terjebak semrawut lalu lintas bila akan masuk areal masjid. Namun bila ingin sekalian menikmati pasar kaget, Anda bisa datang jam 06.00. Selamat menikmati :)

Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4

Wednesday, 1 July 2015

Zangrandi Ice Cream

Bagi para pecinta ice cream, kalau Anda di Surabaya, wajib datang ke Zangrandi. Tempat ini berada di jalan Yos Sudarso 15. Lokasinya mudah di cari. Bersebelahan dengan Grand Palace Hotel. Depan gedung DPRD tingkat II. Buka setiap hari jam 10-22.

Tahun 1930, Renato Zangrandi mendirikan sebuah depot ice cream yang bernama Renato Zangrandi’s Ijspaleis. Orang Italia ini juga pendiri Ragusa Ice Cream di jakarta. Depot ini didirikan untuk memenuhi selera orang-orang Eropa yang gemar ice cream. Zangrandi berdiri depan Simpangsche Societeit (sekarang Balai Pemuda), yaitu tempat kaum sosialita asing berpesta, berdansa, nonton konser musik dan dugem.



Zangrandi tempo dulu

Zangrandi sudah membuka beberapa cabang di mall. Tetapi saya lebih suka datang ke Zangrandi Yos Sudarso. Walau sudah berganti kepemilikan. Namun sang pemilik tetap mempertahankan arsitektur awal berdirinya tempat ini.

Walau sudah direnovasi beberapa kali tetapi bangunan depan dan interior tetap sama dengan foto di jaman tahun 1930. Meja kursi rotan pendek nuansa merah kuning masih tetap digunakan pengunjung. Pilar-pilar gaya Eropa bercat kuning berdiri gagah. Lantainya kotak-kotak coklat. Meski sekarang sudah ada sentuhan modern dengan sofa di pojok ruang sebelah kanan. Namun suasana jadul tempo dulu masih tetap kental.


 Kalau rasa ice cream apakah ada perubahan? Menurut pengakuan Bapak dan Ibu saya, dari sejak beliau pacaran tahun 1977 sampai sekarang rasanya tetap sama. Tidak ada perubahan sama sekali. Ini istimewanya. Sang pemilik sanggup berkomitmen untuk tidak merubah rasa dan penampilan ice cream.

Ada banyak varian ice cream. Di buku menu ada penjelasan lengkap item bahan yang disajikan. Menu andalan Zangrandi sejak jaman dulu adalah tutti frutti. Namun saya tak pernah mencoba karena ice cream ini mengandung rum. Rocky canyon, fruit parade, classic twinkle, the love deal, noodle ice cream adalah beberapa ice cream yang pernah saya coba. Favorite saya adalah rocky canyon. Ice cream coklat yang lembut dan nendang rasa coklatnya, ditempatkan pada corn berbentuk mangkuk gelombang. Tandas semua, masuk mulut sampai serpihan terakhir. 

Rocky Canyon

 Untuk yang kelaparan, jangan khawatir Zangrandi ada menu tambahan pengenyang perut. Resoles, kroket, French fries, pizza dan masih banyak lagi penganan yang lain yang lezat. Dijamin Anda akan kenyang dan ingin kembali ke sini lagi setelah mencicipinya.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Asus Zenfone4