Wednesday, 12 November 2014

Samurai Kazegatana: Pedang Angin

Judul Buku : Samurai Kazegatana: Pedang Angin
Penulis : Ichirou Yukiyama
Penerbit : Qanita
Tahun : 2009

Azakawa, seorang saudagar yang mewarisi usaha keluarga di usia 20 tahunan. Ketika orang tuanya meninggal, tak ada pilihan lain bagi Azakawa. Usaha keluarga harus tetap berjalan. Tinggal dia dan Tsubame yang masih hidup. Sang adik yang terlihat lembut dari luar tapi sebenarnya sosok perempuan yang pemberani dengan kecerdasan luar biasa.

Saudagar muda ini mampu bekerja keras dan belajar dengan cepat. Perusahaan kain sutra berkembang pesat melebihi pencapaian Sang Ayah. Namun sayang, ada sekelompok perampok baru yang tiba-tiba muncul dan selalu berhasil menggagalkan pengiriman barang ke ibu kota. Begitu juga dengan barang Azakawa. Gorou, seorang samurai kepercayaan keluarga Azakawa meninggal dalam peristiwa itu.

Peristiwa tersebut mengguncang Akazawa dan Tsubame. Gorou bukan sekedar pengawal setia namun juga pengganti orang tua bagi mereka berdua. Ditambah lagi pasukan bentukan Daimyou tak mampu menumpas perampok Chigatana yang bermarkas di Lembah Togoruchi. 

Sebuah jalan pintas terpaksa diambil Azakawa. Dia membentuk pasukan kecil yang beranggotakan para samurai hebat. Kazegatana, nama pasukan pembasmi yang dipilih oleh Tsubame. Meski hanya beranggotakan empat orang, Satoru, Hanmaru, Hironobu dan Shinnosuke. Kazegatana berhasil membunuh semua perampok Chigatana. Sepertinya ini hal yang tak masuk akal. Akazawa ternyata seorang penyusun strategi yang genius. Penyerangan yang dilakukan oleh Kazegatana selalu efektif melumpuhkan pertahanan musuh. 


Setiap tindakan pasti ada resikonya. Pimpinan tertinggi Chigatana ternyata masih hidup dan memutuskan untuk membalas dendam. Azakawa yang sudah siap mati ketika membentuk Kazegatana, mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum pimpinan perampok mendatangi kediamannya. Akhir cerita ini sungguh tragis. Semua anggota Kazegatana dan Azakawa meninggal semuanya. Hanya tinggal Tsubame yang masih hidup. Hanmaru berhasil membawa Tsubame ke rumah salah satu sahabat keluarga Akazawa. Tsubame dengan ketegaran yang luar biasa, segera kembali ke kediaman keluarga dan membangun usaha mereka dari awal. Perempuan ini, meski seorang diri namun mampu memajukan kembali perusahaan keluarga akazawa.

No comments:

Post a Comment