Friday, 21 November 2014

AC Dapur

Ijah sedang memasak. Nyonyah masuk dapur.
Nyonyah : Ijah... berapa kali saya bilang. Jangan lupa nutup pintu kulkas
Ijah : Eh... anu...
Nyonyah melirik Ijah kesal lalu berlalu meninggalkan dapur. Ijah membuka lagi pintu kulkas. Dia kembali ke posisinya dan asyik memasak.

Keesokan hari
Nyonyah masuk ke dapur mendapati Ijah yang sedang duduk di depan kulkas yang terbuka. Ijah sedang asyik ketak ketik di HP, sambil sesekali cekikikan.
Nyonyah : (menunduk sambil menarik earphone di telinga kiri) Ijaaaaaaaaaah
Ijah : Eh, nyonyah...
Nyonyah : kamu ngapain di sini? 
Ijah : ngadem, Nyah (cengengesan)
Nyonyah : NGA... DEM...?
Ijah : Iyah (mengangguk mantap). Ini kan AC dapur. ACnya Ijah (senyum-senyum sambil menunjuk kulkas).

Nyonyah : Iiiiijaaaaaaaaaaaaaaaah !@#$%^&*#$%&@#

Thursday, 13 November 2014

Victoria dan Sang Earl (Victoria and The Rogue)

Judul Buku : Victoria dan Sang Earl (Victoria and The Rogue) 
Penulis : Meg Cabot
Alih Bahasa : Ingrid Dwijani Nimpoeno 
Tahun : 2010

“My Lord, untuk menjawab pertanyaanmu, aku akan merasa terhormat menjadi istrimu.”
Sebuah kalimat singkat yang diucapkan Victoria diatas kapal mampu menguncang kehidupan masa depannya. 

Lady Victoria Arbuthnot (Vicky) jatuh cinta pada pandangan pertama pada Lord Malfrey. Seorang bangsawan yang tampan nan modis, dengan kesantunan sangat menawan. Siapa pula yang tak terpesona pada Victoria. Gadis ceria nan jelita pewaris tunggal kekayaan berlimpah orang tuanya yang sudah lama meninggal. Cerita cinta mereka berdua bak dongeng, andai saja tak ada Kapten Jacob Carstairs, busuh bebuyutan Vicky. 

Kapten Carstairs berusaha keras agar pernikahan Vicky dibatalkan. Permusuhan mereka semakin panas. Setiap kali bertemu keduanya selalu saling meluncurkan kata-kata pedas. Vicky yang sedang dibutakan oleh cinta menganggap semua fakta tentang Malfrey yang dibeberkan Sang Kapten adalah fitnah belaka. 

Hingga pada suatu ketika, Vicky menemukan kenyataan bahwa The Lord menikahinya hanya karena kekayaannya. Keluarga bangsawan tersebut ternyata sedang bangkrut dan memiliki banyak hutang. Gadis mungil ini memilih untuk membatalkan pernikahannya. Namun sayang, Bangsawan sombong dibantu oleh Ibunya ‘menculik’ dan menyekap Vicky  di kediaman mereka. Vicky dipaksa untuk menikahi The Lord. Untunglah gadis tangguh tersebut berhasil kabur dan Kapten Carstairs berhasil menyelamatkannya.

Berbagai peristiwa menegangkan yang mereka lalui membuat keduanya tersadar. Mereka saling jatuh cinta. Meski selama ini selalu terlontar teriakan dan makian dari mulut mereka, meski perasaan benci yang terasa. Namun mereka, ternyata saling menyayangi. Ikatan batin keduanya dan juga rasa takut kehilangan satu sama lain baru mereka sadari. 

Konon katanya, dalam setiap kebencian akan menghasilkan percikan cinta. Sedikit demi sedikit cinta itu akan terkumpul dan tiba-tiba akan membara tanpa disadari oleh pemiliknya. Inilah yang dialami oleh Vicky dan Jacob. Tema klise yang abadi sepanjang masa, namun diramu dengan menawan oleh sang penulis.

Wednesday, 12 November 2014

Samurai Kazegatana: Pedang Angin

Judul Buku : Samurai Kazegatana: Pedang Angin
Penulis : Ichirou Yukiyama
Penerbit : Qanita
Tahun : 2009

Azakawa, seorang saudagar yang mewarisi usaha keluarga di usia 20 tahunan. Ketika orang tuanya meninggal, tak ada pilihan lain bagi Azakawa. Usaha keluarga harus tetap berjalan. Tinggal dia dan Tsubame yang masih hidup. Sang adik yang terlihat lembut dari luar tapi sebenarnya sosok perempuan yang pemberani dengan kecerdasan luar biasa.

Saudagar muda ini mampu bekerja keras dan belajar dengan cepat. Perusahaan kain sutra berkembang pesat melebihi pencapaian Sang Ayah. Namun sayang, ada sekelompok perampok baru yang tiba-tiba muncul dan selalu berhasil menggagalkan pengiriman barang ke ibu kota. Begitu juga dengan barang Azakawa. Gorou, seorang samurai kepercayaan keluarga Azakawa meninggal dalam peristiwa itu.

Peristiwa tersebut mengguncang Akazawa dan Tsubame. Gorou bukan sekedar pengawal setia namun juga pengganti orang tua bagi mereka berdua. Ditambah lagi pasukan bentukan Daimyou tak mampu menumpas perampok Chigatana yang bermarkas di Lembah Togoruchi. 

Sebuah jalan pintas terpaksa diambil Azakawa. Dia membentuk pasukan kecil yang beranggotakan para samurai hebat. Kazegatana, nama pasukan pembasmi yang dipilih oleh Tsubame. Meski hanya beranggotakan empat orang, Satoru, Hanmaru, Hironobu dan Shinnosuke. Kazegatana berhasil membunuh semua perampok Chigatana. Sepertinya ini hal yang tak masuk akal. Akazawa ternyata seorang penyusun strategi yang genius. Penyerangan yang dilakukan oleh Kazegatana selalu efektif melumpuhkan pertahanan musuh. 


Setiap tindakan pasti ada resikonya. Pimpinan tertinggi Chigatana ternyata masih hidup dan memutuskan untuk membalas dendam. Azakawa yang sudah siap mati ketika membentuk Kazegatana, mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum pimpinan perampok mendatangi kediamannya. Akhir cerita ini sungguh tragis. Semua anggota Kazegatana dan Azakawa meninggal semuanya. Hanya tinggal Tsubame yang masih hidup. Hanmaru berhasil membawa Tsubame ke rumah salah satu sahabat keluarga Akazawa. Tsubame dengan ketegaran yang luar biasa, segera kembali ke kediaman keluarga dan membangun usaha mereka dari awal. Perempuan ini, meski seorang diri namun mampu memajukan kembali perusahaan keluarga akazawa.