Wednesday, 1 October 2014

Protes dan Demo dengan Elegan

Dari semalam, saya sedang mempersiapkan sebuah tulisan panjang tentang keputusan konyol yang diambil sebagian orang penting di negeri ini. Tentang keegoisan suatu golongan. Tentang kebijakan nyeleneh seorang pejabat. Serta masih banyak lagi ‘keajaiban nyentrik’ yang ada di negeri ini. 


Saya berusaha menyusun semua kalimat sesopan mungkin. Meski tetap saja ada kalimat yang lumayan keras dan bisa bikin panas. Jujur saya menulis tulisan tersebut dengan hati penuh amarah. Kesal dan sebal yang sudah bertumpuk-tumpuk selama beberapa hari. 

Ketika berdiskusi panjang dengan suami membahas masalah tersebut. Saya beberapa kali bicara dengan nada tinggi. Hingga suami harus melotot untuk memperingatkan, ketika suara saya meninggi. Suami menanggapi orasi panjang saya sambil senyum-senyum.

Saya berniat posting tulisan panjang tersebut. Sambil menunggu loading blog, saya baca-baca status di facebook. Ada seorang teman share status seorang Ricky Elson. Cukup panjang statusnya. Pada titik terakhir status tersebut, saya terdiam cukup lama. Saya sungguh malu. Apa yang sudah saya lakukan selama ini. Apa yang sudah saya perbuat demi perbaikan negara ini. Apakah dengan tulisan panjang yang saya buat itu akan membawa perubahan yang lebih baik buat Indonesia? Naif sekali kalau saya bisa menganggap seperti itu. Negeri ini tak butuh banyak kata, sudah banyak kata yang keluar dari para cerdik pandai tapi ya diabaikan. Sementara saya? siapa saya? 

Saya pertama kali tahu kiprah beliau dari acara Kick Andy. Saya angkat topi akan sikap beliau. Tulisan panjang yang sudah saya buat urung diunggah di blog. Saya lebih memilih menyimpannya saja dalam folder laptop. Biar. Biar saja tulisan itu menjadi pengingat untuk diri saya sendiri. Tak perlu saya mengingatkan orang lain. Karena saya belum lebih baik dari mereka yang saya jadikan bahan tulisan.

Saya sepakat dengan Ricky Elson. Protes dan demo dapat dilakukan dengan perbuatan nyata untuk perbaikan Indonesia. Tak perlu banyak kata. Langsung berbuat saja. Berikan yang terbaik dari diri kita dan lakukan dengan sebaik mungkin. 

Berikut ini kutipan status Ricky Elson, yang saya copas dari sini.

Sebenarnya....saya tahu sekali saya bukan orang yg Baik...
Hidup saya adala Protes.. dan Protes..
Apa yang saya lakukan selama ini semuanya adalah "DEMO"
Pembuatan MOBIL LISTRIK adalah DEMO saya ..pada Negara ini..
BECAK BANTU LISTRIK saya adalah Demo pada Negri ini..
Program Lisrtik Tenaga Angin adalah DEMO saya..pada Negara ini..
Mengapa mereka mengabaikan saudara2 saya yang di Timur negri ini..
Mengapa Mereka yg merasa Pintar dalam Teknologi pelit sekali berbagi Ilmu
mengapa Mereka yang disebut Guru Besar tiba tiba merasa menjadi Tuhan..
mengatakan di Indonesia Tak Ada Potensi Angin..
Mengapa mereka menutup Divisi Pengembangan Teknologi Angin nya LAPAN..
Mengapa mereka hanya membuat lomba untuk membunuh kreatifitas..
menjadi persaingan kebanggaan antar universitas saja..
Mengapa mereka meremehkan karya anak Indonesia
Mengapa mereka yg pintar mengelabui rakyat dengan membawa Kincir Abal abal dari Loakan Negri Tetangga...
Mengapa mereka mengada adakan proyek pelistrikan yg hanya 5kW , 10 kW dengan harga Milyaran..
mengapa ada ratusan Perguruan Tinggi di Negri ini..
ada Ratusan jurusan Mesin, Elektro, kimia. dll
ada Ribuan sarjana yg lulus dari juruan tsb..
tapi... Mesin pembangkit kita hampir semuanya buatan Luar..
mengapa program 10000MEGAWATT itu generator buatan PINDAD hanya dibawah 20MW..
lalu darimana yang 9980MW nya lagi?...
mengapa Uang hasil jerih payah bangsa ini lebih banya untuk membayar gaji expert asing?
dan sejuta kekesalan dan mengapa yang lain lain.
tapi tidak dengan membawa masa ke Jalan....
Tidak dengan lempar2 an batu dan molotov dengan pak polisi..
juga tidak menulis #‎ShameOnYou pada orang2 tertentu...
Tidak dengan mematikan karir politik seseorang..
tidak juga dengan Menuduh si A si B korupsi inefesiensi berapa Trilyun..
juga tidak menuduh si A si B antek asing...
juga tak akan bilang saya pro rakyat kecil,
karna rakyat besar dan rakyat kecil itu memang tak ada...
yg ada hanya rakyat indonesia...
tapi dengan yg terbaik dari kami....
Di pulau Sumba...untuk membangun 100 x 500Wpeak kincir angin
(setara dengan 50kW peak)
di 4 lokasi..dengan jaringan instalasinya..
mulai dari pengadaan hingga penyelesaian.. kami hanya menghabiskan dana 3M...
silahkan bandingkan dengan proyek pengadaan negara ini..
seperti di 3 foto terakhir...
hanya utk 5kW saja ditenderkan jauh lebih besar..dari yg kami lakukan..
dan jelaskan pada saya jika saya salah.....
saya tak akan menuduh siapa yg korup siapa yg licik.. siapa yang mengada ada..
silahkan fikirkan sendiri.. jika kita ingin negri ini baik..
Ini Demokrasi saya dengan Tuhan saya..
karna YANG MAHA BERKEHENDAK memberi saya secuil dan benar secuil ilmuNYA...
Ini Demonstrasi saya dan para sahabat saya pada negri ini..
Mana DEMO mu... wahai anak negri...

20140928
Cerita Ciheras Cerita DEMO DEMO an..
MARI BERDEMO..
REVOLUSI INI BELUM SELESAI
MARI BERDEMO...
tapi dengan HATI, AKAL DAN JIWA yg Sehat

No comments:

Post a Comment