Friday, 26 September 2014

Kok... Diam Saja

Suatu minggu, Ponakan-ponakan sedang berkumpul di rumah. Kakak dan Abang asyik main game di gadget. Suami lagi asyik main game juga di laptop. Berhubung Adik dicuekin sama Kakak dan Abang, gadis cilik ini menghampiri suami. Dia asyik memperhatikan game yang dimainkan. Adik mulai bertanya ini itu sambil menunjuk-nunjuk layar laptop. Sementara suami habis minum pil jahil.

Adik: Om, itu apa?
Suami: Hem...
Adik: Itu apa, om?
Suami: Hem...
Adik: Kenapa kok gitu?
Suami: Hem...
Dan... masih buanyak lagi pertanyaan Adik. Sementara suami terus saja menjawab dengan ‘hem’. 

Adik mulai kelihatan bete dan berulah menarik perhatian penguasa laptop. Dia berusaha keras agar bisa duduk dipangkuan suami. Namun usahanya gagal. Sementara suami sesekali melihat Adik dengan wajah lempeng tanpa ekspresi. Saya mulai gak tahan melihat mereka berdua. Suami memang suka menggoda ponakan bungsu dengan pura-pura cuek. 

Sisi ke-egoan adik mulai terusik. Gadis kecil itu semakin atraktif menarik perhatian. Suami masih tetap dengan aktingnya. 
Adik: (menekan-tekan tangan kanan suami dengan gemas) Ooom, kalau ada yang TANYA itu harus dijawaaaab. Nggak boleh diam saja. Nggak baik itu namanya. (Lalu adik  ngeloyor pergi meninggalkan suami dengan mulut cemberut)
Suami: (melirik adik dengan wajah tanpa ekspresi tapi bibirnya menahan senyum)
Sementara saya? 
Tentu saja... 

Ngakak-ngakak tralala =)).

No comments:

Post a Comment