Monday, 3 March 2014

Patroli Kosmik 1

Judul : Patroli Kosmik 1
Penulis : Mauricet
Penerjemah : Rini Nurul Badariah
Penerbit : M&C!
Tahun : 2010

Saya tidak menyangka sama sekali akan mendapatkan hadiah komik ini dari Teteh yang baik hati. Saya tahu komik ini ketika ngobrol dengan Beliau. Meski belum membaca saya udah ngakak sendiri membayangkannya. Janji dalam hati terpatri. Kalau udah keluar saya harus beli buku itu. Eeh, belum kesampaian beli ternyata…. dapet paket kejutan dari beliau. Huaaaa lonjak-lonjak bergembira waktu buka paket. halah. lebay kuadrat *merona* pasang cadar aaah biar nggak ada yang tahu hihihi.

Komik ini dibuat khusus untuk pembaca dewasa. Tolong jangan coba-coba diberikan ke anak-anak. Selain banyak umpatan mejeng berendeng dari halaman depan sampai belakang, juga ada gambar beberapa tokoh yang sexy. Meski hanya muncul di 3 scene tapi lumayan lah… bisa bikin mata lelaki jereng :D. Komik ini berkisah parodi superhero yang kocak. Dari postur, ekspresi dan karakternya sukses bikin saya ngakak nungging sambil cubit-cubit kasur. Lho! Apalagi plesetan nama tokohnya… huaaa seru banget. 


Penterjemah lihai mengutik-utik namanya. Salut pada penerjemah yang kreatif menggunakan istilah dan kosakata yang unik dan masuk ke ceritanya.Superhero disini jauuuh dari gambaran yang sudah kita kenal selama ini. Sebuah paradigma baru akan superhero. Kalau menurut saya sih. Komik ini merupakan kritik pedas komikus terhadap keberadaan sosok superhero yang terlanjur mengakar di masyarakat.

Sunday, 2 March 2014

Lusi Lindri

Judul : Lusi Lindri
Penulis : Y.B. Mangunwijaya
Tahun : 1994

Seri ke 3 dari trilogi Roro Mendut versi asli, cetakan tahun 1994. Saya dapat buku ini hadiah dari seorang teman januari lalu. Saya paling suka dengan seri yang terakhir ini. Lusi Lindri anak Genduk Duku dikisahkan menjadi pasukan Trinisat Kenya (pasukan elit khusus wanita pengawal Amangkurat). Dia bersuamikan seorang mata-mata Mataram untuk Batavia. 

Buku ini lebih dinamis dari dua buku sebelumnya (Roro Mendut dan Genduk Duku). Meski unsur percintaan masih bertebaran, tapi dunia kemiliteran dan spionase membuat buku ini jadi lebih menarik. Menantang dan mencabik-cabik saraf penasaran. Satu hal yang saya suka dari buku ini adalah kehalusan Romo Mangun mengisahkan (maaf) adegan ranjang. Meski yang paling panas sekalipun (Lusi Lindri dan Hans) disajikan dengan sangat halus, menggunakan bahasa kiasan yang kaya makna. Menggetarkan dalam porsi yang secukupnya. 


Saya belajar banyak kosakata baru dalam buku ini. Dari awal hingga akhir buku ini juga mengupas intisari Kama-Ratih yang lumayan detil ehem… *merona*. Salut pada teman yang berhasil menebak selera saya dengan menghadiahkan buku ini. Terima kasih teman, kau tahu yang aku mau.

Saturday, 1 March 2014

Hubbu

Judul : Hubbu
Penulis : Mashuri
Penerbit :
Tahun : 2009

Embel-embel 'Pemenang I Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006' yang mampu menggerakkan tangan saya untuk mengambil buku ini di pajangan toko. Saya penasaran seperti apa novel ini. 

Keseluruhan cerita tersedot ke sosok Abdullah Sattar atau Jarot. Bergulatan batin antara batas hitam dan putih, percampuran islam dan jawa mengiringi perjalanan Jarot untuk mencari identitas diri. Buku yang kental akan falsafah jawa dan filsafat islam. Penggunaan bahasa kawi dan tebaran sansekerta sering membuat kening saya berkerut-kerut, mampu memaksa saya untuk membuka lagi beberapa referensi sastra jawa. 

Membaca buku ini melelahkan. Seakan berjalan di lorong panjang lalu terperangkap dalam ruang gelap dalam waktu yang lama atau mungkin saya yang tidak terbiasa dengan bacaan nyastra. Beberapa kali saya masuk pitstop, meninggalkan buku ini dan berselingkuh dengan bacaan ringan. Demi menghindari kepala yang mendadak nyut-nyutan :D