Friday, 21 January 2011

2 Little Detectives: Pencurian Naskah Kuno

Judul : 2 Little Detectives: Pencurian Naskah Kuno

Penulis : Ramsya (12 th)

Penyunting naskah : Ridwan Fauzy & Zulfairy

Ilustrasi sampul & isi : Moel’s

Penyunting ilutrasi : Iwan Yuswandi

Penerbit : DAR! Mizan

Cetakan : 1, April 2010

Pertamakali saya melihat judul buku ini langsung tertarik. Seri Kecil-Kecil Punya Karya dengan tema yang berbeda dari biasanya. Sampulnya juga unik. Latar belakangnya sebuah bangunan kuno. Dua tokoh utama berwajah ramah tampak berdiri gagah.

Sedari awal kita sudah diperkenalkan dengan dua detektif cilik, Heidi dan Dio. Keduanya bersahabat dan kebetulan teman sekelas. Mereka sangat menyukai memecahkan masalah-masalah yang misterius disekitarnya. Bermula dari berita di koran tentang hilangnya kitab-kitab bersejarah penting dari museum. Salah satunya adalah Pujasastra ‘Negara Panglima’. Sebuah kitab kuno karangan Mpu Pracahya.

Heidi dan Dio memulai petualangan. Mereka mulai mengumpulkan petunjuk dengan datang ke museum Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dengan mengendap-endap mereka masuk museum dari pintu belakang. Di tengah pengintaian, mereka mendengar percakapan transaksi mencurigakan. Tapi sayang Dio bersin, sehingga mereka harus susah payah meninggalkan museum. Ternyata salah seorang dari pelaku transaksi itu mengetahui wajah Dio.

Semakin mendebarkan saja petualangan dua detektif cilik. Tak sengaja penelusuran mereka bersinggungan dengan Ayah Hari. Sosok Pak Arman ini cukup misterius. Beliau bekerja sebagai koki tapi selalu pulang malam dengan alasan yang aneh-aneh. Hari sendiri juga bingung dengan pekerjaan Ayahnya yang sering pulang malam. Penyelidikan bukan saja mendebarkan tapi juga mengkhawatirkan. Hari juga membantu dua detektif mengumpulkan fakta-fakta. Heidi dan Dio senang karena penyelidikan mulai ada titik terang. Sekaligus khawatir kalau Ayah Hari adalah anggota komplotan pencuri. Dua detektif tidak ingin melukai hati teman sekelasnya yang baik hati itu.

Dua detektif cilik akhirnya memutuskan untuk tetap melanjutkan penyelidikan. Apapun hasil akhir nanti, penyelidikan harus dituntaskan. Setelah melalui jalan berliku, Heidi dan Dio berhasil memecahkan kasus pencurian naskah-naskah kuno. Mereka bisa tersenyum lega.

Tapi sayang. Setelah tuntas kasus ini, Dio harus pindah keluar kota. Heidi sedih kehilangan sahabatnya. Dia kuatir kalau tidak bisa melakukan aksi penyelidikan lagi. Untung Dio berjanji, untuk tetap menjadi dua detektif bersama Heidi. Mereka meski terpisah kota tapi jarak dua kota ini dekat.

Sungguh asyik menikmati buku ini. Ceritanya mengalir dengan lancar dan kecepatan konstan. Hebat. Ramsya dengan usia 12 tahun sudah mampu membuat cerita detektif yang menawan. Salut juga untuk illustrator yang menerjemahkan cerita dengan baik. Saya suka dengan rambut Dio yang mirip Go Kong tokoh kartun Dragon Ball. Keren. Buku yang sangat menarik untuk dibaca berulang-ulang.(Ugik)

No comments:

Post a Comment