Monday, 6 December 2010

Pembunuh Nyamuk



Saya sedang asyik berbincang dengan saudara di teras. Kebetulan malam itu banyak nyamuk berseliweran. Obrolan kita semakin seru diselingi bunyi tepokan tangan membunuh nyamuk.

“TANTE… jangan dibunuh!” Tiba-tiba ponakan menyerbu kami berdua. Dia sibuk menghalangi tangan kami untuk berburu nyamuk.

“Apaan? Ini kan nyamuk Dek.”

“Jangan dibunuh!” Lelaki ganteng berumur 6 tahun ini, menampakkan wajah ‘keras’. Saya penasaran dengan sikap dia yang aneh ini.

“Emang kenapa nggak boleh?”

“Kalau mati, nyamuknya tambah banyak yang datang.”

“Loh, kok bisa?” Saya semakin penasaran

“Iya. Temen-temennya pada datang ngelayat.”

Lho! Saya bengong dengan sukses.

“Kalau ada yang mati, banyak temen-temennya yang melayat kan? Iya kan? Trus pas melayat tuh mereka pada bisik-bisik, gitu. Siapa sih yang bunuh? Siapa sih?” Ponakan masih terus berbicara.

“Emang, mereka bisa tahu, siapa yang bunuh?” Saya semakin penasaran dengan imajinasi anak ini. Sementara, sepupu saya senyum-senyum sambil mengalihkan pandangan ke sekeliling.

“Ya iya lah. Nyamuk kan datengnya juga berombongan. Pasti ada yang lihat kalau tante bunuh tuh nyamuk.”

“Kalau tak bunuh semua? Serombongan. Kan aman tuh.” Saya mengerling nakal.

“Ya tetep ketahuan. Tangan tante ada bekas darahnya. Nanti bisa ketahuan sama Pak Polisi Nyamuk.” Aduh… kok muncul polisi nyamuk segala. Saya mulai menggaruk kepala yang mendadak gatal.

“Ya tanganku tak cuci bersih. Weeek.” Saya menjulurkan lidah padanya.

“Tetep ketahuan, Tante. Bandel amat sih! Kan ada bekas tangan sama jejak kaki nyamuk yang mati. Kan nggak bisa hilang, tuh. Pasti Pak Polisi Nyamuk bakal tahu. Udahlah… emang tante mau disebut pembunuh nyamuk.”

Glek! Kenapa jadi kearah sana. Anak ini, sepertinya terlalu banyak nonton berita kriminal. Kepala saya mendadak diserang pasukan kutu dari empat penjuru mata angin. Hedewww. Sementara itu, ponakan menghalau gerombolan nyamuk, sambil asyik ngobrol dengan para nyamuk.

“Hayoo… pergi… pergi… pergi yang jauh… nanti kamu dibunuh sama tante Ugik.” Jiaaaah… aku kok mendadak jadi manusia paling jahat sedunia. Tapi keren juga sih. Ugik si Pembunuh Nyamuk. Tzaah.

3 comments:

  1. Selamat!!! Pembunuh Nyamuk juara lomba celoteh anak di blogfam 2010. Sukses ya mbak Ugik... (sst... jangan lupa setelah dibunuh, nyamuk-nyamuk itu cepet-cepet dikubur supaya nggak ketahuan polisi nyambuk ;))

    ReplyDelete
  2. waaaaaaah hebat, pembunuh nyamuk jadi Juara Lomba celoteh anak :)

    ReplyDelete
  3. Mbak Diah: Makasih ya Mbak. Maap telat. Bakal ngabisin lahan kalau dikubur hahaha

    Mbak Linda: Terima aksih mbak Linda

    ReplyDelete