Tuesday, 30 November 2010

The Marriage Bureau for Rich People (Biro Jodoh Khusus Kaum Elite)


Judul : The Marriage Bureau for Rich People (Biro Jodoh Khusus Kaum Elite)

Penulis : Farahad Zama

Penerjemah : Rinurbad

Penyunting : Lulu Fitri Rahman

Penerbit : M-pop (Kelompok Penerbit Matahati)

Cetakan : 1, Januari 2010

Tebal : 455 hal

ISBN : 602-96255-0-0

Topik cinta tidak akan pernah lekang ditelan jaman. Pun liku-liku perjalanan menemukan cinta adalah tema yang selalu laku untuk dijual. Tentu saja dengan catatan keduanya harus diramu dengan apik. Juga dirangkai dengan sentuhan unik yang mempesona. Farahad Zama melakukan semuanya dalam buku ini. Dan karena buku ini karya terjemahan. Penerjemah mempunyai peran penting untuk menyajikannya. Rinurbad menyajikan dengan penuh kenikmatan. Terjemahan yang mulus dan penggunaan bahasa sederhana membuat buku ini hadir nyaris sempurna. Membaca buku ini, serasa membaca karya lokal. Salut untuk kerja keras penterjemah dan penyunting terjemahan.

Mr. ali, seorang pensiunan PNS yang mencoba membuka usaha biro jodoh untuk mengisi hari-hari pensiunnya. Sebuah usaha unik yang langka untuk dilirik. Dengan keyakinan penuh, Mr. Ali dibantu dengan istrinya memulai usaha ini. Beliau memperlakukan seluruh kliennya dengan sentuhan personal. Beliau sangat menghargai pilihan-pilihan calon mempelai dan keluarganya. Meski kadang membuat Mr.Ali pusing, saking rumitnya kriteria yang ditentukan. Sistem kasta masih dipegang erat dalam tradisi pernikahan India oleh banyak kliennya. Tapi Mr. Ali selalu mempunyai cara cerdik untuk menyiasatinya. Beliau mempunyai system administrasi yang bagus. Tentu saja didukung oleh Aruna, seorang sekertaris yang cerdas dan cekatan.

Mr. ali tidak hanya sebagai biro jodoh. Beliau menempatkan diri sebagai orang tua yang mencarikan jodoh untuk anak-anaknya. Meski anak kandungnya sendiri, Rehman, masih belum ingin menikah. Dia terlalu sibuk berdemonstrasi membela rakyat kecil. Mr. Ali menentang keras keputusan anaknya. Dia menginginkan Rehman hidup normal, memiliki pekerjaan tetap dan menikah. Tapi Mr. Ali menghargai pilihan anaknya.

Mayoritas buku ini menceritakan keunikan proses perjodohan berbagai kasta di India. Proses yang cukup rumit namun juga unik. Zama mendeskripskan dengan detail. Hal ini membuat saya semakin paham akan berbagai sistem perjodohan sebagai suatu hal yang tak bisa diganggu gugat di India. Meski ada beberapa klien yang fleksibel dan bahkan mengabaikan sistem kasta. Keluarga mempunyai peran yang sangat penting untuk mencarikan jodoh anak atau keponakan. Seorang pemudi atau pemuda menemukan jodohnya sendiri dianggap sebagai hal yang memalukan. Ironis, Hal ini justru terjadi pada Aruna.

Salah satu klien, dr. Ramanujam, seorang dokter dari keluarga terpandang yang kaya raya. Dia jatuh cinta pada Aruna dan menginginkan untuk menikahinya. Ketika mendapati cerita sampai pada titik ini, saya memohon dalam hati, jangan sampai buku sebagus ini kejangkitan cinderala complex. Penulis mensiasati dengan berbagai logika cerita yang cukup bisa diterima. Meski awalnya saya menebak Aruna akan menikah dengan seorang kasta Brahmana yang selevel dengannya. Tapi ternyata penulis mempunyai rencana lain untuk Aruna. Ah, tentu saja. Buku yang menarik adalah yang tak bisa ditebak alur dan endingnya.

Ketika saya membaca buku ini. Saya bukan saja mendapatkan pengetahuan baru tentang budaya dan sejarah tentang India. Saya juga mendapatkan referensi berbakai makanan khas India yang menerbitkan selera. Yang paling penting, saya mendapatkan banyak banyak seklai nasehat dalam mencari jodoh dan juga pernikahan. Hal ini sangat berguna untuk saya. Membaca buku ini seakan saya sedang mendapatkan berjuta ceramah pernikahan dari pengalaman hidup Mr. Ali yang sudah puluhan tahun menikah.

Ada salah satu nasehat Mr. Ali yang membekas mendalam. “… kesalahan manusia, selalu mencari pasangan yang sempurna, padahal mereka bisa bahagia jika berdampingan dengan orang yang cukup baik dan bijaksana.” (hal. 202). Begitupun tentang ucapan Mr. Ali pada Ramanujam, untuk menguji keyakinannya ketika akan menikahi Aruna. Sebuah nasehat tentang mertua dan menantu yang sangat indah “ Istrimu, siapapun dia, meninggalkan rumah ayahnya dan mengikuti suami ke rumahnya. Dia menaruh kepercayaan luar biasa pada suaminya. Kau, sebagai suami, harus menjaga kepercayaan itu, akan timbul konflik antara orangtuamu, terutama ibu, dan istrimu… Mereka mungkin merasa kehilangan anak dan menyerahkannya pada wanita asing. Kau tak boleh membutakan diri dari konflik seperti ini. Kau harus bersikap tegas pada masalah-masalah ini, tidak selalu berpihak pada istrimu, tapi juga tidak selalu mendukung orangtuamu.” (hal. 372).

Menurut saya buku ini sangat direkomendasikan untuk anda yang sedang mencari suami atau istri; anda yang akan menikah; anda yang baru menikah; anda yang sedang goyah dan menginginkan perceraian ataupun anda yang sudah bertahun-tahun menikah. Buku ini akan menyegarkan anda untuk menilik kembali komitmen anda dalam sebuah ikatan pernikahan. Suka atau tidak, komitmen pernikahan akan mengandung konsekuensi manis dan pahit. Selamanya. Hingga diujung usia. Terima kasih untuk Teh Rini. Yang sudah menerjemahkan buku ini sehingga sangat nikmat untuk dibaca.(Ugik)

No comments:

Post a Comment